cover
Contact Name
Devi Arine Kusumawardani
Contact Email
biographi@unej.ac.id
Phone
+6281229744500
Journal Mail Official
biographi@unej.ac.id
Editorial Address
Peminatan Biostatistika & Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember, Indonesia Jl. Kalimantan I/93 Jember 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic
Published by Universitas Jember
ISSN : 27768465     EISSN : 2776155X     DOI : https://doi.org/10.19184
Core Subject : Health,
Journal Biograph-I accepts original articles and review articles covering the following topics: 1. population census/survey 2. vital registration 3. big data 4. fertility, fecundity 5. reproductive health 6. reproductive rights 7. maternal and child health, adolescent, ageing 8. population dynamics includes mortality, and migration and other related articles health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who interested in health issues.
Articles 15 Documents
Peramalan Jumlah Akseptor Baru Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Kabupaten Jember Menggunakan Analisis Time Series Rike Andriyani; Ni'mal Baroya; Andrei Ramani
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 1 No 1 (2021): May
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.929 KB) | DOI: 10.19184/biograph-i.v1i1.22208

Abstract

Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebagai kontrasepsi efektif untuk menurunkan angka TFR masih jauh di bawah angka penggunaan non-MKJP. Perkiraan jumlah akseptor baru yang memungkinkan perlu dilakukan untuk menetapkan langkah yang harus dilakukan sesuai dengan kondisi di masyarakat untuk meningkatkan penggunaan MKJP. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan model peramalan penggunaan kontrasepsi jangka panjang oleh akseptor baru KB sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk peningkatan program KB di Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada tahun 2020 dengan subjek penelitian akseptor baru MKJP pada tahun 2012-2019 di Kabupaten Jember. Peramalan dilakukan dengan metode ARIMA yang diolah melalui aplikasi Rstudio. Hasil menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi yang berhubungan dengan banyaknya akseptor baru MKJP adalah persentase penduduk perkotaan (r= -0,712), persentase wanita menikah usia >30 tahun (r= 0,916), dan pendapatan per kapita (r= -0,734). Model peramalan terbaik untuk menentukan banyaknya akseptor baru metode IUD adalah ARIMA (11,1,2). Model peramalah terbaik untuk menentukan banyaknya akseptor baru metode implan adalah ARIMA (0,0,8). Model peramalan terbaik untuk menentukan banyaknya akseptor baru MOW adalah ARIMA (0,0,12). Perlu adanya peningkatan pengetahuan mengenai MKJP terutama IUD dan implan khususnya pada wanita yang telah berusia >30 tahun, perlunya pemerataan distribusi pemberi layanan kontrasepsi, sosialisasi mengenai pentingnya pembatasan kehamilan pada masyarakat dengan ekonomi tinggi, dan perlu adanya kesiapan tenaga medis dan finansial sebagai langkah mempersiapkan akseptor MOW yang kemungkinan akan meningkat.
Gambaran Pengetahuan tentang Kekerasan Seksual dan Mindset tentang Pendidikan Seksual Dini pada Orang Tua dan Guru TK Al-Amien Kabupaten Jember Rafa Talitha Kusuma; Niajeng Novta Dwi Nafisah; Rosidah Fidiyaningrum; Jamilatul Wahida; Karmelia Tyas Apriasari
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 1 No 1 (2021): May
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.205 KB) | DOI: 10.19184/biograph-i.v1i1.23374

