cover
Contact Name
Depict Pristine Adi
Contact Email
depict.socialeducation@gmail.com
Phone
+6281334136655
Journal Mail Official
admin@heritage.iain-jember.ac.id
Editorial Address
Gedung FTIK Lt 6 IAIN Jember Jl. Mataram No. 1 Mangli Jember Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Heritage: Journal of Social Studies
ISSN : 27230635     EISSN : 27230759     DOI : https://doi.org/10.35719/hrtg.v1i2
Core Subject : Education, Social,
Heritage: Journal of Social Studies accept high quality contributions that cover: 1. Social Studies Education Themes; 2. Islamic integrated social studies education; 3. social science education; and 4. social sciences. Heritage: Journal of Social Studies especially likes original and articulate research papers, but articles that focus on theory, book reviews and other scientific contributions are also welcome.
Articles 28 Documents
Upaya Penanganan Kesulitan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 24 Makassar Tahun 2019 Shasliani
heritage Vol. 1 No. 1 (2020): Heritage: Journal of Social Studies
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v1i1.2

Abstract

Abstract The purposes of this study were to determine the factors that influence students 'learning difficulties in social studies learning and to determine teachers' efforts to overcome student learning difficulties in social studies subjects at SMP Negeri 24 Makassar. The present research is descriptive qualitative research. In the process of collecting data, the researcher used the method of observation, interviews, documentation and questionnaires (list of questions). The results of the study showed that the factors that influence students' learning difficulties in studying social studies at SMP Negeri 24 Makassar were dominated by intelligence, attention, interest, family economic conditions, teaching methods and social studies material as well as social partners. And the teacher's efforts to overcome learning difficulties are to re-explain the material that is not yet understood by the students, use methods that make students active, give assignments (homework), provide motivation to learn and add hours outside school Abstrak Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam belajar IPS di SMP Negeri 24 Makassar dan untuk mengetahui upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 24 Makassar. Jenis Penelitian ini adalah termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan angket (daftar pertanyaan). Validasi data menggunakan Triangulasi. Teknik analisa data dengan cara deskriptif (non statistik) yaitu penelitian dengan menggambarkan data yang diperoleh dengan kata-kata atau kalimat yang dipisahkan tiap kategori untuk memperoleh kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam belajar IPS di SMP Negeri 24 Makassar didominasi oleh faktor intelegensi, perhatian, minat, keadaan ekonomi keluarga, metode mengajar dan materi IPS serta teman bergaul. Upaya guru untuk mengatasi kesulitan belajar adalah menjelaskan kembali materi yang belum dipahami siswa, menggunakan metode yang membuat siswa aktif, memberi tugas (PR), memberikan motivasi belajar dan menambah jam di luar jam pelajaran sekolah Kata kunci: kesulitan belajar, mata pelajaran IPS
Upaya Guru IPS Dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Siswa di MTs Rogojampi Banyuwangi Tahun 2019 Inayatul Umami; Musyarofah
heritage Vol. 1 No. 1 (2020): Heritage: Journal of Social Studies
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v1i1.3

