cover
Contact Name
Muhammad Ihsan
Contact Email
yogifebriandi@iainlangsa.ac.id
Phone
+6285294132626
Journal Mail Official
jurnalalmuamalat@iainlangsa.ac.id
Editorial Address
IAIN Langsa, Jalan Meurande, Langsa Lama, Langsa, Aceh, Indonesia
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Al-Muamalat: Jurnal Hukum & Ekonomi Syari'ah
ISSN : 24605115     EISSN : 2656288X     DOI : http://do.org/10.32505/muamalat
AL-MUAMALAT is a journal that focuses on the study of Islamic Law and Economics, AL-MUAMALAT Journal aims: 1. Sharia Economic Law 2. Agreement Law in Islam; 4. Comparative Law on Economics; 5. Community Economic Institutions; 6. Civil, Economic, Business (Conventional) Law.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 89 Documents
TANTANGAN PRODI HUKUM EKONOMI SYARIAH DALAM MENGHADAPI ERA PASAR BEBAS ASEAN (MEA) Rahayu, Rahayu
Al - Muamalat Vol 1 No I (2016): Edisi Januari-Juni 2016
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/muamalat.v1iI.597

Abstract

This article aims to give some suggestions and solutions for academicians, especially for students in majoring Muamalah at Syariah Faculty IAIN Langsa in deal with the era of ASEAN Economic Community or MEA. MEA is mutual agreement to integrate a various ASEAN countries (Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos dan Myanmar). Where the countries has a socio-culture background, politic, economic, ideological interest into ASEAN community. As an integrated ASEAN is expected to cooperate in improving efficiency and spuring the economic competitiveness of ASEAN which is indicated through the free flow: goods, services, investment, labor and capital. MEA is a chance and also as a challenge for academicians and for muamalah students in the era of ASEAN Economic Community or MEA.
CELEBRITY ENDORSER, BRAND IMAGE, & KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN fasya, fasya
Al - Muamalat Vol 2 No II (2017): EDISI JULI - DESEMBER 2017
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/muamalat.v2iII.625

Abstract

This research was aimed to find out how big the effect of celebrity endorser, brand image and customer satisfaction toward the customer loyalty both directly and indirectly influence. The sample used in this research were consumers who make purchases in the shopping centre in Medan. The method used in this research was quantitative approach with path analysis with multiple linear regression model assisted by SPSS program version 19. From the results of research conducted, the author conclude that this research yields R-Square on the structural models 1 shows that the variable of celebrity endorser, brand image and customer satisfaction affect the customer loyalty in Medan amounted to 94,4% while 5,6% was explained by other factors. Based on R-Square on the structural models 2 shows that the variable of celebrity endorser and brand image affect the customer satisfaction amounted to 82,7%, while 17,3% was explained by other factors. In the simultaneously test the structural models 1 shows that the variable of celebrity endorser, brand image and customer satisfaction affect the customer loyalty in Medan, this is shown by the value of Fstatistics (537,229) > Ftable (2,31). In the simultaneously test the structural models 2 shows that the variable of celebrity endorser and brand image affect the customer satisfaction, this is shown by the value of Fstatistics (231,602) > Ftable (2,31). In the partially test the structural models 1 shows that the variable of celebrity endorser, brand image and customer satisfaction affect the customer loyalty in Medan. In the partially test the structural models 2 shows that the variable of celebrity endorser and brand image affect the customer satisfaction. The results of significance tests based on the indirect effect shows that there is an indirect effect of the brand image variable on the customer loyalty through the customer satisfaction wiyh significantly.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI TANPA SIGHAT AKAD fasya, fasya
Al - Muamalat Vol 3 No II (2018): EDISI JULI - DESEMBER 2018
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/muamalat.v3iII.705