Abstract

Kekerasan seksual pada anak usia dini dapat berdampak besar baik secara fisik, psikis maupun social. Orang tua dan guru sebagai lingkungan terdekat anak memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan sebagai upaya mencegah kekerasan seksual pada anak melalui pendidikan seksual sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan tentang kekerasan seksual anak dan mindset tentang pendidikan seksual dini pada guru dan orang tua anak usia dini. Penelitian ini dilakukan kepada 17 orang guru dan 18 orangtua murid TK Al Amien Jember dengan menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Penelitian menunjukkan, persentase guru yang memiliki pengetahuan baik (70,6%) lebih banyak dibandingkan dengan persentase orangtua (33,3%) dengan pengetahuan baik tentang kekerasan seksual anak. Lebih dari setengah guru (58,8%) ataupun orangtua (66,7%) memiliki mindset yang baik tentang pendidikan seksual dini .Berdasarkan hasil tabulasi silang antara pengetahuan dan mindset, deketahui bahwa Sebagian besar guru dengan mindset pendidikan seksual dini yang baik memiliki pengetahuan yang baik pula tentang kekerasan seksual anak. Sedangkan, Sebagian besar orangtua yang memiliki mindset yang baik tentang pendidikan seksual dini, memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang kekerasan seksual anak. Pengetahuan pada guru lebih baik dikarenakan guru memiliki pengalaman pedagogic dan kognitiflebih baik untuk memberikan pengetahuan kepada anak usia dini dalam tugasnya sebagai guru. Orangtua sebagai garda terdepan pelindung anak, pengasuh utama anak yang Sebagian besar berada dalam usia muda memiliki mindset positif bahwa pendidikan seksual dini penting untuk anak mereka dalam upaya melindungi anak dari risiko kekerasan seksual. Kolaborasi yang baik antara guru dan orangtua perlu selalu ditingkatkan melalui kegiatan parenting dan sharing.
Determinan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Jawa Timur Tahun 2017 Iswari Hariastuti; Ni'mal Baroya; Yohana Rizkyta Handini; Dimas Bagus Cahyaningrat Wicaksono
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 1 No 1 (2021): May
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.73 KB) | DOI: 10.19184/biograph-i.v1i1.23619

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) menjadi solusi paling efektif dalam mencegah kehamilan. Rendahnya penggunaan MKJP di Jawa Timur tentu berkontribusi pada belum tercapainya target nasional dalam penurunan Angka Kelahiran Total di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan penggunaan MKJP di Jawa Timur Tahun 2017. Penelitian menggunakan data hasil Survei Demograsi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Beberapa variabel yang diduga mempengaruhi penggunaan MKJP di Jawa Timur ialah usia, tingkat pendidikan, daerah tempat tinggal, status sosial ekonomi, jumlah anak, pengetahuan, dan keterlibatan suami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, pendidikan, jumlah anak, pengetahuan dan keterlibatan suami berhubungan dengan penggunaan MKJP di Jawa Timur. Sedangkan daerah tempat tinggal dan status sosial ekonomi tidak berpengaruh terhadap penggunaan MKJP di Jawa Timur. Hal ini dapat disebabkan oleh usaha-usaha pemerintah daerah dalam meningkatkan akseptor MKJP dengan membuat program-program seperti sosialisasi dan pemberian MKJP secara gratis. Suami yang terlibat dalam menentukan metode kontrasepsi pasangannya lebih cenderung memilih menggunakan MKJP 17 kali lipat dibandingkan yang tidak terlibat. Sehingga peneliti menyarankan keterlibatan suami dalam dalam kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman tentang metode kontrasepsi.
Literature Review: Kebiasaan Penggunaan Pantyliner Pada Remaja Putri Yang Mengalami Keputihan Eka Yunita Kistina; Wiwik Afridah
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 1 No 1 (2021): May
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.761 KB) | DOI: 10.19184/biograph-i.v1i1.23627

Abstract

Keputihan masih menjadi salah satu permasalahan reproduksi pada wanita. Hal ini terjadi karena penggunaan panty liner yang kurang tepat. Literature review ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan penggunaan pantyliner pada remaja putri yang mengalami keputihan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan sumber data yang dicari melalui database Google Scholar dan portal garuda dengan rentang tahun 2015- 2020. Kata kunci yang digunakan yaitu “penggunaan pantyliner”, “kejadian keputihan” dan “kebiasaan penggunaan pantyliner, kejadian keputihan”. Setelah dilakukan tahap screening dengan hasil 10 artikel dengan menggunakan komponen masalah, intervensi dan luaran yang sesuai dengan penelitian ini. Hasil membuktikan bahwa kebiasaan penggunaan pantyliner tidak baik terdapat 6 artikel dari total 10 artikel bahwa ≥ 60% masih memiliki kebiasaan meggunakan pantyliner dengan frekuensi kurang dari 2 kali sehari. Kesimpulan pada penelitian ini kebiasaan penggunaan pantyliner pada remaja putri termasuk kategori tidak baik karena kurangnya informasi pada remaja putri tentang penggunaan pantyliner. Saran pada penelitian ini bagi tenaga kesehatan memberikan edukasi terkait penggunaan pantyliner yang benar untuk meningkatkan pemahaman kebiasaan dan perilaku kebersihan diri dan organ reproduksi yang baik. Dan remaja putri diupayakan mampu menerapkan kebiasaan penggunaan pantyliner yang baik supaya tidak mengalami kejadian keputihan.
Perilaku Vulva Hygiene Saat Menstruasi dengan Kejadian Pruritus Vulva Anggi Nur Aini; Wiwik Afridah
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 1 No 1 (2021): May
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.725 KB) | DOI: 10.19184/biograph-i.v1i1.23628

