cover
Contact Name
Isnani Agriandita
Contact Email
isnaniee@gmail.com
Phone
+6287727911590
Journal Mail Official
isnaniee@gmail.com
Editorial Address
Institut Teknologi Petroleum Balongan, Jl. Soekarno-Hatta, Indramayu
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Migasian
ISSN : -     EISSN : 26156695     DOI : -
Jurnal Migasian adalah jurnal yang diterbitkan oleh LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan dan telah ber e-ISSN 2615-6695. Selain itu sesuai dengan SK Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset no. 225/E/KPT/2022 tanggal 7 Desember 2022, Jurnal Migasian terakreditasi SINTA 4. Jurnal Migasian akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan bidang ilmu teknik Perminyakan, Fire and Safety atau K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, Lingkungan Kerja), serta disiplin ilmu keteknikan lainnya, dan bidang-bidang dengan ruang lingkup pengabdian kepada masyarakat. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kajian atau telaah ilmiah kritis dan komprehensif atas isu penting dan terkini atau resensi dari buku ilmiah. Terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember oleh LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan. Penulis yang artikelnya diterbitkan akan diberikan LOA, e-sertifikat, dan DOI.
Articles 92 Documents
PENGARUH TEMPERATUR INLET TERHADAP EFISIENSI KINERJA KOMPRESOR CENTRIFUGAL C.101.At Yully Mulyani
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i1.2

Abstract

Centrifugal Gas Compressor adalah salah satu kompresor yang paling mudah untuk menaikkan tekanan gas dengan aliran yang kontinyu. Prinsip Kerja Centrifugal Gas Compressor adalah mengubah energi kecepatan dari gas menjadi energi tekanan untuk proses kompresi. Perlu dilakukan usaha untuk menjaga performance dari kinerja kompresor, yaitu dengan cara evaluasi performance kompresor. Dari data kondisi operasi yang diambil pada bulan Mei 2015 tercatat kondisi performance kompresor C.101.AT, harga efisiensi kinerja kompresor politropik rata-rata sebesar 76.39 % , efisiensi kinerja kompresor rata-rata sebesar 96.98% dengan kondisi operasi temperatur inlet rata-rata sebesar 80 oF, tekanan inlet rata-rata 171 Psig, flow inlet rata-rata sebesar 25 MMscfd, Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur inlet yang masuk ke kompresor maka semakin efisien kinerja kompresor tersebut, dimana hasil yang menunjukkan pernyataan tentang hubungan antara temperatur dengan efisiensi kompresor.
EVALUASI SISTEM KINERJA DEFEKATOR DENGAN PENAMBAHAN SUSU KAPUR PADA PERMUNIAN NIRA Oki Aditya; Indah Dhamayanthie
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v1i1.3

Abstract

Gula adalah salah satu komoditas pertanian yang telah ditetapkan Indonesia sebagai komoditas khusus (special products) dalam forum perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), bersama beras, jagung dan kedelai. Tujuan melaksanakan penelitian ini yaitu mengetahui dan memahami prinsip kinerja defekator. Defekator adalah alat yang digunakan untuk melakukan proses penambahan susu kapur untuk menaikan pH pada nira dan mereaksikan asam phospat dengan susu kapur sehingga menghasikan calcium phospat yang bertujuan untuk mengikat koloid. Nira pada pH awal 5 di tambahkan Susu kapur 0,1 gr/L; 0,15 g/L dan 0,2 gr/L didapatkan pH akhirnya 7,2; 7,8 dan 8,6. Maka untuk proses selanjutnya ditambahkan 0,5 gr/L agar pH optimal yang diinginkan 8,2 - 8,6 terpenuhi. Data penelitian yang digunakan adalah pengambilan sampel pada tanggal 1, 2, 3, 13 dan 14 Juli 2017. Dari hasil evaluasi didapatkan pH output rata-rata dari defekator sebesar 8,8; 8,6; 8,4; 8,2; 8,2. Dengan hasil pH output rata-rata defekator nira encer mendekati spesifikasi yang diinginkan, sehingga kinerja alat defekator masih dalam keadaan optimal.
THE INSPECTION OF TEST MAINTENANCE IN PT PJB UBJ OPERATION AND MAINTANANCE PLTU INDRAMAYU Kino Hartono; Oni Oni; Mutiara Salsabiela
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v1i1.4

