cover
Contact Name
Parwadi Moengin
Contact Email
parwadi@trisakti.ac.id
Phone
+628128210951
Journal Mail Official
jurnalti@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri FTI Universitas Trisakti Gedung Heri Hartanto Lantai 5 JL. Kyai Tapa no 1, Grogol, Jakarta Barat-11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 14116340     EISSN : 26225131     DOI : https://doi.org/10.25105/jti
Jurnal Teknik Industri (JTI) mainly focuses on industrial engineering scientific essays in the form of research results, surveys and literature review that are closely related to the Field of Industrial Engineering
Articles 294 Documents
IMITASI PROSES PEMANFAATAN LIMBAH KAKAO PENDUKUNG STRATEGI INOVASI PENGEMBANGAN PRODUK HILIR AGROINDUSTRI KAKAO Siti Aisyah; Syamsul Ma'arif; Arkerman Y
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 4 No. 3 (2014): Volume 4 No. 3 November 2014
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.312 KB) | DOI: 10.25105/jti.v4i3.78

Abstract

Siapa yang tidak suka cokelat, semua lapisan baik anak-anak maupun orang dewasa pada umumnya pengemar makanan maupun minuman dari cokelat. Cokelat berasal dari olahan tanaman kakao. Begitu besar permintaan dunia akan produk olahan kakao. Indonesia yang memiliki luas perkebunan kakao yang cukup luas dan menjadi pengekspor ke 3 dunia setelah pantai gading dan gana, memiliki peluang yang cukup besar untuk mengembangkan agroindustri kakao. Salah satu dampak dari berkembangnya industri adalah limbah. Di zaman yang maju ini limbah sudah banyak dimanfaatkan dan dapat menghasilkan banyak keuntungan baik penambahan pendapatan maupun tidak merusak lingkungan. Dalam industri kakao salah satu strategi inovasi yang akan dilakukanadalah mengembangkan industri nata de cacao, yang merupakan inovasi tiruan (imitasi) produk ataupun proses pengolahan limbah kakao menjadi produk nata. Teknologi dan proses dalam pembuatan nata de cacao sangatlah sederhana dan mudah sehingga bisa dilakukan pada industrikecil, menengah maupun industri besar. Sehingga Indonesia tidak perlu mengekspor biji kakao mentah lagi namun dapat mengekspor produk hilir (end product) hasil olahan kakao. Bila hal ini dapat didukung oleh seluruh elemen yang ada khususnya pemerintah, maka industri kakao Indonesia akan menjadi market leader kakao dunia.
YOGHURT SUSU JAGUNG MANIS KACANG HIJAU SEBAGAI STRATEGI INOVASI PRODUK ALTERNATIF PANGAN FUNGSIONAL Julfi Restu Amelia; Syamsul Ma'arif; Yandra Arkeman
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 4 No. 3 (2014): Volume 4 No. 3 November 2014
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.022 KB) | DOI: 10.25105/jti.v4i3.92

Abstract

Semakin tingginya kesadaran akan kesehatan telah membawa perubahan tuntutan masyarakat yang menginginkan produk pangan yang akan dikonsumsi tidak hanya bergizi dan aman, tetapi juga dapat memberikan dampak bagi kesehatan (panganfungsional). Salah satu produk pangan fungsional adalah yoghurt. Yoghurt yang sudah ada di pasar saat ini harganya dinilai cukup mahal sehingga tidak terjangkau oleh kebanyakan masyarakat karena berbahan dasar susu sapi. Oleh karena itu, inovasi produk yoghurt berbahan dasar nabati dapat menjadi solusi alternatif dalam menyediakan pangan fungsional yang lebih terjangkau. Salah satu bahan nabati yang berpotensi digunakan dalam pembuatan yoghurt adalah jagung manis dan kacang hijau. Kombinasi dua bahan tersebut dalam pembuatan yoghurt dapat melengkapi kandungan asam amino esensial yang tidak terdapat dalam masing-masing bahan baku. Yoghurtsusu jagung manis kacang hijau diprediksi akan mampu bersaing dengan produk minuman laktat lainnya di pasar karena memiliki kandungan asam amino yang lengkap serta didukung dengan adanya manfaat probiotik.
RANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) BERBASIS OHSAS 18001-2007 DAN SISTEM INFORMASI WEB PORTAL STUDI KASUS DI DI KSO PERTAMINA EP - BBP Yuli Nurcahyo
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 4 No. 3 (2014): Volume 4 No. 3 November 2014
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.364 KB) | DOI: 10.25105/jti.v4i3.1491

