cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
idasofiyanti@gmail.com
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Health Science Universitas Ngudi Waluyo, Jl. Diponegoro No. 186 Gedanganak-East Ungaran, Semarang Regency
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : http://dx.doi.org/10.35473
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 94 Documents
Paritas Berhubungan dengan Sikap Ibu Bekerja terhadap ASI Perah di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Luvi Dian Afriyani; Ni Made Nuryanti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol 1, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.981 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i1.33

Abstract

Belum semua ibu menyusui memberikan ASI eksklusif kepadan bayinya. Setelah masa cuti selesai banyak ibu bekerja yang beralih ke susu fomula, padahal  ibu bisa  memberikan ASI perah selama ibu bekerja. Hal ini dipengaruhi oleh sikap ibu terhadap ASI perah. Paritas dapat menentukan sikap ibu terhadap pemberian ASI perah karena pengalaman ibu sebelumnya dapat bersifat mendukung atau bahkan menghambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan paritas dengan sikap terhadap ASI perah pada ibu bekerja. Jenis penelitian ini adalah analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Ambarawa. Populasi adalah semua ibu hamil sedangkan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yaitu ibu hamil Trimester III yang bekerja sejumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden adalah multigravida (56,67 %) dan sebagian memiliki sikap negative ( 53,33 % ). Hasil Uji Continue Correction didapatkan p value : 0.008<  alpha : 0.05 sehingga didapatkan hasil ada hubungan antara paritas dengan sikap terhadap pemberian ASI perah. Pengalaman sebelumnya dapat mempengaruhi sikap. Diharapkan melalui kelas ibu hamil, ibu multigravida dapat berbagi pengalaman terhadap ASI perah kepada peserta lain terutama ibu primigravida.
Pengetahuan dan Dukungan Sosial Mempengaruhi Perilaku Deteksi Dini Kanker Servik Metode IVA Sundari Sundari; Erna Setiawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol 1, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.074 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i1.34

Abstract

Kanker leher rahim masuk dalam kategori jenis kanker yang cukup membahayakan  bagi kelangsungan hidup wanita di dunia. Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk deteksi dini terhadap kanker tersebut. Cakupan pemeriksaan IVA masih tergolong rendah meskipun program ini sudah lama dilaksanakan di beberapa wilayah. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan dan mengetahui seberapa besar hubungan antara pengetahuan dan dukungan sosial dengan perilaku pemeriksaan IVA. Jenis penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan crossectional. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober-Desember 2017 di wilayah kerja Puskesmas Tuntang Kab. Semarang. Sampel dipilih dengan teknik Purposif sampling sebesar 60 wanita usia subur. Variabel bebas: pengetahuan dan dukungan sosial. Variabel terikat: perilaku periksa IVA. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 38 (63.3%) subjek penelitian tidak melakukan pemeriksaan IVA dan 22 (36.7%) melakukan pemeriksaan IVA. Sebagian besar subjek penelitian memiliki tingkat pengetahuan tinggi 39 (65.0%), sebagian besar subjek penelitian memiliki dukungan social yang baik yaitu dukungan baik dari suami 48 (80.0%) dan dukungan baik dari petugas kesehatan 32 (53.3%). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemeriksaan IVA dengan OR= 2.47 dan p = 0.129. terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara dukungan social dengan perilaku pemeriksaan IVA yaitu dukungan suami OR = 8.55 dan p = 0.041 dan dukungan petugas kesehatan OR = 21.66 dan p = 0.000. Terdapat hubungan yang kuat dan siknifikan antar faktor dukungan sosial yaitu dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku pemeriksaan IVA pada wanita usia subur. Tidak terdapat hubungan antara faktor pengetahuan dengan perilaku pemeriksaan IVA pada wanita usia subur. Penelitian ini menyarankan kepada instansi pemerintah dapat menerapkan program  pemeriksaan IVA sebagai salah satu program untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker servik pada wanita usia subur.
Pengasuhan Tumbuh Kembang Balita pada Wanita Penyandang Disabilitas di Kabupaten Semarang Risma Aliviani Putri; Puji Lestari
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol 1, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.231 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i1.35

