cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
penamasjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Penamas
ISSN : 02157829     EISSN : 25027891     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
PENDIDIKAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA: PEMENUHAN HAK SISWA PENGHAYAT DI SEKOLAH Zakiyah Zakiyah
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.957 KB) | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.232

Abstract

Artikel ini membahas masalah Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di sekolah bagi siswa siswi penghayat Kepercayaan. Tema ini penting untuk dikaji karena masih banyak sekolah yang belum memberikan mata pelajaran “Pendidikan Kepercayaan” karena berbagai alasan seperti belum adanya perangkat pendukungnya dan adanya pandangan pendidikan Kepercayaan ini bukan merupakan “Pendidikan Agama” sebagaimana di atur dalam perundang-undangan. Data dalam tulisan ini diambil dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2016. Adapun penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dan data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawacara dan studi pustaka terhadap dokumen terkait dengan topik penelitian. Riset ini dilakukan di Kabupaten Cilacap dengan pertimbangan di daerah ini terdapat sekolah-sekolah yang telah memberikan pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan YME bagi peserta didiknya. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan perpektif Hak Asasi Manusia. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat 14 sekolah mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas yang telah memberikan layanan pendidikan tersebut. Dalam pelaksanaannya mereka bekerjasama dengan MLKI Cilacap dalam hal penyediaan guru, materi, silabut, KIKD dan soal-soal tes. Hal ini merupakan gambaran pemenuhan hak dasar bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan keyakinannya
PENGEMBANGAN MADRASAH ALIYAH AKADEMIK (STUDI MAN INSAN CENDEKIA SERPONG) Juju Saepudin
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.384 KB) | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.242

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pengembangan Madrasah Aliyah Akademik Insan Cendekia (IC) di daerah. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong lahir dari keinginan untuk menjembatani dunia pesantren dengan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa diduga telah menjadi lembaga pendidikan menengah atas yang difavoritkan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil analisa data secara induktif dapat diketahui bahwa komitmen MAN Insan Cendekia Serpong sebagai Madrasah Aliyah Akademik untuk mencapai sintesis ideal itu adalah subsidi pemerintah yang kuat untuk sarana prasarana dan subsidi bagi siswa, rekrutmen siswa yang ketat dan guru secara otonomi serta kurikulum yang tajam dan fokus pada pengembangan kemampuan ilmu pengtahuan dan teknologi yang diintegrasikan dengan penguasaan agama melalui pembelajaran yang bertumpu pada tiga bidang hadlarah dengan mengadopsi sistem boarding dari pesantren. Dengan demikian potret MAN Insan Cendekia Serpong sebagai madrasah pencetak calon saintis berkarakter Islam ini bisa menjadi model bagi pengembangan Madrasah Akademik di daerah lainnya.
PROBLEMATIKA INTEGRASI KOMPETENSI SPIRITUAL DALAM PEMBELAJARAN IPA (STUDI PEMBELAJARAN IPA MADRASAH ALIYAH DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN JOMBANG JAWA TIMUR) Moh Sodiq
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.402 KB) | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.178

