cover
Contact Name
Ari Widyaningsih
Contact Email
widyaningsihari89@gmail.com
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl.Diponegoro no.186 Ungaran
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 93 Documents
Inisiasi Program Kegiatan Senam Lansia Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Terhadap Penyakit Tidak Menular Alfan Afandi; Kartika Dian Pertiwi; Yuliaji Siswanto
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.1 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v1i1.210

Abstract

Lanjut usia adalah suatu proses yang alami dari tumbuh kembang. Semua orang akan mengalami proses menjadi tua dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir. Tingginya usia harapan hidup mengakibatkan peningkatan populasi lansia di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya transisi epidemiologi dari penyakit menular ke peningkatan penyakit tidak menular (PTM). Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan lansia ialah dengan melaksanakan aktifitas fisik ringan secara rutin. Hingga saat ini hanya sedikit fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan terpadu untuk lansia sehingga permasalahan lansia menderita penyakit tidak menular belum tertangani secara optimal. Peran serta perguruan tinggi Universitas Ngudi Waluyo dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi salah satunya pengabdian masyarakat, sehingga dapat mendekatkan diri kepada masyarakat sehingga dapat mengenal, mengetahui dan merasakan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Sejalan dengan permasalahan yang dihadapi dan kondisi di masyarakat khususnya pada masyarakat kelompok usia lanjut (60 – 74 tahun), maka kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode inisiasi program kegiatan senam lansia sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular yang disertai dengan edukasi terkait penyakit tidak menular pada lansia, factor risiko penyakit tidak menular, pencegahan serta pengendaliannya. Kata kunci: PTM, senam lansia
Metode Snowball Throwing Sebagai Upaya Penyadaran Masyarakat Terhadap Pentingnya ASI Eksklusif Ari Widyaningsih; Isfaizah Isfaizah; Mala Primarti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.1 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v1i1.211

Abstract

ASI merupakan harga yang mahal karena selain meningkatkan kesehatan dan kepandaian secara optimal, ASI menjadikan anak potensial dalam memiliki emosi yang stabil, spiritual yang matang serta memiliki perkembangan sosial yang baik (Prasetyono, 2009). Delapan puluh persen perkembangan otak anak dimulai sejak dalam kandungan sampai usia 3 tahun yang dikenal dengan periode emas. Oleh karena itu diperlukan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan dapat diteruskan sampai anak berusia 2 tahun.  Metode dalam pendidikan kesehatan sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan suatu program.  Metode Snoball Throwing lebih tanggap dalam menerima pesan dan lebih efektif untuk menyampaikan pesan mengenai program – program keluarga berencana pada asangan usia subur.  Metode ni jarang diaplikasikan di masyarakat terutama pemberian metode pendidikan menggunakan Snowball Throwing.  Tenaga kesehatan dibidang promosi kesehatan belum mengetahui metode Snowball Throwing, kebanyakan masih menggunakan metode cerama, pemutaran video dan pembagian leaflet.  Snowball Throwing merupakan salah satu model pembelajaran aktif yang dalam pelaksanaannya banyak melibatkan responden.  Peran pemberi materi disini hanya sebagai pemberi arahan awal mengenai topik pembelajaran dan selanjutnya penertiban terhadap jalannya pembelajaran.Kata Kunci : ASI Eksklusif, Snowball Throwing
Pemberdayaan Ibu Sebagai Strategi Penurunan Angka Pernikahan Dini Ita Puji Lestari; Sigit Ambar Widyawati; Sri Wahyuni
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.1 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v1i1.212