Abstract

The stigma about the ability of disabled women’s role as a mother having problems in taking care child is often doubted by society. People think that a child who does not grow optimally is caused by the limitation of a disabled mother. The purpose of this research was to know how the care for the growth and development of under five children done by a disabled mother in Semarang regency. The type of this research was descriptive qualitative. The subjects of this research were called as informants consisting of 4 family informants and 3 triangulation informants. Qualitative data analysis was done interactively and continuously until the research ended. The research results showed that the four main informants gave a good care seen from the sufficient interaction quality with their children and their willing to let their children do activities as they want under their supervision. The care done by disabled women have a good effect toward the growth and the development of children under five. Therefore, the care done responsibly and the willing to let their children do activities under their supervision create an optimal growth for children under five.
Faktor yang Berhubungan dengan Anemia di Wilayah Kerja Kelurahan Candirejo Ungaran Barat Kabupaten Semarang Widayati Widayati; Luvi Dian Afriyanii
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol 1, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.196 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i1.36

Abstract

Anemia dalam kehamilan memberi pengaruh kurang baik bagi ibu, baik dalam kehamilan, persalinan, maupun nifas dan masa selanjutnya. Anemia dapat disebabkan faktor  determinan ibu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan anemia yaitu umur, pendidikan, paritas, jarak kehamilan dan KEK. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah crosssectional. Variabel terikatnya diukur melalui pemeriksaan Hb kepada semua sampel dan pada saat itu juga akan dilihat faktor penyebab anemia yang terdiri dari faktor umur, paritas, jarak kehamilan, pendidikan yang didapatkan dengan kuesioner dan KEK dengan pengukuran LILA ( Lingkar Lengan Atas ). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara umur dengan anemia ( P value : 0,041 ), ada hubungan antara pendidikan dengan anemia di Kelurahan Candirejo Ungaran Barat ( P value : 0,038 ), ada hubungan antara jarak kehamilan dengan anemia di Kelurahan Candirejo Ungaran Barat ( P value : 0,024 ), ada hubungan antar paritas dengan anemia di Kelurahan Candirejo Ungaran Barat (p value 0.019 ) dan tidak ada hubungan antara KEK dengan anemia di Kelurahan Candirejo Ungaran Barat ( p value ; 0,075 ). Umur resiko tinggi, jarak kehamilan yang dekat , paritas dan pendidikan beresiko mengalami anemia dalam kehamilan. Diharapkan tenaga kesehatan melakukan pendampingan ibu hamil dengan anemia dan melakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan Hb kepada semua ibu hamil.
Faktor yang Mempengaruhi Keaktifan Kader Posyandu (Studi Di Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang) Heni Setyowati; Moneca Diah Listiyaningsih
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol 1, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.064 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i1.37

Abstract

One of the efforts to realize a healthy society is to empower the community by involving community members or cadres willing to volunteer to engage in health issues. Posyandu is very dependent on the role of cadres. The activeness of these cadres is the determinant of the success of posyandu as the spearhead of health services. This research generally aims to analyze the factors that affect the activeness of posyandu cadres, so that can be used as a reference in determining the policy to be taken by Stakeholders. Specifically, the purpose of this research is to analyze the motivation of Posyandu cadres in implementing posyandu, to analyze the factors of reward system and to analyze the role of health workers to posyandu activities. This research was conducted at Puskesmas Bergas Kecamatan Bergas Kab Semarang by researching 50 cadres. In line with the objectives to be achieved in this research, which is analyzing the factors that influence the activeness of posyandu cadres, this study uses a corelative discriptive method. Data obtained then analyzed by descriptive analysis method and simple regression analysis using SPSS program. The results showed that there is a significant influence Motivation (X1), Awards (X2), and Performance Together Against the Activity of Posyandu Cadres at Puskesmas Bergas Semarang Regency. Suggestion It is expected that village midwives are more active in the implementation of posyandu and can do a good support to the cadre so that the cadre more spirit in the implementation   posyandu.
Hubungan Stress dan Pekerjaan Dengan Preeklampsia di Wilayah Kabupaten Semarang Yulia Nur Khayati; Vistra Veftisia
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol 1, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.631 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i1.38

