cover
Contact Name
Romelus Blegur
Contact Email
romeblg085@gmail.com
Phone
+6281335997085
Journal Mail Official
jti.sttatianjungan21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Anjungan Melancar Gg. Durian No. 7, Anjungan Melancar, Anjongan, Pontianak, Kalimantan Barat 78353
Location
Kab. mempawah,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teologi Injili
ISSN : -     EISSN : 2798303X     DOI : https://doi.org/10.55626/jti
Jurnal Teologi Injili adalah jurnal ilmiah bidang teologi injili yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak. Menerima naskah dari para peneliti teologi injili, dosen, mahasiswa, dan praktisi yang akan memperkaya keilmuan teologi injili. Jurnal ini menerima naskah-naskah dengan scope Teologi: Teologi Sistematika; Penelitian Biblikal: Tafsir Perjanjian Lama, Tafsir Perjanjian Baru, Pengembangan Metode Tafsir, Teologi Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru; Misi dan Pertumbuhan Gereja: Teologi Penginjilan, Strategi Penginjilan, Misiologi, Pelayanan Lintas Budaya, Pertumbuhan Gereja, Misi Kontekstual, Pembinaan Warga Gereja, Sejarah Gereja; Pastoral: Teologi Pastoral, Pastoral Konseling; Kepemimpinan: Teologi Kepemimpinan, Etika Kristen atau Gereja, Manajemen Gereja; Pendidikan Agama Kristen : Pendidikan Kristiani dalam Keluarga, Sekolah, Gereja dan Masyarakat, Teologi PAK, Strategi Pembelajaran.
Articles 36 Documents
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Di Sekolah Lenda Dabora J.F. Sagala; Elsi Susanti Br Simamora; Sri Yulianti
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.988 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i1.1

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, di mana anak remaja sudah meninggalkan usia anak-anak mereka dan mulai memasuki usia dewasa. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis atau pendekatan penelitian yang berupa studi kepustakaan. Adapun hasil penelitian ini ialah ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja, yakni faktor dari dalam diri anak, faktor keluarga, dan faktor lingkungan baik sekolah maupun lingkungan sosial. Kemudian adapun jenis-jenis kenakalan remaja yang sedang marak di sekolah-sekolah ialah tauran antar pelajar, minum-minuman keras, merokok, narkoba, seks bebas dam bolos sekolah. Peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam menanggulangi masalah kenakalan remaja adalah Pertama, dalam konteks Kristen yang harus dilakukan adalah mendidik sesuai ajaran Alkitab; Kedua membimbing kerohanian anak; Ketiga, membangun kesadaran tentang upah dosa. Secara umum peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam mengatasi kenakalan remaja adalah membina karakter anak, membimbing dan menyelesaikan masalah anak. Adolescence is a period of transition from children to adults, where teenagers have left the age of their children and are starting to enter adulthood. In this study, the author uses a type or research approach in the form of a literature study. The results of this study are that there are several factors that influence juvenile delinquency, namely factors from within the child, family factors, and environmental factors both at school and in the social environment. Then as for the types of juvenile delinquency that are currently rife in schools, namely interactions between students, drinking, smoking, drugs, free sex and skipping school. The role of Christian Religious Education teachers in tackling the problem of juvenile delinquency is First, in a Christian context what must be done is to educate according to the teachings of the Bible; Second, guide the children's spirituality; Third, build awareness about the wages of sin. In general, the role of Christian Religious Education teachers in overcoming juvenile delinquency is to foster children's character, guide and solve children's problems.
Kecerdasan Emosi Dalam Kempemimpinan Kristen di Abad 21 Krido Siswanto; Ayu Rotama Silitonga
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.697 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i1.2

