Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HIPERTENSI PH, Livana; Sari, Rita Kartika
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 6 No 1 (2016): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.367 KB) | DOI: 10.32583/pskm.6.1.2016.1-10

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Hipertensi merupakan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat (tenang). Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetik, lingkungan, hiperaktivitas susunan saraf simpatis, sistem renin-angiotensin, defek dalam eksresi Na dan peningkatan Na dan Ca intraseluler dan faktor-faktor yang meningkatkan resiko seperti obesitas, alkohol, merokok serta polisitemia. Metode: Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi Hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan survey deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Sampel penelitian klien dengan hipertensi berjumlah 49 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan faktor- faktor yang mempengaruhi Hipertensi diantaranya: (1)Faktor Lingkungan: kebiasaan merokok, budaya memasak gorengan dan bersantan. (2)Faktor Genetik : adanya anggota keluarga yang mengalami hipertensi. (3)Faktor Perilaku: kebiasaan merokok, tidak pernah atau tidak teratur mengkonsumsi obat anti hipertensi, kebiasaan mengkonsumsi kopi, mengkonsumsi makanan berlemak, mengkonsumsi makanan bersantan, kurangnya kebiasaan olahraga. (4)Faktor Yankes : Deteksi dini dari Fasilitas Kesehatan kurang dan masih banyak warga yang tidak mengikuti PROLANIS. Diskusi: Perlu adanya sosialisasi dan penyuluhan yang lebih lanjut antara masyarakat dan pihak yang terkait bahaya Hipertensi   Kata kunci: Hipertensi   THE FACTORS THAT INFLUENCE HYPERTENSION   ABSTRACT Introduction: Hypertension is an increase in systolic blood pressure greater than 140 mmHg and / or diastolic greater than 90 mmHg in two measurements with an interval of 5 minutes in a state of rest (calm). Many influencing factors such as genetic, environmental, sympathetic nervous system hyperactivity, renin-angiotensin system, defects in Na excretion and increased intracellular Na and Ca and risk factors such as obesity, alcohol, smoking and polycythaemia. Methods: The purpose of research to determine the factors that influence Hypertension. This research method using descriptive quantitative survey. The instrument used in the form of questionnaires The sample of research clients with hypertension amounted to 49 respondents. Results: The results showed factors that influence hypertension include: (1) Environmental Factors: smoking habits, fried cooking culture and bersantan. (2) Genetic factors: the presence of family members who have hypertension. (3) Behavior Factors: smoking habits, never or irregularly taking anti-hypertensive drugs, consuming coffee, consuming fatty foods, consuming bersantan food, lack of exercise habits. (4) Yankes Factor: Early Detection of Health Facilities is lacking and there are still many people who do not follow PROLANIS. Discussion: Need for further socialization and counseling between communities and parties related to danger of hypertension   Keywords: Hypertension
HUBUNGAN KARAKTERISTIK REMAJA, KELUARGA DAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA Susanti, Yulia; PH, Livana; Mukaromah, Fitriyatul
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 5 No 2 (2015): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.832 KB) | DOI: 10.32583/pskm.5.2.2015.61-66

