cover
Contact Name
INDRIATI MARTHA PATUTI
Contact Email
indri.m.patuti@ung.ac.id
Phone
+6282221477786
Journal Mail Official
tekniksipil@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. B.J. Habibie, Moutong-Kec. Tilongkabila
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Composite Journal
ISSN : -     EISSN : 28075919     DOI : https://doi.org/10.37905/cj.v1i1.7
Core Subject : Engineering,
The journal aims to become an efficient means of publishing and distributing high-quality information from researchers, scientists, and engineers. The main scopes are as follows: Advances in Composite Materials, Computational Mechanics, Foundation and Retaining Walls, Slope Stability, Soil Dynamics, Soil-Structure Interaction, Pavement Technology, Tunnels and Anchors, Site Investigation and Rehabilitation, Ecology and Land Development, Water Resources Planning, Environmental Management, Earthquake and Tsunami Issues, Safety and Reliability, Geo-Hazard Mitigation, Case History and Practical Experience, Others
Articles 20 Documents
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL JALAN J. A. KATILI-JALAN TONDANO-JALAN MADURA DENGAN METODE PKJI Idrak Mamu; Yuliyanti Kadir; Indriati M. Patuti
Composite Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.104 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i1.5

Abstract

Persimpangan atau pertemuan jalan adalah titik temu antara dua jalan atau lebih yang memberikan pengaruh bagi kelancaran arus lalulintas pada kendaraan. Oleh karena itu untuk menunjang kinerja pada suatu simpang maka simpang tersebut digunakan sinyal alat pemberi isyarat lalulintas (APILL). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kinerja suatu simpang pada kondisi eksisting. Lokasi penelitian ini dilakukan di simpang BRI Andalas Jalan J. A. Katili, Jalan Tondano, dan Jalan Madura. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2014). Data primer yang diambil dari hasil survei langsung seperti geometrik simpang, volume arus lalulintas, dan waktu siklus sinyal pada simpang, sedangkan data sekunder diperoleh dari peta lokasi penelitian dan data jumlah penduduk yang diperoleh dari instansi badan pusat statistik. Hasil perhitungan diperoleh kinerja simpang tingkat pelayanan C dengan tundaan rata-rata simpang sebesar 15,29 det/skr pada puncak jam pagi, tingkat pelayanan C dengan tundaan rata-rata simpang sebesar 18,91 det/skr pada puncak jam siang dan tingkat pelayanan C dengan tundaan rata-rata sebesar 20,67 det/skr pada puncak jam sore. Alternatif perbaikan dapat meminimalisir nilai tundaan yaitu dengan perancangan dua fase isyarat dan didapatkan tingkat pelayanan B dengan tundaan rata-rata simpang sebesar 9,82 det/skr pada puncak pagi, dan mengubah perlebar jalur pendekat didapatkan tingkat pelayanan B dengan tundaan rata-rata simpang sebesar 14,97 det/skr pada puncak pagi. dengan kondisi simpang tersebut maka tidak perlu adanya perubahan kriteria desain karena sesuai dengan syarat Tingkat Pelayanan di PKJI.
ANALISIS POLA DISTRIBUSI DAN INTENSITAS CURAH HUJAN DI DAS BOLANGO BONE Meldiana Karim; Barry Yusuf Labdul; Rawiyah Husnan
Composite Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.457 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i1.7