Abstract

Abstract Teachers in social studies (IPS) learning are not only required to provide knowledge to students in mastering concepts related to community and but also the environment. More than that IPS teachers are expected to be able to equip students to have social skills. The development of students' social skills needs to be pursued by a teacher, bearing in mind that social skills are one of the important competencies needed by students to be able to maintain good social relations with others. The purpose of this study is to explore the efforts of social studies teachers in developing students' social skills at MTs Rogojampi Banyuwangi which include communication skills; group building skills; and problem solving skills. This study employs a qualitative approach descriptive research. Determination of informants is done purposively. Data was collected through interviews, observation and documentation. In addition, the data was analysed using the interactive model of Miles Huberman and Saldana, and the validity of the data was done by triangulated the sources and methods. The results of the study show that social studies teachers 'efforts in developing students' communication skills are carried out by the students through resolving existing conflicts in subjects and in real life, students are accustomed to asking questions and expressing opinions, and are trained to be able to speak in public. The effort of social studies teachers in developing students' group building skills is done through group discussions in learning, giving group assignments, and inviting students to do community service outside of the lesson or at empty hours. The efforts of social studies teachers in developing students' skills to solve problems namely through discussion, providing them with problems to be resolved by students, having students position themselves as people who have problems, finding solutions and asking students to solve problems themselves and learning about responsibility. Abstrak Dalam pembelajaran IPS, guru tidak hanya dituntut untuk memberikan pengetahuan kepada siswa dalam menguasai konsep-konsep yang terkait kehidupan masyarakat dan lingkungannya. Lebih dari itu guru IPS diharapkan mampu membekali peserta didik memiliki keterampilan sosial. Pengembangan keterampilan sosial siswa perlu diupayakan oleh seorang guru, mengingat keterampilan sosial merupakan salah satu kompetensi penting yang dibutuhkan oleh seseorang untuk dapat menjaga hubungan sosial secara baik dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya guru IPS dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa di MTs Rogojampi Banyuwangi yang meliputi keterampilan komunikasi; keterampilan membangun kelompok; dan keterampilan menyelesaikan masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penentuan informan dilakukan dengan purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles Huberman dan Saldana, serta keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan upaya guru IPS dalam mengembangkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi dilakukan dengan siswa diajarkan untuk menyelesaikan konflik yang ada pada mata pelajaran maupun dalam kehidupan nyata, siswa dibiasakan untuk bertanya dan menyampaikan pendapat, serta dilatih untuk dapat berbicara di depan umum. Upaya guru IPS dalam mengembangkan keterampilan siswa membangun kelompok dilakukan melalui diskusi kelompok dalam pembelajaran, memberikan tugas kelompok, serta mengajak siswa melakukan kerja bakti di luar pelajaran maupun di jam kosong. Upaya guru IPS dalam mengembangkan keterampilan siswa untuk menyelesaikan masalah yakni melalui diskusi, guru memberikan masalah untuk diselesaikan siswa, menyuruh siswa memposisikan diri sebagai orang yang memiliki masalah, mencari solusi dan meminta siswa untuk menyelesaikan masalah sendiri dan belajar tanggung jawab. Kata kunci: Keterampilan Sosial, Upaya Guru, dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Keefektifan Pendekatan Saintifik Model Problem Solving dan Inquiry dalam Pembelajaran IPS Depict Pristine Adi
heritage Vol. 1 No. 1 (2020): Heritage: Journal of Social Studies
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v1i1.4

Abstract

Abstract This research aims to reveal the effectiveness of Problem Solving and Inquiry model. This research was quantitative research with quasi experiment as a method. It used the post test-only control group design modified in accordance with the quasi-experimental research. The research data were obtained through documentation of the number of learners, report book score as the initial score, learning devices, and evaluation. The population studied was two classes selected from SMP Negeri 1 Tanggul namely Class VIII A and VIII C, with 77 students having the proportion of class VIII A with 40 students and class VIII C with 37 students. The data analysis technique was one way ANOVA at the significance level of 0.05. The results show that there is an effectiveness difference in the scientific approach with the model of Problem Solving and Inquiry. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keefektifan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving dan model pembelajaran Inkuiri. Penelitian ini menggunakan model penelitian kuantitatif jenis eksperimen semu dengan posttest-only control group design yang sudah dimodifikasi sesuai dengan quasi-experimental research. Pengumpulan data menggunakan cara dokumentasi yaitu berupa jumlah siswa, nilai rapot sebagai nilai awal, dan tes hasil belajar sebagai nilai akhir. Populasi yang diteliti adalah dua kelas yang dipilih dari SMP Negeri 1 Tanggul yakni Kelas VIII A dan VIII C, dengan jumlah 77 peserta didik yang memiliki proporsi kelas VIII A dengan 40 peserta didik dan kelas VIII C dengan 37 peserta didik. Analisis data menggunakan one way anava dengan taraf signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving dan pembelajaran Inquiry menunjukkan terdapat perbedaan keefektifan. Kata kunci: keefektifan pendekatan saintifik, problem solving, inkuiri
Pergolakan Agraria 1965-1966 di Banyuwangi Hanif Risa Mustafa
heritage Vol. 1 No. 1 (2020): Heritage: Journal of Social Studies
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v1i1.5