Abstract

Pernikahan dini memiliki dampakpada kesehatan pasangan usia muda karena memiliki pengaruh pada tingginya angka kematian ibu. Pernikahan usia dini terjadi pada anak—anak yang secara perkembangan aspek psikologis baik perkembangan psikologis fisik, aspek perkembangan psikologis kognitif dan psikologi emosi anak yang rentan dalam artian belum cukup usia dan belum dewasa tidak diperbolehkan menikah dibawah umur.Salah satu upaya pencegahan pernikahan dini adalah optimalisasi peran orang tua khususnya Ibu, selama ini pemberdayaan belum dioptimalkan pada aspek ini sehingga penanganan terhadap risiko yang ditimbulkan oleh pernikahan dini belum mendapat perhatian khusus. Berdasarkan konsep penanganan kesehatan, bahwa terabaikannya permasalahan disebabkan oleh ketidaktahuan, ketidakmampuan dan ketidakmauan, maka kegiatan pengabdian ini dilaksanakan.Peran serta perguruan tinggi Universitas Ngudi Waluyo dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi salah satunya pengabdian masyarakat, sehingga dapat mendekatkan diri kepada masyarakat sehingga dapat mengenal, mengetahui dan merasakan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, sehingga ditemukan permasalahan terkait dengan kesehatan reproduksi remaja.Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini pada tahap pertama didapatkan peningkatan pengetahuan tentang penyebab terjadinya pernikahan dini sebanayak 100% dari peserta pengabdian. Pada tahap kedua yang memiliki peningkatan pengetahuan tentang dampak dan risiko dari pernikahan dini sebanyak 95,83%. Pada tahap ketiga dihasilkan peningkatan pengetahuan pada peserta pengadian tentang cara untuk encegah supaya tidak terjadipernikahan dini sebanyak 95,83 %.Dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pernikahan dini baik kepada orang tua maupun pada remaja maka kegiatan serupa perlu dilakukan secara rutin baik di lokasi yang sama maupun di lokasi yang berbeda dengan sasaran masyarakat yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan terutama mengenai kesehatan reproduksi pada remaja dan edukasi kepada orang tua dalam hal memberikan pola asuh yang baik kepada anak-anaknya.                                                                                                                                            Kata kunci: Peran Ibu, Pernikahan Dini 
Edukasi Gizi untuk Meningkatkan Kualitas Bekal Makan Anak Usia Prasekolah di TK Teladan Dharma Wanita Ungaran Purbowati Purbowati; Puji Afiatna; Riva Mustika Anugrah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.1 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v1i1.213

Abstract

Masalah pola makan dan gizi yang sering terjadi di rentang 3 -5 tahun antara lain adalah tidak suka sayuran, pilih-pilih makanan, dan cenderung menyukai “junk food”. Pengetahuan orang tua tentang gizi sangat berperan penting menentukan pilihan makanan anak yang bergizi seimbang, karena orang tua yang menyediakan makanan untuk anak. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dan anak tentang gizi untuk anak usia prasekolah, dan meningkatkan kualitas gizi bekal sekolah. Metode kegiatan yang dilakukan edukasi gizi kepada orang tua dan siswa, serta makan bersama. Rerata tingkat pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah kegiatan mengalami peningkatan tetapi tidak bermakna yaitu dari nilai 82,95 menjadi 85,83. Persentase jumlah bekal makan siswa dengan menu seimbang sebelum dan sesudah kegiatan meningkat dari 19% menjadi 53 %. Kesimpulannya pengetahuan orang tua dan kualitas bekal makan gizi seimbang meningkat setelah dilakukan edukasi gizi.Kata Kunci : edukasi gizi, bekal makan, usia prasekolah
Program Pendampingankader Lanjut Usia Melalui Kegiatan Bina Keluarga Lansia Di Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat Richa Yuswantina; Rissa Laila Vifta; Jatmiko Susilo
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.1 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v1i1.214

Abstract

Lansia atau lanjut usia merupakan individu yang berumur 60 tahun atau lebih. Penduduk Indonesia yang berusia 60 tahun ke atas atau lanjut usia (lansia) diperkirakan meningkat menjadi 80 juta  pada 2030, atau  naik 23 sampai 24 persen.  Banyaknya lansia sebenarnya bukan suatu ancaman jika mereka produktif. Sektor seperti kesehatan merupakan komponen yang perlu mendapatkan perhatian lebih pada lansia.Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema Program Pendampingan Kader Lanjut Usia Melalui Kegiatan Bina  Keluarga Lansia Di Desa     Lerep Kecamatan Ungaran Barat diawali dengan perencanaan melalui survey lapangan. Survey lapangan dilakukan awal pada bulan Januari dengan menemui Kepala Desa Lerep. Program Kerja diawali dengan agenda sosialisasi.  Sosialisasi dilakukan pada tanggal 05 Februari 2019 bertempat di RW 02 Desa Lerep. Sosialisasi  kegiatan  bertujuan  untuk  memberikan  paparan  mengenai  program kerja yang akan dilakukan. Program Kerja dari tim pengabdian kami terdiri dari 3 materi pokok yaitu : Pengetahuan Lansia, Penyuluhan Lansia dan Pemberian Softskill pada Lansia.Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian pretest kepada  para peserta kemudian penyampaian materi dan dilanjutkan dengan evaluasi menggunakan postest untuk menganalisa sejauhmana pengaruh pemberian materi dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengetahuan lansia. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan penyampaian materi, dengan persentase pretest 75,2 dan posttest 85,6.  Kata kunci : Lansia, Pengabdian, Desa Lerep
Pelatihan Pijat Bayi Bagi Kader Posyandu Balita Di Kelurahan Genuk Kec. Ungaran Barat Kab. Semarang Sundari Sundari; Yulia Nur Khayati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.1 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v1i1.215

