Eka Malfasari, Eka
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA JERAWAT (AKNE VULGARIS) DENGAN CITRA DIRI PADA Norita, Norita; Malfasari, Eka
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 1 (2017): Maret
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.358 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.9.1.2017.6-12

Abstract

                                                                    ABSTRAK Pendahuluan: Jerawat (akne vulgaris) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh inflamasi kronik dari unit pilosebasea yang ditandai pembentukan komedo, papul, pustul, nodul yang bisa tumbuh di daerah wajah, punggung, dada, lengan, kaki yang menyebabkan terjadinya perubahan citra diri pada remaja. Remaja yang memiliki pandangan positif terhadap munculnya jerawat yang dialami maka akan membentuk citra diri positif, sedangkan remaja yang memiliki pandangan negatif terhadap munculnya jerawat maka akan terbentuk citra diri negatif. Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jerawat (akne vulgaris) dengan citra diri pada remaja. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian korelasi dengan pendekatan Cross-Sectional.Sampel penelitian terdiri dari 183 siswa-siswi kelas X dan XI, terdiri dari 64 siswa dan 119 siswi. Metode pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2016.  Analisis yang digunakan adalah uji statistk Chi-Square.Hasil: Ada hubungan signifikan antara jerawat (akne vulgaris) dengan citra diri pada remaja dengan nilai ? value= 0,000, (?<0,05), dan nilai OR (Odds Ratio) sebesar 16.800 dengan CI (Confidence Interval)7.639 - 36.94. Diskusi: Orangtua atau keluarga dan lingkungan sekolah seperti guru sebagai orang terdekat remaja di sekolah, agar memberikan hal-hal positif dan merespon dukungan disetiap perubahan yang terjadi, terutama perubahan pada wajah, karena respon dari orang-orang terdekat meningkatkan citra diri remaja.  . Kata kunci:Jerawat (Akne Vulgaris), Citra Diri, Remaja.   ABSTRACT Introduction:Acne (acne vulgaris) is a disease caused by chronic inflammation of the pilosebaceous unit marked the formation of comedones, papules, pustules, nodules that may grow on the face, back, chest, arms, legs caused by the change in adolescent self-image. Teenagers who have a positive view of the appearance of acne experienced it will form a positive self-image, while teenagers who have a negative view of the appearance of acne it will form a negative self-image.Methods:The purpose of this study to determine the relationship between acne (acne vulgaris) with self-image in adolescent. This type of research is quantitative research design correlation using Cross-Sectional approach. The study sample consisted of 183 students of class X and XI, consisting of 64 students and 119 female students. The sampling method is stratified random sampling. The research was conducted in June 2016. The analysis used was Chi-Square test Stats.Results:There was a significant association between acne (acne vulgaris) with self-image in adolescent  with ? value = 0,000, (? <0.05), and the value OR (Odds Ratio) of 16,800 with CI (Confidence Interval) 7639 - 36.94.Discussion:Parents or family and school environment, such as teachers as those closest to adolescents in schools, in order to give positive things and respond to every support those changes, particularly changes to the face, because the response from the people closest to enhance the adolescent self-image.   Keywords:Acne (acne vulgaris), Self Image, Youth.
HUBUNGAN PERLAKUAN BODY SHAMING DENGAN CITRA DIRI MAHASISWA Hidayat, Rahmad; Malfasari, Eka; Herniyanti, Rina
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : PPNI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.884 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.1.2019.79-86

