cover
Contact Name
Riszqina
Contact Email
prodipeternakan@unira.ac.id
Phone
+6285940333753
Journal Mail Official
maduranch@unira.ac.id
Editorial Address
Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Madura Jl. Raya Panglegur Km 3,5 Pamekasan Phone: (0324) 322231 website: https://fp.unira.ac.id/
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
MADURANCH: JURNAL ILMU PETERNAKAN
  • jurnal_peternakan_maduranch
  • Website
Published by Universitas Madura
ISSN : 25283057     EISSN : 28286367     DOI : -
Jurnal MADURANCH merupakan Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Peternakan Universitas Madura, memuat artikel tentang kajian-kajian ilmu Pertanian dan peternakan yang diangkat dari hasil penelitian. Jurnal Maduranch terbit setahun 2 kali ( Agustus dan Februari )
Articles 57 Documents
PENCAPAIAN BREAK EVEN POINT (BEP) PETERNAKAN AYAM PETELUR YANG MENGGUNAKAN PAKAN PRODUK PABRIK SKALA KECIL (Studi Kasus Pada Peternakan Ayam Ras Petelur di Kabupaten Sidrap Sul-Sel) Irmasusanti Subaidah
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 9, No 1 (2012): HAYATI
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.648 KB)

Abstract

This aims of the study was to analyze the business economically layer poultry farms medium scale. The study was conducted with case studies and data were analyzed using analysis of the economic aspects of revenue, R/C ratio, Profit Margin (PM), and Break Event Point (BEP). The results showed that the layer farm business medium scale economically profitable. 
PERSEPSI PETANI PADI TENTANG INOVASI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DAN TINGKAT PENERAPANNYA Desi Maharani Agustini
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 10, No 10 (2013): HAYATI
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.811 KB)

Abstract

Research objectives were : (1) to descripe the farmer’s perception of Paddy Crop Integrated Management and its Implementation (2) to analyse correlation betwen farmer’s characteristic and their perception of Paddy Crop Integrated Management (3) to analyse correlation between farmer’s perception and the implementation of ICM. The study was conducted in the District Pamekasan, determining tehe location using purposive sampling technique. A number of 42 farmers were collected as respondents. To obtain data, both primary data and secondary data conducted by: interview, directly to the respondent farmer’s using a list of questions’s that havebeen organized and structured interview by using questionnare, observation for obtain about the state of the area to be examined by conducting surveys. To analyse the first goal using desciptiptive analytical, the second purpose is analyse correlation betwen farmer’s characteristic and their perception of Paddy Crop Integrated Management with chi square analysis, the third purpose is analyse correlation between farmer’s perception and the implementation of ICM with chi square analysis. The research results showed that respondents had enough information about ICM paddy. But for the farmer’s perception about BWD is too short. The level implementation of ICM paddy in pamekasan district was enougt high. The relationship betwen farmer’s characteristic and their perception of ICM paddy was correlate. The strong correlate was age, non formal education, and farmer’s income. The farmer’s perception abaout using BWD had strong correlate with the level implementation of BWD. 
PENGARUH LAMA SIMPAN TELUR ITIK TERHADAP PENURUNAN BERAT, INDEKS KUNING TELUR (IKT), DAN HAUGH UNIT (HU). Joko Purdiyanto
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 3, No 1 (2018): Maduranch Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.852 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kualitas telur itik yang disimpan pada suhu kamar yang meliputi penurunan  berat, penurunan indeks kuning telur (IKT), dan penurunan nilai haugh unit (HU). Telur yang digunakan dalam penelitian ini adalah telur itik segar yang berumur 1 hari sebanyak 45 butir yang berasal dari peternak telur itik, dilakukan sortasi dari bentuk dan ukuran yang hampir sama. Sebelum disimpan telur itik terlebih dahulu dibersihkan dengan kain basah,  diberi label dan  disimpan  pada suhu ruang ± 27 0C. Data primer yang diambil adalah : suhu ruang, berat telur, tinggi kuning telur, diameter kuning telur, tinggi putih telur tebal, dan diameter putih telur. Data yang diperoleh disajikan dalam grafik untuk mengetahui tingkat penurunan masing-masing parameter yang diukur. Berdasarkan hasil penelitian, penyimpanan telur itik pada suhu 27 °C selama 35 hari akan mengalami penurunan berat sebesar 8.01 %. Indeks kuning telur, maka telur itik yang disimpan selama 20 melebihi 20 hari, maka nilai indeks kuning telurnya < 0.3 yang merupakan nilai indeks kuning telur dibawah rata-rata telur segar, hal ini menunjukkan bahwa telur sudah mengalami penurunan kualitas. Dan jika dilihat dari nilai haugh unitnya, dapat dijelaskan bahwa telur itik yang disimpan selama 10 hari masih dalam kualitas A, dan telur dengan lama penyimpanan sampai 20 hari termasuk dalam kualitas B, sedangkan telur yang disimpan setelah 20 hari termasuk telur dalam kelompok kualitas C.
PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN PADA PEMERAHAN PAGI DAN SORE (DITINJAU DARI UJI BERAT JENIS, KADAR LEMAK DAN UJI REDUKTASE) Mohammad Fikri Rizqi Amrulloh
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 3, No 2 (2018): MADURANCH:Jurnal-Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.137 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan produktivitas susu dan mutu berdasarkan berat jenis, kadar lemak, dan uji reduktase. Penelitian ini menggunakan susu segar dari 130 sapi peranakan Friesian Holstein yang dikumpulkan di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabun. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan random sampling dan wawancara. Variabel penelitian ini adalah produksi susu, berat jenis, kandungan lemak, dan uji reduktase. Hasil penelitian yang ditunjukkan dengan analisis deskriptif menggambarkan bahwa produksi susu dipengaruhi oleh waktu pemerahan. Produksi rata-rata susu di pagi hari adalah 6.65 ℓ/ekor/hari dan 4.33 ℓ/ekor/hari di sore hari dengan selang waktu 10 jam dari pagi hingga sore hari. Berat jenis 1.025 pada pemerahan pagi dan 1.023 pada pemerahan sore hari. Kandungan lemak pada pemerahan pagi 4.46% dan pemerahan sore hari adalah 4,79%. Selang waktu pemerahan tidak berpengaruh terhadap hasil uji reduktase. Kesimpulan dari penelitian ini adalah selang waktu pemerahan mempengaruhi produksi susu, berat jenis dan kadar lemak sedangkan uji reduktase tidak berpengaruh.
EFEK PERBEDAAN TEKNIK PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS HAY RUMPUT ODOT Desi Agustina
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 6, No 1 (2021): MADURANCH JURNAL ILMU-ILMU PETERNAKAN
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.6 KB)