Abstract

Christian leadership is leadership that is able to encourage and move the people being led to carry out activities that have been designed. In the 21st century, many changes have occurred. As a Christian leader, you must be able to follow developments and answer every problem experienced by the people you lead. In leading, it is necessary to have a skill, namely to have a heart that is willing to serve like Jesus. In this case, emotional intelligence is needed in Christian leadership to control and understand the feelings that are actually being experienced, so that leaders are able to make wise decisions. The question is what are the importance of emotional intelligence in Christian leadership? This paper aims to understand and understand some of the importance of emotional intelligence in Christian leadership. The method used is the Literature method by observing books and journals to support writing.
Implementasi Habakuk 3:17-19 Pada Masa Pandemi Covid 19 Oleh Gereja Masa Kini Yohanis Kotte
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.453 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i1.4

Abstract

Nilai-nilai ajaran dalam Alkitab: taat, setia, hidup kudus, dapat dibuktikan hanyalah ketika berhadapan dengan kesulitan, tantangan, cobaan bahkan penyakit. Habakuk menegaskan tiga kelebihan orang yang percaya kepada Tuhan: beriman, bersukacita dan tegar di masa sulit. Tiga nilai ini tidak ditemukan pada orang di luar Tuhan, hal ini luar biasa melebihi kodrad alamiah manusia itu sendiri. Bagaimana implementainya pada masa covid 19? Penelitian menggunakan penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan data berupa dokumen, buku teologi, tafsiran bahkan teks Alkitab, majalah, artikel, dan berita. Nuh, Abraham, Ayub telah mengimplementasikan prinsip-prinsip dan nilai-nilai sebagaimana juga ditegaskan dalam Habakuk. Tiga nilai utama Habakuk 3:l7-l9, beriman artinya mendengar, mentaati dan setia melakukan apa yang didengar serta meyakini Tuhan kekuatan yang berdaulat atas hidup atau kematian; bersukacita artinya ekspresi sikap respon yang tulus disertai dengan motivasi di dalam Tuhan dan hanya untuk memuliakan Tuhan dalam situasi sulit maupun situasi gampang; tegar artinya tidak tergoyahkan oleh angin, gelombang, badai karena alam maupun karena manusia. Masa Covid 19 gereja mengimplementasikan dengan upaya membina dan memperteguh umat untuk hidup beriman, tetap bersukacita dan tegar di masa sulit melalui luring dan daring.
Peran Pengawas Pendidikan Dalam Melakukan Pembinaan Dan Peningkatan Kemampuan Guru Selama Pendemi Minta Minaria; Talizaro Tafonao
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.85 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i1.5

Abstract

Tujuan dalam penulisan artikel ini melihat bagaimana peran pengawas dalam mengefektifkan pelaksanaan pembelajaran dalam sistem daring. Pembinaan, supervisi dan monitoring yang sudah dilaksanakan selama ini terlihat belum maksimal dengan berbagai kendala yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode penelitian kuantitatif. Hasil yang didapatkan melalui kegiatan ini adalah (1) Guru mampu memahami penerapan PJJ dan merancang Rencana pelaksanaan Pembelajaran jarak jauh (PJJ), (2) Guru mampu merencanakan pelaksanaan pembelajaran BDR yakni membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) yang simple dengan cara memilih metode dan menyajikan materi pembelajaran yang sesuai kondisi penanganan dalam menghadapi masa darurat Covid-19, (3) Guru mampu menggunakan IT seabgai penunjang dalam pelaksanaan PJJ untuk memfasilitasi anak dalam kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR). Dengan demikian bahwa pelaksanaan kegiatan monitoring terhadap pembinaan kepada guru-guru selama pandemi dapat berpengaruh positif dalam kinerjanya.
Efektivitas Konseling Kristen Melalui Pendidikan Dalam Keluarga Kristen Arianus Hermanus Illu; Leniwan Darmawati Gea
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.261 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i1.6