Abstract

Perlakuan body shaming adalah pengalaman yang di alami individu ketika kekurangan di pandang sebagai sesuatu yang negatif oleh orang lain dari bentuk tubuhnya.Efek dari perlakuan body shaming bisa membentuk citra diri positif ataukah negatif dari seorang tersebut..Tujuan penelitian ini untuk mengatahui hubungan perlakuan body shaming dengan citra diri pada mahasiswa STIKes Payung Negeri Pekanbaru. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desian penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan Cross- Sectional. Sampel penelititan teridiri dari 103 Mahasiswa. Metode pengambilan sample adalah purposive sampling. Penelitian ini dimulai tanggal 01-03 mei 2018. Analisis yang digunakan adalah uji statistik Chi- Square. Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0,036, hal ini berarti berarti nilai p<0,05 sehingga Ho ditolak, artinya  terdapat hubungan signifikan antara perlakuan  body shaming dengan  citra diri pada mahasiswa STIKes Payung Negeri Pekanbaru, dan nilai OR  (Odds Ratio) sebesar 0,343 dengan CI (Confidence  Interval)  0,136-0,865. Rekomendasi  penelititan  ini  adalah  memberikan  intervensi  untuk mengurangi perlakuan body shaming pada remaja untuk meningkatkan citra diri. Kata kunci : Perlakuan body shaming, Citra diri. RELATIONSHIP BETWEEN BODY SHAMING TREATMENT WITH SELF-IMAGE STUDENTS ABSTRACTThe treatment of body shaming is an experience experienced by the individual when deficiency is seen as something negative by others of his or her body shape. The effect of the body shaming treatment can form a positive self-image or negative of a person.. The purpose of this study to knowing relationship treatment of body shaming with self-image at STIKes Payung Negeri Pekanbaru students. This type of research was quantitative with the descriptions of correlation research using Cross-Sectional approach. The research sample consisted of 103 Students. with purposive sampling. Tehnique this research was started on 01-03 May 2018. The analysis used Chi-Square statistical test. The result of statistical test is p value = 0.036, it means p value <0,05 so ho is rejected, it means there is a significant correlation between body shaming treatment with self image of STIKes Payung Negeri Pekanbaru student, and OR (Odds Ratio) value equal to 0.343 with CI (Confidence Interval) 0,136-0,865. This research recommendation is to provide intervention to reduce the body shaming treatment in adolescents to improve self-image. Keywords: Body shaming treatment, Self image
TINGKAT KETERGANTUNGAN DALAM PEMENUHAN AKTIVITAS SEHARI-HARI BERHUBUNGAN DENGAN HARGA DIRI PENDERITA STROKE Oktari, Irza; Febtrina, Rizka; Malfasari, Eka; Guna, Stephanie Dwi
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 2 (2020): April 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke menimbulkan kecacatan fisik berupa penurunan kemampuan motorik yang mengakibatkan penurunan kemampuan aktivitas. Penurunan kemampuan menyebabkan ketergantungan yang dapat mempengaruhi harga diri penderita stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat ketergantungan dalam pemenuhan aktivitas sehari hari dengan harga diri penderita stroke. Penelitian ini dilakukan terhadap 53 pasien stroke yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional.Variabel Independen di ukur tingkat ketergantungan aktivitas sehari hari di ukur menggunakan kuesioner Indeks Barthel dengan nilai validitas r &gt; (0,4438) dan uji reliabilitas sebesar (0,884). Variabel dependen menggunakan kuesioner harga diri Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) dengan hasil validitas 0,3296 - 0,822 (r tabel = 0,2456). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas tingkat ketergantungan responden adalah ketergantungan Ringan sebanyak 17 responden (32,1%), dan mayoritas responden memiliki harga diri sedang (64,2%). Berdasarkan uji chi square didapatkan kesimpulan bahwa p value = 0,002 (&lt; 0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat ketergantungan aktivitas sehari hari dengan harga diri penderita stroke. Harga diri yang tinggi dapat berguna bagi diri seseorang untuk membentuk sikap yang optimims, rasa percaya diri dan membangkitkan kemauan untuk menerima tanggung jawab serta mampu untuk menerima kritik. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang faktor lain (kehilangan pekerjaan dan lingkungan) yang dapat mempengaruhi harga diri pasien stroke. Kata kunci : tingkat ketergantungan, harga diri, stroke LEVEL OF DEPENDENCE IN FULFILLING DAILY ACTIVITIES ASSOCIATED WITH SELF-ESTEEM OF STROKE PATIENTS ABSTRACT Strokes cause of physical disability in the form of motor skills decline resulting in decreased ability of activity. Decreased ability to cause dependence that can affect self-esteem stroke patients. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of dependence in fulfilling daily activities with the self-esteem of stroke patients. This research was conducted on 53 stroke patients taken by purposive sampling technique. This research is a quantitative study with cross sectional research design. Independent variables are measured in the level of dependency of daily activities measured using the Barthel Index questionnaire with a validity value of r&gt; (0.4438) and a reliability test of (0.884). The dependent variable used the Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) self-esteem questionnaire with the results of the validity of 0.3296 - 0.822 (r table = 0.2456). The results of this study indicate that the majority of respondents' dependency level is Mild dependence by 17 respondents (32.1%), and the majority of respondents have moderate self-esteem (64.2%). Based on the chi square test, it was concluded that p value = 0.002 (&lt;0.05) means that there is a significant relationship between the level of dependence of daily activities with the self-esteem of stroke patients. Self-esteem is useful for someone to form optimims attitude, confidence and generate a willingness to accept responsibility and be able to accept criticism. Recommendations for further research to conduct research on other factors (loss of jobs and the environment) that can affect self-esteem stroke patients. Keywords: level of dependence, self-esteem, stroke
Adolescent’s Mental Emotional Malfasari, Eka; Sarimah, Sarimah; Febtrina, Rizka; Herniyanti, Rina
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.703 KB) | DOI: 10.26714/jkj.8.3.2020.241-246