Abstract

To anticipate and decrease the total amount of work accidents and occupational ilness,the Indonesian government requires that every company has an obligation to implement theOccupational Health and Safety Management System (OHS MS). In this regard, KSO PertaminaEP-BBP begin drafting a strategic step in reducing, managing and avoiding losses caused byworkplace accidents began compiling Occupational Health and Safety Management System(OHS MS).The results of the study found the gap between the requirements of OHSAS 18001-2007standard with OHS MS application in the enterprise. From the results of the evaluation of thedata gap analysis of OHS conducted , then obtained the average value: 2.18 with medium-scalegap (partially complied with the requirements). This is due to the absence of the OccupationalHealth and Safety Management System designed effectively, and integrated.The design of OHS MS base on OHSAS 18001-2007 and the Information Systems madein the form of a web portal which was named Benakat Hebat Tanpa Insiden (KATAHATI). Theresults of the evaluation conducted found an average value of 3.06 (low gap or need toconsistently adhere to the requirements), when compared with the previous OHS MS, then thereis an increase in the average value: 0.88 of every element of the requirements of OHSAS 18001-2007. From the comparison of the old system with a new one, found an increase in complianceand implementation and improvements of OHS MS in the company.
APLIKASI SISTEM INFORMASI PENJUALAN APOTEK Onny Purnamayudhia; Eko Budi Satoto
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 4 No. 3 (2014): Volume 4 No. 3 November 2014
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.81 KB) | DOI: 10.25105/jti.v4i3.1492

Abstract

Business management in the field of pharmacy requires a Sales Information databasesystems. The purpose of this study is to design and apply the Sales Information System and toidentify the needs and requirements of the new system are made in order to improve the weaknessin the sales system. The method used is to make the sales information system design phases makesflow diagram and context diagram. The results of the study were achieved is to produce a draftSales Information System that can find solutions quickly and effectively than the existing systemwith a computerized system. Software used is by using Microsoft Visual Basic 6.
PERBAIKAN TATA LETAK DAN MATERIAL HANDLING LANTAI PRODUKSI PT. HAMSON INDONESIA UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAIRWISE EXCHANGE DAN SIMULASI Sucipto Adisuwiryo; Parwadi Moengin; Yudhistira Lionel
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 4 No. 3 (2014): Volume 4 No. 3 November 2014
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.551 KB) | DOI: 10.25105/jti.v4i3.1493

Abstract

PT. Hamson Indonesia is a national company that manufactures dredger and its components.The problems that arise on the production floor is the production target is not achieved at thespecified time. This problem is caused by the layout of the production floor is irregular and also theuse of material handling is not optimal. Average production Winches, Cutter, and Steering Gearproduced today are each 1 unit in 42.33 hours while the production target set is 1 unit in 40 hours.The first methodology used is criteria of layout, material handling checklist and applicationtype layout. Criteria layout and material handling checklist is used as an analysis of the condition ofthe layout and material handling this time on the production floor and also to identify the cause offailure to achieve production targets. The application type layout is one approach to implement thetype of layout in accordance with the conditions of production floor layout in PT. Hamson Indonesia.Then evaluate the layout and material handling system using pairwise exchange method andsimulation in order to get the design layout and material handling systems are best in order toachieve production targets.It can be concluded that the issues affecting the achievement of production targets are notlaying irregular departments and the use of material handling equipment that is not optimal, so itneeds a revision of the layout and material handling systems. Application of an appropriate type oflayout is the process layout. Then evaluate the layout by using the pairwise exchange method with theresults of the exchange of 3 and 4 departments namely milling machines and drilling machines. Thenew layout of the data results of these evaluations are used as a model to be re-evaluated by usingsimulation method in order to meet the production target which is completed within 40 hours. Thereare 3 models of the proposed model first proposed by replacing the manual material handling withtrolley, the proposed model 2 with the addition of 1 machine cutting and 1 drilling machine , and 3with the incorporation of the 2 models previously proposed. Proposed model 3 is the best model thatrequires a minimum production time which is 38 hours 57 minutes.
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS GARMENT DI CV. M2TECH Didien Suhardini; Dimas Januar Rizki
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 4 No. 3 (2014): Volume 4 No. 3 November 2014
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.814 KB) | DOI: 10.25105/jti.v4i3.1514