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia merupakan salah satu tolak ukur kualitas pelayanan kebidanan dan salah satu indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Faktor penyebab kematian ibu diantaranya adalah perdarahan nifas sekitar 26,9%, eklampsia saat bersalin 24%, perdarahan 28%, infeksi 11%, komplikasi puerpurium 8%, trauma obstetrik 5%, emboli obstetrik 3 %, aborsi 5 % dan lain-lain 11 % (DepkesRI, 2015). AKI Kabupaten Semarang mengalami penurunan dari tahun 2014 sebesar 144,31 per 100.000 KH menjadi 120,34 per 100.000 KH pada tahun 2015, adapun penyebab kematian ibu di Kabupaten Semarang tahun 2015 yaitu preeklamsi-eklamsi sebesar 29%, perdarahan sebesar 23%, penyakit jantung sebesar 17%, infeksi sebesar 5% dan lain-lain sebesar 23%, dengan demikian preeklamsi/eklamsi merupakan penyebab terbesar kematian ibu di Kabupaten Semarang (Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2015; Profil Kesehatan Kabupaten Semarang, 2015). Untuk Mengetahui Hubungan Stress Dan Pekerjaan Dengan Preeklampsia Di Wilayah Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 110 responden dengan perbandingan 1:4 antara kasus dan kontrol, untuk kasus 22 responden dan untuk kontrol 88 responden. Analisis bivariat menggunakan uji chi Square. Pekerjaan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklampsia p=0.918, ibu dengan stress sedang memiliki hubungan yang signifikan dengan pre eklampsia p=0.001. Terdapat hubungan yang signifikan antara stress dengan kejadian preeklampsia. Tenaga kesehatan terutama bidan dapat memberikan pendampingan ibu hamil secara menyeluruh termasuk psikologi untuk dapat meminimalkan terjadinya stress yang sedang dan berat saat kehamilan.
Korelasi Waktu Pemberian Kalsium, dan Kepatuhan Konsumsi Kalsium dengan Kejadian Resiko Tinggi Pre Eklamsia Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Reni Nofita; Friska Rezaputri Anjansari
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol 1, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.167 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i1.39

Abstract

Menurut data yang dikeluarkan WHO, kekurangan kalsium bisa menyebabkan 200 jenis penyakit. Pada ibu hamil kekurangan kalsium dapat beresiko terhadap kejadian preeklamsia pada kehamilan. Hipotesis yang menyatakan kalsium merupakan faktor predisposisi pertama kali disebutkan pada tahun 1980. Hal ini juga terbukti dari hasil penelitian sebelumnya oleh Hofmyer dan kawan-kawan, suplemen kalsium selama kehamilan memiliki efek yang signifikan untuk menurunkan resiko preeklamsia hampir 65%. Angka kejadian preeklampsia di Indonesia mencapai 128.273 per tahun atau sekitar 5,3%. Hal tersebut sesuai dengan insidensi preeklampsia yang terjadi di negara berkembang lainnya yaitu sekitar 1,8% - 18%. Preeklamsia pada kehamilan berpotensi membahayakan ibu dan janin yang sedang dikandungnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi waktu pemberian kalsium, kepatuhan konsumsi kalsium dengan kejadian resiko tinggi preeclampsia  ibu hamil di Wilayah kerja puskesmas Ciputat. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional study. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Ciputat, Situ Gintung, Jombang dan Kampung Sawah. Sampel penelitian sebanyak 88 ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Ciputat, Situ Gintung, Jombang dan Kampung Sawah. Ditentukan dengan proporsi cluster dari setiap puskesmas yang diteliti. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan buku kunjungan ANC. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian didapatkan 69,3% beresiko mengalami preeklamsia, sebanyak 46 responden (52,3%) ibu hamil lebih banyak dengan paritas multipara dibanding primipara, sebanyak 49 responden (55,7%) memiliki lila > 23,5 cm, sebanyak 62 responden (70,5%) memiliki tinggi badan > 145 cm, dan 43.1% responden waktu pemberian kalsium paling banyak diberikan pada usia kehamilan 13 sampai 28 minggu (Trimester 2), serta kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi kalsium berdasarkan data penelitian lebih banyak pada ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi kalsium yaitu sebesar 53,3%. Sementara hasil uji statistic didapatkan hasil  tidak terdapat hubungan yang signifikan antara waktu pemberian kalsium dengan kejadian resiko tinggi preeklamsia dengan p value 0,343 dan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan konsumsi kalsium dengan kejadian resiko tinggi preeklamsia dengan p value 0,012.
Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Tes HIV Ida Sofiyanti; Fitria Primi Astuti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol 1, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.417 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i1.40

Abstract

Penularan HIV dari ibu ke anak semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah perempuan terinfeksi HIV, baik tertular oleh pasangan maupun karena perilaku yang berisiko. Integrasi tes HIV ke dalam pemeriksaan rutin kehamilan/ antenatal terpadu merupakan salah satu upaya agar cakupan tes HIV pada ibu hamil meningkat selain dapat mengurangi stigma terhadap HIV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil yang meliputi umur, pendidikan dan pekerjaan dengan perilaku tes HIV. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Desa Gebugan Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang. Jumlah subjek penelitian yang digunakan sebanyak 34 subjek dengan teknik pengambilan total sampling, analisis data bivariat menggunakan Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dan pendidikan dengan tes HIV dengan p value 0,15 dan 0,96, dan ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan perilaku tes HIV dengan p value 0,03. Disarankan agar dilakukan mobile VCT ke desa agar target tes HIV pada kunjungan ibu hamil pertama dapat tercapai.
Efektivitas Metode Kantong Plastik dalam Pencegahan Hipotermi pada BBLR di Kabupaten Semarang Heni Hirawati Pranoto; Hapsari Windayanti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol 1, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.798 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i1.41