Abstract

Pruritus vulva merupakan keluhan yang masih sering dialami oleh remaja terkait dengan gatal-gatal pada daerah kemaluan saat menstruasi, hal ini terjadi karena perilaku vulva hygiene yang kurang tepat. Literature review ini bertujuan untuk mengetahui perilaku vulva hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulva. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mencari jurnal melalui melalui database portal garuda dan google scholar dengan rentang 2015-2020. Kata kunci yang digunakan yaitu “perilaku hygiene menstruasi”, “kejadian pruritus vulva” dan “perilaku hygiene menstruasi, kejadian pruritus vulva”. Setelah dilakukan tahap screening dengan hasil 10 artikel yang sesuai dengan mereview dari latar belakang, metode, hasil, kesimpulan, intervensi dan luaran dari penelitian ini. Hasil menjelaskan bahwa perilaku vulva hygiene saat menstruasi terdapat 9 artikel dari total 10 artikel bahwa ≥90% mengalami pruritus vulva yang disebabkan kurang tepatnya dalam perilaku vulva hygiene saat menstruasi seperti menggunakan pembalut yang terlalu lama, penggunaan antiseptik, tidak mengganti celana dalam ketika basah, praktik vulva hygiene yang tidak tepat dan ketersediaan air bersih perilaku vulva. Kesimpulan pada penelitian ini perilaku vulva hygiene saat menstruasi yang tidak tepat mengakibatkan pada kejadian pruritus vulva. Saran pada penelitian ini bagi tenaga kesehatan memberikan edukasi terkait perilaku vulva hygiene saat menstruasi yang benar.
Gambaran Pengetahuan Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember tentang Menstrual cup Cynthia Indah Desita Putri; Esterlita Putri Pamungkasari; Leily Dita Sari; Salsabila Danila Putri; Saskia Dwi Amalia; Zilvi Fuadiyah Nur
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 1 No 2 (2021): November
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.696 KB) | DOI: 10.19184/biograph-i.v1i2.23497

Abstract

Menstrual cup adalah tampon untuk menstruasi yang dapat digunakan sebagai pengganti pembalut dan lebih ramah lingkungan. Menstrual cup masih belum diterima secara meluas oleh masyarakat. Sebagian besar perempuan belum memahami proses penggunaannya yang berbeda dari pembalut biasa. Terdapat pula kekhawatiran bahwa menstrual cup dapat mengurangi kesuburan dan hilang keperawanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang menstrual cup pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat angkatan 2018 di Universitas Jember. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 97 mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat angkatan 2018 di Universitas Jember sebagai responden penelitian yang ditetapkan melalui teknik simple random sampling pada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,7% responden mengenal menstrual cup dari informasi yang diterima baik melalui media sosial maupun media lainnya. Namun, tidak ada responden yang menggunakan menstrual cup. Sebagian besar responden (74,2%) memiliki pengetahuan yang baik tentang menstrual cup. Kendala rasa takut yang dialami oleh responden serta persepsi atau kepercayaan bahwa menstrual cup dapat menyebabkan robeknya selaput dara pada wanita menjadi penyebab rendahnya penggunaan menstrual cup. Perlu adanya edukasi berkelanjutan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat utamanya remaja sehingga rasa takut dan kendala untuk menggunakan menstrual cup dapat diatasi.
Analisis Pemahaman Pemenuhan Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini selama Masa Pandemi COVID-19 berdasarkan Karakteristik Ibu Amelia Putri; Karina Novia Widyani; Zulfa Mazida; Ahsanu Bil Husna; Yunita Permata Sari; Mauril Yunita Putri; Yulia Tri Wahyuni
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 1 No 2 (2021): November
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.284 KB) | DOI: 10.19184/biograph-i.v1i2.23522