Abstract

Inspeksi adalah salah satu alat kontrol manajemen klasik, namun masih relevan dan diterapkan secara luas dalam upaya menemukan masalah yang dihadapi di lapangan, termasuk untuk memperkirakan besarnya risiko, pengujian adalah alat ukur yang memiliki standar objektif yang dapat dilakukan. digunakan secara luas, dan bisa benar-benar digunakan dan membandingkan keadaan psikologis atau perilaku individu. Pemeliharaan adalah kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menyimpan barang atau memperbaikinya sampai kondisi bias. K3 merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja dengan menerapkan teknologi pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja, diharapkan tenaga kerja dapat mencapai ketahanan fisik, tenaga kerja, dan tingkat kesehatan yang tinggi. Dalam pelaksanaan Tugas Akhir yang dilakukan pada 1 Juni 2017 s.d 1 Juli 2017 bertujuan untuk mengetahui pemeriksaan program k3 APAR, prosedur pemeriksaan K3 APAR, pelaksanaan pemeriksaan K3 APAR. APAR adalah perangkat yang dirancang sebagai pertolongan pertama di awal kebakaran. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Tugas Akhir adalah metode wawancara, observasi, dan studiliteratur. Program yang dilaksanakan adalah pemeliharaan apar dalam waktu 1 tahun 2 kali, dengan area transfer tower II, CWWTMBDS, Heavy Equipment, gudang, stepup B, limbah B3, boiler 3, turbin 3, CCB 1, CCB 2, pada minggu 1 (Rabu), minggu 2 (Selasa), minggu ke 3 (Selasa). Prosedur yang digunakan adalah prosedur pemeriksaan APAR dengan dokumen IKE-8.2.3.085 dengan tanggal 10 Maret 2016 dan prosedur pengendalian APAR dengan nomor dokumen IKY8.2-03-8 dengan tanggal publikasi 15 Maret 2013. Pelaksanaan ap3 untuk pencegahan kebakaran dan pengendalian bias dengan cara membuat manajemen kebakaran di perusahaan. Kesimpulannya adalah pemeriksaan K3 APAR yang telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan 04 tahun 1980.
PERHITUNGAN LAJU ALIRAN CAIRAN PADA SUMUR PANAS BUMI DENGAN METODE ORIFICE PLATE PADA SUMUR “HCE-XY” LAPANGAN “Z” Rahmat Tri Andika; Rial Dwi Martasari; Dwi Arifiyanto
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v1i1.5

Abstract

Perhitungan laju aliran cairan sumur panas bumi merupakan perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui banyaknya uap yang dapat diproduksikan dalam satu hari dan berapa besar potensi energi listrik yang dihasilkan. Perhitungan laju aliran dapat dihitung menggunakan metode yang sama dengan uji produksi dengan metode orifice plate menggunakan orifice meter yang melakukan perhitungan laju alir massa uap dan laju alir massa air dari produksi uap panas bumi. Pengukuran laju alir massa uap dan laju alir massa air dilakukan pada orifice meter dimana uap akan masuk melalui lubang kecil di dalam pipa produksi dan penempatannya sebelum uap panas bumi masuk menuju separator. Berdasarkan metode orifice plate, perhitungan laju alir massa uap dan air menggunakan orifice meter pada Sumur “HCE-XY” Lapangan “Z” dari tanggal 6 Januari 2017 sampai dengan 19 Januari 2017 didapat nilai rata rata laju alir massa uap (MVapour) sebesar 9,316 ton/jam, laju alir massa air (MBrine) sebesar 15,447 ton/jam, laju alir massa total (MTotal) sebesar 24,763 ton/jam, fraksi vapour sebesar 37,6%, fraksi brine sebesar 62,4%, flowing enthalpy sebesar 1548 kj/kg, Potensi Sumur total/gross (QTotal) didapat sebesar 10,648 MW, Potensi vapour/neto pada sumur (QVapour) sebesar 4,0057 MW dan harga power generated sebesar 1,203 MWe.
ANALISA RISIKO BAHAYA DAN PENANGGULANGAN RISIKO GEDUNG DI PT ANGKASA PURA II (PERSERO) KANTOR CABANG UTAMA TANGERANG Rilo Amaula Frinanda; Ichsan Hadipranoto; Mutiara Salsabiela
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v1i1.6