Abstract

The phenomenon that occurs in adolescents is about the use of coping mechanisms that affect mental emotional conditions, due to the many behavioral deviations that occur in adolescents such as saying harshly to the teacher even to hitting the teacher and fighting between groups which is one of the emotional mental disorders. The purpose of this study was to determine the mental emotional state of adolescents in SMP Pekanbaru. This type of research is quantitative using descriptive design. The samples in this study were 216 people with stratified random sampling technique. The measuring instrument used was the Strenght And Difficulties Questionnaire (SDQ) Questionnaire to measure mental emotional states. This study uses univariate analysis. Adolescent mental emotional conditions as many as 78 people (36.1%) adolescents experience mental emotional conditions abnormal category, as many as 76 people (35.2%) adolescents with mental emotional conditions are normal categories, and as many as 62 people (28.7%) adolescents experience mental emotional state of the borderline category.
Adolescent’s Mental Emotional Malfasari, Eka; Sarimah, Sarimah; Febtrina, Rizka; Herniyanti, Rina
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.703 KB) | DOI: 10.26714/jkj.8.3.2020.241-246

Abstract

The phenomenon that occurs in adolescents is about the use of coping mechanisms that affect mental emotional conditions, due to the many behavioral deviations that occur in adolescents such as saying harshly to the teacher even to hitting the teacher and fighting between groups which is one of the emotional mental disorders. The purpose of this study was to determine the mental emotional state of adolescents in SMP Pekanbaru. This type of research is quantitative using descriptive design. The samples in this study were 216 people with stratified random sampling technique. The measuring instrument used was the Strenght And Difficulties Questionnaire (SDQ) Questionnaire to measure mental emotional states. This study uses univariate analysis. Adolescent mental emotional conditions as many as 78 people (36.1%) adolescents experience mental emotional conditions abnormal category, as many as 76 people (35.2%) adolescents with mental emotional conditions are normal categories, and as many as 62 people (28.7%) adolescents experience mental emotional state of the borderline category.
PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA PADA TAHAP PERKEMBANGAN USIA SEKOLAH Malfasari, Eka; Herniyanti, Rina; Devita, Yeni; Adelia, Gita; Putra, Ifon Driposwana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 6 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v4i6.2720

Abstract

Abstrak : Tahap tumbuh kembang psikososial  anak usia sekolah adalah berkarya dan mampu berkompetisi, sedangkan jika tahap tumbuh kembang ini tidak tercapai maka anak akan cenderung menjadi rendah diri. Rasa rendah diri ini akan berakibat pada kepercayaan diri anak dan anak akan cenderung untuk menjadi korban bully atau kekerasan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk pengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan tentang perkembangan psikososial pada anak usia sekolah. Metode pengabdian masyarakat ini Pendidikan Kesehatan dengan pre dan post test. Peserta pengabdian ini berjumlah 55 siswa dan guru sebagai fasilitator dalam pengabdian ini. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan perkembangan  psikososial anak usia sekolah yang dari 78,1 % meningkat 94, 55 %. Disarankan  sekolah bersinergi dengan orang tua siswa untuk membuat program pemantauan tumbuh kembang anak usia sekolah dalam upaya untuk menstimulasi agar tumbang anak secara psikosisal bisa tercapai sesuai dengan tumbuh kembangnya.  Abstract: The psychosocial development stage of school age children is to work and be able to compete, whereas if this stage of growth and development is not achieved, the child will tend to be inferior. This feeling of inferiority will result in the child's self-confidence and the child will tend to become a victim of bullying or violence. The action that can be taken is to provide health education about the psychosocial development of school-age children which is classified as appropriate and not appropriate. This dedication activity aims to identify the effect of health education on psychosocial development in school-age children. This community service method uses pre and posttest. The number of participants in this service was 55 students and their theacher as facilitator. The result of this activity is that there is a corresponding increase in psychosocial growth and development from 78.1% to 94.55%. It is recommended that the principal synergize with the parents of students to monitor and to create programs in an effort to stimulate the psychological fall of the child can be achieved in accordance with growth and development.
Validasi Contact Tracking Covid 19 Menggunakan Andra’s Nursing Informatic System Application Rosana, Lastri; Hasibuan, Uci Lestari; Saputra, Yoga; Saputra, Candra; Malfasari, Eka
Jurnal Keperawatan Vol 13 No 3 (2021): September
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v13i3.1681