Abstract

Masyarakat seringkali melakukan pijat bayi apabila bayi mereka sedang sakit  saja pada dukun bayi, padahal  pijat  bayi  akan optimal  sebagai  stimulasi  tumbuh  kembang jika  dilakukan  secara  rutin. Kurangnya pengetahuan tentang Pijat bayi membuat kader kesehatan tidak memberikan informasi tentang pijat bayi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan utuk meningkatkan pengetahuan kader Posyandu mengenai pijat bayi  yang akan berpengaruh terhadap keterampilan melakukan pijat bayi.          Pengabdian ini dilakukan melalui kegiatan pelatihan pijat bayi pada 17 kader posyandu di kelurahan Genuk diawali dengan Pre Test  untuk mengetahui pengetahuan kader sebelum diberikan materi tentang pijat bayi, kemudian dilanjutkan penyampaian materi pijat bayi  dan diakhiri dengan Post Test. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2019.          Hasil pengabdian ini adalah setelah diberikna pelatihan pengetahuan kader tentang pijat bayi terdapat peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari nilai rata-rata 80,82 menjadi 95,25. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan. Pada akhir kegiatan pengabdian ini dilakukan Pendampingan sosialisasi pijat bayi oleh kader kepada peserta kegiatan Posyandu          Diharapkan kader akan melakukan sosialisasi tentang pijat bayi bagi seluruh masyarakat khususnya yang memiliki bayi atau batita. Kata Kunci : Pelatihan, Pijat bayi, Kader
Peningkatan Pengetahuan Siswa Kelas XII Tentang Smart Punture Di SMK Kesehatan Darussalam dan SMK Harapan Mulya Masruroh Masruroh; Cahyaningrum Cahyaningrum; Hapsari Windayanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.1 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v1i1.221

Abstract

 ABSTRAKSiswa kelas XII dalam menghadapi ujian akhir memerlukan upaya untuk  meningkatkan kemampuan siswa dengan  menggunakan terapi smartpunktur. Smartpunktur merupakan bagian dari akupresur, merupakan salah satu terapi komplementer alternatif yang legal dasar hukumnya.Pijat mencerdaskan otak (Smartpunktur) adalah suatu teknik rangsangan untuk melancarkan aliran darah, syaraf dan meridian yang menuju kearah  kepala dan otak. Tujuannya adalah memberikan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tentang smartpunktur, sebagai alternatif menyiapkan siswa kelas XII dalam mengahadapi Ujian Nasional. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan pengetahuan sebelum dan sesudah diberi informasi tentang smart puncture.  Hasil pengetahuan siswa SMK Kesehatan Darussalam sebelum penyuluhan sebesar 58,9 % dalam kategori baik dan meningkat menjadi 100 %  dan pengetahuan siswa SMK Harapan mulya sebelum penyuluhan 37,9 % dalam kategori baik dan meningkat menjadi 72,4 %.  Kesimpulan pentingnya peningkatan pengetahuan tentang smart puncture bagi siswa kelas XII dalam menghadapi ujian Nasional Kata Kunci           : Ujian nasional, smartpunktur ABSTRACT Backgroud twelfth year students need to do some efforts in order to be able to pass the final examinations such as by using smart puncture therapy. Smartpuncture is a part of acupressure as a complementary alternative which has a legal  basis. The massage to smarten the brain ( Smart puncture ) refers to a stimulation technique which smoothens the flow of blood , nerves and meridians which leads to the head and brain.This research aims to provide knowledge and skill about smart medicine, as an alternative to prepare the twelfth –year students in facing the National Examination. The method used was to compare knowledge before and after being informed about smart puncture.The knowledge of Darussalam Vocational Schools students before the counselling was 58.9% in good category and increased to 100% after the counselling and the knowledge of students of HarapanMulya Vocational School Before the counselling was 37.9% in good category and increasedto 72.4 % after the counselling. The Conclusion states about the importance of increasing knowledge about smart puncture for the students of twelfth –yearin facing the national examations Keywords : National examination, smartpuncture 
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja Untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa di SMP Negeri 3 Selemadeg Timur Kadek Sri Ariyanti; Made Dewi Sariyani; Lakitha Ning Utami
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol 1, No 2 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.1 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v1i2.312