Abstract

PT Angkasa Pura II (Persero) memiliki cukup banyak potensi bahaya, sehingga perlu dilakukan Analisis resiko bahaya dan penanggulangan risiko terhadap sistem dan setiap pekerjaan yang ada. Dimana kegiatan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui program, prosedur, dan implementasi dari analisa risikodan penanggulangannya di PT Angkasa Pura II (Persero). Analisa risiko merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui apa saja pekerjaan yang memiliki tingkat risiko yang tinggi. Dengan menggunakan metode observasi, wawancara, kepustakaan, serta dokumentasi. Kegiatan ini dilakukan di PT Angkasa Pura II (Persero) selama 2 minggu dimulai pada tanggal 23 Mei 2017 Sampai dengan 6 Juni 2017. PT. Angkasa Pura II (Persero) merupakan suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang usaha pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara di wilayah Indonesia Barat. Program analisa risiko di terapkan dengan melakukan risk assesment, monitoring mitigasi dan realisasi risk assesment, dan risk champion agent training. Prosedur analisa risiko sendiri mengacu pada pedoman kebijkan manajemen risiko dengan nomor dokumen PKMR.01/2013 yang mengacu pada ISO 31000:2009, risk assesment dilakukan menggunakan metode kertas kerja risk assesment yang tercantum dalam nomor dokumen KKRA.01/2013, Implementasi program dan prosedur di lapangan berjalan sesuai dengan metode yang digunakan oleh perusahaan. Kesimpulan penerapan analisa risiko dan penanggulangannya di PT Angkasa Pura II (Persero) meliputi aspek yang ada dalam Program, Prosedur dan Implementasi.
PENERAPAN DAN INSPEKSI PERALATAN PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF PT. MULTIMAS NABATI ASAHAN SERANG Yenny Frisca Madhona; Rahmad Siwu
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v1i1.7

Abstract

Di indonesia, hingga saat ini kebakaran merupakan bahaya potensial yang masih kerap terjadi baik di tempat kerja maupun pemukiman penduduk. Data kasus kebakaran yang di kutip dari pusat laboratorium fisika forensic mabes polri dari tahun 1990-2001. Kebakaran merupakan suatu kejadian yang tidak di inginkan oleh pihak manapun. kebakaran dapat terjadi dimana saja termasuk di tempat kerja. Tidak ada tempat kerja yang dapat di jamin bebas resiko dari bahaya kebakaran. terjadinya kebakaran ini dapat di sebabkan oleh faktor manusia, kondisi lingkungan maupun manajemen. Sumber-sumber pemicu terjadinya kebakaran di tempat kerja antara lain listrik, sambaran petir, pengelasan, pemakaian bahan dan cairan mudah terbakar, reaksi bahan kimia, percikan/bunga api, gesekan, rokok, dan lain-lain. Tujuan dilaksanakan kerja praktek ini untuk mengetahui program, prosedur, implementasi dan tindak lanjut Penerapan dan implementasi inspeksi pada peralatan kebakaran aktif di PT. Multimas Nabati Asahan - Serang. Metodologi pelaksanaan kerja praktek adalah metode interview, metode observasi, metode literature. Kerja praktek dilakukan di PT. Multimas Nabati Asahan - Serang.Prosedur yang ada telah memenuhi kebutuhan inspeksi dimana prosedur yang ada telah menjelaskan kapan dilakukan inspeksi dan tahapan inspeksi yang dilakukan, tetapi untuk prosedur yang mengkhususkan ke alarm kebakaran masih dibuat secara umum belum ada prosedur yang mengkhususkan kepada alarm kebakaran.Tindak lanjut alat yang rusak ataupun dalam kondisi yang kurang baik maka tim EHS akan melakukan open PR ( Purcahase Request ) untuk penggantian peralatan sistem kebakaran proteksi dan open WO ( Work Order ) untuk perbaikan peralatan sistem kebakaran. Hasil inspeksi yang sudah dilakukan di informasikan kepada head/ departemen menggunakan form inspeksi ataupun dokumentasi soft copy hasil inspeksi.
PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN DAN POLIMER PADA RECOVERY FACTOR MINYAK SUMUR ASL Isnani Agriandita; Alfi Syahri Layali
Jurnal Migasian Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i2.8

