cover
Contact Name
Muh Anshar, S.T., M.Sc, Ph.D
Contact Email
anshar@unhas.ac.id
Phone
+6282271191817
Journal Mail Official
tepat@unhas.ac.id
Editorial Address
Ruang CO-1F-5, Lt. 1, Gedung COT Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Jl. Poros Malino KM 6 Bontomarannu (92171) Gowa Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal TEPAT: Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 26542781     DOI : -
Core Subject : Health, Engineering,
TEPAT JOURNAL is an open accessed journal,dedicated to accomodate scientific activities which are vocalised on technology applications in society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 123 Documents
Pelatihan Perakitan Sistem Filterisasi Air Minum Skala Rumah Tangga Muh Anshar; Rhiza S. Sadjad; Elyas Palantei; Zaenab M.; Dewiani J.
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.601 KB) | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v1i1.1

Abstract

Air bersih untuk kehidupan manusia merupakan elemen penting dalam kelangsungan hidup manusia (jika tersedia), luaran yang dicapai untuk tiap kelompok, ataupun dampak balik dari pelaksanaan kegiatan atau dampak sampingan kegiatana. Namun sampai saat ini masih ada daerah-daerah yang mengalami kesulitan akses air bersih yang notabene masih berkisar dalam daerah provinsi Sulawesi Selatan. Sebagai contoh pada daerah Kecamatan Mandai Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan pengabdian ini menawarkan solusi sistem penyediaan air bersih untuk umum yang nantinya diharapakan dapat meningkatkan kualitas air untuk konsumsi keseharian dari masyarakat mitra, dalam hal ini Desa Tellumpoccoe. Mekanisme yang digunakan mengawinkan teknologi pengadaan air melalui sumur pompa dan teknologi automasi yang mengefektifkan kinerja peralatan. Sistem ini juga akan mengintegrasikan sistem filterisasi guna meningkatkan kualitas air sehingga memenuhi standarisasi yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Sekitar 26 peserta latih mengikuti proses pelaksanaan kegiatan dengan tingkat penyerapan materi optimal melalui pengujian pelacakan kerusakan. Selain itu, data pendukung tingkat penyerapan materi juga diperoleh dari wawancara setelah kegiatan terkait materi pelatihan yang telah diberikan. Satu kelurga melaksanakan instalasi air bersih lebih jauh untuk konsumsi tingkat rumah tangga dan dari tim, diberikan pendampingan selama proses instalasi dan uji kelayakan konsumsi air hasil filterisasi. Luaran lainnya terbentknya tim teknis untuk penanggung jawab teknologi filterisasi air yang beranggotakan ke-26 peserta latih tersebut.
Implementasi Pompa Air pada Tambak Udang dengan Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Jalaluddin Haddada; Abdul Rasyid Jalil; Rustan Tarakka; Wardi -
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.087 KB) | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v1i1.14

Abstract

Sosialisasi dan implementasi pemanfaatan sumber energi terbarukan kepada masyarakat terus-menerus digalakkan. Pemanfaatan sumber energi terbarukan dengan penerapan teknologi sel photovoltaik (PV) untuk suplai energi secara terintegrasi dilakukan untuk membantu penyediaan energi yang diperlukan pada areal tambak di kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Energi tersebut digunakan untuk pengoperasian peralatan pendukung sperti pompa air dan penggunaan lainnya. Sosialisasi dan implementasi pemanfaatan sumber energi terbarukan dengan teknologi sel photovoltaik untuk menjalankan pompa air dan penggunaan lainnya pada tambak udang telah dilakukan. Pelatihan masyarakat terkait pembuatan, operasional dan perawatan peralatan tersebut juga telah dilakukan. Masyarakat kecamatan Lanrisang kabupaten Pinrang yang terdiri dari beberapa desa dan kelurahan diberi pengetahuan tentang pemanfaatan peralatan yang terkait dan dilatih untuk melakukan perakitan dan pengoperasian peralatan. Beberapa kelompok masyarakat tertentu yang berprofesi dalam bidang perbengkelan juga telah dilatih secara khusus untuk mendukung dalam perakitan dan perawatan peralatan. Masyarakat dan pemerintah setempat secara antusias telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pengujian lapangan terhadap pompa air juga telah dilakukan sebagai panduan dalam aplikasi. Debit air rata-rata harian dari pompa air adalah sekitar 0.375 L/s. Sebagai contoh, tambak udang seluas 50 x 50 meter mempunyai kebutuhan suplai air sebesar 2.64 m3 maka pompa akan dijalankan selama 2 jam perhari.
Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Mahasiswa melalui Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) Hasdinar Umar
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.219 KB) | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v1i1.17