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perilaku seksual remajamerupakan segala tingkah laku remaja yang didorong oleh hasrat seksual baik dilakukan dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara karakteristik remaja, keluarga dan pola asuh orangtua dengan perilaku seksual remaja. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan rancangan penelitian croos sectional. Responden yang menjadi subjek penelitian ini adalah remaja dengan populasi 160 yang menjadi sampel berjumlah 125. Teknik yang digunakan teknik  Pro portionate Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan Spearman dan Anova. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara karakteristik remaja (umur =p value 0,397 dan jeniskelamin= p value 732), karakteristik keluarga (tipekeluarga = p value 0,896, pekerjaan ayah = p value 0,711, penghasilan ibu = p value 0,064, pendidikan ayah = value 0,317 dan pendidikan ibu = p value 0,119) dengan perilaku seksual remaja. Sementara itu ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu (p value = 0,042), pekerjaan ayah (p value =0,026), pola asuh orang tua (p value=0,000)dengan perilaku seksual remaja. Sedangkan suku bangsa ayah dan ibu tidak dapat dikorelasikan karena semua suku bangsa Jawa. Diskusi: Hasil penelitian ini diharapkan remaja dapat bekerja sama dengan petugas kesehatan atau instansi kesehatan untuk mengadakan penyuluhan kesehatan mengenai seksualitas.   Kata kunci: Karakteristik Remaja, Keluarga, Pola Asuh, Perilaku Seksual Remaja   ABSTRACT Introduction: Adolescent sexual behaviour is all adolescent behaviour that is pushed by good sexual desire is done with also kind fellow. Methods: This research will aim to detects connection existence between adolescent characteristics, family and pattern brings up parents with behaviour adolescent sexual. This research is correlation watchfulness by using research plan cross sectional. Respondent that be subject this research adolescent with population 160 that is sample numbers 125. Technique that used technique proportionate stratified random sampling. Data analysis uses univariate and bivariate with Spearman and Anova.  Results: Research result shows that there is no connection between adolescent characteristics (age =p value 0,397 and sex = p value 732, families characteristics (family type = p value 0,896, father job = p value 0,711, mother income = p value 0,064, father educations = value 0,317 and mother education = p value 0,119) with adolescent sexual behaviour. Meanwhile there connection significant between mother job (p value = 0,042, father jobs (p value =0,026, pattern brings up parents (p value=0,000) with adolescent sexual behaviour. While father tribe and mother can not correlation because all java tribe. Discussion: This research result is supposed adolescent can cooperate with well-being operator or well-being resort to hold well-being elucidation hits sexuality.  Keywords: Adolescent characteristics, family and pattern care parents with adolescent sexual behaviour
GAMBARAN TINGKAT STRES KELUARGA LANSIA PH, Livana; Mubin, Mohammad Fatkhul; Mahmudah, Azizah Rahma
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.788 KB)

Abstract

Semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk, menyebabkan jumlah lansia terus meningkat dari tahun ketahun. Begitu juga dengan jumlah lansia diseluruh indonesia juga mengalami peningkatan tiap decade. Keluarga merupakan kesatuan dari orang-orang yang terkait dalam perkawinan, hubungan darah, adopsi dan tinggal dalam satu rumah. Adanya kejadian-kejadian yang signifikan seperti anggota keluarga yang mempunyai lansia dalam satu rumah menciptakan kondisi stres bagi keluarga yang merawatnya sehingga menjadi tuntutan yang memaksa keluarga untuk dapat beradaptasi terhadap adanya berubahan dalam segi membagi waktu untuk merawat lansia tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada keluarga yang mempunyai lansia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, total sampel 55 responden. Penelitian dilakukan di Desa Mororejo kec. Kaliwungu menggunakan kuesioner Weber State Sniversity dan dianalisis dengan metode deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga mengalami tingkat stres sedang sebanyak 37 responden (67.27%) sedangkan tingkat stres berat sebanyak 8 responden (14.55%) dan tingkat stres ringan sebanyak 10 responden (18.18). Penelitian ini diharapkan keluarga dan lansia untuk lebih memaksimalkan peran sertanya didalam memberikan dukungan kepada keluarga dan lansia guna mengurangi tingkat stres keluarga yang pada akhirnya dapat tercipta kehidupan mental yang lebih sehat baik bagi keluarga maupun lansia dan Sebagai tolak ukur keluarga dalam meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan dalam memberi perawatan aktivitas kehidupan sehari-hari. Kata kunci : Tingkat Stres, Keluarga. DESCRIPTION OF THE ELDERLY FAMILY STRESS LEVEL ABSTRACTThe family is the unity of the people involved in the marriage, blood relationship, adoption and living in one house. The presence of significant events such as family members who have elderly in a home creates stres for families who care for them so that the demands are forcing the family to be able to adapt to the berubahan in terms of allocating their time to care for the elderly. This study aims to describe the level of stress in families with elderly. This study used a descriptive exploratory method, the total sample of 55 respondents. The study was carried out in the village of Mororejo Kec. Kaliwungu used the Weber State Sniversity questionnaire and analyzed it using descriptive percentage method. The results showed that most families experienced moderate stress levels as much as 37 respondents (67.27%) while severe stress levels were 8 respondents (14.55%) and mild stress levels as many as 10 respondents (18.18). This research is expected that families and elderly people to maximize their participation in providing support to families and the elderly to reduce the level of family stress which ultimately can create a healthier mental life for both families and the elderly and as a family benchmark in increasing knowledge and skills in giving daily life care activities. Keywords: Tinhkat Stress, Family
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN DEPRESI PADA ANAK SEKOLAH DASAR PH, Livana; Utami, Tantri Widyarti; Astuti, Yunani Sri
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 1 (2017): Maret
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.358 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.9.1.2017.1-5