Abstract

Abstract Writing agrarian history often places the forced cultivation system in the colonial period as the main focus, while the issues of agrarian problems during the transition from the old order to the new order are slightly touched on. In Banyuwangi, the implementation of UUPA became a dispute between PKI and NU sympathizers. Disputes escalated after the September 30 Movement. This paper questions again what factors triggered the agitation in Banyuwangi, and whether the violence between groups in Banyuwangi that occurred was related to the agrarian Agitation of 1965-1966. The aim is to review the roots of agrarian problems that occur in Banyuwangi society. This paper uses the historical method. PKI with the combined strength of BTI and Pemuda Rakyat in Banyuwangi took unilateral action. This unilateral action caused criticism from the injured parties. As a result of the unilateral action there was a reverse flow from the group that defended its land. In politics in Banyuwangi the backflow was shown by the inauguration of the district head's inauguration. The backflow increasingly developed damage to several facilities belonging to PKI sympathizers. The peak of tension was marked by the incidents of Cemetuk and Karangasem. The unilateral action in Banyuwangi was rooted in a group of PKI sympathizers who were anxious that they had not immediately obtained the promised land from the UUPA, while the reverse flow was a form of resistance to unilateral action. Polarized societies against groups clashed with problems of agrarian conflict have triggered conflict. Abstrak Penulisan sejarah agraria kerap menempatkan sistem tanam paksa masa kolonial sebagai fokus utama, sedangkan isu-isu permasalahan agraria masa peralihan orde lama ke orde baru sedikit disinggung. Di Banyuwangi, implementasi Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) menjadi perselisihan antar simpatisan PKI dan NU. Perselisihan makin meningkat setelah peristiwa Gerakan 30 September. Tulisan ini mempertanyakan kembali faktor apa yang menyulut pergolakan di Banyuwangi, dan apakah kekerasan antar kelompok di Banyuwangi yang terjadi berkaitan dengan pergolakan agraria tahun 1965-1966. Tujuannya untuk meninjau kembali akar permasalahan agraria yang berlangsung pada masyarakat Banyuwangi. Tulisan ini menggunakan metode sejarah namun mengingat penelitian ini bersifat kontemporer, maka sumber yang digunakan sumber tertulis serta tinjauan dari kajian yang sudah ada sebelumnya berupa literatur dan kajian akademis. PKI dengan kekuatan gabungan BTI (Barisan tani Indonesia) dan Pemuda Rakyat di Banyuwangi melakukan aksi sepihak. Aksi ini dianggap sebagai perjuangan hak atas tanah. Aksi sepihak ini menimbulkan kecaman dari pihak-pihak yang dirugikan. Akibat adanya aksi sepihak tersebut terjadilah arus balik dari kelompok yang mempertahankan tanahnya. Pada perpolitikan di Banyuwangi arus balik ditunjukkan dengan penggagalan pelantikan bupati, lantaran calon dianggap melindungi aksi sepihak. Arus balik semakin berkembang pengerusakan beberapa fasilitas milik simpatisan PKI. Puncak ketegangan ditandai dengan insiden Cemetuk dan Karangasem. Aksi sepihak di Banyuwangi berakar pada kelompok simpatisan PKI yang resah belum segera mendapatkan tanah yang dijanjikan dari program UUPA, sementara arus balik bentuk perlawanan terhadap aksi sepihak. Masyarakat yang terpolarisasi atas golongan dibenturkan dengan permasalahan konflik agraria telah memicu konflik. Kata kunci: agraria, aksi sepihak, arus balik, pergolakan 1965-1966
Profil Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Melalui Pembelajaran Berbasis Riset Khoirotul Fitriyah
heritage Vol. 1 No. 1 (2020): Heritage: Journal of Social Studies
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v1i1.6