Abstract

Transaksi jual beli tanpa menyebutkan sighat akad sering kali terjadi, baik saat berbelanja di pasar swalayan maupun pasar tradisional. Pada dasarnya, hukum asal transaksi adalah keridhaan kedua belah pihak yang berakad, namun tentunya tidak sesederhana itu. Dibutuhkan akad dalam transaksi tersebut dan pastinya bukan sembarang akad. Akad sendiri memiliki syarat dan rukun yang harus dipenuhi agar transaksi yang dilakukan sah menurut hukum Islam. Diantara bentuk bisnis yang sedang di posisi trend teratas saat ini adalah transaksi jual beli online. Penjual dan pembeli tidak saling bertemu, bahkan tidak saling mengenal, namun saling melakukan transaksi jual beli. Dalam praktik ini, sering terjadi kealpaan seperti tidak adanya sighat akad dan hilangnya kesakralan akad, sehingga melahirkan tanda tanya tentang keabsahan jual beli tersebut. Permasalahan ini yang akan penulis jelaskan secara mendetail berdasarkan kajian fikih muamalah agar tidak ada lagi kerancuan dalam bertransaksi. Walau bagaimanapun hukum Islam tetaplah hukum Islam yang harus ditaati selama tidak ada udzursyar’i yang menghalanginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap jual beli tanpa sighat akad dan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap jual beli transaksi jual beli tanpa sighat akad yang terjadi pada transaksi online. Sehingga jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Peneliti mendasarkan teori penelitian ini pada alQuran dan al Hadist. Salah satunya di dalam alQuran surat al-Maidah: 1 yang berbunyi “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, (kecuali yang akan dibacakan kepadamu), yang demikian itu (dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum- hukum menurut yang dikehendaki- Nya”. Berdasarkan hasil penelitian penulis, dapat disimpulkan bahwa dalam keadaan normal, jual beli yang sah wajib disertai dengan lafal ijab dan kabul, kecuali ada hal (keadaan) lain yang menyebabkan gugurnya kewajiban tersebut. Jika transaksi jual-beli online dilakukan secara transfer bank atau rekening bersama, keduanya dilakukan tanpa bertemu langsung antara penjual dan pembeli, maka ada keringanan yang menggugurkan kewajiban sighat akad, namun harus jelas bahwa pembeli dan penjual sama-sama rela dengan barang yang dijualbelikan.
PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM INDONESIA STUDI PEMIKIRAN CENDEKIAWAN MUSLIM INDONESIA ERA PRA-KEMERDEKAAN – ORDE BARU fasya, fasya
Al - Muamalat Vol 2 No I (2017): Edisi Januari-Juni 2017
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/muamalat.v2iI.612

Abstract

This study is the result of literature review on Islamic economic thought in Indonesia. This research is a qualitative research and aims to compare the Islamic economic thought in Indonesia. Historical studies are needed to construct the different. This study will divided the thought into three periods with one strong figure in each; H.O.S Tjokroaminoto which represents the pre-independence era, Sjafruddin Prawiranegara for Old Order era, and A.M Saefuddin represents the New Order era. This research will only focus on three theme of discussion: ownership, riba and interest, and zakah. In conclution, there are difference between each figure in term of epistemology and axiology level.
REKONSTRUKSI MAQÂSID AL-SYARΑAH DALAM PARADIGMA FIQH NEGARA-BANGSA Rahayu, Rahayu
Al - Muamalat Vol 1 No I (2016): Edisi Januari-Juni 2016
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/muamalat.v1iI.593