Abstract

Usaha yang diperlukan untuk mendorong mahasiswa aktif dalam kegiatan perkuliahan tergantung pada dosen yang mengajar. Keaktifan mahasiswa belum berkembang selama proses perkuliahan pada mata kuliah Proses Pantai. Hal tersebut memberi dampak pada prestasi belajar mahasiswa. Hal tersebut menjadi indikator diperlukannya upaya untuk membantu mahasiswa agar dapat memahami mata kuliah Proses Pantai dengan lebih baik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih mendorong kemandirian, keaktifan dan tanggung jawab dalam diri mahasiswa. Pada metode pembelajaran tersebut mahasiswa lebih banyak berperan selama kegiatan perkuliahan berlangsung, dosen hanya berperan mengarahkan mahasiswa dan memberi masukan pada setiap diskusi kelompok yang dilakukan. Hasil penerapan menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa pada mata kuliah Proses Pantai melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD mengalami peningkatan, yang mana ditunjukkan pada persentase kriteria respon mahasiswa sebesar 91,56% atau respon mahasiswa yang sangat tinggi. Keaktifan mahasiswa pada mata kuliah Proses Pantai melalui penerapan metode kooperatif tipe STAD mengalami peningkatan, ditunjukkan dengan persentase skor keaktifan mahasiswa selama perkuliahan sebesar 97,29% atau tingkat keaktifan tinggi. Serta prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Proses Pantai melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD mengalami peningkatan, yang mana hal tersebut ditunjukkan pada hasil perbandingan nilai akhir mahasiswa angkatan 2015 (tanpa metode) dan mahasiswa angkatan 2016 (dengan metode).
Potensi Air Tanah Di Daerah Rapporappowa dan Kalukuang, Desa Rewataya Pulau Tanakeke, Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan Sultan -
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.474 KB) | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v1i1.18

Abstract

Observasi air tanah di daerah ini bertujuan untuk mengetahui potensi air yang terkandung pada lapisan tanah dan batuan di daerah ini berdasarkan hasil interpretasi geolistrik resistivity yang dikorelasikan dengan kondisi geologi daerah ini, menghasilkan jenis lapisan, ketebalan dan kedalaman lapisan tanah dan batuan berdasarkan nilai resistivitas serta menentukan potensi air tanah yang terkandung di Daerah Rapporappowa dan Daerah Kalkukuang, Desa Rewataya, Pulau Tanakeke, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode pengamatan yang digunakan adalah langsung di lapangan melakukan pengamatan kondisi geologi lokal di daerah Pulau Tanakeke, melakukan pengukuran geolistrik resisitivty dan membuat interpretasi berupa penampang resistivity serta hasil analisis potensi air tanah di daerah pulau tersebut dan merekomendasikan model pengelolaan air tanah di daerah Pulau ini. Hasil pemetaan geologi, pengukuran dan analisis geolistrik resisitivity yang menghasilkan penampang resisitivity maka dibuat kesimpulan susunan lapisan tanah dan batuan secara vertikal di Daerah Rapporappowa dan Kalukuang, Desa Rewataya, Pulau Tanakeke, secara umum terdiri dari lapisan tanah penutup (0–1,5 m), pasir terumbu (1,5–4,5 m), batugamping terumbu (4,5–15 m) batugamping berongga (15 – 40 m), batugamping retak (40 – 52 m), batugamping agak keras (52 – 60 m), batugamping keras (60 – 73 m) dan batugamping sangat keras (73–103 m). Lapisan pasir terumbu di daerah ini mengandung air asin begitu juga dengan lapisan batugamping terumbu sampai batugamping keras dari permukaan sampai kedalaman terdeteksi sekitar 103 meter mengandung air asin dan tidak mempunyai potensi kandungan air tanah yang bersifat tawar. Model pengelolaan sumber daya air tanah di Daerah Rapporappowa dan Kalukuang, Desa Rewataya, Pulau Tanakeke, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar ini hanya bisa dilakukan dengan Sistem Desalinasi dan penyulingan air laut menjadi air tawar dengan tingkat kejernihan yang baik sehingga bisa dimanfaatkan oleh warga di daerah pulau ini.
Pelatihan Perbaikan Perahu Kecil Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) Untuk Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Bantaeng Wahyuddin Mustafa; Syamsul Asri; Farianto Fachruddin L.; Moh Rizal Firmansyah; Muh Zubair Muis Alie; Firman Husain
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.375 KB) | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v1i1.19