Abstract

Heavy precipitation is among the causes of flooding. Bone Bolango is one of the flooding areas in Gorontalo. Since the parameters determining the discharge of the flood is precipitation, an analysis method for determining the distribution pattern and precipitation that fits the situation in the watershed area of Bolango Bone is required. Thereby, the present study aimed at analyzing the distribution pattern and the precipitation in the area. The analysis methods of rainfall distribution were the normal, log-normal, log Pearson type III, and Gumbel methods. In addition, the precipitation was examined using Talbot method, Sherman method, and Ishiguro method. The data consisted of daily precipitation data (the data from the last 10 years at minimum) from Alale station, Boidu, Longalo, Dulamayo Selatan, and Sogitia Permata. According to the results of parameter statistical analysis, the value of Cs, Cv, and Ck of the precipitation in 5 stations did not meet the requirements for normal distribution, log-normal, and Gumbel. The Cv value of Alale station, Boidu station, Longalo station, Dulamayo Selatan station, and Sogitia station is 0.3, 0.32, 0.19, 0.23, and 0.28, respectively. The Cs value of those stations, in consecutive order, is 3.45, 2.21, 1.33, 0.92, and 1.11, and the Ck value is 18.58, 6.64, 4.55, 2.08, and 3.99. On that ground, the distribution pattern that best fits the watershed area of Bone Bolango us the Log Pearson III. Further, the most appropriate measurement of the precipitation in the area is the Sherman method. This method has the lowest standard deviation value at 67.3 mm and the best correlation value at 1. The heaviest rainfall occurred in the duration of 5 minutes and the return period of 100 years. The precipitation in Alale station, Boidu, Longalo, Dulamayo Selatan, and Sogitia is 378.15 mm/hr, 250.78 mm/hr, 188.98 mm/hr, 300.76 mm/hr, and 358.82 mm/hr, respectively.
ANALISIS PENENTUAN TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN, ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY TRANS BRT KORIDOR I PROVINSI GORONTALO Nadia Fadilah Frinstin Lintang; Yuliyanti Kadir; Moh. Yusuf Tuloli
Composite Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.171 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i2.8

Abstract

Angkutan umum dalam pelayanannya diharapkan dilakukan secara cepat, aman, nyaman murah dan efisien. Salah satu angkutan umum yang beroperasi di Provinsi Gorontalo adalah Trans BRT yang termasuk dalam kategori Bus Rapid Transit. Trans BRT merupakan salah satu angkutan umum yang diminati oleh warga Gorontalo, khususnya mahasiswa dan pegawai. Beragamnya golongan masyarakat yang menggunakan bus ini menjadi salah satu faktor untuk menetapkan besaran tarif yang harus dibayar oleh pengguna Trans BRT. Tujuan penelitian ini menganalisis besaran nilai tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) serta menganalisis kelayakan dari segi finansial. Pengumpulan data dilakukan dengan survei langsung kepada pengelola kendaraan dan penyebaran kuesioner pada penumpang untuk mengetahui tingkat kemampuan dan kemauan penumpang dalam membayar tarif. Biaya operasional kendaraan dianalisis dengan menggunakan metode Departemen Perhubungan, sementara nilai ATP dianalisis menggunakan metode pendapatan keluarga dan WTP menggunakan metode persepsi pengguna. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh besaran tarif berdasarkan BOK sebesar Rp. 9.000 berdasarkan ATP sebesar Rp. 7.000 untuk kategori umum dan Rp. 2.500 untuk kategori pelajar dan berdasarkan WTP sebesar Rp. 4.500 untuk kategori umum dan Rp. 2.000 untuk kategori pelajar. Rekomendasi nilai tarif (RNT) untuk kategori umum sebesar Rp. 7.000 dan untuk kategori mahasiswa/pelajar Rp. 5.000. Hasil analisis kelayakan finansial investasi diperoleh nilai NPV < 0 dan BCR <1, maka investasi tersebut dinilai tidak layak dari segi finansial.
TINJAUAN KINERJA STRUKTUR YANG DIRANCANG BERDASARKAN SNI 1726-2002 TERHADAP SNI 1726-2012 (STUDI KASUS STRUKTUR SRPMK KDS D DI KOTA GORONTALO) Muhammad Farhan Mahendra Kelilaw; Rahmani Kadarningsih; Mirzan Gani
Composite Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.102 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i1.10

