cover
Contact Name
Wahyu Wijiaty
Contact Email
wahyuwijiaty@stthf.ac.id
Phone
+6281233777475
Journal Mail Official
admin@stthf.ac.id
Editorial Address
Rungkut Megah Raya Blok N 1-6 Jalan Kalirungkut No. 1-3 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 24774030     EISSN : 27984184     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
DUNAMOS adalah Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN 2798-4184 (online) dan 2477-4030 (print) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Happy Family Surabaya. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian dalam bidang ilmu Teologi Kristen, terutama yang bercirikan Kharismatik-Injili, dan bidang Pendidikan Agama Kristen.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Tinjauan Hermeneutik Profetik atas Teori-teori Penafsiran Akhir Zaman dalam Perjanjian Baru Jakub Santoja
DUNAMOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2015): Dunamos (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Happy Family

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kunci untuk mengurai berbagai penafsiran tentang persoalan-persoalan akhir zaman dalam Kitab Wahyu adalah metodologi penafsiran yang dikenal sebagai hermeneutik. Berangkat dari kesaksisan diri Kitab Wahyu sebagai ucapan nubuat (Why.19:10; Why.22:7b), telah ditemukan bahwa wacana nubuat itu adalah sedang menunjukkan peristiwa-peristiwa dalam rentang waktu mulai masa lampau, masa kini dan masa depan. (Aspek Present Tense dari kata kerja Yunani "erchomai" dalam Wahyu 22:7 adalah sedang menyajikan kembali proses keberlangsungan penggambaran visual Kedatangan Kristus yang Kedua). Karena petunjuk-petunjuk Kerajaan Allah telah dimulai sejak masa Yesus, waktu Ia sedang mengusir setan dengan kuasa Roh Kudus (Mat. 12:28), sampai Kedatangan Yesus yang kedua pada akhir zaman, maka Kerajaan Milenium telah dibuat menjadi nyata semenjak masa Yesus dan dalam masa Gereja, hingga kepenuhannya pada Kedatangan Yesus yang Kedua. Dengan menggunakan generik wacana nubuat berupa penglihatan-penglihatan dan gambaran-gambaran, maka gambaran-gambaran dari Kitab Wahyu harus ditafsirkan secara simbolis, termasuk kode-kode angka seribu, tujuh, seratus empat puluh empat ribu, dsb.
Turunnya Isa Putra Maryam pada Akhir Zaman: Suatu Tinjauan Historis-Filosofis Eskatologi Muslim Bambang Noorsena
DUNAMOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2015): Dunamos (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Happy Family

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menelusuri sejarah kata-kata kunci dalam eskatologi Islam: Al-Masih ad-Dajjal (Antikris), Dabat al-Ardhi (Binatang dari Bumi), dan Ya’juj wa Ma’juj (Gog dan Magog). Akar dari istilah “Al-Masih ad-Dajjal” berasal dari kata-kata Ibrani Aram Syria “Meshiha Daggala” (Antikris). Menurut suatu hadits Muhammad, pada satu pihak Isa Al-Masih (Yesus Kristus) akan menghancurkan Al-Masih ad-Dajjal, membebaskan non Muslim dari pajak Syariah, tetapi pada pihak lain, Ia akan menghancurkan salib dan membawa kemuliaan bagi Islam. Menurut satu hadits, pada hari kedatangan-Nya, Ia akan memimpin kaum muslim sebagai Imam Penyelamat (Imam Mahdi) dalam solat, tetapi menurut hadits lain, Ia menolak memimpin mereka dalam solat, karena mereka semua adalah pemimpin, dan Imam Penyelamat itu (Imam Mahdi) dari keturunan Muhammad akan berdiri di antara Isa Al-Masih dan kaum Muslim. Serupa dengan referensi Alkitab, Isa Al-Masih akan menghancurkan makhluk-makhluk penghancur yang banyak sekali yaitu Ya’juj wa Ma’juj (Gog dan Magog). Bertentangan dengan gambaran Alkitab tentang Binatang Antikris 666, “Dabat al-Ardhi” (Binatang dari Bumi) dipandang sebagai bukti kebesaran Allah.
Penemuan Papyrus Chester Beatty Bizantium 46 dan Konsekuensinya terhadap Penetapan Surat Ibrani Sebagai Kanon Perjanjian Baru Melvin Berlianno Setiawan
DUNAMOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2015): Dunamos (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Happy Family