Abstract

CV. M2Tech merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri garmendengan brand “Ordinal Apparel” yang memproduksi kaus T-shirt, Raglan, Kid Shirt, danPoloshirt.Data penjualan dalam 2 tahun terakhir menunjukkan kondisi penjualan yangcenderung stagnant.Untuk itu perlu dirumuskan strategipengembangan bisnis denganmenggunakan Business Model Canvas untuk mengevaluasikondisi perusahaan saat ini.Kemudian dilakukan identifikasi faktor internal (Strengths dan Weaknesses) dan eksternal(Opportunities dan Threats) termasuk analisa pesaing menggunakan CPM (CompetitiveProfile Matrix). Penentuan alternatif strategi menggunakan matriksSWOTmenghasilkanstrategi-strategi SO, ST, WO dan WT serta strategi berasal dari matriks Internal Eksternal.Pemilihan strategi terbaik menggunakan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix)menghasilkan 5 strategiterbaik yang dapat digunakan oleh perusahaan antara lain ProductDevelopment, Market Penetration, Forward Integration, Management By Objective, danLearning & Development.Pada tahap implementasi dilakukan validasi keinginan dankebutuhan pelanggan dengan Javelin Experiment Board danBusiness Model CanvasPengembangan, kemudian ditetapkan tujuan jangka panjang, kebijakan serta strukturorganisasi yang diperlukan, dan Business Plan.
USULAN PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) DENGAN PENGUKURAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) UNTUK PERENCANAAN PERAWATAN PABRIK BAR MILL PADA PT. KRAKATAU WAJATAMA Annisa Mersita Majid; Parwadi Moengin; Amal Witonohadi
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 4 No. 3 (2014): Volume 4 No. 3 November 2014
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.638 KB) | DOI: 10.25105/jti.v4i3.1515

Abstract

PT. Krakatau Wajatama merupakan perusahaan yang bergerak pada bidangpembuatan baja. Penelitian dilakukan di pabrik bar mill (baja tulangan). Permasalahanyang terjadi saat ini adalah perusahaan tidak melakukan perawatan dengan optimal danmenyebabkan mesin breakdown, sehingga nilai downtime menjadi tinggi. Dengandilakukannya penelitian ini maka akan memberikan solusi dalam melakukan perawatanpada equiment di lini bar mill dengan menggunakan pendekatan total productivemaintenance (TPM) dengan pengukuran overall equipment effectiveness.Upaya untukmempersiapkan penerapan TPM dilakukan dengan menghitung nilai OEE untukmengetahui indikator yang menjadi penyebab permasalahan pada PT. KrakatauWajatama, dengan nilai OEE 21,17%. Dengan indikator performance efficiency danavailability yang rendah.Menentukan mesin kritis dan komponen kritis. Langkahselanjutnya adalah menghitung Index of Fit untuk mengetahui distribusi yang sesuai untukdilakukan Goodness of Fit Test, menghitung parameter Mean Time To Failure (MTTF)dan Mean Time To Repair (MTTR) pada distribusi yang terpilih, menghitung intervalpencegahan dan interval pemeriksaan untuk mendapatkan penjadwalan perawatan dannilai availability, serta menghitung nilai reliability. Tahap selanjutnya adalah melakukananalisa six big losses guna mencari akar permasalahan. Kemudian dilakukan usulanperbaikan berdasarkan 8 pilar TPM, dimana yang menjadi fokus adalah PlannedMaintenance dengan usulan preventive maintenance, Autonomous Maintenance denganpembuatan SOP dan Trainning untuk usulan pelatihan pada operator di lantai produksi.
PERBAIKAN LINI PRODUKSI DENGAN PERANCANGAN MODEL SIMULASI UNTUK MENGURANGI OVERTIME DI PT.EBARA INDONESIA Sucipto Adisuwiryo; Parwadi Moengin; Obriga Nathaniel Menayang
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 5 No. 3 (2015): Volume 5 No 3 Novemberi 2015
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.874 KB) | DOI: 10.25105/jti.v5i3.1516