Abstract

Indonesia mempunyai pedoman dalam perencanaan bangunan gedung tahan gempa yaitu SNI- 1726-2012. Sebelum diterbitkannya SNI-1726-2012, untuk gedung tahan gempa Indonesia pernah mengacu pada SNI-1726-2002, dimana untuk perencanaan gempa dibagi menjadi 6 wilayah gempa dan mengganggap semua daerah di setiap kota memiliki respons spektra yang sama. Dengan adanya perubahan pedoman tersebut gedung yang dibangun bedasarkan SNI-1726-2002 perlu dievaluasi terhadap perubahan-perubahan ketentuan dalam SNI-1726-2012. Prosedur analisis menggunakan bantuan Program ETABS (Extended Three Dimensional Analysis of Bulilding Systems) versi 9.7 untuk gedung dengan SNI 1726 2002 dan versi 17.0.1 untuk gedung dengan SNI 1726 2012 yang meliputi analisis pembebanan hingga pemeriksaan kinerja struktur. Gaya-gaya ultimit penampang akan dikontrol berdasarkan nilai kapasitas yang diperoleh melalui tahap desain awal pada gedung semula baik untuk kapasitas momen dan geser untuk penampang balok dan kolom. Berdasarkan hasil analisis, kinerja struktur Gedung 8 lantai berdasarkan SNI 1726:2002 di Kota Gorontalo, masih memiliki simpangan antar lantai yang aman berdasarkan ketentuan SNI 1726:2002, yakni sebesar 10,006 mm lebih kecil dari yang diijinkan yaitu sebesar 12,35 mm, akan tetapi jika dievaluasi dengan SNI 1726:2012 simpangan antar lantai yang terjadi sebesar 95,31 mm lebih besar dari yang dijinkan SNI 1726:2012 yakni sebesar 70 mm dan penambahan kolom sebagai perkuatan sktruktur Gedung 8 lantai di Kota Gorontalo pada bagian eksterior gedung mampu menambah kekakuan struktur dan meredam simpangan antar lantai yang terjadi dari 95,31 mm ke 69,53 mm sehingga memenuhi simpangan ijin berdasarkan SNI 1726:2012.
TINJAUAN KESTABILAN PERKUATAN LERENG MENGGUNAKAN DINDING KANTILEVER DAN DINDING GRAVITASI Annisa Eka Liani; Indriati Martha Patuti; Rifadli Bahsuan
Composite Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.339 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i1.11

Abstract

Parts of Gorontalo are hills and mountains close to community settlements, which are prone to landslides. To do a research on literature review that analyzes slope reinforcement models, which will be taken into consideration for slope improvement steps in Gorontalo. Slope reinforcement includes retaining walls, gravity walls, cantilever walls and crib walls. This research discusses slope reinforcement models and their stability behavior analysis. Secondary data is in the form of research journals on slope reinforcement models. Calculation data that will be used as experimental data for modeling other retrofitting walls are obtained from the results of research from one of the reviewed journals, namely multilevel gravity walls. The wall that will be analyzed is the retaining wall of a multilevel cantilever type of wall. Analysis of active soil pressure using the Rankine method and slope stability analysis using the slice method which is carried out with the help of 2D Slide software. Based on the results of the stability analysis of slope reinforcement with the selection of stratified cantilever wall reinforcement, the value of the safety factor against sliding (Fgs) is 1.63>1.5, the safety factor against overturning (Fgl) is 2.44>2.0, the safety factor against the collapse of carrying capacity (F) is 8.49>3.0, and the global safety factor value is 1.56>1.5. The value of the safety factor for shifting and rolling has decreased by 1% and 20% respectively compared to the gravitational wall. In the wall bearing capacity, there was an increase of 31%. Changes that occur in the safety factor in cantilevered walls are caused by changing factors in the dimensions of the walls which affect the strength of the structure in the soil holding force and the type of working principle of the walls. As for the global slope stability analyzed, there was a decrease in the safety factor by 5% after changing the type of reinforcement, but it showed that the slope was still stable, because the cantilevered wall type has a slender front wall dimension compared to the gravity wall which is more resistant to the risk of lateral slope movement.
EVALUASI JARINGAN TRAYEK EKSISTING ANGKUTAN UMUM DI ZONA BAGIAN TIMUR KABUPATEN BOALEMO PROVINSI GORONTALO Rianti Aisyah A Yusuf; Moh.Yusuf Tuloli; Anton Kaharu
Composite Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.686 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i2.12