Abstract

Abstrak: Ajaran Islam membimbing umat manusia agar sukses dunia dan selamat di akhirat, seimbang antara keduanya. Karenanya, dibutuhkan pembekalan integratif agar peserta didik menguasai ilmu keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan kendala integrasi kompetensi spiritual dalam pembelajaran IPA yang dihadapi guru IPA di lingkungan Madrasah Aliyah. Penelitian difokuskan pada upaya integrasi ayat-ayat Kauniyah ke dalam mata pelajaran IPA (Biologi, Fisika dan Kimia) di Madrasah Aliyah di lingkungan Pondok Pesantren-Jombang-Jawa Timur. Penelitian dilakukan untuk menjawab permasalahan: Problematika apa yang dihadapi Madrasah Aliyah di lingkungan Pondok Pesantren dalam melaksanakan integrasi kompetensi spiritual dalam pembelajaran IPA? Serta bagaimana pola integrasi kompetensi spiritual dilakukan oleh guru dalam pembelajaran IPA di Madrasah Aliyah?. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunujukan bahwa dalam pemahaman ayat-ayat kauniyah dan IPA saling membutuhkan, sehingga perlu dilakukan sintesis simbiotik. Di sisi lain terdapat kendala yang dihadapi guru dan Madrasah Aliyah, berupa kompetensi guru, sistem regulasi, metodologi pembelajaran, dan bahan ajar yang tersedia. Kata Kunci: Integrasi, Kompetensi Spiritual, Pembelajaran IPA Abstract: Islamic teachings guide mankind to the success of the world and salvation in the afterlife, in a balance. Therefore, it requires the students to have an integrative debriefing to master both. This study aims to determine the patterns and constraints of the integration of spiritual competence to the teaching and learning of science subjects in the Madrasah Aliyah. The research focused on the integration of Kauniyah passages into science subjects (Biology, Physics and Chemistry) at Madrasah Aliyah in Pondok Pesantren -Jombang-East Java. This research questions are; first, what are the problems of Madrasah Aliyah in Pondok Pesantren in integrating spiritual competence and since subjects? Second, how is the integration format of spiritual competence and science subject at Madrasah Madrasah Aliyah?. The research was conducted with a qualitative descriptive approach, in which the data were collected through in-depth interview, questionnaires, observation, and documentations method. The research shows thatthe two, the Kauniyah passages and Natural Science are understood as a mutual need, or a symbiotic synthesis. There are constraints faced by teachers and educational institutions, in integrating both. These constraints come fromthe teacher competence, the regulation system, the learning methodology, and the available teaching materials. Keywords: Integration, Spiritual Competence, Science Lesson
INTERNET BAGI PEREMPUAN SALAFI: RUANG INTERAKSI DAN EKSPRESI Murida Yunailis
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.689 KB) | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.315

Abstract

Abstract The Salafi Movement is one of the most popular transnational Islamic movements after the fall of the New Order regime. The word salafi in this paper refers to the abbreviation "al-salaf al-salih" which mean is the previous generation. Initially, this movement entered Indonesia along with the return of the scholars who studied in the Middle East before the 20th century. The focus study of this paper is, the author wants to examine the reasons for salafi women using the internet. This research is a qualitative research using library research methods, observations and interviews with 5 participants selected based on purposive sampling. The results obtained are, there are three specific reasons why salafi women use the internet namely; cheaper, practical, and because the majority of people use the internet
POTRET KINERJA DAN PELAYANAN PUBLIK OLEH PEMBANTU PEGAWAI PENCATAT NIKAH (P3N) DI KABUPATEN TANGERANG: KASUS KUA KECAMATAN CIKUPA, CURUG, TELUK NAGA, DAN KOSAMBI ismail ismail
Penamas Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.93 KB)

Abstract

Researches on the existence of the assistant marriage registrars have been done by many researchers, academics and students. However, only few studies on performance and public services. This paper presents performance and public service performed by the assistant marriage registrars in Tangerang Regency. Tangerang Regency is one of the regions in Banten province, which has many assistant marriage registrars. After the issuance of Letter of Instruction No.DJ. II/113/2009 on the Use of Funds Non-Tax State Revenue (PNPB) on Marriage and Reconciliation and Structuring the Assistant Marriage Registrars (P3N), then the existence of the assistant marriage registrars is not extended. However, community still uses services from the Assistant Marriage Registrars, which has already renamed with “amil”. This study used qualitative methods of interview, study of documents, and observation. The study concluded that the presence of the assistant marriage registrars in Tangerang district is still required. Their performances are quite good, but services they provided have not met the standards for public service. Their unclear salaries become one of the barriers faced by the assistant marriage registrars. Yet, there is a lot of public confidence in them, which makes the barrier disappear. This leads to increase their motivation, and create conducive and harmonious their working climate.Keywords: Public services, marriage registrars, religious public services, Tangerang-Banten. Penelitian tentang eksistensi Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) sudah banyak dilakukan oleh para peneliti, akademisi maupun mahasiswa. Tapi yang meneliti tentang kinerja dan pelayanan publik belum banyak dilakukan. Tulisan ini memotret kinerja dan pelayanan publik yang dilakukan oleh Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) di Kabupaten Tangerang. Kabupaten Tangerang adalah salah satu wilayah di Provinsi Banten yang memiliki banyak P3N. Setelah keluarnya Surat Instruksi No.DJ.II/113/2009 tentang Penggunaan Dana PNPB Nikah dan Rujuk dan Penataan Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N), maka keberadaan P3N tidak diperpanjang lagi masa tugasnya, namun masyarakat tetap menggunakan jasa P3N yang sudah berganti nama dengan amil. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, studi dokumen, dan observasi. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa keberadaan P3N di Kabupaten Tangerang masih dibutuhkan, kinerjanya sudah cukup baik, namun pelayanan yang diberikan belum memenuhi standar pelayanan publik. Sedangkan honorarium yang belum jelas menjadi salah satu hambatan yang dihadapi oleh P3N, namun hal tersebut ditutupi dengan kepercayaan masyarakat yang masih besar terhadap mereka, sehingga menimbulkan motivasi, iklim kerja yang kondusif dan harmonis.Kata Kunci: Pelayanan publik, pencatatan nikah, pelayanan publik keagamaan, Tangerang, Banten.
POLA KHUTBAH JUM'AT DI KOTA PALEMBANG M Agus Noorbani
Penamas Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.178 KB)