Abstract

PT Ebara Indonesia is a company that manufactures centrifugal pump. One of the type thatthe company makes is the FS Pump. These pumps are getting requests from customers who requirethese products produced faster. The problems that arise on the production floor is the imbalance ofproduction line which causes additional work time. The goal is to reduce overtime on the productionfloor.The study was conducted by calculating the operator utilization and TOC using the dataprocessing time from 10 observations as input, in which uniformity and adequacy of the data has beentested. After calculation, it is known that the sandblast and inspection work station requires one moreoperator. Production time in the simulation will be used as an indicator in validation.Simulation approach is done by making the initial model representing the real situation. Thenthe model will be verified, validated and replicated. After that, experiments will be made to achieve thegoal. Then from those experiment, the best scenario was obtained. The best scenario proposed thatsandblasting and inspection operator increase by one and one sand mold BC operator was moved.Completion time obtained was reduced from 506.66 hours to 344.07 hours, so there is no overtimeneeded.
PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK ASAM SULFAT (STUDI KASUS : PT. XYZ) Juliani Sutikno
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 5 No. 3 (2015): Volume 5 No 3 Novemberi 2015
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.93 KB) | DOI: 10.25105/jti.v5i3.1517

Abstract

PT. XYZ is a basic chemical manufacturing company which produces sulphuric acid. Qualitystandard are reffered to National Standard of Indonesia (SNI). PT. XYZ has certified the use of SNIstandard for sulphurid acid product quality. Quality control of product is supervised by technician fromPT. XYZ to ensure that only products that meet acceptable standard of quality which may be deliveredto customer in order to ensure customer satisfaction. PT. XYZ establish product specifications sulphuricacid in the production process with a concentration of at least 98,5%. Determination of sulphuric acidsproduct specification targets are too high from the referenced standard is loss and optimal quantity ofproduct produced. This study aims to measure the process capability and product specifications ofsulphuric acid establishes the right to increase the quantity of products. And then, Designing anappropriate system to control product quality sulphuric acid which has been determined. Determinationof the specifications made by processing the sulphuric acids inspection levels. Processing data usinganalytical tools of quality control, histogram charts, control charts, and a causal diagram. Result ofthe analysis compared to the quality control standard established by BSN through SNI 0030:2011.From the comparison of the data will be used to set quality standard appropriate levels of sulphuricacid. Quality control system design sulphuric acid starts from the selection of raw material supplier,controlling during the setting process until the sulphuric acid concentration through dilution water.
AUTONOMOUS MAINTENANCE PADA PLANT II PT. INGRESS MALINDO VENTURES Erna Regina Supriatna; Iveline Anne Marie; Amal Witonohadi
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 5 No. 3 (2015): Volume 5 No 3 Novemberi 2015
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.893 KB) | DOI: 10.25105/jti.v5i3.1518