Abstract

Pemerintah Kabupaten Boalemo wajib untuk menyediakan angkutan umum yang membentuk jaringan yang saling terkait dan saling melengkapi baik secara kinerja dan layak agar dapat menunjang kegiatan masyarakat khususnya di Wilayah Perkotaan dan Perdesaan di zona bagian Timur Kabupaten Boalemo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi dan perjalanan dari pengguna transportasi darat eksisting, menganalisis unjuk kerja (kinerja) operasi pelayanan angkutan umum dalam trayek eksisting, menganalisis pola pergerakan Origin-Destination (O-D) lalu lintas eksisting, dan menyusun pola dan profil rencana jaringan trayek yang dapat dikembangkan dalam pergerakan penumpang dari asal ke tujuan saat ini, khususnya di zona bagian Timur Kabupaten Boalemo. Metode penelitian ini, menggunakan pendekatan survai lapangan, yaitu dimana dari data yang diperoleh dari lapangan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Pada tahap ini untuk memperoleh data primer survai armada dengan bantuan instrumen survai yang disusun untuk mengidentifikasi kinerja layanan Angkutan Kota dan Perdesaan, serta wawancara terhadap penumpang Angkutan Kota dan Perdesaan dilakukan secara online di wilayah Kabupaten Boalemo. Berdasarkan hasil penelitian daerah ini mempunyai karakteristik sosial ekonomi pengguna angkutan darat yang bervariasi dan menunjukkan kinerja angkutan umum perkotaan maupun angdes belum cukup efektif bila ditinjau dari segi tingkat kemudahan, kapasitas pelayanan, kualitas pelayanan rata-rata belum memenuhi standar yang disyaratkan. Sedangkan efesiensi angkutan umum yang ditinjau dari tingkat utilisas angkutan umum baik mikrolet maupun angdes di lokasi penelitian relatif lebih kecil di bandingkan dengan panjang jalan yang ditempuh, disebabkan kerena ukuran wilayah lokasi penelitian yang lebih besar.
ANALISIS PENENTUAN NILAI TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN, ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY TRANS BRT KORIDOR 2 PROVINSI GORONTALO Adrianto Unusa; Yuliyanti Kadir; Frice L. Desei
Composite Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.482 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i2.14