Abstract

Konseling Kristen memegang peranan penting dalam hidup orang percaya yang selalu diperhadapkan dengan banyak persoalan hidup. Karena banyaknya masalah yang dihadapi serta sulitnya jalan keluar yang diperoleh, maka melalui konseling Kristen orang percaya dibimbing ke arah penyelesaian masalah hidup menurut kehendak Allah. Melalui bimbingan itulah pendidikan Kristen memperoleh tempat yang penting sebagai wujud ketidakterpisahannya dengan konseling Kristen. Sinergitas itu tampak melalui tujuan masing-masing bidang tersebut, sebab sama-sama bertujuan membimbing orang percaya untuk menyadari akan dosa dan mengenal Tuhan Yesus Kristus. Dengan demikian, maka konseling Kristen jelas efektif melalui pendidikan Kristen. Ruang lingkup kedua bidang tersebut amat luas, sehingga tulisan ini akan difokuskan pada dan dalam ruang lingkup keluarga Kristen sebagai wadah untuk pengaktualisasiannya.
Pilihan Allah Atas Israel: Masih Relevankah di Masa Kini? Jannen Pangaribuan
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.432 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i2.9

Abstract

Apakah masih relevan untuk membicarakan pilihan Allah atas Israel pada masa kini? Eksistensi Israel hingga masa kini selalu dikaitkan dengan statusnya sebagai bangsa pilihan Allah. Berkembang tiga pemahaman terhadap pilihan Allah atas Israel yang masing-masing memiliki konsekuensi teologis, yakni pertama dari sudut pandang teologi penggantian; kedua dari sudut pandang teologi pemisahan dan ketiga dari sudut pandang teologi sisa. Ketiga pandangan ini akan dikritisi dan diperbandingkan untuk melihat relevansi pilihan Allah atas Israel sebagai bangsa hingga pada masa kini. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian studi pustaka terhadap ketiga pandangan teologis terhadap pilihan atas bangsa Israel. Ditemukan bahwa pandangan teologi sisa memberi pemahaman yang lebih sesuai dengan konsep biblika terhadap pemilihan Allah atas Israel. Pandangan ini juga memberi arahan terhadap sikap yang tepat dalam hubungannya dengan konflik yang masih terus terjadi di Timur Tengah berkaitan dengan tanah Palestina.
Urgenitas Penerapan Kurikulum Pendidikan Agama Kristen dalam pelayanan anak sekolah Minggu Samuel Agus Setiawan; Andrias Pujiono
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.202 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i2.10

Abstract

Artikel ini berasal dari keprihatinan penulis terhadap pelayanan anak-anak sekolah minggu didalam gereja. Sampai saat ini banyak dari pelayan anak belum memahami pentingnya penerapan sebuah kurikulum yang baik dalam pelayanannya. Hal ini memberikan kesan bahwa pelayanan anak sekolah minggu seperti kurang diperhatikan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan masukan terhadap gereja dan para pelayanan anak sekolah minggu terkait pentingnya sebuah kurikulum dalam pelayanan anak sekolah minggu. Dalam proses penelitiannya tulisan ini akan mengkaji urgenitas penerapan kurikulum Pendidikan Agama Kristen dalam pelayanan anak sekolah minggu di gereja. Proses pengkajian dalam tulisan ini juga menggunakan sumber-sumber yang terpercaya baik buku, jurnal ilmiah dan referensi lainnya untuk mendukung tulisan ini. Melalui tulisan ini harapan penulis adalah timbulnya kesadaran bahwa anak-anak sekolah minggu juga memerlukan suatu kurikulum dalam proses belajar dan mengenal kebenaran Firman Tuhan dalam gereja.
Minimalisir Konflik dalam Gap Generasi Melalui Pendekatan Komunikasi Interpersonal Hengki Irawan Setia Budi
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.453 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i2.11

Abstract

  Generasi merupakan sekelompok orang yang memiliki kesamaan tahun kelahiran dalam kurun waktu tertentu, historis kehidupan tertentu yang berpengaruh secara signifikan pada fase pertumbuhan manusia. Pengelompokan generasi mulai dari generasi baby boomer sampai generasi Z dan bahkan pada abad 22 memasuki generasi Alfa, terjadi kesenjangan usia yang begitu tajam, kesenjangan penampilan dan gaya hidup, kesenjangan persepsi, kesenjangan pengalaman, kesenjangan perilaku dan tentunya kesenjangan komunikasi, ini yang kemudian disebut dengan gap generasi. Gap generasi ini rawan akan konflik. Penanganan kesenjangan yang kurang baik akan berakibat konflik. Konflik yang semakin tajam antar generasi ini akan berakibat output yang bersifat merusak. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana setiap generasi saling mengenal dan memahami, disertai pendekatan gaya komunikasi interpersonal yang efektif dengan harapan meminimalisir konflik. Adapun metode yang digunakan adalah penggabungan teknik wawancara, observasi lapangan dan observasi literatur yang disesuaikan dengan topik bahasan.
Pendidikan Kristen dalam Bingkai Multikulturalitas Bangsa Indonesia: Suatu Perspektif terhadap Amanat Agung dalam Matius 28:19-20 Leniwan Darmawati Gea
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.696 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i2.12