Abstract

Friday sermons (khutbah Jum'at) play a significant role in nurturing the values of faith (iman) and God-consciousness (takwa) among Muslims. This study seeks to explore features of Friday sermons in the City of Palembang, South Sumatera. For the purpose of data collection, researcher with his team attended Friday prayers in 37 mosques during two weeks. The researcher and his team were listening to and recording what Friday sermon preachers delivered. These recorded sermons were then transcribed and analyzed using the method of content analysis. This research found that Islamic faith, noble behavior, and Islamic law were the most popular themes delivered by Friday sermons preachers. However, Friday sermon preachers tended to discuss the themes of their sermons in terms of normative and literal Islamic teachings. Most sermon preachers provided no contextual elaboration of their sermons in order to cope with problems of the Islamic community. They paid less attention to political, economic, and justice issues, as well as science and technology. Key Words: Preaching (dakwah), Friday sermon, mosques, content analysis, Palembang. Khutbah Jum'at memiliki peran yang sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Penelitian ini memeriksa pola- pola khutbah Jum'at di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Untuk mengumpulkan data, peneliti dengan timnya menghadiri salat Jum'at di 37 masjid selama dua minggu. Peneliti dengan timnya mendengarkan dan merekam pesan-pesan khutbah Jum'at yang disampaikan. Khutbah- khutbah tersebut ditranskripsi dan dianalisis dengan metode analisis isi. Penelitian ini menemukan, bahwa soal-soal keimanan Islam, akhlak terpuji, dan hukum-hukum Islam adalah tema-tema yang populer disampaikan oleh para khatib. Tetapi tema-tema tersebut disampaikan cenderung secara normatif dan lebih menitikberatkan pada penyampaian nilai- nilai Islam tekstual. Banyak khatib yang belum mampu mengelaborasi khutbah Jum'at dengan penjelasan yang kontekstual demi menjawab permasalahan umat. Para khatib kurang memperhatikan tema-tema politik, ekonomi, hukum, serta ilmu dan teknologi. Kata Kunci: Dakwah, khutbah Jum'at, masjid, analisis isi, Palembang.
ASPIRASI MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM: KASUS MAHASISWA FIP UPI BANDUNG Imran Siregar
Penamas Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.056 KB)