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu problema yang paling sulit dalam Studi Perjanjian Baru adalah hal menetapkan kepengarangan surat Ibrani. Beberapa ahli berargumentasi bahwa pengarangnya adalah adalah Paulus, sementara yang lain mengatakan bahwa orang-orang lain lebih cocok sebagai pengarang. Artikel ini telah membahas problem itu dengan menunjukkan bahwa bukti penempatan surat Ibrani segera setelah surat Roma dalam papyrus Chester Beatty Bizantium 46 adalah suatu bukti tekstual masuknya surat tersebut dalam kanon Perjanjian Baru. Sementara asal-usul kerasulannya dari Barnabas dilandaskan pada fakta bahwa surat ini secara dominan dipenuhi dengan penguraian sistem keimaman Yahudi, yang daripadanya ia berasal. Namun demikian, keunikan yang paling menentukan dari konsep “perjanjian baru” sebagai lawan dari “perjanjian pertama”, mendukung kedekatan Branabas dengan Paulus karena ia-lah yang memromosikan kedudukan pembela baginya dalam hal pembebasan dari kewajiban sunat bagi Gereja Antiokhia.
Urgensi dan Metode Penanaman Pendidikan Kristiani pada Anak Usia Dini Hilda Dina Santoja
DUNAMOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2015): Dunamos (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Happy Family

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada pandangan tentang spiritualitas anak yang menyatakan bahwa spiritualitas anak tidak dapat diukur karena hal itu abstrak. Spiritualitas seorang anak tidak dapat dilihat karena anak itu sendiri tidak dapat diajari tentang sesuatu yang abstrak atau tak keluhatan seperti konsep atau roh. Pandangan ini didapat dari penelitian atas pandangan guru-guru Kristen, anak-anak, dan orang tua. Selanjutnya para guru Kristen itu meyakini bahwa orang tua-lah yang terutama bertanggungjawab membesarkan anak dengan pengayaan rohani dan pengenalan akan Allah melalui keluarga itu. Dari penelitian, ternyata ditemukan bahwa anak-anak dapat menguraikan konsep tentang Allah dalam bentuk media gambar dan mereka mengenali Allah melalui contoh kehidupan sehari-hari. Ada pandangan lain lagi menyatakan bahwa pendidikan Kristiani belum diperlukan pada tahap-tahap perkembangan anak di usia dini. Para guru Kristen tidak setuju dengan pandangan itu, karena menurut mereka, dalam kenyataan, orang tua adalah dua orang yang telah berperan sebagai pihak yang telah dipercaya llah untuk membesarkan anak. Beberapa orang tua mengatakan hal yang sama. Namun anak-anakn dan para orang tua memiliki beda pandangan dan ekspresi dalam membahas Allah sebagai subyek. Ditemukan bahwa anak-anak dapat mengekspresikan pengetahuan tentang Allah dalam gambar, dan ketika usia mereka bertambah, nampak bahwa mereka dapat mendiskripsikan konsep abstrak tentang Allah yang menunjukkan bahwa mereka memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang Allah yang menunjukkan bahwa mereka memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang Allah dan kepercayaan yang lebih teguh tentang keberadaan Allah. Ekspresi itu muncul dalam bentuk diskripsi berupa ceritera, pengalaman, dan bermacam-macam contoh perbuatan-perbuatan Allah dalam kehidupan mereka. Berdasarkan temuan ini, maka penanaman pendidikan Kristiani dalam hidup anak-anak sungguh diperlukan dan dapat dilakukan. Pengaruh penanaman itu dapat diamati ketika mereka menujukkan tindakan mereka atau ketika mereka menerapkan teori ke dalam praktek. Para orang tua harus menolong anak-anak mereka dengan memberikan contoh hidup yang baik bagi anak-anak itu setiap hari dan dengan secara konsisten mengulanginya.
Pentingnya Bahan Tercetak untuk Komsel Xavier Quentin Pranata
DUNAMOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2015): Dunamos (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Happy Family