Abstract

                                               ABSTRAK Pendahuluan: Kesehatan mental merupakan hal penting dalam perkembangan anak, karena anak merupakan generasi penerus bangsa. gangguan kesehatan mental pada anak akan mempengaruhi perkembangan mental pada tahap perkembangan selanjutnya. Perkiraan jumlah anak dengan masalah kesehatan mental bervariasi sekitar 2-3% hingga 22%, angka tersebut meningkat untuk anak yang memiliki penyakit atau disabilitas (ketidakmampuan).Masalah kesehatan jiwa yang terjadi pada anak adalah Autisme, ADHD, gangguan mood, kecemasan, psikotik, depresi, phobia sosial, gangguan obsesif konvulsif, gangguan bipolar dan skizofrenia. Metode: Penelitian melibatkan 196 anak sekolah dasar menggunakan kuesioner Screen for Child Anxiety Related Disorders (SCARED) terdiri dari 41 pertanyaan dan kuesionerDepression Scale for Children (CES-DC) terdiri dari 20 pertanyaan. Hasil: Dengan menggunakan uji kai kuadrat didapatkan hasil terdapat hubungan antara kecemasan dan depresi  anak sekolah dasar (p value ? 0,05). Diskusi: Kecemasan dan depresi merupakan masalah kesehatan jiwa pada anak sekolah sehingga perlu penanganan yang khusus baik oleh guru, orang tua maupun pelayanan kesehatan.   Kata kunci:Kecemasan, depresi, anak sekolah dasar.   ABSTRACT Introduction: Mental health is an important for  child development, because child is next generation for the future, . Children's mental health disorders will be affect the next stage mental health development. Estimated Children with mental health problems Approximately 2-3% to 22%, the figure increases For Children Who has the disease or disability (disability). Mental health problems in children is autism, ADHD, mood Disorder, anxiety, psychotic, depression, social phobia, obsessive convulsive Disorders, Bipolar disorder and schizophrenia. Methods: The study involved 196 Primary School Children using questionnaires to Screen Children Related Anxiety Disorders (SCARED) consists out of 41 questions and questionnaires Child Depression Scale (CES-DC) consists of 20 questions. Results: chi-square test results are obtained Relationship anxiety and depression Primary School Children (p value ? 0.05). Discussion: Anxiety and depression are mental health problems in child school and need intervention  by teachers, Parents and  mental health services.   Keywords:Children primary school, anxiety, depression.
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN TINGKAT ANSIETAS SUAMI ATAU ISTRI YANG DI TINGGAL PASANGANNYA BEKERJA DILUAR NEGERI Fatoni, Nur; Mubin, M Fatkhul; PH, Livana
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 1 (2014): Maret
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.362 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.6.1.2014.33-38

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Ansietas merupakan respon emosional terhadap penelitian individu yang subjektif, yang dipengaruhi alam bawah sadar dan tidak diketahui secara khusus penyebabnya. Ansietas merupakan reaksi emosional terhadap persepsi adanya bahaya, baik yang nyata maupun yang hanya dibayangkan. Ansietas yang dirasakan pada pasangannya yang ditinggal keluar negeri yaitu ansietas ringan sampai berat yang dialami oleh semua orang. Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat ansietas pada suami atau istri yang ditinggal pasangannya bekerja diluar negeri Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksploratif. Populasi penelitian ini adalah suami atau istri yang ditinggal pasangnnya bekerja keluar negeri yang berjumlah 116 orang.  Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa Mayoritas responden berumur 20-35 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan SMP, berpenghasilan sama dengan UMR Kabupaten Kendal (Rp. 904.500), dan rata-rata penghasilan responden untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mempunyai kebutuhan yang kurang sebanyak 27 orang. Mayoritas responden mengalami ansietas sedang. Diskusi: Diharapkan masyarakat tidak terlalu ansietas karena memikirkan suami atau istri yang bekerja keluar negeri, sehingga bisa bekerja dirumah untuk membantu suami/istri yang bekerja diluar negeri dan diharapakn bisa menjalin komunikasi yang baik antara suami dan istri.   Kata kunci: Ansietas, suami atau istri, bekerja keluar negeri   ABSTRACT Introduction: Anxiety is an emotional response to subjective individual studies, which are influenced by the unconscious and are not specifically known for their cause. Anxiety is an emotional reaction to perceptions of danger, both real and imagined. Anxiety that is felt in the partner who abandoned the country is mild to severe ansietas experienced by everyone. Methods: The purpose of this study was to determine the description of anxiety levels in husbands or wives left behind by their partners working abroad. This study used descriptive explorative design. The population of this study is a husband or wife who left pairs of work abroad, amounting to 116 people. Analysis data using univariate analysis. Results: The results showed that the majority of respondents aged 20-35 years, male sex, junior high school, earning the same as UMR Kendal Regency (Rp 904,500), and average respondents' income to meet daily needs have a need less as many as 27 people. The majority of respondents experienced moderate anxiety. Discussion It is hoped that the people will not be too anxious because they are thinking of their husbands or wives working abroad, so they can work at home to help their spouses who work overseas and are expected to establish good communication between husband and wife. Keywords: Anxiety, husband or wife, working abroad
KUALITAS HIDUP REMAJA PUTUS SEKOLAH Sopha, Rahma Fadillah; PH, Livana; Wardanii, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 2 (2017): September
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.358 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.9.2.2017.38-43