Abstract

This article presented the results of the research about Islamic education learning and the students’ aspiration tendencies. The case of the study was the students of the Science of Education Faculty (FIP) of Indonesia University of Education (UPI) by academic year 2015/2016. The research process had been runing for three months (October to December 2015). The results of research showed that the Islamic Education (PAI) learning at UPI conformed with the government policies and the principles of educational theories which aims to prepare the educator candidates whom according to the motto of UPI; scientific, educative, and religious.Through the multi domains of integrative learning approach that it was applied at UPI by some models and learning approaches awakened the students’ enthusiasms and developed their religious concepts and experiences more dinamically and openly. The PAI tutorials was not only in the classrooms but also in the mousque and at the Units of Students’ Activities which was supported by tutorial systems where all student has to follow it. Students’ aspirations to comprehend the religious sciences, to practiceit, and to obey it are believed to be achieved through the PAI learning system runing in UPI. Their worries just come from theirselves. According to them, the PAI learning had run well and comformed with their expectations. Keywords: Learning, Islamic education, university, UPI Bandung Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan kecenderungan aspirasi mahasiswa. Penelitian ini mengambil kasus mahasiswa FIP UPI angkatan 2015/2016. Proses penelitian berlangsung selama tiga bulan (Oktober-Desember 2015). Hasil peneltian menunjukkan, bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di UPI berjalan searah dengan berbagai kebijakan pemerintah dan prinsip-prinsip teori kependidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan calon tenaga pendidik yang sesuai dengan motto UPI ilmiah, edukatif, dan religius. Melalui pendekatan pembelajaran integratif multi ranah yang diterapkan di UPI dengan berbagai ragam model dan pendekatan pembelajaran telah membangkitkan antusiasme mahasiswa dalam mengembangkan wawasan dan pengalaman keagamaan yang sangat dinamis dan terbuka. Perkuliahan PAI tidak hanya di ruang-ruang kuliah saja, tetapi juga di masjid dan UKM-UKM, dengan dukungan sistem tutorial yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa. Aspirasi mahasiswa mendapatkan ilmu agama serta mampu mengaplikasikan dan menaatinya diyakini dapat tercapai melalui sistem pembelajaran PAI yang berjalan di UPI. Kekhawatiran mereka justru pada faktor internal diri mereka sendiri. Mereka menilai pembelajaran PAI telah berjalan sesuai dengan harapan dan keinginan mereka. Kata Kunci: Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, perguruan tinggi, UPI Bandung
PERSEPSI DAN RESISTENSI AKTIVIS MUSLIM KAMPUS TERHADAP PAHAM DAN GERAKAN ISLAM RADIKAL: KASUS PERGURUAN TINGGI DI PROVINSI LAMPUNG Imam Mustofa; Zuzy Aryanti; Dedi Irwansyah; Walfajri Walfajri
Penamas Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.638 KB)

Abstract

This study reveals the endurance of students in Lampung againts radical Islamic understanding and movements. Research has been carried out on students at four universities in Lampung Province, including the students at the University of Lampung (Unila), students of the State Islamic Institute (IAIN) Raden Intan Lampung, students of Metro Muhammadiyah University, Higher Schools of Islamic Studies Maarif (STAIM) Metro. Data were collected through interview and documentation. This study used phenomenological and symbolic interaction approaches. The results showed that the majority of the radical Islamic movement activists deem radical Islamic movement as a threat to the The Unitary State of the Indonesian Republic (NKRI). Nevertheless, For 23% of respondents who argued the opposite, that radical Islam does not imperil the existence of the Unitary State of the Indonesian Republic (NKRI), can not be regarded as an insignificant figure. Campus muslim activists have strong enough endurances againts the influence of radical Islamic understanding and movement as well as various media and facilities which commonly used by radical Islamic realm to conduct propaganda and prepare the cadres. Their endurance are influenced by educational, religious understanding, environmental and social factors. Keywords: Radical Islam, jihad, campus muslim activist, endurance Penelitian ini berusaha mengungkap ketahanan mahasiswa di Provinsi Lampung terhadap paham dan gerakan Islam radikal. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa di empat perguruan Tinggi di Provinsi Lampung, yaitu mahasiswa Universitas Lampung (Unila), mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro, dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIM) Metro. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan dokumentasi. Sementara pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi dan interaksi simbolik. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa mayoritas aktifis memandang gerakan Islam radikal sebagai ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun demikian, keberadaan 23% responden berpandangan sebaliknya, yaitu Islam radikal tidak membahayakan eksistensi NKRI, tidak dapat dikatakan sebagai angka yang tidak signifikan. Aktivis Muslim kampus mempunyai ketahanan yang cukup kuat terhadap pengaruh paham dan gerakan Islam radikal serta berbagai media dan sarana yang biasa digunakan kalangan Islam radikal untuk melakukan propaganda dan mencari kader. Ketahanan tersebut dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pemahaman agama, faktor lingkungan dan pergaulan. Kata Kunci: Islam radikal, jihad, aktivis Muslim kampus, ketahanan
PESAN MULTIKULTURAL DALAM SERIAL FILM ANIMASI ANAK ADIT, SOPO, DAN JARWO Abdul Basid
Penamas Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.43 KB)