Abstract

Abstract Economics is one of high school subjects especially in the social sciences major that requires continuous evaluation and research. The purpose of this study is to describe the profile of students' critical thinking skills through research-based learning models on economics with indicators of critical thinking skills, namely interpretation skills, analytical skills, evaluation skills, and the conclusion making skill. Descriptive qualitative research is employed in this study with the research area of Muhammadiyah 3 Jember High School class XII / IPS 3 with a total of 35 students and three students with high, medium and low levels of ability have been consulted with supporting economics teachers and one of the lecturers who are experts in the field of economics education. The test results of students' critical thinking skills use modules or worksheets that have been validated by economics teachers and economics education experts of the faculty of Teacher Training and Education Faculty at University of Jember. The data taken is the result of data reduction using triangulation methods to obtain valid and accurate data. The study found out that the ability to think critically at a low level was 34.28%, moderate level was 48.58%, and high level was 17.14%. Based on the results of research conducted, it can be concluded that the interpretation skill is the highest achievement and the inference skill is the lowest achievement. Abstrak Mata pelajaran ekonomi merupakan menu utama di SMA khususnya pada jurusan IPS sehingga memerlukan evaluasi dan penelitian secara kontinue. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran berbasis riset pada mata pelajaran ekonomi dengan indikator kemampuan berpikir kritis yaitu kemampuan interpretasi, kemampuan analisis, kemampuan evaluasi dan kemampuan menarik kesimpulan. Deskriptif kualitatif merupakanpenelitian yang digunakan pada penelitian ini dengan daerah penelitian SMA Muhammadiyah 3 Jember kelas XII/IPS 3 dengan jumlah 35 siswa dan yang dipilih pada subyek penelitiannya tiga siswa yang mempunyai tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah yang sudah dikonsultasikan dan dimusyarawahkan dengan guru pengampu mata pelajaran dan salah satu dosen yang ahli dibidang pendidikan ekonomi. Hasil uji kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan modul atau LKS yang sudah divalidasi oleh guru pengampu mata pelajaran dan ahli pendidikan ekonomi yaitu dosen FKIP Universitas Jember. Data yang diambil merupakan hasil reduksi data dengan melakukan observasi, mengambil tes dan wawancara atau menggunakan triangulasi metode guna mendapatkan data yang valid dan akurat. Hasil dari penelitian tersebut didapat bahwa kemampuan berpikir kritis tingkat rendah 34,28%, sedang 48,58% dan tinggi mencapai 17,14%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa secara khusus kemampuan berpikir kritis siswa di SMA Muhammadiyah 3 jember yaitu kemampuan interpretasi merupakan capaian tertinggi dan kemampuan inferensi adalah capaian terendah. Kata kunci: kemampuan berpikir kritis, pembelajaran berbasis riset
Pola Asuh Orang Tua dalam Mengembangkan Kepedulian Sosial Anak di Kabupaten Jember Tahun 2019 Ana nurin
heritage Vol. 1 No. 1 (2020): Heritage: Journal of Social Studies
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v1i1.7

Abstract

Abstract The purpose of this study was to describe parenting patterns in developing children's social care. Parenting is a pattern of interaction between parents and children during care that has an important role in shaping the child's personality. Social care is a caring attitude towards the surrounding community. The research method uses descriptive qualitative research. The research location is Glengseran Hamlet, Suci Village, Panti District, Jember District. The method of selecting informants is purposive. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis used Miles and Huberman's theories namely condensation, presentation, verification and conclusion. Data validity uses source triangulation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh orang tua dalam mengembangkan kepedulian sosial anak. Pola asuh orang tua merupakan pola interaksi antara orang tua dan anaknya selama pengasuhan yang mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian anak. Kepedulian sosial merupakan sikap perduli terhadap masyarakat sekitar. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian yakni Dusun Glengseran Desa Suci Kecamatan Panti Kabupatrn Jember. Metode pemilihan informan dengan purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Teori Miles dan Huberman yakni kondensasi, penyajian, verifikasi dan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Kata Kunci: pola asuh, orang tua, kepedulian sosial
Pengembangan Bahan Ajar Dengan Pendekatan Kontekstual Berbasis Situs Sejarah Untuk Meningkatkan Pendidikan Karakter Mahfud Nahrowi; Sri Widayati Rohmad Susanti; Yuniwati Wulandari
heritage Vol. 1 No. 1 (2020): Heritage: Journal of Social Studies
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v1i1.9