Abstract

Rumput odot merupakan salah satu jenis rumput unggul yang produktivitas dan kandungan zat gizi yang cukup tinggi. Produksi rerumputan dapat mencapai 60 ton / ha / panen, dengan produksi dan kandungan nutrisi yang cukup tinggi dibandingkan dengan jenis rumput gajah yang lain membuat rumput odot yang digunakan untuk pakan ternak dalam berbagai bentuk, seperti hay. Hay adalah hijauan pakan ternak yang dikeringkan dengan bantuan panas matahari atau panas buatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh teknik pengeringan yang berbeda terhadap nilai nutrisi rumput hay rumput (Pennisetum purpureum cv.Mott). Materi yang digunakan adalah rumput odot sebagai bahan utama, terpal, termometer, pisau, timbangan digital, oven 60 ° C, kertas label, plastik, dan kantong kertas. Metode penelitian menggunakan metode percobaan dengan teknik pengeringan sebagai perlakuan yaitu P1 (Pengeringan panas matahari 21 jam) dan P2 (Pengeringan oven 60 ° C 21 jam) serta masing-masing perlakuan dilakukan 2 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengeringan panas matahari 21 jam menghasilkan bahan kering 84,77%; protein kasar 7,31%; bahan organik 83,30% dan abu 0,39%. Sedangkan pada perlakuan pengeringan oven 60 ° C 21 jam menghasilkan bahan kering 86,21%; protein kasar 6,58%; bahan organik 82,51% dan abu 0,41%. protein kasar 7,31%; bahan organik 83,30% dan abu 0,39%. Sedangkan pada perlakuan pengeringan oven 60 ° C 21 jam menghasilkan bahan kering 86,21%; protein kasar 6,58%; bahan organik 82,51% dan abu 0,41%. protein kasar 7,31%; bahan organik 83,30% dan abu 0,39%. Sedangkan pada perlakuan pengeringan oven 60 ° C 21 jam menghasilkan bahan kering 86,21%; protein kasar 6,58%; bahan organik 82,51% dan abu 0,41%.
PERSEPSI PETERNAK SAPI MADURA TERHADAP PEMELIHARAAN SAPI SONOK DI KECAMATAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN Ahmad Yudi Heryadi; Rani Nur Fitrianti
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 7, No 1 (2022): Jurnal MADURANCH Vol 7 No 1 Februari 2022
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.189 KB)