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Remaja merupakan masa yang menentukan kualitas hidup manusia karena pada masa ini terjadi perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Remaja membutuhkan kesempatan untuk menyalurkan pergolakan jiwa akibat perubahan yang sedang terjadi. Hal ini memunculkan peranan sekolah sebagai mekanisme perlindungan dan koping efektif dalam menjaga kesehatan psikologis remaja. Kejadian putus sekolah pada akhirnya mempengaruhi munculnya berbagai masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup remaja putus sekolah di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional yang dilaksanakan di kota Bogor pada tahun 2015 dengan melibatkan 92 remaja putus sekolah yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kualitas hidup WHOQOL-BREF yang memiliki nilai reliabilitas antara 0,64 ? 0,79. Data diolah menggunakan analisis univariat untuk memperoleh gambaran kualitas hidup remaja putus sekolah. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja berada dalam kategori kualitas hidup rendah. Hal ini tampak pada domain kesehatan fisik (98,9%), kesehatan psikologis (75,0%), dan lingkungan (80,4%). Diskusi: Hasil ini membuktikan bahwa salah satu atau lebih dari indikator kualitas hidup tidak dimiliki oleh remaja. Penelitian lebih lanjut tentang gambaran masing-masing komponen dalam domain kualitas hidup dibutuhkan guna mengetahui secara rinci bagian mana yang berpengaruh pada kualitas hidup. Kata kunci: Kualitas hidup, putus sekolah, remaja.   ABSTRACT Introduction: Adolescence is a time that determines the quality of human life because at this time there are significant physical, psychological and social changes. Teenagers need the opportunity to channel the throes of the soul due to the changes that are going on. This raises the role of schools as a mechanism of protection and effective coping in maintaining the psychological health of adolescents. The dropout event ultimately affects the emergence of various problems. This study aims to determine the quality of life of teenagers dropping out of school in Indonesia. Methods: This research uses cross sectional method implemented in Bogor city in 2015 involving 92 drop out teenagers fulfilling inclusion criteria. The data were collected using a WHOQOL-BREF quality life questionnaire that has a reliability value of between 0.64 to 0.79. The data were processed using univariate analysis to obtain the quality of life of out-of-school drop-outs. Results: Research shows that most teenagers are in the category of low quality of life. This appears in the domain of physical health (98.9%), psychological health (75.0%), and environment (80.4%). Discussion: These results prove that one or more of the indicators of quality of life are not owned by adolescents. Further research on the description of each component in the domain of quality of life is needed to know in detail which parts affect the quality of life.   Keywords: Quality of life, drop out, Teenagers. 
PENGARUH ABDOMEN EXCERSICE DAN BREAST MASSASE TERHADAP VOLUME ASI PADA IBU INPARTU KALA I Puspitasari, Lina; PH, Livana
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 6 No 2 (2016): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.887 KB) | DOI: 10.32583/pskm.6.2.2016.54-57

