El-Mu'Jam. Jurnal Kajian Al Qur'an dan Al-Hadis
Vol 1 No 1 (2021)

KRITIK TERHADAP KONSEP TANZIL NASR HAMID ABU ZAYD DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STATUS AL QUR’AN

Muzayyin . (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Dec 2021

Abstract

Nasr Hamid berkesimpulan bahwa al-Quran adalah produk budaya (muntaj thaqafi), selain itu ia juga menjadi produsen budaya (muntij thaqafi) karena menjadi teks yang hegemonik dan menjadi rujukan bagi teks-teks lain. Disebabkan realitas dan budaya tidak bisa dipisahkan dari bahasa manusia, maka Nasr Hamid juga menganggap al-Quran sebagai teks bahasa (nas lughawi).Nasr Hamid menyatakan dengan tegas bahwa teks al-Quran ketika di-tanzil-kan kepada Nabi Muhammad berupa makna saja karena problem bahasa. Oleh karena itu, agar bagaimana bahasa Tuhan dipahami oleh ummat Islam maka Muhammad harus membahasakan dengan bahasa Arabnya.Maka dari itu, Nasr Hamid Abu Zayd berpendapat bahwa keabsolutan al-Quran yang sakral sebatas dalam bentuknya yang metafisis atau saat berada di lawh mahfuz. Atas dasar itulah, tulisan ini bermaksud untuk memaparkan gagasan atau konsep Tanzil Nasr Hamid Abu Zayd dan Implikasinya terhadap status Al-Quran, untuk kemudian memberikan kritik yang memadai terhadapnya

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

el-mujam

Publisher

Subject

Religion Other

Description

El Mu jam invites researchers, lecturers and students to contribute the results of their studies and research in fields related to the academic ...