Abstract

This article is the result of a critical analysis of the animated series of Adit, Sopo, and Jarwo which showed on MNC TV and the series were uploaded on Youtube channel in June 2015. Through the content analysis method, this study concludes that the animated series of Adit, Sopo, and Jarwo bring the multicultural messages which shown from the different player characters through dialects, topics, and setting. For example, a dialect of Kang Ujang of the Sundanese background, the dangdut music as well as the view of Warung Tegal in the animated film. Taking the fact that there were messages of multiculturalism, the animated series, however, fails to feature more assorted diverse culture, culinary of the archipelago, the characters of other ethnic backgrounds as well as religious observances of Keywords: Multiculturalism, films analysis, children's movie series, animated films. Tulisan ini merupakan hasil dari analisa kritis terhadap tayangan serial animasi Adit, Sopo, dan Jarwo yang pernah ditayangkan di MNC TV dan telah diunggah di youtube, yang dilakukan pada bulan Juni 2015. Melalui analisis isi disimpulkan, bahwa serial animasi Adit, Sopo, dan Jarwo memuat pesan-pesan mutikulturalisme dari berbagai karakter pemain melalui dialek, topik, dan setting. Misalnya, dialek Kang Ujang yang kesunda-sundaan, dangdut, dan adanya Warung Tegal dalam film animasi tersebut. Walaupun telah ada pesan-pesan multikulturalisme, namun belum banyak menampilkan ragam budaya, kuliner nusantara, karakter etnik lainnya, dan peringatan keagamaan semua agama serta setting sosial masyarakat di luar kampung yang mencerminkan multikulturalisme bangsa. Kata Kunci: Multikultural, analislis film, film anak, film animasi.
ALIRAN TARIQATULLAH DI KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA Abdul Malik MTT
Penamas Vol 27 No 1 (2014): Volume 27, Nomor 1, April-Juni 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.99 KB)

Abstract

This article discusses a religious group Tariqatullah, which has developed in the City of Medan, North Sumatera. It is based on a case study conducted by the author in 2013. Data collection methods include depth-interviews, participant observation, and desk study. The author found that this religious group puts more emphasis on zikr (remembrance of God) as a way to achieve self-purification, rather than on other Islamic rituals, such as obligatory salat (prayer), fasting in Ramadan, zakat (alms-paying), and hajj (pilgrimage to Mecca). The group tends to be exclusive so that most local residents do not aware their presence.While MUI (Islamic Scholars Council) of the City of Medan has considered the group as deviant, however, some of community leaders view that the members of the group are only misguided. Key Words: Tariqatullah, deviant sect, Medan. Tulisan ini mendiskusikan aliran Tariqatullah yang saat ini berkembang di Kota Medan, Sumatera Utara. Tulisan ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan di tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa aliran ini lebih menekankan kepada “zikir” sebagai upaya pembersih diri, ketimbang ajaran salat, puasa, zakat, dan haji. Aliran terkesan sangat tertutup, sehingga hanya sedikit masyarakat yang tahu keberadaannya. Walaupun dianggap sesat oleh MUI Kota Medan, namun ada juga sebagian tokoh masyarakat mengatakan aliran ini bukan sesat tetapi salah jalan. Kata Kunci: Aliran Tariqatullah, aliran sesat, Medan.

Page 1 of 29 | Total Record : 285


Filter by Year

2014 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 34 No 2 (2021): Volume 34, Nomor 2, Juli-Desember 2021 Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021 Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020 Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020 Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019 Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019 Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018 Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018 Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017 Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017 Vol 30 No 1 (2017): Volume 30, Nomor 1, April-Juni 2017 Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017 Vol 30 No 1 (2017): Volume 30, Nomor 1, April-Juni 2017 Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016 Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016 Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016 Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016 Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016 Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016 Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015 Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015 Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015 Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015 Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015 Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015 Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014 Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014 Vol 27 No 1 (2014): Volume 27, Nomor 1, April-Juni 2014 Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014 Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014 Vol 27 No 1 (2014): Volume 27, Nomor 1, April-Juni 2014 More Issue