Abstract

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan keberagaman etnis, budaya dan agama. Karena itulah Indonesia adalah bangsa yang bercorak multikultural. Dalam konteks yang demikian itulah Kekristenan hadir dan eksis dengan penuh ketegangan dan kontradiksi dalam mengupayakan tujuan bersama. Pihak-pihak lain pun berada dalam ketegangan yang serupa, namun ada yang berupaya menyeragamkan perbedaan tersebut dengan mengancam multikulturalitasnya. Dampaknya adalah radikalisme yang mendiskriminasi kaum minoritas dari berbagai sisi. Meskipun demikian, penyeragaman bukanlah cara kekristenan bereksistensi, sebab kekristenan sendiri berdimensi multikultural. Dimensi itulah yang menjadi penekanan Amanat Agung Tuhan Yesus dalam Matius 28:19-20. Corak pendidikan yang ditekankan dalam teks tersebut penting, sebab bersinergi dengan konteks multikulturalitas bangsa Indonesia. Oleh karena itulah peneliti merujuk pada teks tersebut sebagai bahan penelitian, sekaligus sebagai salah satu upaya yang ditawarkan untuk merawat keberagaman melalui eksistensi pendidikan Kristen. Pokok pentingnya adalah bahwa, pendidikan Kristen harus berdimensi multikultural, dengan tujuan utamanya yaitu memuridkan dunia bagi Kristus. Untuk tujuan penelitian tersebut, maka peneliti menggunakan metode penelitian pustaka sebagai bahan kajian.
Implikasi Latar Belakang Kehidupan dan Pelayanan Rasul Paulus Bagi Pelayan Tuhan Sabda Budiman; Yabes Doma
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.726 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i2.13

Abstract

Guna memahami konsep teologi Paulus, perlu sekali untuk mempelajari latar belakang kehidupannya. Melalui pemaparan tentang latar belakang kehidupan Paulus, dapat ditarik implikasi bagi pelayan Tuhan pada masa kini, baik yang aktif melayani di organisasi gereja, bidang misi, maupun di sekolah. bagaimana latar belakang kehidupan rasul Paulus dari sebelum dan sesudah ia bertobat? Apa dan bagaimana pelayanan rasul Paulus setelah ia bertobat dan bagaimana masa akhir hidupnya serta bagaimana implikasi dari latar belakang kehidupan dan pelayanan Paulus bagi pelayan Tuhan saat ini? Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif-deskriptif. Dalam pembahasannya, penulis memaparkan tentang latar belakang kehidupan Paulus yang mencakup masa kelahiran Paulus, masa remaja Paulus, keluarga Paulus (termasuk status pernikahan Paulus), dan pelayanan Paulus sebelum ia bertobat, kisah pertobatan Paulus, pelayanan Paulus yang mana perjalanan misinya. Implikasi latar belakang dan pelayanan rasul Paulus bagi pelayan Tuhan ialah pelayan Tuhan dituntut untuk memiliki wawasan yang luas, memiliki kisah pertobatan yang jelas, menghidupi panggilan, serta memiliki visi pelayanan yang jelas dan terstruktur. Dengan demikian, latar belakang kehidupan Paulus tidak hanya sebagai pengantar bagi seseorang untuk memahami teologi Paulus, tetapi juga ada implikasi yang dapat diterapkan bagi pelayan Tuhan saat ini.

Page 1 of 4 | Total Record : 36