Abstract

Strategi penanganan Covid-19 adalah melakukan tracing kasus atau klien agar dapat mengetahui sumber penularan serta meminimalkan resiko penularan. Salah satu bentuk system informasi keperawatan yang dapat diimplementasikan adalah ANNISA. Pemanfaatan teknologi ANNISA ini memberikan dampak juga terhadap perubahan ekonomi, social dan lingkungan pada kelompok mitra dalam melakukan Contact Tracking Covid 19. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh ANNISA terhadap Validasi Contact Tracking Covid 19 di UPT Puskesmas Melur. Penelitian ini adalah Penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Quasy Experimen serta menggunakan Rancangan Time Series Pretest Postest Non Equivalent Without Control Group Design. Adapun Sampel penelitian yaitu perawat di UPT Puskesmas Melur sebanyak 12 orang perawat. Teknik pengumpulan data primer menggunakan instrumen validasi contact tracking Covid 19 sebanyak 24 pertanyaan yang dibuat dalam bentuk platform google form. Analisa Data yang digunakan yaitu analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Pair T Test dan GLM-RM . Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan validitas Contact Tracking Covid 19 dimensi kelayakan pada pengukuran 1, pengukuran 2 dan pengukuran 3 setelah menggunakan aplikasi ANNISA (p Value = 0,000 < α=0,05) dan terdapat perbedaan validitas Contact Tracking Covid 19 dimensi Kesesuaian Isi pada pengukuran 1, pengukuran 2 dan pengukuran 3 setelah menggunakan aplikasi ANNISA (p Value = 0,000 < α = 0,05).
KNOWLEDGE EDUCATION ABOUT COVID 19 VACCINATION IN NURSE STUDENT Ezalina, Ezalina; Malfasari, Eka; Deswinda, Deswinda
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5011

Abstract

Abstrak: Tingginya kasus Covid 19 di Indonesia maka pemerintah berusaha melakukan berbagai upaya salah satunya pengadaan vaksin untuk imunisasi, namun hal ini mandapat respon beragam dari masyarakat ada yang meragukan keefektivan dan keampuhan vaksin bahkan ada yang menolak untuk di vaksin. Perawat sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat diharapkan dapat menyampaikan informasi dan menyakinkan kepada masyarakat bahwa vansin aman dan efektif dalam meningkatkan imun tubuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa khususnya mahasiswa perawat tentang vaksinasi Covid 19. Kegiatan dilaksanakan di Stikes Payung Negeri bekerjasama dengan ILMIKI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan) Wilayah 1 Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk webinar daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting. Hasil dari kegiatan adalah terjadi peningkatan pengetahuan tentang vaksinasi Covid 19 dari 40% menjadi 95% yang terlihat dari antusias mahasiswa dalam mendengarkan materi dan adanya keinginan untuk menyampaikan informasi sebagai kewajiban dalam menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin untuk melindungi tubuh dari virus Covid 19 dimana salah satu peran perawat yaitu sebagai health promotion dan change agen.Abstract:  Because of the high case of Covid 19 in Indonesia, the government has been trying to make varios efforts, one of which is the procurement of vaccines for immunization, but this has received various responses from the community, some are doubting the effectiveness anf efficacy of the vaccine, and some even refuse to be vaccinated. Nurse as the front line in providing health services to the community are expected tobe able to convey information and convince the public that the vaccine is safe and effective in increasing the body’s immune system. The purpose of the community service is to increase students, knowledge, especially nursing students about Covid 19 vaccination. It was carried out at Stikes Payung Negeri in collaboration with ILMIKI (Nursing student Association) Region I. The result of the activity shows an increase in knowledge about Covid 19 vaccination from 40% to 90% which can be seen from the enthusiasm of students in listening to the material and the desire to convey information as an obligation in coveying knowledge to the public about the importance of vaccines to protect the body from the Covid 19 virus where one of the roles of nurses is as health promotion and agent of change.
HUBUNGAN ANTARA JERAWAT (AKNE VULGARIS) DENGAN CITRA DIRI PADA Norita, Norita; Malfasari, Eka
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 1 (2017): Maret
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.9.1.2017.6-12