Abstract

Wilayah Kecamatan Waru kabupaten Pamekasan sebagai salah satu sentra budaya sapi sonok, namun pemeliharanya masih terbatas karena dibutuhkan modal yang sangat besar dibandingkan dengan pemeliharaan sapi Madura biasa. Peternak merupakan faktor yang penting utuk mendapat perhatian, agar memiliki pandangan atau persepsi yang positif terhadap pemeliharaan sapi sonok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak sapi Madura terhadap pemeliharaan sapi sonok di Kecamatan waru Kabupaten Pamekasan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yang peneliti gunakan adalah observasi wawancara, kuisioner dan dokumentasi, kepada 50 orang peternak di kecamatan Waru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak yang positp akan dapat meningkatkan motivasinya untuk beternak sapi sonok. Untuk lebih meningkatkan motivasi tersebut, peternak juga harus paham mengenai keuntungan beternak sapi sonok. Persepsi positip akan diikuti oleh motivasi yang kuat untuk memelihara sapi sonok lebih baik. Persepsi peternak juga didukung oleh karakteristik peternak seperti jumlah kepemilikan ternak, umur peternak, pendidikan terakhir, pengalaman usaha beternak, jumlah tanggungan keluarga, motivasi beternak, pendapatan usaha beternak, status penguasaan dan luas kepemilikan lahan, pekerjaan utama peternak dan tujuan pemeliharaan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN PADA USAHA PENJUALAN AYAM BROILER DI KECAMATAN SENDANA KABUPATEN MAJENE Susanti S Irma; Taufik DK; Suparman Suparman
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 7, No 1 (2022): Jurnal MADURANCH Vol 7 No 1 Februari 2022
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.337 KB)

Abstract

Rumusan masalah penelitian adalah faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi keuntungan penjualan ayam broiler di Kecamatan Sendana Kabupaten Majene. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan penjualan ayam broiler di Kecamatan Sendana Kabupaten Majene. Jenis penelitian ini adalah analisis yaitu menggambarkan atau menguraikan variabel penelitian yaitu faktor yang mempengaruhi keuntungan penjualan ayam broiler di Kecamatan Sendana Kabupaten Majene. Metode pengumpulan data berdasdarkan observasi dan wawancara. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Variabel penelitian terdiri variabel bebas (harga jual, ketersediaan ayam broiler, dan volume Penjualan) dan variabel terikat (keuntungan penjualan ayam). Data dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial harga jual, ketersediaan ayam , dan volume penjualan berpengaruh terhadap besarnya keuntungan penjualan ayam broiler. Secara simultan, faktor harga jual, ketersediaan ayam broiler dan volume penjualan berpengaruh terhadap keuntungan penjualan ayam broiler dengan kontribusi sebesar 87,9%, sedangkan sisanya 12,1% dipengaruhi oleh faktorfaktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
EVALUASI KUALITAS DENDENG YANG BEREDAR DI PASARAN KABUPATEN PEMEKASAN DENGAN METODA UJI SENSORIS Joko Purdiyanto
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 1, No 1 (2016): Maduranch Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.012 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dendeng yang paling diminati oleh konsumen di Kabupaten Pamekasan, sehingga dapat dipakai sebagai pedoman bagi para pengusaha dendeng untuk pengembangan produk olahannya. Sampel berupa dendeng dari berbagai merek yang dibeli di Toko Swalayan atau Pasar yang ada di Kabupaten Pamekasan. Dendeng hasil pembelian di pasaran, digoreng dan disajikan dalam cawan untuk dilakukan uji sensoris di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Madura. Jumlah Responden sebanyak 100 orang. Variabel yang dinilai :Tekstur, Warna, Rasa, dan Aroma. Pengujian Sensoris dengan menggunakan Metoda Hedonic Scale Test, masing-masing merek dendeng diberi kode dengan tiga angka untuk dilakukan penilaian. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan analisa sidik ragam atau Analisa Varians (Anova) serta dilanjutkan dengan Uji Rentang Newman-Keuls. Dendeng yang disukai konsumen di Kabupaten Pamekasan adalah dendeng yang berwarna coklat bersih, beraroma sedap, berasa manis dengan tekstur tidak keras.
APLIKASI PUPUK HAYATI (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) YANG TELAH DISIMPAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG Var. BISMA Nurul Hidayati; Hamim Hamim; Nisa Rachmania Mubarik
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 2, No 1 (2017): Maduranch Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.309 KB)