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Keberhasilan program IMD (Inisiasi Menyusui Dini) masih sangat jauh dari target. Berbagai kendala menghambat pelaksanaan program IMD, diantaranya ibu kelelahan, ASI belum keluar dan ada kekhawatiran bayi akan hipotermi.Abdomen Excersice merupakan teknik tambahan pada Breast Massase yang digunakan dalam peningkatan kelancaran pengeluaran ASI sehingga program IMD dapat berjalan dengan baik. Metode: Tujuan Penelitian  untuk mengetahui pengaruh abdomen excersice dan breast massase terhadap volume asi pada ibu inpartu kala I di BPM wilayah Cilacap Utara. Penelitian menggunakan  pendekatan case control dengan jumlah sampel 30 ibu bersalin Kala I yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sesuai dengan prosedur perpousive sampling. Data dianalisis menggunakan uji t-Test. Hasil: Ada pengaruh abdomen excersice dan breast massase terhadap volume asi pada ibu inpartu kala I (t hitung > t tabel, yaitu 8.192> 2.04). Diskusi: BPM dan Puskesmas dapat menjadikan hasil penelitian ini  sebagai bahan masukan prosedur tetap untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam penatalaksanaan ibu bersalin dan nifas yang memiliki permasalahan dalam pengeluaran ASI, sehingga program IMD dapat berjalan dengan semestinya.   Kata kunci: Ibu bersalin, Volume ASI   ABSTRACT Introduction: The success of  IMD (Early Breastfeeding Initiation) is still very far from the target. Various obstacles impeding the implementation of the program, including the IMD mother fatigue, BREAST MILK has not come out and there is concern the infant will hipotermi. Abdomen Excersice is an additional technique on Breast  Massase used in increased fluency of  spending programs so that IMD ASI can run well.  Methods: Objective of the study to determine the effect of abdominal excersice and breast massase on volume of mother asi inpartu kala I in BPM North Cilacap region. The study used a case control approach with a sample of 30 mothers of Kala I selected based on the inclusion and exclusion criteria in accordance with the perpousive sampling procedure. Data were analyzed using t-Test. Results: There is influence of abdomen of excersice and breast massase to volume of asi at mother of inpartu kala I (t count> t table, that is 8,192> 2,04).Discussion: BPM and Puskesmas can make the results of this research as input of permanent procedures to improve the quality of services to the community, especially in the management of maternal and postpartum mothers who have problems in the expenditure of breast milk, so that the IMD program can run properly.   Keywords: Maternity, Volume of Breast Milk
PERBEDAAN PENGETAHUAN PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF TENTANG BAHAYA ROKOK Sari, Rita Kartika; PH, Livana; Zulaikhah, Siti Thomas
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.975 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.85-94

Abstract

Upaya untuk mengurangi terjadinya penyakit ISPA, diperlukan perilaku hidup sehat salah satunya yaitu dengan tidak merokok. Kenyataannya di masyarakat, merokok dijadikan suatu kebiasaan dan sulit dihentikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku  masyarakat dalam penggunaan rokok. Penelitian bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengetahuan perokok aktif dan perokok pasif tentang bahaya rokok. Penelitian ini bersifat retrospektif menggunakan desain penelitian komparatif dengan pendekatan cross sectional. semua warga desa Margolinduk, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah dan tinggal menetap > dari 6 bulan yang berjumlah 100 orang. Penentuan besar sampel menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan antara perokok aktif dengan perokok pasif (p value= 0,000). Perlu upaya dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya rokok terhadap kesehatan melalui pendidikan kesehatan pada semua tahap usia.   Kata kunci : Pengetahuan, perokok aktif, perokok pasif.   DIFFERENCE OF ACTIVE AND PASSIVE SMOKING KNOWLEDGE ABOUT CIGARETTE HAZARDS   ABSTRACT Efforts to reduce the occurrence of ARI, a healthy lifestyle is needed, one of which is not smoking. In fact, in society, smoking is a habit and difficult to stop. The purpose of this study was to find out the description of knowledge, attitudes, and behavior of people in the use of cigarettes. The study aimed to analyze the differences in knowledge of active smokers and passive smokers about the dangers of smoking. This study is retrospective using a comparative research design with a cross sectional approach. all residents of Margolinduk village, Bonang Subdistrict, Demak Regency, Central Java Province, and lived for> 6 months totaling 100 people. Determination of sample size using total sampling technique. The data collection tool uses a questionnaire. Data analysis using univariate analysis in the form of frequency distribution and bivariate analysis using Mann Whitney. The results showed that there was a difference in knowledge between active smokers and passive smokers (p value = 0,000). Efforts are needed from health workers to increase public knowledge about the dangers of smoking to health through health education at all stages of age.  Keywords: Knowledge, active smokers, passive smoking.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP CAKUPAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT PH, Livana; Ratnawati, Ratnawati; Sari, Rita Kartika
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 1 (2018): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.348 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.1.2018.56-62