Abstract

Basically there is no contradiction between Islamic law and Human Rights (HAM). Because the purpose of Islamic law is to realize the favor of human life, which includes basic human needs. The problem is, the formulation of maqasid sharia which is called by al-Ghazali as a real favor, in addition, maqasid al-khalq or maslahah gharîbah currently still not accommodate the basic needs of people who live in the nation-state system, it is tend to give the favor to individual oriented (fardiyyah). While the nation-state paradigm is more oriented towards the realization of public benefit (ijtima'iyyah). In ijtihad fiqh nation state, maqasid al-syar'iah as a value ​​that guide the process of reasoning, because it is the final movement (al-'illah al-ghâiyyah). By making maqasid sharia as a value, it will affect a shift paradigm maqasid sharia from the principles of protection which tends to maintain the minimum boundaries to become a necessity for the values of fundamental, which is oriented towards to realize a favor maximally
STRATEGI DAN MANAJEMEN TRAVEL HAJI DAN UMROH STUDI ANALISIS PERSAINGAN TRAVEL HAJI DAN UMROH KOTA MEDAN DALAM PELAYANAN DAN KUALITAS UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH KONSUMEN Lia Fadhilah
Al - Muamalat Vol 4 No I (2019): EDISI JANUARI - JUNI 2019
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini adalah field research/ penelitian langsung, sedangkan metode yang digunakan adalah dengan cara wawancara dan observasi langsung yang sekaligus merupakan sumber data primer. Sumber data sekunder berupa Peraturan Perundangan-undangan Republik Indonesia yang berkaitan dengan Penyelenggaraan Haji dan Umroh, serta sumber-sumber pendukung lainnya. Hasil penelitian sebagai berikut: A. Pelayanan yang diberikan oleh travel haji dan umroh Kota Medan, merupakan pelayanan prima/ pelayanan yang mengutamakan kualitas, kenyamanan. B. Strategi dan manajemen: 1). Strategi: a). Membuat cabang; b). Mengadakan kerja sama; c). Mendirikan kantor di tempat strategis; d). Menggandeng tokoh masyarakat; e). Melaksanakan penyuluhan; f). Memasang spanduk,di tempat ramai; g). Harga promo; h). Memaksimalkan pelayanan; i). Tempat tinggal yang baik; j). Menghindari transit; k). Memberikan pendamping yang berpengalaman, dan bersertifikat; l). Melengkapi seluruh keperluan jamaah. 2). Manajemen: a). Mengurus izin resmi; b). Mengatur model pelayanan kantor; c). Bekerjasama dengan berbagai media; d). Memotifasi staf dan pihak kantor; e). Mengatur izin dalam dan luar negeri; f). Evaluasi; g). Selalu berkomunikasi. C. Kendala: 1). Kurs mata uang yang fluktuatif; 2). Izin visa merupakan otoritas dari negara Arab Saudi; 3). Regulasi/ peraturan luar dan dalam negeri yang berubah-ubah; 4). Persaingan antara pemilik jasa travel haji dan umroh; 5). Terdapat travel haji dan umroh penipu. D. Upaya: 1). Kendala berkaitan dengan Kurs mata uang yang fluktuatif. Maka hal ini tidak bisa ditanggulangi secara pasti, hanya melakukan tindakan promo, 2). Kendala mengenai izin visa, tidak ada yang dapat dilakukan, hanya berharap hubungan antara bilateral antara Arab Saudi dan Indonesia tetap terjalin, 3). Regulasi/ peraturan luar dan dalam negeri yang berubah-ubah. Meminta up date data dari Kementerian Agama; 4). Persaingan antara pemilik jasa travel haji dan umroh. Memperbaiki manajemen; 5). Travel haji dan umroh penipu dan nakal. mempunyai dua dampak, dampak negatif: mempengaruhi kepercayaan publik/ pengguna jasa untuk bisa berangkat ke tanah suci. Dampak positif: Agar pengguna jasa, lebih memilih agen travel haji dan umroh yang terpercaya, nyaman, dan aman, bukan yang murah, tapi tidak mempunyai izin. ABSTRACT The title of this research thesis is: "TRAVEL AND UMROH TRAVEL MANAGEMENT AND MANAGEMENT (Study of Medan City Hajj and Umrah Travel Competition Analysis)". This type of research is field research / direct research, while the method used is by way of interviews and direct observation which is also a primary data source, while the secondary data sources in the form of the Republic of Indonesia Legislation Regulations relating to the Implementation of Hajj and Umrah, as well as sources other supporting sources. The results of the study are as follows: The services provided by Hajj and Umrah travel, are excellent services / services that prioritize quality, comfort. Strategy and management: 1). Strategy: a). Make a branch; b). Hold cooperation; c). Establish an office in a strategic place; d). Cooperating with community leaders; e). Carry out counseling; f). Place banners, in crowded places; g). Promo price; h). Maximizing service; i). Good residence; j). Avoid transit; k). Provide experienced, certified counselors; l). Completing all pilgrims' needs. 2). Management: a). Take care of official permission; b). Regulate office service models; c). Cooperate with various media; d). Motivating staff and offices; e). Manage domestic and foreign permits; f). Evaluation; g). Always communicating. Constraints: 1). Fluctuating currency rates; 2). Visa permission is the authority of the country of Saudi Arabia; 3). Changing foreign / domestic regulations / regulations; 4). Competition between Hajj and Umrah travel service owners; 5). There are Hajj travels and con artists. Efforts: 1). Constraints related to fluctuating currency rates. So this cannot be overcome with certainty, only doing promo actions, 2). Obstacles regarding visa permits, nothing can be done, only hoping that bilateral relations between Saudi Arabia and Indonesia will remain intertwined, 3). Foreign and domestic regulations / regulations are changing. Request up date data from the Ministry of Religion; 4). Competition between Hajj and Umrah travel service owners. Improve management; 5). Hajj pilgrimage and cheating and mischievous umrah. has two impacts, negative impacts: affecting public trust / service users to be able to go to the holy land. Positive impact: In order for service users, prefer a trusted, comfortable and safe hajj and umrah travel agent, not cheap, but do not have permission.
ANALISIS KASUS TENTANG JUAL BELI TANAH WARISAN YANG BELUM DIBAGI (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH SYARIAH SIGLI NOMOR: 291/PDT-G/2013/MS-SGI) fasya, fasya
Al - Muamalat Vol 3 No II (2018): EDISI JULI - DESEMBER 2018
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/mu'amalat.v3iII.720