Abstract

Aplikasi pupuk hayati yang mengandung mikrob hidup dapat memacu pertumbuhan tanaman. Percobaan dimaksudkan untuk menguji viabilitas Bacillus sp., Pseudomonas sp., Azospirillum sp., dan Azotobacter sp. yang terdapat pada pupuk hayati dikeringkan dengan metode kering beku pada beberapa bulan penyimpanan. Viabilitas sel bakteri diuji setelah disimpan 0, 1, 2, 4, dan 6 bulan. Pupuk hayati tersebut diaplikasi pada tanaman jagung var. Bisma untuk diamati efektivitasnya. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 8 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan tanah tanpa pemupukan (P1); tanah dengan pupuk NPK (P2); tanah dengan kompos (P3); tanah dengan kompos dan pupuk hayati penyimpanan 0, 1, 2, 4, dan 6 bulan (P4-P8). Hasil uji menunjukkan viabilitas bakteri sedikit menurun setelah proses kering beku (freeze drying) kemudian stabil sampai penyimpanan 2 bulan. Setelah 2 bulan, viabilitas masing-masing bakteri yang terkandung dalam pupuk hayati menurun. Aplikasi pupuk hayati penyimpanan 0, 1, 2, 4, dan 6 bulan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Namun semakin lama penyimpanan menyebabkan efektivitas pupuk hayati untuk mendukung pertumbuhan dan produksi jagung menurun. Produksi jagung menurun dari 109.36 gram pada P5menjadi 70.46 gram pada P8.
KUALITAS SILASE RUMPUT GAJAH DENGAN BAHAN PENGAWET DEDAK PADI DAN TEPUNG GAPLEK syafi&#039;i moh; riszqina MP
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 2, No 2 (2017): Maduranch Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.543 KB)

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan kualitas silase dengan bahan pengawet yang berbeda (dedak padi halus dan tepung gaplek) dan (2) seberapa banyak bahan pengawet yang terbaik untuk pembuatan silase rumput gajah serta (3) bahan pengawet manakah yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret hingga April 2016 di Desa Pangereman Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode percobaan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial, jika ada perbedaan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (LSD). Perlakuan yang diberikan yaitu: D0 = rumput gajah 100%, D5 = rumput gajah + dedak padi 5%, D10 = rumput gajah + dedak padi 10%, D15 = rumput gajah + dedak padi 15%, G0 = rumput gajah 100% G5 = rumput gajah + tepung gaplek 5%, G10 = rumput gajah + tepung gaplek 10%, G15 = rumput gajah + tepung gaplek 15%. Masing-masing perlakuan dilakukan 4 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada hari ke 21. Variabel yang diukur adalah kualitas fisik silase rumput gajah meliputi parameter: wangi, rasa, warna, dan tekstur serta kualitas keasaman (pH silase). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan bahan pengawet dedak padi halus dan tepung gaplek terhadap kualitas fisik wangi, rasa, warna, tekstur serta kualitas pH silase rumput gajah memiliki pengaruh yang tidak nyata (P> 0.05), akan tetapi taraf perlakuan bahan pengawet 0%, 5%, 10%, dan 15% berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap kualitas fisik wangi, rasa, warna, dan tekstur serta kualitas pH silase rumput gajah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah: (1) Penggunaan bahan pengawet dedak padi tidak berbeda nyata dengan tepung gaplek terhadap kualitas silase rumput gajah (P> 0,05). (2) Taraf perlakuan 0%, 5%, 10%, dan 15% berpengaruh sangat nyata terhadap kualitas silase rumput gajah (P< 0,01). (3) Penggunaan bahan pengawet dedak padi halus dan tepung gaplek pada taraf perlakuan 15% memberikan hasil silase rumput gajah yang terbaik dengan lama pemeraman 21 hari.