Abstract

Usia dini merupakan masa emas tumbuh kembang optimal anak. Pemenuhan kebutuhan dasar anak sangat diperlukan anak-anak untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal. Pada kondisi pandemi, tidak semua anak berada pada kondisi yang baik untuk mendapatkan kebutuhan dasarnya dari orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik ibu dalam pemahaman terkait pemenuhan kebutuhan dasar anak usia dini yang terdiri dari usia, pendidikan, pendapatan dan pekerjaan ibu. Penelitian ini menggunaan desain analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orangtua anak usia dini (3-6) tahun khususnya ibu dari murid TK Al Amien Jember. Penentuan sampel dilakukan dengan simple random sampling dan diperoleh sampel sebesar 75 ibu. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 21 melalui uji chi-square dan spearman test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki pemahaman tinggi tentang pemenuhan kebutuhan dasar anak adalah ibu yang berusia antara 31 – 35 tahun, pendidikan terakhir D4/S1, bekerja penuh waktu dan memiliki pendapatan keluarga sebesar 4 – 5 juta per bulan. Berdasarkan analisis korelasi didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara karakteristik ibu dengan pemahaman ibu tentang pemenuhan kebutuhan dasar anak selama masa pandemik. Hal ini membuktikan bahwa di masa pandemi ini, sebagian besar ibu memiliki tanggungjawab besar dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak tanpa terpengaruh oleh berbagai karakteristiknya. Bagaimanapun status pekerjaannya, peran ibu dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak tidak bisa digantikan dan tidak menjadikan seorang ibu pekerja tidak memenuhi kebutuhan dasar anak yang terdiri dari asah, asih dan asuh.
Hubungan Karakteristik Ibu terhadap Perilaku Pemenuhan Kebutuhan Dasar Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi Covid-19 Noor Nadhila Amalia; Ivan Rizalfiandrinata; Anisa Kusumaningsih; Nur Aziza Wahdaliya; Frida Ni’matul Chusnah; Nizar Maulana Fachriansyah; Icha Hanifa Firdhaus
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 1 No 2 (2021): November
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.281 KB) | DOI: 10.19184/biograph-i.v1i2.23925

Abstract

Pandemi Covid-19 telah melanda seluruh dunia dengan jumlah kasus infeksi mencapai 97.233.164 orang dan di Indonesia sendiri telah terdapat 951.651 kasus hingga awal tahun 2021. Kondisi pandemi memicu berbagai permasalahan diantaranya orang tua yang harus menyeimbangkan penyesuaian pola pekerjaan, pekerjaan rumah, dan mengasuh anak. Saat pandemi, anak-anak usia dini tetap memiliki hak untuk dipenuhi kebutuhan dasarnya dimana peran ibu sangat penting terhadap pemenuhan kebutuhan dasar tumbuh kembang anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berlangsung optimalenelitian ini untuk mengetahui hubungan antara karakteristik ibu yang ditinjau dari pendidikan dan pekerjaan dengan perilaku pemenuhan kebutuhan dasar anak usia dini. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua anak usia dini (3-6) tahun khususnya ibu dari murid TK Al Amien Jember. Penentuan sampel dilakukan dengan simple random sampling dan diperoleh sampel sebesar 75 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji spearmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu adalah ibu bekerja penuh waktu (53,6%) dan memiliki tingkat pendidikan D4/S1 (61,9%). Secara statistik diketahui bahwa nilai p value sebesar 0,158 (p value >0,05) yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dan pekerjaan ibu dengan perilaku pemenuhan kebutuhan dasar anak usia dini selama masa pandemi. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan ibu dalam memenuhi kebutuhan dasar anak usia dini dapat dipengaruhi oleh faktor lain diantaranya walaupun ibu bekerja atau tidak menempuh pendidikan tinggi, informasi untuk meningkatkan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar anak dapat diperoleh dari berbagai media.
Hubungan Kepercayaan Dan Perawatan Tradisional Pada Masa Nifas Dengan Depresi Pascamelahirkan Qonita Azizah; Nur Ainy Fardana; Nining Febriyana; Endyka Erye Frety
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 1 No 2 (2021): November
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.193 KB) | DOI: 10.19184/biograph-i.v1i2.25369