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, ada banyak gereja di Indonesia yang didasarkan pada sel-sel. Suatu gereja sel, menurut Wikipedia, adalah suatu struktur gereja Kristen yang berpusat pada pertemuan-pertemuan rutin kelompok-kelompok sel. Sementara itu suatu gereja yang memiliki sel-sel bukanlah suatu gereja sel. Apakah suatu gereja adalah gereja sel atau tidak, ada suatu kebutuhan akan materi yang cocok untuk kelompok-kelompok sel dalam kedua gereja tersebut. Menurut para pemimpin Gereja dan pemimpin Kristen – seperti Benjamin Franklin, George Verwer dan Billy Graham – materi-materi tercetak amat manfaat materi baik untuk pembentukan karakter dan penginjilan dunia. Sebagai jurnalis dan penulis selama lebih dari 30 tahun, pengarang artikel ini telah menemukan manfaat materi cetakan bagi pertumbuhan rohani, khususnya melalui kelompok-kelompok sel. Untuk menguji apakah para anggota sel memerlukan materi cetakan, pengarang artikel ini telah membuat kuesionerdan membagikannya di antara para anggota Family Cell dalam Happy Family Center. Dari 49 responden 88% mengatakan bahwa mereka membutuhkan materi untuk Family Cell.
Urgensi Teologia Ibadah di Era Kontemporer: Suatu Refleksi Teologis Christian Bukanaung
DUNAMOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2015): Dunamos (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Happy Family

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibadah Kristen yang benar hanya dapat dikatakan sebagai ibadah yang sejati, ketika ibadah itu dibangun di atas suatu landasan pemahaman teologi. Ibadah Krsiten adalah suatu “perjumpaan” dengan Allah, di mana orangorang percaya mengabdikan diri mereka secara penuh, dengan cara memproklamasikan kebesaran, kemuliaan, dan keagungan dari pribadi dan karya Allah, bahkan ibadah Kristen harus mengandung unsur-unsur Trinitas, yakni berjumpa dengan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, dalam pribadi ilahi dari kekudusan, kasih, keindahan, dan kuasa. Karena pengaruh perubahan-perubahan dalam budaya kontemporer, suatu pergeseran paradigma dalam makna dan teologi ibadah telah terjadi, ketika Allah tidak lagi menjadi obyek dan subyek ibadah (Allah adalah satu-satunya yang harus disembah, dan Allah adalah satu-satunya yang memampukan umat-Nya untuk menyembah Dia, tetapi para penyembah telah menjadi Allah, ibadah tidak lagi didasarkan konsep-konsep alkitabiah, perjanjian, dan Trinitarian atau bahkan Kristologis, tetapi sebaliknya semua kegiatan religius tersebut diorganisasikan menurut gagasan, oleh upaya, dan untuk kepentingan si penyembah. Hakekat ibadah, dalam arti “perjumpaan” dengan Allah telah diganti dengan pemenuhan kebutuhan pribadi, oleh pengaruh teologi kontemporer dalam arti bukan suatu era atau waktu tertentu, tetapi filsafat kerohanian yang telah menjadi sumber dari pikiran manusia, manusia yang penuh kesalahan, yang mencari hikmat dan kebenaran di luar Allah di dalam ibadah itu.
Doktrin Trinitas dalam Pluralisme Agama di Indonesia Yosua Sibarani
DUNAMOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2015): Dunamos (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Happy Family

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepanjang era modern dan post-modern, keinginan untuk hidup dalam keselarasan diantara orang-orang yang memiliki kepercayaan atau iman yang berbeda-beda, telah mendorong suatu pluralisme yang telah menyingkirkan keyakinan pada pentingnya pewahyuan Kristen, termasuk ajaran Trinitas. Pada kenyataannya, hal ini dapat diamati dalam hidup beragama orang-orang di Indonesia. Pluralisme di Indonesia mengandung potensi merusak dasar-dasar iman Kristen, khususnya ajaran Trinitas, jika tidak ada respon yang benar dalam proses dialog. Orang Kristen seharusnya tidak mengabaikan ajaran Trinitas demi penerimaan dirinya ke dalam lingkungan pluralisme agama. Pada akhir artikel, pengarang ini mengusulkan suatu refleksi teologis dan implikasi-implikasi ajaran Trinitas di tengah-tengah kepelbagaian agama di Indonesia.
Analisis Teologis Akal Budi Manusia dan Relevansinya Bagi Iman Kristen Yosua Sibarani
DUNAMOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 (2021): Dunamos (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Happy Family