Abstract

Penggunaan perahu berbahan FRP (fiberglass reinforced plastic), untuk keperluan budidaya rumput laut dan penangkapan ikan sudah banyak di gunakan oleh pebudidaya rumput laut dan nelayan di daerah pesisir. Perahu yang telah dioperasikan umumnya akan mengalami penurunan performa atau kegagalan fungsional terutama struktur lambung. Struktur lambung sangat rentan rusak baik saat pemakaian normal maupun akibat benturan dengan objek lain atau karena campuran bahan tidak sesuai dengan standar. Seperti halnya kasus yang terjadi pada komunitas nelayan dan pebudidaya rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Bisappu Kabupaten Bantaeng, beberapa perahu mengalami keretakan dan bocor hampir seluruh lambung perahu. Guna menjaga kelancaran produksi budidaya rumput laut tentu ketesediaan perahu harus tinggi salah satu cara menjaga ketersediaan adalah dengan melakukan pemeliharaan dan perbaikan. Teknologi perbaikan perahu FRP sangat sederhana, tempat yang retak atau bocor terlebih dahulu di gerinda dan dibersihkan dan di lapisi ulang dengan bahan resin, mat, roving jika dibutuhkan warna maka ditambahkan bahan pigmen. Apabila memperhatikan standar bahan dan kerja mencakup pembersihan, komposisi campuran, pelapisan dan penyelesain akhir, niscaya hasil maksimal dapat diperoleh. Pelatihan perbaikan perahu terbagi dalam tiga tahapan, melibatkan secara aktif anggota pebudidaya rumput laut yang berjumlah sekitar 12 (dua belas) orang. Tahap pertama dan kedua adalah penyampaian teori dan diskusi mencakup pengenalan bahan, peralatan, tata cara kerja dan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja). Tahap ketiga adalah pembimbingan praktek perbaikan mencakup pembersihan badan perahu, pencampuran bahan, teknik-teknik laminasi dan penyelesain akhir. Hasil yang diperoleh melalui diskusi dan praktek adalah (1) peserta memahami bahan yang standar digunakan untuk perbaikan FRP, yang sebelumnya banyak menggunakan bahan tambahan yaitu thinner padahal ini membuat bahan menjadi getas, mudah retak dan bocor. (2) peserta mampu mencampur bahan sesuai standar. (3) peserta mampu melaminasi perahu dengan susunan laminasi yang standar dan menerapkan teknik-teknik melapis dengan baik. Simpulan yang dapat diperoleh setelah kegiatan terlaksana adalah peserta dapat memilih bahan yang tepat untuk perbaikan perahu oleh karena telah mengenali karakteristik bahan FRP secara baik dan dapat mengerjakan sendiri perbaikan perahunya sehingga dapat menghemat biaya produksi budidaya rumput laut serta tetap menjaga ketersediaan perahu sehingga proses produksi tetap lancar.
Pengenalan Perangkat Keselamatan Sarana Pelabuhan Moda Waterway Sungai Tallo Makassar Taufiqur Rachman; Juswan -; Daeng Paroka; Achmad Yasir Baeda; Sabaruddin Rachman; Chaerul Paotonan; Hasdinar -; Muhammad Zubair MA; Ashury -; Firman Husain
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1747.518 KB) | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v1i1.21