Abstract

The result shows that in the Islamic law, inheritance land which has not been distributed is prohibited to be bought and sould because it is still owned by the other heirs. If all heirs approve of the buy and sell it can be bought and sold, otherwise it is considered illegal and revoked. Legal protection for the buyer of undistributed inheritance land is that he can file a complaint in civil case on the seller and the Notary/PPAT (official who is empowered to draw up deeds) who has drawn up the sales agreement. He can also file a complaint in criminal case by reporting a fraud as it is stipulated in Article 378 of the Criminal Code Judge’s legal consideration in the Ruling of the Sharia Court No. 291/Pdt.G/ 2013/Ms-Sgl has fulfilled the sense of justice for the land owner since all heirs have had their equal share on the land so that they are not harmed.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBAYARAN HUTANG PIUTANG DENGAN PENAMBAHAN DARI HASIL PANEN PADI tinar, agustinar
Al - Muamalat Vol 3 No II (2018): EDISI JULI - DESEMBER 2018
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/mu'amalat.v3iII.719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Tinjauan Hukum Islam terhadap Pembayaran Hutang Piutang dengan Penambahan dari Hasil Panen Padi. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, metode pengumpulan datanya dengan cara wawancara. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu primer dan sekunder. Metode analisisnya adalah deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini bahwa dalam pelaksanaan hutang piutang ini tidak memenuhi rukun dan syarat al-qard, maka praktek hutang piutang ini tidak sah menurut hukum Islam. Sedangkan faktor-faktor yang melatarbelakangi adanya praktek tersebut dikarenakan adanya kebutuhan yang mendesak serta kemudahan dalam menutupi kebutuhan hidup masyarakat setempat. Ditambah dengan minimnya pengetahuan tentang hukum transaksi tersebut dalam Islam. Setiap tambahan atas jumlah pinjaman dari pihak yang berutang itu dikatakan riba, tambahan hasil panen padi dalam transaksi utang piutang tersebut merupakan tambahan yang tidak boleh diambil meskipun rata-rata pinjaman tersebut untuk modal usaha serta dengan tambahan tersebut akan menimbulkan keterpurukan dalam kehidupan ekonominya. Hal ini sangatlah tidak dianjurkan, karena salah satu pihak sudah pasti merasa dirugikandan dapat menyebabkan keterpurukan dan kesusahan dalam kehidupan ekonominya, maka jelas tambahan tersebut dilarang untuk diambil. This study aims to analyze the Overview of Islamic Law on Payments for Debt Receivables with Additions from Rice Harvesting Results. This type of research is field research, the method of data collection is by interview. The data sources in this study are two, namely primary and secondary. The analysis method is descriptive analysis using a qualitative approach. The results of this study that in the implementation of these accounts payable do not fulfill the pillars and al-qard conditions, the practice of accounts payable is not valid according to Islamic law. While the factors underlying the practice are due to the urgent need and ease of covering the living needs of the local community. Coupled with the lack of knowledge about the law of the transaction in Islam. Every additional amount of the loan from the debtor is said to be riba, additional rice yields in the debt debt transaction are additional things that should not be taken even though the average loan for business capital and the addition will cause deterioration in its economic life. This is not recommended, because one of the parties certainly feels hurt and can cause deterioration and distress in his economic life, so obviously these additions are prohibited from being taken.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP IMPLEMENTASI PENYALURAN DANA BEASISWA DI BAITUL MAL KOTA LANGSA fasya, fasya
Al - Muamalat Vol 3 No II (2018): EDISI JULI - DESEMBER 2018
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/mu'amalat.v3iII.718

