Jurnal Anestesi Perioperatif
Vol 5, No 3 (2017)

Perbedaan Nilai Agregasi Trombosit Akibat Pengaruh Penggunaan Analgesia Ketorolak dan Ibuprofen Intravena Pascaoperasi di RSUP Haji Adam Malik Medan

Fithri, Dewi Yuliana (Unknown)
Wijaya, Dadik Wahyu (Unknown)
Arifin, Hasanul (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2017

Abstract

Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) merupakan analgetik yang sering digunakan pada pascaoperasi bedah ortopedi. Penelitian ini bertujuan melihat apakah terdapat perbedaan nilai agregasi trombosit akibat pengaruh penggunaan analgestik ketorolak dengan ibuprofen intravena setelah operasi. Penelitian ini merupakan penelitian uji klinis dengan uji acak tersamar buta ganda yang membandingkan perbedaan pengaruh ketorolak  30 mg intravena/6 jam dengan ibuprofen 800 mg intravena/6 jam. Populasi penelitian ini adalah pasien yang menjalani tindakan pembedahan elektif dengan anestesi umum di RSUP Haji Adam Malik Medan pada bulan Agustus 2016. Pasien dibagi menjadi 2 kelompok dengan tiap-tiap kelompok berjumlah 20 pasien. Ketorolak atau ibuprofen sebagai analgetik diberikan setelah 30 menit selesai operasi, kemudian dilanjutkan per 6 jam sampai dengan 2 hari selesai operasi. Uji statistik menggunakan tes Wilcoxon untuk sebelum perlakuan dan Uji Mann-Whitney untuk sesudah perlakuan pada kedua kelompok. Data karakteristik subjek homogen. Agregasi trombosit pada kelompok ketorolak dengan kelompok ibuprofen berbeda bermakna setelah 10 menit ekstubasi dengan 8 jam setelah pemberian obat terakhir. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok ketorolak dan kelompok ibuprofen setelah 10 menit ekstubasi (p>0,05), namun terdapat perbedaan bermakna pada 8 jam setelah akhir pemberian obat. Simpulan, ketorolak menurunkan persentase agregasi trombosit lebih besar daripada ibuprofen setelah 8 jam pemberian obat terakhir. Differences in Platelet Aggregation Values in Postoperative Intravenous Ketorolac and Ibuprofen Analgesics at Haji Adam Malik Central General Hospital MedanNon-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) are analgesics used for postoperative orthopedic surgery. This study aimed to underrstand the effect of intravenous ketorolac and ibuprofen on platelet aggregation values. This was a double-blind randomized controlled trial that compared the effects of intravenous ketorolac and ibuprofen. The population of this study were patients undergoing elective surgery under general anesthesia at Haji Adam Malik Central General Hospital Medan in August 2016. Patients were divided into 2 groups (n: 20): ketorolac group andibuprofen group. Both group received analgesic 30 minutes after surgery up to 2 days postoperative. The statistical tests used were Wilcoxon test for pre-treatment and Mann-Whitney test for post-treatment in each group. Subject characteristic data were homogenous. Platelet aggregation of ketorolac and ibuprofen groups differed significantly between 10 minutes after extubation and 8 hours after the last drug administration. There was no significant difference between the ketorolac and ibuprofen groups after 10 minutes of extubation (p>0.05); however there was a significant difference at 8 hours after the end of drug administration. In conclusion, ketorolac decreases platelet aggregation percentage greater than ibuprofen after 8 hours of the last drug administration. 

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

jap

Publisher

Subject

Education Health Professions

Description

Jurnal Anestesi Perioperatif (JAP)/Perioperative Anesthesia Journal is to publish peer-reviewed original articles in clinical research relevant to anesthesia, critical care, case report, and others. This journal is published every 4 months with 9 articles (April, August, and December) by Department ...