Abstract

Abstract This study aims to determine the effectiveness of the development of teaching materials to improve student character by getting contextual learning based on historical sites. Teaching material was developed to accommodate the learning needs of students by utilizing historical sites in their environment as a strategic medium for contextual learning. This research uses research and development methods with ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) procedures. Data collection using full observer observation, semi-structured interviews, student grades list documents, and instruments. The initial design was made as attractive as possible to attract students' learning interest. The development and evaluation of the data used is formative evaluation carried out in four stages, namely: validation by experts (expert review) consisting of media expert validation and material expert validation, (one-to-one evaluation); small group evaluation; and field trials. The population of this study is one class V C for small group evaluation of 20 students and two classes of VB and VC for field trials of 70 students. Data analysis using comparative hypothesis testing paired sample test t-test in small group evaluation and for field tests each resulted in a sig value of 0,000 <0.05, meaning that there were significant differences in the results of the pretest scores with posttest. The results of this study indicate that teaching materials developed are effective for improving student character. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pengembangan bahan ajar untuk meningkatan karakter siswa dengan mendapatkan pembelajaran kontekstual berbasis situs sejarah. Bahan ajar dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa dengan memanfaatkan situs sejarah yang berada di lingkungannya sebagai media strategis pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan prosedur ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data dengan menggunakan observasi pengamat penuh, wawancara semi terstuktur, dokumen daftar nilai siswa, dan instrumen. Rancangan awal dibuat semenarik mungkin untuk menarik minat belajar siswa. Pengembangan dan evaluasi data yang digunakan adalah evaluasi formatif yang dilakukan dalam empat tahap, yaitu: validasi oleh ahli (expert review) yang terdiri dari validasi ahli media dan validasi ahli materi, (one-to-one evaluation); evaluasi kelompok kecil (small group evaluation); dan uji coba lapangan (field test). Populasi penelitian ini adalah satu kelas V C untuk evaluasi kelompok kecil (small group evaluation) sejumlah 20 siswa dan dua kelas VB serta VC untuk uji coba lapangan (field test) sejumlah 70 siswa. Analisis data menggunakan uji hipotesis komparatif t-tes paired sample test pada evaluasi kelompok kecil (small group evaluation) dan untuk uji coba lapangan (field test) masing-masing dihasilkan nilai sig 0,000 < 0,05, artinya terdapat perbedaan yang signifikan hasil nilai pretest dengan posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahan ajar yang dikembangakan efektif untuk meningkatkan karakter siswa. Kata kunci: pengembangan bahan ajar, kontekstual, situs sejarah, pendidikan karakter
Pembelajaran IPS Terintegrasi Pendidikan Perdamaian Berbasis Local Wisdom Pela Gandong Anju Nofarof Hasudungan
heritage Vol. 1 No. 2 (2020): Heritage: Journal of Social Studies
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v1i2.10

Abstract

Abstract  The post-conflict recovery effort in Ambon, Maluku, which it was the largest civil conflict after the collapse of the New Order, it was not only needed by the survivors of the conflict. But also by the generation that did not experience the bloody conflict. Like students in SMPN 9 Ambon City and SMPN 4 Salahutu Liang Central Maluku who are the next generation of Maluku and of course who will maintain Ambon peace in the future. In addition, the emergence of identity politics and populism that occurred during the General Election of the President and Vice President of the Republic of Indonesia for the 2014-2019 and 2019-2024 periods has become a serious threat to peace in Ambon City. The purpose of this research is to describe how social science education integrated the value of peace education based on local wisdom pela gandong. The research method uses descriptive qualitative case study approach. Data collection was carried out by means of literature study, interviews, participatory observation, and document analysis. The results showed, with the existence of social conflict material in social science education which was then integrated with Ambon conflict material and peace education based on pela gandong. Thus, students have improved both in terms of knowledge, skills and attitudes in understanding conflict and peace education through social science education. At the same time cut off the trauma, mutual suspicion and hatred experienced by students so far.   Abstrak  Upaya pemulihan pascakonflik di Ambon, Maluku, yang merupakan konflik sipil terbesar pasca runtuhnya Orde Baru, tidak hanya dibutuhkan oleh para penyintas konflik. Tetapi juga oleh generasi yang tidak mengalami konflik berdarah. Seperti siswa-siswi di SMPN 9 Kota Ambon dan SMPN 4 Salahutu Liang Maluku Tengah yang merupakan generasi penerus Maluku dan tentunya yang akan menjaga perdamaian Ambon di masa depan. Selain itu, munculnya politik identitas dan populisme yang terjadi pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 dan 2019-2024 telah menjadi ancaman serius bagi perdamaian di Kota Ambon. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana Ilmu Pengetahuan Sosial mengintegrasikan nilai pendidikan perdamaian berbasis kearifan lokal pela gandong. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan, dengan adanya materi konflik sosial dalam Ilmu Pengetahuan Sosial yang kemudian diintegrasikan dengan materi konflik Ambon dan pendidikan perdamaian berbasis pela gandong. Hasilnya, siswa mengalami peningkatan baik dari segi pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam memahami konflik dan pendidikan perdamaian melalui Ilmu Pengetahuan Sosial. Sekaligus memutus trauma, saling curiga dan kebencian yang dialami siswa selama ini.     Kata kunci:  Ilmu Pengetahuan Sosial; Local Wisdom; Pela Gandong; Pendidikan Perdamaian
Penanaman Nilai Kearifan Lokal pada Peserta Didik Melalui Pendidikan Multikultular Irman Syarif; Muhidin Abuamar Ratuloly
heritage Vol. 1 No. 2 (2020): Heritage: Journal of Social Studies
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v1i2.13