Abstract

ABSTRAK Masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks salah satunya penggunaan jamban yang sehat. Capaian penduduk dengan akses jamban sehat belum sesuai target, hal ini dipengaruhi beberapa faktor diantaranya: faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat. Penelitian ini bertujuan untuk gambaran faktor-faktor yang berpengaruh terhadap  cakupan kepemilikan jamban sehat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian seluruh KK yang ada di Desa Gaji, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Sampel penelitian ini adalah masyarakat yang tidak menggunakan jamban, yaitu terdapat 5 Kepala Keluaga. Pengambilan sampel data menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner melalui analisis akar penyebab masalah mengunakan teori L. Green. Analisis data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan warga tentang pentingnya jamban sehat masih kurang, masih ada warga yang tidak mempunyai jamban sehat di rumahnya, petugas kesehatan belum pernah melakukan penyuluhan tentang jamban sehat. Perlu adanya peningkatan motivasi, pemberian materi berkala, dan advokasi kepada pejabat desa untuk memberi dukungan dan kesejahteraan terhadap kader posyandu serta peningkatan pengetahuan mengenai jamban sehat melalui Video ilustrasi jamban sehat (animasi) durasi ± 5-10 menit   Kata kunci : Kepemilikan jamban sehat.   DESCRIPTION OF FACTORS AFFECTING TOWARDS COVERAGE OF HEALTHY HEALTHY OWNERSHIP   ABSTRACT Behavior-related disease problems and lifestyle changes related to behavior and socio-culture tend to be more complex one of them the use of healthy latrines. Achievement of the population with access to healthy latrines has not been on target, this is influenced by several factors including: predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors. This study aims to illustrate the factors that affect the coverage of ownership of healthy latrines. This research is a quantitative research with descriptive approach. Research population of all households in Salary Village, Guntur District, Demak District. The sample of this research is people who do not use latrines, there are 5 Heads of Examples. Sampling data using total sampling technique. Data collection using questionnaire through root cause analysis using L. Green. Data analysis in this research is presented in the form of frequency distribution. The result of the research shows that people's knowledge about the importance of healthy latrine is still lacking, there are still residents who do not have healthy latrines in their homes, health workers have never conducted information about healthy latrines. There needs to be increased motivation, regular provision of materials, and advocacy to village officials to provide support and welfare to posyandu cadres and increased knowledge of healthy latrines through video illustrations of healthy latrine (animation) duration ± 5-10 minutes   Keywords: Possession of healthy latrines.
GAMBARAN DAMPAK TINDAKAN RESTRAIN PASIEN GANGGUAN JIWA Sujarwo, Sujarwo; PH, Livana
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 7 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.328 KB) | DOI: 10.32583/pskm.7.2.2017.45-53