Abstract

Sebagai umat Islam, kita mempunyai sumber penopang perekonomian yang kuat dan berpotensi besar yang dapat digunakan untuk mengentaskan permasalahan kemiskinan yaitu dengan mendayagunakan zakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dan tinjauan hukum Islam terhadap penyaluran dana beasiswa di Baitul Mal Kota Langsa. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan jenis kualitatif dan pendekatan normatif. Data penelitian dihimpun melalui interview secara langsung dan studi dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif untuk kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa implementasi penyaluran dana beasiswa dihimpun dari dana zakat yang dikelola amil zakat melalui pembayaran langsung atau transfer ke rekening Baitul Mal Kota Langsa oleh muzakki. Mengenai prosedur penyaluran dana beasiswa disalurkan langsung melalui kepala sekolah/guru pengurus untuk dibagikan ke siswa yang berhak menerima beasiswa sesuai kriteria yang ditentukan. Kesimpulan selanjutnya bahwa diperbolehkan menggunnakan zakat untuk dijadikan dana beasiswa. Menurut amil zakat, untuk beasiswa Baitul Mal menyalurkan dana zakat tersebut diberikan melalui asnaf fi sabilillah. Hal tersebut juga dapat disesuaikan dengan pengertian fi sabilillah secara umum dan sesuai dengan perintah Allah dalam al-Qur’an surat at-Taubah:60, asnaf fi sabilillah termasuk salah satu penerima wajib zakat.
FUNGSI ZAKAT SEBAGAI INSTRUMEN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT DI KECAMATAN PADANG BOLAK KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA fasya, fasya
Al - Muamalat Vol 3 No I (2018): EDISI JANUARI - JUNI 2018
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/mu'amalat.v3iI.714

Abstract

Mayoritas masyarakat kecamatan Padang Bolak beragama Islam, sehingga ibadah zakat menjadi salah satu rutinitas masyarakat setiap tahunnya khususnya zakat fitrah, hal ini ditujukan agar ekonomi masyarakat dapat merata dan meningkat. Tata cara penunaian zakat di Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara adalah para muzakki memberikan langsung kepada mustahiq dan para muzakki memberikan zakat melalui amil zakat. Cara penyaluran zakat di Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara adalah distribusi bersifat konsumtif dan distribusi bersifat produktif.