Abstract

Pengoperasian sebuah pelabuhan moda waterway harus memenuhi syarat adanya perangkat keselamatan yang memenuhi standar pelayanan sandar dan tambat secara layak dan aman bagi penumpang dan barang. Sarana pelabuhan dermaga 3 Lakkang yang melayani moda waterway Sungai Tallo dengan rute Kera-kera - Pulau Lakkang yang merupakan kawasan wisata sejarah ini tidak dilengkapi dengan perangkat keselamatan dan kondisi trestle dermaga 3 yang dibangun sejak tahun 2013 ini sudah mulai mengalami kerusakan. Hal ini mengakibatkan mutu pelayanan sandar dan tambat kurang aman ditinjau dari aspek keselamatan bongkar muat penumpang dan kendaraan roda dua. Sosialisasi kebutuhan perangkat keselamatan dan pemenuhan sarana pelabuhan yang layak dan aman secara mandiri perlu dilakukan dalam penerapan keselamatan sarana pelabuhan angkutan moda. Transfer pengetahuan melalui sosialisasi ini akan meningkatkan standar mutu layanan sandar dan tambat secara aman dan nyaman bagi penumpang dan barang angkutan moda waterway Sungai Tallo sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2015 perubahan atas Peraturan Pemerintah 61 Tahun 2009 tentang kepelabuhanan. Sosialisasi dan perbaikan jembatan penghubung (trestle) dan geladak moda waterway kepada kelompok moda waterway ini dapat menambah keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang lokal dan pengunjung wisata Lakkang baik turis domestik maupun mancanegara dalam pelayaran dan proses bongkar dan muat waterway di dermaga 3 Lakkang. Respon positif diberikan oleh penumpang dan pemilik moda waterway. Mereka berharap bahwa kegiatan serupa yang memberi nuansa pengetahuan baru bagi kelompok moda waterway sebagai operator khususnya dan kepada khalayak warga Kelurahan Lakkang umumnya.
Sosialisasi Budaya K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) untuk Usia Dini di Tingkat Sekolah Dasar IKIP 2 Kota Makassar Irwan Setiawan Muthalib
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.489 KB) | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v1i1.22

Abstract

K3 adalah singkatan dari Kesehatan dan Keselamatan kerja, merupakan produk kebijakan yang digunakan oleh pemerintah dan pelaku usaha dalam mencegah terjadinya bahaya kecelakaan pada saat kerja dan mengurangi resiko kecelakan akibat kerja. Pemerintah dan pengusahan telah bersepakat untuk menjadikan K3 ini sebagai bagian dari budaya kerja di kantor dan pabrik sesuai dengan Keputusan Menaker Nomor Kep.463/MEN/1993 tentang budaya K3. Pelaksanaan K3 menjadi tanggung jawab semua pihak, semua pihak yang terkait berkewajiban berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangannya dan menjadikan K3 sebagai bagian budaya kerja di setiap kegiatan, sehingga dapat mencegah kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Untuk itu maka tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan meningkatkan wawasan kepada anak anak SD dalam mengenali bahaya-bahaya yang bisa timbul dilingkungan sekitar seperti dirumah, di sekolah dan dijalanan, sehingga kecelakaan dan penyakit akibat kegiatan tertentu dapat dikurangi atau bisa dicegah sedini mungkin. Target yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah 1. Peningkatan pengetahuan mitra untuk potensi bahaya kecelakaan di rumah, disekolah, dan dijalan. 2. Peningkatan pengetahuan mitra mengenai bagaimana pencegahan bahaya kecelakaan di rumah, sekolah dan dijalan. 3. Meningkatkan pengetahuan mitra tentang hal hal yang penting dilakukan bila terjadi kecelakaan dirumah, disekolah dan dijalanan.
Sosialisasi Keselamatan Kerja dan Mitigasi Bencana Pada Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Tamangapa, Kota Makassar Irwan Ridwan Rahim
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.777 KB) | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v1i1.23