Abstract

Abstract This study aims to find out the value of local wisdom in students and what factors influence the difference in local wisdom based on multikultular in elementary school.  This research method is a qualitative description, data collection techniques are observation, interview and documentation. Data analysis starts from data collection, data reduction, withdrawal of conclusions.The results showed that local wisdom is embedded in elementary school students through formal and nonformal learning, formal learning includes daily teaching activities from 07:30-13:00 while nonformal learning includes extracurricular activities in the form of olaraga practice, dance, music and habituation of living together in the school environment. Fostering local wisdom in elementary school through learning activities teaching the learning process emphasizes on optimizing the role of rationality for students, practice and habituation of dissent. The factors that influence multicultural-based local wisdom differences in elementary schools are the diversity of students who have a wide range of religious differences, social status, gender, ability, age and race, and the collaboration of students in participating in sports and arts events. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai kearifan lokal pada peserta didik dan faktor apa saja mempengaruhi perbedaan kearifan lokal berbasis multikultular di Sekolah Dasar.  Metode penelitian ini adalah deskripsi kualitatif, teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kearifan lokal yang tertanam pada peserta didik Sekolah Dasar  melalui pembelajaran formal dan nonformal, pembelajaran formal meliputi kegiatan belajar mengajar setiap hari dari jam 07:30-13:00 sedangkan pembelajaran nonformal meliputi ekstrakurikuler berupa latihan olaraga, tarian, musik dan pembiasaan hidup bersama di lingkungan sekolah. Penumbuhkan kearifan lokal di Sekolah Dasar dilakukan melalui proses pembelajaran yang menekankan pada optimalisasi peran rasionalitas bagi siswa, praktek dan pembiasaan perbedaan pendapat. Fakor-faktor yang mempengaruhi perbedaan kearifan lokal berbasis multikultural di Sekolah Dasar  adalah keberagaman siswa karena memiliki berbagai macam perbedaan, yaitu, perbedaan agama, status sosial, dan ras, serta pengelaborasian peserta didik dalam mengikuti lomba olahraga dan seni. Kata kunci: kearifan lokal, pendidikan multikultural
Budaya Iyakyaker dalam Peningkatan Nilai-Nilai Sosial di Distrik Sorong Kota Herningsih Herningsih
heritage Vol. 1 No. 2 (2020): Heritage: Journal of Social Studies
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v1i2.14

Abstract

Abstract This study aims to describe and analyze cultural values in increasing social values in the Sorong Kota district with the focus of the study covering: culture, customs and values on the character of the Biak Tribe in Sorong Kota District. This study uses a qualitative approach with data collection techniques using interviews, observation and documentation and data analysis techniques, namely data reduction, data presenter, data presenter and research conclusions using the results of the study show that the social values that occur are not only a benchmark in ethnic culture/customs. breed but has a major role to tie a sibling association and a customary system, the customary system includes regional languages, regional languages are ancestral cultures that are beginning to be eroded by time, regional language culture is the body of ancestral customs so it must be preserved, because culture (language area) is a systematic one that describes the existence of a person in the ethnicity/origin of a person.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang budaya iyakyaker dalam peningkatan nilai sosial di distrik sorong kota dengan fokus kajian mencakup: budaya, adat dan Nilai terhadap karakter masyarakat Suku Biak di Distrik Sorong Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Tehnik pengumpulan data mengunakan diantaranya Wawancara, observasi dan dokumentasi dan Teknik Analisis Data yaitu reduksi data, penyaji data, penyaji data dan kesimpulan penelitian mengunakan Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai sosial yang terjadi tidak hanya sebagai patokan dalam budaya/adat suku biak akan tetapi memiliki peran utama untuk mengikat suatu perkumpulau saudara dan sistem adat, sistem adat tersebut diantaranya bahasa daerah, Bahasa daerah merupakan budaya leluhur yang mulai terkikis oleh jaman, Budaya bahasa daerah merupakan raga dari adat leluhur sehingga harus tetap dilestarikan, karena budaya (bahasa daerah) merupakan salah satu sistematis yang mengambarkan tentang keberdaan seseorang dalam suku/asal-usul seseorang itu berasal. Kata Kunci: Budaya, Adat, Nilai Sosial

Page 1 of 3 | Total Record : 28