Abstract

Persaingan diantara perusahaan manufaktur penghasil spare part otomotif semakinmeningkat. Produktifitas dalam pemanfaatan mesin menjadi salah satu target untuk mendukungterpenuhinya kebutuhan dan kepuasan konsumen. Pendekatan TPM mendorong perusahaan untukmenjadikan kegiatan perawatan menjadi salah satu fokus sebagai bagian yang penting dan vital darisebuah bisnis atau operasi manufaktur. Perawatan tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang nonprofit.Waktu untuk perawatan telah dimasukkan kedalam jadwal produksi sebagai bagian darijadwal produksi, dan bahkan dalam beberapa kasus, perawatan menjadi bagian integral dari sebuahproses manufaktur. Salah satu pilar dalam tahapan TPM adalah mengembangkan programAutonomous Maintenance (AM).PT. Ingress Malindo Ventures atau PT. IMV merupakan perusahaan manufaktur yangmemproduksi komponen otomotif berupa weather strip outer/inner moulding dan door sash yangdibutuhkan untuk kebutuhan lokal dalam negeri. Untuk kelancaran produksi, perusahaan sangatbergantung kepada ketersediaan mesin karena apabila mesin mengalami kerusakan maka kegiatanproduksi akan terhenti sehingga dapat mengakibatkan penambahan waktu penyelesaian sertaberakibat tidak tercapainya target produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan usulanrancangan autonomous maintenance untuk meningkatkan performansi perawatan mesin pada PT.Ingress Malindo Ventures.Berdasarkan hasil pengumpulan data perawatan mesin roll forming, dilakukan pengolahandata, analisis dan perancangan sesuai dengan tahapan autonomous maintenance. Usulanautonomous maintenance menghasilkan contoh board step untuk pengevaluasian setiap step sertaprosedur untuk mengembangkan pendidikan dan pelatihan inspeksi, SOP, check sheet dan one pointlesson pada mesin dan komponen yang memiliki nilai downtime diatas rata-rata. Berdasarkanimplementasi, diketahui bahwa nilai OEE pada mesin roll forming diproyeksikan meningkat menjadi79,316%.

Page 1 of 30 | Total Record : 294


Filter by Year

2011 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2022): VOLUME 12 NO 3 NOVEMBER 2022 Vol. 12 No. 2 (2022): VOLUME 12 NO 2 JULI 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022 Vol. 11 No. 3 (2021): VOLUME 11 NO 3 NOVEMBER 2021 Vol. 11 No. 2 (2021): VOLUME 11 NO 2 JULI 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): VOLUME 11 NO 1 MARET 2021 Vol. 10 No. 3 (2020): Volume 10 No 3 November 2020 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 No 2 Juli 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): VOLUME 10 NO 1 MARET 2020 Vol. 9 No. 3 (2019): Volume 9 No 3 November 2019 Vol. 9 No. 2 (2019): VOLUME 9 NO 2 JULI 2019 Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9 No 1 Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Volume 8 N0 2 Juli 2018 Vol. 8 No. 3 (2018): Volume 8 No 3 November 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Volume 8 No 1 Maret 2018 Vol. 7 No. 3 (2017): Volume 7 No 3 November 2017 Vol. 7 No. 2 (2017): Volume 7 Nomor 2 Juli 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Volume 7 Nomor 1 Maret 2017 Vol. 6 No. 3 (2016): Volume 6 No 3 November 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 No 2 Juli 2016 Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 No 1 Maret 2016 Vol. 5 No. 3 (2015): Volume 5 No 3 Novemberi 2015 Vol. 4 No. 3 (2014): Volume 4 No. 3 November 2014 Vol. 4 No. 2 (2014): Volume 4 No 2 Juli 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): Volume 4 No 1 Maret 2014 Vol. 3 No. 3 (2013): Volume 3 No 3 November 2013 Vol. 3 No. 2 (2013): Volume 3 No 2 Juli 2013 Vol. 3 No. 1 (2013): Volume 3 No 1 Maret 2013 Vol. 2 No. 3 (2012): Volume 2 No 3 November 2012 Vol. 2 No. 2 (2012): Volume 2 No 2 Juli 2012 Vol. 2 No. 1 (2012): Volume 2 No 1 Maret 2012 Vol. 1 No. 2 (2011): Volume 1 No 2 Juli 2011 Vol. 1 No. 1 (2011): Volume 1 No 1 Maret 2011 More Issue