Abstract

Angkutan umum sebagai angkutan yang mengangkut pergerakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-harinya yang diharapkan memiliki pelayan secara aman, murah, cepat, nyaman, dan efisien. Sistem transportasi yang terencana dan terkoordinasi dengan baik akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mendukung aktivitas masyarakat suatu kota atau wilayah. Dalam penentuan besaran tarif angkutan membutuhkan kebijakan yang arif serta penanganan yang tepat. Penentuan besaran tarif ini tentunya dapat menjembatani antara kepentingan penumpang selaku konsumen dengan pengusaha/operator angkutan umum. Tujuan penelitian ini menganalisis penetapan tarif berdasarkan nilai Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP). Pengumpulan data dilakukan dengan survei langsung kepada pengelola kendaraan dan penyebaran kuesioner pada penumpang untuk mengetahui tingkat kemampuan dan kemauan penumpang dalam membayar tarif. Biaya operasional kendaraan dianalisis menggunakan metode yang dikeluakan oleh Departemen Perhubungan, nilai ATP dianalisis dengan metode pendapatan keluarga dan WTP dianalisis menggunakan metode persepsi pengguna. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh besaran tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) sebesar Rp 8.000, berdasarkan Ability to Pay (ATP) sebesar Rp 9100 untuk kategori umum dan Rp 6.500 untuk kategori pelajar dan berdasarkan Willingness to Pay (WTP) sebesar Rp 3.800 untuk kategori umum dan Rp 3.000 untuk kategori pelajar, kondisi ini menggambarkan bahwa pengguna Trans BRT merupakan kelompok choiced riders yang mempunyai penghasilan relatif tinggi sehingga pemilihan untuk penggunaan kendaraan pribadi masih lebih dominan. Berdasarkan Rekomendasi Nilai Tarif (RNT) sebesar Rp 7.000 untuk kelompok masyarakat umum dan Rp 5.000 untuk kelompok mahasiswa/pelajar. Hasil penelitian dari segi kelayakan investasi menunjukkan bahwa Trans BRT Koridor 2 tidak layak.
KAJIAN DURABILITAS DAN PENUAAN ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE (AC-WC) ASBUTON PRACAMPUR TERHADAP VARIASI LAMA RENDAMAN Mohamad Faldi Attamimi; Fadly Achmad; Frice L. Desei
Composite Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.488 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i1.17

Abstract

The fundamental problem in roads construction is the road damage that occurs before the road’s designted time is reached. Causes of such a damage consist of weather, water, temperature, or the reduction in the quality of pavement layers due the aging process. The manufacture of test object for Short-Term Oven Aging (STOA) was carried out by heating the test object in loose condition with 135°C of temperature for 4 hours before compaction, while the manufacture of test piece for Long-Term Oven Aging (LTOA) was carried out by heating the test object for 2 days in 85°C temperature after the specimen was compacted. The durability parameters of the AC-WC mixture was observed from Residual Streght Index (RSI), First Durability Index (FDI), and Second Durability Index (SDI). Based on the findings of Pre-Blended Buton Asphalt AC-WC mixture produced 6,0% of Optimum Bitumen Content (OBC). The RSI of the test object in normal, STOA, and LTOA obtained 97,11%, 94,82%, and 95,77% respectively. Furthermore, the FDI of the test object in normal, STOA, and LTOA obtained r value of 0,42%, 0,74%, and 0,60% respectively. Meanwhile, the SDI of the test in normal, STOA, and LTOA obtained a value of 4,87%, 9,75%, and 7,73% respectively. In addition, the Sa of the test object in normal, STOA, and LTOA in 96 hours of soaking were 95,13%, 90,25%, and 92,27% respectively. All in all, the finding showed that the AC-WC mixture with Pre-Blended Buton Asphalt in normal condition attained 72 hours of durability, while for the test specimen which is subjected to aging (STOA and LTOA) attained 48 hours of durability.
PERENCANAAN JARINGAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN DAN PERDESAAN KABUPATEN BOALEMO (STUDI KASUS DI ZONA BAGIAN BARAT) Fatmawati Latif; Anton Kaharu; M. Yusuf Tuloli
Composite Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.824 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i2.18