Abstract

Periode remaja merupakan masa yang sangat kritis, dimana pada masa ini remaja sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi. Problematika kaum remaja dapat terjadi sehubungan dengan adanya perbedaan kebutuhan (motif) dan aktualisasi dari kemampuan penyesuaian diri (adaptasi) remaja terhadap lingkungan tempat hidupnya. Pengetahuan yang kurang tentang kesehatan reproduksi sering berpengaruh terhadap masalah kesehatan reproduksi yang dihadapi remaja. Metode penyuluhan dipercaya mampu meningkatkan pengetahuan remaja serta mengubah perilaku remaja untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara mandiri. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menambah pengetahuan dan kemampuan seseorang melalui teknik praktik belajar atau instruksi dengan tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia secara individu, kelompok, maupun masyarakat agar dapat lebih mandiri dalam mencapai tujuan hidup sehat. Peran pemberi materi dalam penyuluhan ini adalah menyampaikan materi yang terkait dengan kesehatan reproduksi remaja serta praktik pencegahan keluhan-keluhan pre menstruasi. Luaran yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adalah (1) Peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi (2) Mendapatkan remaja putri yang disiplin dan bertanggungjawab terhadap kesehatan reproduksinya sendiri.
Edukasi Keputrian Pada Siswi SMK Muhammadiyah Lebaksiu Kabupaten Tegal Ratih Sakti Prastiwi; Iroma Maulida; Sisti Wahyuningrum; Sulistya Oktaviani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol 1, No 2 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.1 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v1i2.313

Abstract

Periode remaja merupakan masa adanya perubahan yang cukup besar dan dapat mengakibatkan adanya kebingungan dan kecemasan yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi perilaku remaja dalam menghadapi permasalahan terkait kesehatan reproduksinya. Pemberian pendidikan kesehatan remaja merupakan strategi yang dinilai efektif menimbang remaja memiliki pemikiran yang terbuka dan dalam tahapan belajar sehingga secara tidak langsung merubah perilaku remaja menjadi lebih positif. Sasaran kegiatan ini merupakan remaja siswi SMK Muhammadiyah Lebaksiu sebanyak 50 siswi. Metode pendidikan diberikan dengan ceramah dan praktek agar sasaran dapat memahami lebih mudah. Materi yang diberikan seputar kesehatan reproduksi seperti menstruasi, keputihan, pemenuhan nutrisi serta deteksi kanker payudara (SADARI). Dengan adanya informasi kesehatan tersebut, remaja dapat lebih memahami bagaimana mendeteksi gangguan reproduksi serta mengetahui cara mencegah dan mengatasi gangguan tersebut. 
Layanan Pos PAUD Bagi Anak Usia 0-4 tahun di Desa Parereja Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes Isti Hidayah; Lita Latiana; Widowati Widowati; Tatirah Tatirah; Rosmalia Rosmalia
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol 1, No 2 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.1 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v1i2.314

Abstract

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kemitraan wilayah Kabupaten Brebes, dengan mitra sasaran Desa Parereja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Program utama RPJMD Kabupaten Brebes tahun 2019 adalah bidang pendidikan dan kesehatan. Pada bidang pendidikan Brebes memiliki target untuk meningkatkan layanan Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (ATS) dengan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) bagi anak yang memungkinkan kembali ke sekolah, peningkatan layanan pendidikan untuk semua, termasuk layanan terhadap anak usia dini. Fokus pada kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan anak usia dini 0-4 tahun Kabupaten Brebes, khususnya Desa Parereja. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Kemitraan Wilayah digunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Secara rinci untuk mencapai tujuan salah satu program ini, kegiatan yang dilakukan adalah: penguatan kader Pos PAUD, melengkapi sarana dan prasarana, sosialisasi dan promosi kepada orang tua balita, implementasi program PAUD dan pendampingan di POSYANDU setempat. Hasil kegiatan ini adalah (1) bergabungnya kader PAUD dalam HIMPAUDI Kecamatan dan Kabupaten Brebes, (2) tersusunnya program kegiatan Pos PAUD oleh kader, (3) terlaksananya layanan anak usia dini (< 4 tahun) Desa Parereja 4 hari/minggu, (4) meningkatnya jumlah anak usia dini yang terlayani dalam bidang pendidikan di desa Parereja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. 

Page 1 of 10 | Total Record : 93