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Jerawat (akne vulgaris) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh inflamasi kronik dari unit pilosebasea yang ditandai pembentukan komedo, papul, pustul, nodul yang bisa tumbuh di daerah wajah, punggung, dada, lengan, kaki yang menyebabkan terjadinya perubahan citra diri pada remaja. Remaja yang memiliki pandangan positif terhadap munculnya jerawat yang dialami maka akan membentuk citra diri positif, sedangkan remaja yang memiliki pandangan negatif terhadap munculnya jerawat maka akan terbentuk citra diri negatif. Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jerawat (akne vulgaris) dengan citra diri pada remaja. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian korelasi dengan pendekatan Cross-Sectional.Sampel penelitian terdiri dari 183 siswa-siswi kelas X dan XI, terdiri dari 64 siswa dan 119 siswi. Metode pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2016. Analisis yang digunakan adalah uji statistk Chi-Square.Hasil: Ada hubungan signifikan antara jerawat (akne vulgaris) dengan citra diri pada remaja dengan nilai ρ value= 0,000, (ρ<0,05), dan nilai OR (Odds Ratio) sebesar 16.800 dengan CI (Confidence Interval)7.639 - 36.94. Diskusi: Orangtua atau keluarga dan lingkungan sekolah seperti guru sebagai orang terdekat remaja di sekolah, agar memberikan hal-hal positif dan merespon dukungan disetiap perubahan yang terjadi, terutama perubahan pada wajah, karena respon dari orang-orang terdekat meningkatkan citra diri remaja. . Kata kunci:Jerawat (Akne Vulgaris), Citra Diri, Remaja. ABSTRACT Introduction:Acne (acne vulgaris) is a disease caused by chronic inflammation of the pilosebaceous unit marked the formation of comedones, papules, pustules, nodules that may grow on the face, back, chest, arms, legs caused by the change in adolescent self-image. Teenagers who have a positive view of the appearance of acne experienced it will form a positive self-image, while teenagers who have a negative view of the appearance of acne it will form a negative self-image.Methods:The purpose of this study to determine the relationship between acne (acne vulgaris) with self-image in adolescent. This type of research is quantitative research design correlation using Cross-Sectional approach. The study sample consisted of 183 students of class X and XI, consisting of 64 students and 119 female students. The sampling method is stratified random sampling. The research was conducted in June 2016. The analysis used was Chi-Square test Stats.Results:There was a significant association between acne (acne vulgaris) with self-image in adolescent with ρ value = 0,000, (ρ <0.05), and the value OR (Odds Ratio) of 16,800 with CI (Confidence Interval) 7639 - 36.94.Discussion:Parents or family and school environment, such as teachers as those closest to adolescents in schools, in order to give positive things and respond to every support those changes, particularly changes to the face, because the response from the people closest to enhance the adolescent self-image. Keywords:Acne (acne vulgaris), Self Image, Youth.
Perilaku Agresifitas pada Narapidana di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Malfasari, Eka; Zafira, Widaad; Emulyani, Emulyani; Herniyanti, Rina
Jurnal Keperawatan Vol 13 No 4 (2021): Supp Desember 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v13i4.1271

Abstract

Perilaku agresifitas akan menyerang secara fisik, verbal maupun psikologis dan sering terjadi pada narapidana di penjara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perilaku Agresifitas Pada Remaja Narapidana Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas II Pekanbaru. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif berbentuk deskriptif dengan cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dan menggunakan instrument berupa skala likert Brief Aggression Questionnaire (BAQ). Dengan jumlah sampel 46 remaja narapidana. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2020. Hasil penelitian ini dengan menggunakan analisis univariat dengan hasil perilaku agresif yang tinggi yaitu 29 orang (63%) dan perilaku agresif rendah sebanyak 17 orang (37%).