Abstract

Rendahnya tingkat pengguna angkutan umum di wilayah Kabupaten Boalemo, baik itu angkutan umum dalam trayek maupun angkutan umum tidak dalam trayek, menunjukkan masyarakat saat ini dalam bepergian lebih dominan menggunakan angkutan pribadi. Tujuan penellitian ini menganalisis unjuk kerja (kinerja) operasi pelayanan angkutan umum dalam trayek, menganalisis pola pergerakan origin destination, rencana pola dan profil jaringan trayek yang dapat dikembang kan yang mempengaruhi pergerakan penumpang dari asal ke tujuan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan survai lapangan, yang dilakukan dengan mengedarkan kuisioner, wawancara terstuktur dan sebagainya. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik sosial ekonomi angkutan umum kota dan perdesaan belum cukup efektif ditinjau dari tingkat kemudahan, kualitas pelayanan, kapasitas pelayanan yang belum memenuhi standar, jika ditinjau dari segi efisiensi mikrolet maupun angdes relatif lebih kecil. Pola Pergerakan Origin-Destination (O-D) lalu lintas saat ini eksisting, khususnya di zona bagian Barat Kabupaten Boalemo, sumber bangkitan tertinggi yang terjadi di lokasi penelitian saat ini adalah dari kecamatan Tilamuta. Sedangkan kota di area CBD, Kecamatan Tilamuta dan Kecamatan Mananggu adalah tujuan (Tarikan) perjalanan tertinggi. Pola dan profil rencana jaringan trayek yang dapat dikembangkan dalam memenuhi pergerakan penumpang dari asal ke tujuan saat ini (eksisting), khususnya di zona bagian Barat Kabupaten Boalemo, adalah terdiri dari 3 (tiga) trayek angkutan umum, dengan rincian 2 (dua) trayek angkutan umum yang memiliki rute linier, (Perjalanan dengan Asal dan Tujuan yang sama) dan 1 (satu) trayek yang memiliki tipe radial (perjalanan dengan asal dan tujuan yang berbeda).
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL BRT (BUS RAPID TRANSIT) KORIDOR II RUTE KOTA GORONTALO - LIMBOTO Ni Wayan Sarimi; M. Yusuf Tuloli; Yuliyanti Kadir
Composite Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.591 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i2.20

Abstract

Kota Gorontalo sebagai Ibu Kota Provinsi Gorontalo merupakan pusat pendidikan pemerintahan dan perdagangan yang mengalami pertumbuhan penduduk dan laju pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat sebagai tarikan perjalanan maka daerah-daerah perlu adanya sarana dan prasarana dalam penunjang sebagai pendistribusian pergerakan perjalanan untuk mendorong kegiatan tersebut Salah satu sarana dan prasarananya adalah (BRT). Bus Rapid Transit merupakan bus yang berkualitas tinggi yang berbasis transit yang cepat, nyaman, dan biaya murah untuk mobilitas perkotaan dengan menyediakan jalan untuk pejalan kaki, infrastruktur, operasi pelayanan yang cepat dan sering, perbedaan keunggulan pemasaran dan layanan kepada pelangganan (BRT), mengemulasi karakteristik kinerja sistem transportasi kereta api modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya operasional kendaraan pada perencanaan Bus rapid transit pada koridor II Kota Gorontalo – Limboto dan menganalisis tingkat kelayakan secara finansial pada perencanaan (BRT) koridor II Kota Gorontalo – Limboto. Lokasi yang dipilih untuk penelitian adalah koridor II yaitu trayek Kota Gorontalo-Limboto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan data primer dan data sekunder. Data peimer terdiri dari biaya operasional kendaraan, dan data sekunder terdri dari rincian biaya pembangunan BRT dan peta rute Trans BRT Koridor II Kota Gorontalo-Limboto. Data-data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan NPV dan BCR. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh BOK pertahun sebesar Rp.312.088.150 dengan tarif BOK sebesar Rp.10.000,sedangkan untuk pendapatan dalam setahun dengan menggunakan load factor 50%,75% dan 100% pada load factor 50% diperoleh pendapatan yaitu sebesar Rp.10.471.850 per tahun sedangakan untuk load factor 75% diperoleh sebesar Rp.171.751.850 pertahun dan untuk load factor 100% pendapatan diperoleh sebesar Rp.333.031,850 pertahun berdasarkan analisis kelayakan finansial dengan umur ekonomis kendaraan 7 tahun dengan discount rate 10% diperoleh nilai NPV sebesar Rp.655.803.844 dan niali BCR = 1.6792 >1. Dengan nilai NPV dan BCR yang diperoleh dikatakan layak secara finansial.

Page 1 of 2 | Total Record : 20