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kedaruratan psikiatri merupakan beberapa gangguan dalam pikiran, perasaan atau yang berisiko tinggi untuk melakukan tindakan kekerasan baik pada diri sendiri, orang lain maupun lingkungan sehingga membutuhkan intervensi segera. Penanganan yang sering dilakukan di rumah sakit jiwa adalah pengikatan atau restrain. Restrain adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengekang seseorang dengan menggunakan fisik atau alat lain yang dilakukan untuk mengendalikan tindakan kekerasan yang timbul akibat perilaku maladaptif dalam diri pasien. Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tentang dampak fisik dan psikologis tindakan restrain bagi pasien gangguan jiwa. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif eksploratif dengan pendekatan secara cross sectional. Sampel diambil secara Purposive  Sampling sebanyak 30 pasien. Alat penelitian menggunakan kuesioner tentang dampak restrain bagi pasien gangguan jiwa yang terdiri dari 30 pernyataan tentang dampak psikologis dan 10 pernyataan tentang dampak fisik tindakan restrain bagi pasien. Data dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan responden berusia remaja (36,7%), sebagian besar laki-laki (76,7%), sebagian besar berpendidikan SMA (50% ). Dampak psikologis restrain menunjukkan mayoritas mempunyai dampak negatif (60%). Dampak fisik restrain menunjukkan mayoritas memiliki dampak negatif (66,7%). Diskusi: perawat diharapkan dapat melaksanakan asuhan keperawatan kepada pasien gangguan jiwa dengan memperhatikan masalah penerimaan klien dengan masalah yang dihadapi, sehingga perawat juga diharapkan perlu mengkaji secara komprehensif.   Kata kunci: Restrain, Gangguan Jiwa.   ABSTRACT Introduction: Psychiatric emergencies are some of the disturbances in the mind, feelings or high-risk person to commit acts of violence both to oneself, others and to the environment, requiring immediate intervention. Handling is often done in a mental hospital is binding or restrain. Restrain is an activity undertaken to curb a person by using physical or other means done to control the acts of violence arising from maladaptive behavior in the patient. Methods: The purpose of this study was to investigate the physical and psychological impact of restrained actions on mental patients. This research design use descriptive explorative with approach of cross sectional. Samples taken by Purposive Sampling counted 30 patients. The research tool used a questionnaire about the effects of restrain for mental disorder patients consisting of 30 statements about psychological impact and 10 statements about the physical effects of restrain actions for patients. Data were analyzed univariat. Results: The results showed that respondents were teenagers (36.7%), mostly male (76.7%), mostly high school (50%). The psychological impact of restrain shows that the majority have a negative impact (60%). The physical effects of restrain showed that majority had negative impact (66,7%). Discussion: Nurses are expected to carry out nursing care to patients with mental disorders taking into account the problem of client acceptance with the problems encountered, so nurses are also expected to need a comprehensive review. Keywords: Restrain, Mental Disorders.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agustina Ali Djamhuri Anulus, Ayu Ar Ruhimat, Imroati Istibsyaroh Ardiyanti, Yulia Ardiyanti, Yulia Arief Nugroho Armitasari, Dhita Aryati, Septiyani Atmojo, Joko Tri Ayut Merdikawati, Ayut Ayuwatini, Sih Ayuwatini, Sih Ayuwatini, Sih Budi Anna Keliat DEWI RAHMAWATI Eri Susanti Fajriah, Asruria Sani Fitri, Nuri Luthfiatil handayani, tri nur Heni Dwi Windarwati Hermanto Hermanto Ice Yulia Wardani Ikhwan, M. Indah Permata Sari Indrayati, Novi Indrayati, Novi Indriyati Indriyati Irianto, Sugeng Eko Jayantika, Oktiya Rani Kamilatur Rizkiya, Kamilatur Kandar, Kandar Khosandika, Failila Kurian, Midhu Maftukhah, Maftukhah Mahmudah, Azizah Rahma Mahmudah, Azizah Rahma Mardhotillah, Elly Maya, Anita Mohammad Fatkhul Mubin, Mohammad Fatkhul Mukaromah, Fitriyatul Mulyati Mulyati Mustikasari Mustikasari Nahak, Marla Nisa, Reza Maghfirotun Novy Helena Chatarina Daulima Nur Fatoni, Nur Nurnainah, Nurnainah Pratama, Nanda Putra Pratiwi, Oktavia Diah Puspitasari, Lina Putri, Santy Irene Rahma Fadillah Sopha, Rahma Fadillah Ratnawati Ratnawati Rina Anggraeni, Rina Safitri, Vivi Indah Saragih, Desi Christin Septiani, Putri Silviani, Mirna Ayu Siti Musyarofah, Siti Siti Thomas Zulaikhah Sri Mulyani Sudawam, Sudawam Sujarwo Sujarwo Sujarwoo, Sujarwo Sulistyowati, Gati Supardi Supardi Suryani, Ulfa Tantri Widyarti Utami, Tantri Widyarti Titik Suerni Tiur Wulan Mayasari, Tiur Wulan Triana Arisdiani, Triana Uswatun Hasanah Utari, Wintri Wardanii, Ice Yulia Wardanii, Ice Yulia Widiyanto, Aris Yossie Susanti Eka Putri, Yossie Susanti Yulia Susanti, Yulia Yunani Sri Astuti, Yunani Sri