Abstract

Keberadaan sebuah Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah memang diperlukan oleh suatu daerah karena sampah senantiasa diproduksi oleh penduduk dalam segala aktivitasnya. Selama penduduk terus berkembang maka produksi sampah juga semakin membesar. Sebagian besar sampah perkotaan yang diolah di TPA berasal dari sampah rumah tangga, sampah pasar, sampah perkantoran, dan sampah pusat perbelanjaan. Secara administratif, TPA ini berada di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Mangala, Kota Makassar. Lahan TPA mempunyai luas sekitar 14.3 hektar yang didesain untuk beroperasi sampai tahun 2019. Pesatnya pembangunan membawa dampak pada makin meningkatnya timbulan sampah. Namun peningkatan timbulan sampah ini tidak diiringi dengan pendanaan yang memadai. Keterbatasan dana ini menyebabkan pola penanganan sampah menjadi terganggu. Dimana operasional penanganan sampah yang awalnya didesain sebagai sanitary landfill tidak dilaksanakan secara optimal dan berubah menjadi open dumping. Perubahan operasional penanganan sampah ini membawa dampak pada besarnya peluang resiko bencana.Disamping itu, dari sisi sumber daya manusia, personil yang ditugaskan dalam penanganan sampah perlu ditingkatkan kewaspadaannya terhadap timbulnya kecelakaan kerja dan bencana di TPA.
Pendampingan Penyusunan Perencanaan Produksi Industri Kecil Menengah Petani Rumput Laut di Kabupaten Barru Muhammad Rusman; Saiful -; Farid Mardin; Ilham Bakri
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.568 KB) | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v1i1.25

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh petani rumput laut saat ini adalah pengetahuan dan kemampuan pengolah produk rumput laut pasca panen. Umumnya masyarakat cenderung untuk menjual rumput laut dalam bentuk gelondongan yang kurang memiliki nilai tambah secara ekonomis. Melalui program Pengabdian ini diharapkan masyarakat dapat mengembangkan produk hasil rumput laut sehingga menghasilkan nilai ekonomis yang lebih tinggi. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan kegiatan pendampingan kepada petani rumput laut dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Barru dalam bentuk pelatihan pembuatan produk olahan rumput laut seperti Bakso rumput laut dan nugget rumput laut. Selain itu disampaikan juga materi budidaya rumput laut yang baik, materi perencanaan produksi dan kesehatan dan keselamatan kerja. Pada kegiatan ini juga dilakukan pendampingan IKM yang terpilih dalam hal perencanaan produksi. Target kegiatan melakukan perbaikan metode kerja dan peningkatan kualitas produksi melalui penerapan teknologi pengemasan yang baik dan menarik. memperkenalkan aspek legal usaha produk seperti sertifikat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dari dinas kesehatan demikian juga sertifikat halal sehingga produksi bisa masuk ke retail seperti Indomaret dan Alfa. Serta menerapkan teknologi tepat guna untuk beberapa produk yang mempunyai permintaan pasar yang cukup besar sehingga keseluruhan permintaan dapat dipenuhi.
Perencanaan Penyediaan Air Bersih melalui Investigasi Geolistrik di Daerah Bacukiki, Kota Pare Pare, Sulawesi Selatan Muhammad Ramli
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.695 KB) | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v1i1.3

Abstract

Kota Pare-Pare dengan bentang alam yang berbukit-bukit menjadi suatu masalah dalam suplai pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan air tanah untuk kawasan-kawasan tertentu yang sulit terjangkau dengan sistem penyediaan air bersih melalui Perusahaan Daerah Air Minum. Pengembangan sumber daya air tanah untuk mensuplai kebutuhan air bersih meliputi sejumlah tahapan, dan hal yang paling mendasar adalah keterdapatan air tanah di bawah permukaan. Metode investigasi yang sangat popular adalah pengukuran tahanan jenis batuan. Nilai tahanan jenis batuan digunakan sebagai dasar interpretasi atas keterdapatan air tanah di dalam lapisan tanah dan batuan. Sebaliknya, variasi karakteristik fisik dan kimia batuan juga dapat mempengaruhi nilai tahanan jenis. Oleh karena itu, hubungan antara jenis batuan dan nilai tahanan jenis merupakan dua hal yang menjadi obyek pertimbangan dalam kegiatan ini. Kota Pare-Pare, secara umum, tersusun atas material batuan gunung api dengan istilah resmi sebagai Batuan Gunung Api Pare-Pare (Tppv). Nilai tahanan jenis batuan tersebut bervariasi dari 14,3 – 105,0 ohm-m. Variasi nilai tersebut menunjukkan bahwa pada kedalaman tertentu terdapat lapisan pembawa air tanah, yang dapat dikembangkan menjadi sumur produksi air tanah untuk mensuplai kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Page 1 of 13 | Total Record : 123