Abstract

Bayi berat lahir rendah sangat rentan mengalami berbagai masalah seperti gangguan metabolik meliputi hipotermia, hipoglikemia dan hiperglikemia. Hipotermia menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah, yang mengakibatkan terjadinya metabolik anerobik, meningkatkan kebutuhan oksigen, mengakibatkan hipoksemia dan berlanjut dengan kematian. Salah satu metode yang dapat dikembangkan adalah penggunaan kantong plastik polyethylene oklusif yang digunakan segera setelah lahir.Penelitian ini pendekatan quasy eksperiment dengan pre-post test  with control group design. Populasi adalah seluruh BBLR di Kabupaten Semarang, subyek adalah BBLR di RSUD Ambarawa dan RSUD Ungaran pada Bulan Juli sampai Desember 2017. Jumlah sampel yang diteliti adalah 28 BBLR, 11 BBLR dilakukan metode kantong plastik  dan 17 BBLR sebagai kelompok kontrol Hasil uji wilcoxon (α = 0,05) diperoleh p value sebesar 0,003, berarti ada perbedaan yang signifikan antara suhu BBLR sebelum dan setelah dilakukan metode kantong plastik. Hasil uji paired t test (α=0,05), diperoleh p value 0,106, berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara suhu BBLR segera setelah lahir dibandingkan suhu setelah dilakukan rujukan tanpa kantong plastik. Hasil uji Mann Whitney ( α=0,05) diperoleh hasil p value : 0,001, berarti ada perbedaan yang signifikan peningkatan suhu pada BBLR yang diberikan metode kantong plastik dengan yang tidak diberikan kantong plastik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan peningkatan suhu pada BBLR yang diberikan metode kantong plastik dengan yang tidak diberikan kantong plastik. Pemberian kantong plastik pada BBLR terbukti  mengurangi kehilangan panas karena penguapan dan kemungkinan radiasi tidak dapat melewati penghalang plastik sehingga dapat meningkatkan suhu bayi.
Pelayanan Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) di Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa Kabupaten Semarang Tahun 2017 Rini Susanti; Kartika Sari
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol 1, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.174 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i1.42

Abstract

Voluntary Counseling and Testing (VCT) merupakan salah satu strategi kesehatan masyarakat yang dilakukan untuk menangani penyebaran HIV/AIDS (Depkes, 2006). VCT perlu dilakukan karena merupakan pintu masuk untuk menuju keseluruh layanan HIV/AIDS, dapat memberikan keuntungan bagi klien dengan hasil tes positif maupun negative dengan vokus pemberian dukungan terapi ARV (Anti Retroviral), dapat membantu mengurangi stigma di masyarakat, serta dapat memudahkan akses keberbagai layanan kesehatan maupun layanan psikolososial yang dibutuhkan klien. Bagaimana pelayanan Klinik VCT/CST di RSUD Ambarawa Kabupaten Semarang dilihat dari Pelayanan klinik VCT dan Fasilitas Sarana Prasarana. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis menggunakan deskriptif analisis. Sebanyak 0.97 % responden menilai sarana dan prasarana Klinik VCT yang dinilai baik adalah papan nama atau papan petunjuk ruangan/klinik sudah jelas, terdapat ruang tunggu yang nyaman, ruang tunggu terdapat kotak saran, ruang tunggu tersedia meja dan kursi yang nyaman, jam layanan konseling dan testing sesuai dengan jam kerja di rumah sakit,dan jam layanan konseling dan testing buka setiap hari,sebanyak 1% responden menilai layanan Klinik VCT/CST yang dinilai baik adalah penampilan petugas terlihat rapi, dan penampilan petugas terlihat bersih. Sarana dan prasaran Klinik VCT secara umum sudah baik. Sarana dan prasarana yang masih kurang yaitu belum tersedianya jam layanan VCT pada sore hari, pintu masuk ruangan konseling masih sama dengan pintu keluar.Layanan VCT secara umum sudah berjalan lancar namun beberapa kendala yang masih dihadapi yaitu dari segi konselor, dibutuhkan jumlah konselor yang cukup agar layanan dapat dilakukan dan pasien tidak menunggu lama.

Page 1 of 10 | Total Record : 94