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.583 KB) | DOI: 10.54735/djtpak.v2i1.1

Abstract

Salah satu persoalan yang dihadapi oleh orang percaya adalah perdebatan tentang iman dan akal budi. Perdebatan ini berkaitan dengan peran akal budi dalam iman Kristen. Pada akhirnya muncul dua sisi berseberangan yaitu anti akal budi dan pengagungan terhadap akal budi. Pemahaman seseorang tentang hal tersebut tentu mempengaruhi praktek hidup sebagai orang percaya. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan relevansi akal budi bagi iman Kristen. Untuk mencapai tujuan itu, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Alkitab tidak pernah melarang orang percaya untuk menggunakan akal budi yang dianugerahkan Allah. Orang percaya harus memiliki akal budi yang dibaharui oleh Roh Kudus untuk dapat mengerti kehendak Allah melalui firman Allah sehingga pertumbuhan iman dapat tercapai (Ef. 4: 23 ; Rm. 10: 17).
Efektivitas Metode Montessori dalam Pendidikan Agama Kristen Anak Usia Dini Wahyu Wijiati
DUNAMOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 (2021): Dunamos (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Happy Family

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.163 KB) | DOI: 10.54735/djtpak.v2i1.2

Abstract

Pendidikan agama Kristen pada anak usia dini sangalah penting. Karena usia dini (usia 0-6 tahun) merupakan masa emas perkembangan manusia yang sangat menentukan perkembangannya pada masa yang akan datang. Jika pendidikan agama Kristen pada masa ini berhasil, maka kehidupan pada usia dewasa akan baik. Oleh karena itu diperlukan metode pengajaran yang tepat. Metode montessori dipandang sebagai metode yang efektif untuk pendidikan agama Kristen anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripstif melalui studi literatur pustaka untuk menggali secara mendalam berbagai hal tentang metode Montessori bagi anak usia dini. Selain itu, penulis juga melakukan observasi pada anak usia dini untuk mendapatkan penerapan metode Montessori yang tepat dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen. Hal tersebut untuk menjelaskan secara mendalam bahwa metode Montessori efektif dalam Pendidikan Agama Kristen anak usia dini.
Argumentasi Teologis Tentang Ineransi Alkitab Steven Tommy Dalekes Umboh
DUNAMOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 (2021): Dunamos (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Happy Family

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.1 KB) | DOI: 10.54735/djtpak.v2i1.3

Abstract

Selama berabad-abad, telah timbul segelintir orang-orang maupun golongan yang memperdebatkan ineransi Alkitab. Para penentang yang mempertanyakan keabsahan Alkitab sebagai firman Allah cenderung menolak finalitas kemurnian Alkitab sebagai sabda Ilahi. Metode yang digunakan dalam menguaraikan topik pada tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendetakan studi literatur atau kepustakaan. Tujuan topik ini ditulis untuk memberikan sketsa pemahaman bagi pembaca mengenai ketidak-bersalahan Alkitab terhadap golongan yang mempertanyakan infabilitas Alkitab. Hasil pada pembahasna topik ini Alkitab seutuhnya firman Allah jika dikaji dari bingkai teologis, empiris dan historisrnya. Dari sisi teologi, Alkitab sepenuhnya firman Allah melalui ilham Roh Kudus dan berbagai penyataan Allah sendiri. Dari sesi empiris ditemukannya fakta-fakta faktual melalui kajian-kajian arkeolog mengenai tempat, peristiwa dan benda-benda yang diriwayatkan oleh Alkitab. Dari hal itu menandakan keineransian Alkitab sebagai sabda Tuhan.

Page 1 of 2 | Total Record : 19