Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi
Vol 19 No Supl1 (2017): Vol 19 Supplement 1, December 2017

Analisa Kandungan dan Pengaruh Kondisi Penyimpanan Terhadap Kadar Iodium Garam Dapur Yang Sering Digunakan Oleh Masyarakat di Kota Bengkulu

Krisyanella, Krisyanella (Unknown)
Meinisasti, Meinisasti (Unknown)
Khasanah, Heti Rais (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Dec 2017

Abstract

Garam beriodium dapat dibuat dengan memfortifikasi iodium (KIO3) sebagai sumber Iodium. Kadar iodium sesuai Persyaratan SNI No. 01-3556-2000 adalah 30-80 ppm iodium sebagai KIO3. Rendahnya kadar iodium dalam garam disebabkan karena produsen menambahkan iodium kurang dari jumlah yang dipersyaratkan dan kadar iodium yang berkurang selama masa penyimpanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar dan pengaruh kondisi penyimpanan terhadap kandungan iodium sampel garam. Sampel yang digunakan adalah lima merek garam dapur yang paling diminati oleh masyarakat kota Bengkulu. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptiv. Penetapan kadar iodium dilakukan dengan metoda Spektrofotometri UV-Vis. Setelah penetapan kadar awal, sampel kemudian diperlakukan dalam empat kondisi penyimpanan yang berbeda yaitu dekat kompor dengan kondisi wadah terbuka dan tertutup ; dalam lemari bumbu dengan kondisi wadah terbuka dan tertutup. Dari hasil analisa kuantitatif didapatkan data kadar Iodium dalam sampel berkisar 48.47 – 63.25 ppm. Persentase kehilangan iodium tertinggi diperoleh pada kondisi penyimpanan dekat kompor dan wadah terbuka (59.25%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah 100% sampel mengandung Iodium sesuai persyaratan SNI dan kondisi penyimpanan yang dekat dengan sumber panas dengan keadaan wadah terbuka dapat meningkatkan resiko penurunan kadar Iodium.

Copyrights © 2017