Abstract

Depresi pascamelahirkan merupakan kondisi psikologis yang sering terjadi pada ibu nifas namun sering diabaikan. Angka kejadian depresi pascamelahirkan terus meningkat di seluruh dunia. Beberapa penelitian yang telah dilakukan di beberapa kota di Indonesia seperti di Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan Surabaya, mengungkapkan angka kejadian depresi pascamelahirkan cukup tinggi yaitu 11-35 %. Depresi pascamelahirkan memiliki banyak faktor risiko, namun penyebab pastinya masih dalam perdebatan. Kepercayaan dan perawatan tardisional pada masa nifas merupakan salah satu faktor yang sering terlewatkan, padahal Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari beragam suku dan kebudayaan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat adakah hubungan antara kepercayaan dan perawatan tradisional pada masa nifas dengan depresi pascamelahirkan. Metode penelitian ini adalah cross-sectional dan analitik. Jumlah sampel sebanyak 65 ibu nifas dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Sample yang digunakan yaitu ibu nifas hari ke 3 hingga 6 bulan pascamelahirkan, menikah dan tanpa Riwayat depresi sebelumnya. Penelitian dilakukan di Klinik Kita, PMB Siluh Ketut Armini dan PMB Renni Roostriyani di Depok Jawa Barat. Analisis data menggunakan uji chi-square. Persentase depresi pascamelahirkan di 3 tempat penelitian yaitu 41,5%. Hasil dari uji chi-suare bahwa tidak terdapat hubungan antara kepercayaan dan perawatan tradisional tertentu pada ibu terhadap depresi pascamelahirkan (p-value=0,869) dan tidak terdapat hubungan antara kepercayaan dan perawatan tradisional tertentu pada bayi terhadap depresi pascamelahirkan (p-value=0,367). Meskipun begitu, terdapat beberapa kepercayaan dan perawatan tradisional berbahaya yang masih banyak digunakan Ibu. Meskipun dari hasil penelitian ini tidak menunjukkan hubungan yang signifikan, tenaga Kesehatan perlu tetap memperhatikan dan mendampingi penggunaan kepercayaan dan perawatan tradisional pada masa nifas khususnya yang berbahaya.
Gambaran Gangguan Perilaku dan Emosional pada Remaja Usia 10-24 Tahun Berdasarkan Faktor Sosiodemografi (Analisis Data Susenas Tahun 2015) Udin Kurniawan Aziz; Indah Lutfiya; Iklil Sulaiman
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 1 No 2 (2021): November
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.739 KB) | DOI: 10.19184/biograph-i.v1i2.27873

Abstract

Fase remaja merupakan transisi anak menuju dewasa. Perubahan psikosial pada fase remaja merupakan fase perubahan paling penting dalam menunjang keberhasilan perkembangan di masa dewasa. Fase remaja merupakan fase yang rentan mengalami gangguan perilaku dan gangguan emosional. Kondisi sosial dan demografi di lingkungan sekitar remaja dapat membentuk pola perilaku remaja dan berisiko berkontribusi terhadap timbulnya gangguan perilaku dan gangguan emosional pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran gangguan perilaku dan gangguan emosional pada remaja usia 10-24 tahun berdasarkan faktor sosiodemografi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Tahun 2015. Sampel penelitian yaitu remaja yang mengalami gangguan perilaku dan atau emosional yaitu sebanyak 93 remaja. Hasil studi menunjukkan prevalensi remaja yang sedikit mengalami gangguan perilaku dan/atau emosional sebanyak 63 orang (67,74%), remaja yang seringkali mengalami gangguan perilaku dan/atau emosional sebanyak 22 orang (23,66%), dan remaja yang selalu mengalami gangguan perilaku dan/atau emosional sebanyak 8 orang (8,60%). Sebagian besar remaja yang mengalami gangguan perilaku dan atau gangguan emosional berusia 15-19 tahun, bersekolah, belum kawin, tidak memiliki keluhan kesehatan, bertempat tinggal di wilayah perkotaan, memiliki wealth index dengan kategori menengah, dan memiliki jaminan kesehatan. Peningkatan pengetahuan, pelatihan, dan advokasi tentang kesehatan mental pada remaja perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan perilaku dan emosional pada remaja.

Page 1 of 2 | Total Record : 15