Abstract

Pengembangan teknologi proses produksi surfaktan MES (Metil Ester Sulfonat) dari minyak sawit untuk aplikasi EOR/IOR pada lapangan ASL telah dilakukan sebelumnya melalui penelitian secara terus menerus dan berkesinambungan. Studi laboratorium recovery minyak dilakukan dalam 6 metode penginjeksian yaitu dengan Surfaktan (0.3%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Polimer P2 (0.2%), Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%). Viskositas pada pengukuran polimer 1 (P1) sebesar 28,79 cp, polimer 2 (P2) sebesar 18,41 cp, surfaktan+Polimer 1 sebesar 11,07 cp, surfaktan+polimer 2 sebesar 9,28 cp. Recovery minyak pada injeksi Surfaktan (0.3%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 0,50 ml atau 11,0%, injeksi %), Surfaktan (0.3%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 0,45 ml atau 9,2%, injeksi Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 0,90 ml atau 17,3%, injeksi Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 0,85 ml atau 15,7%, injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 1,15 ml atau 23,0%, injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 1,05 ml atau 19,8%. Recovery minyak yang didapat dari tahap waterflood berada pada kisaran 50.50% sampai 59.60% IOIP (Initial Oil In Place). Oil Recovery yang didapat oleh uji core flood menggunakan injeksi chemical berada di angka 9.2% - 23%, sehingga total recovery yang diperoleh 61.2% sampai 76.90%. Dari injeksi chemical yang paling efektif dilakukan yaitu dengan injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) dengan recovery factor (RF) 1,15 ml atau 23%.
EVALUASI KINERJA UNIT KOAGULASI DAN FLOKULASI WASTE WATER TREATMENT LIMBAH POND C-304 DI LABORATORIUM UNIT SINTESIS Nurhidayah Nurhidayah; Dian Farkhatus Solikha
Jurnal Migasian Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i2.9

Abstract

PT DyStar Colours Indonesia, merupakan salah satu pabrik penghasil zat warna tekstil terbesar di Indonesia kapasitas produksi 33 Ton/hari, 1000 Ton/bulan dan 12000 ton/ tahun. Begitupun limbah yang dihasilkan pada semua unit sintesis merupakan penghasil limbah terbanyak yaitu sekitar 9-10 ton/hari, pada unit milling limbah yang dihasilkan sekitar 6ton/hari dan unit draying limbah yang dihasilkan sekitar 5 ton/hari. Limbah Cair Pond C-304 adalah limbah buangan dari semua unit proses, biasanya limbah diberikan kepada pihak ke tiga untuk dilakukan pengolahan limbah oleh perusahaan tersebut, namun saat ini PT DyStar Colours Indonesia berencana membangun unit pengolahan limbah yang bertujuan untuk mengubah air limbah menjadi air prosess.Berkenaan dengan hal tersebut maka diperlukan penelitian skala laboratorium dimana dilakukan lima tahap perlakukan atas sampel limbah pond C-304. Lima tahap perlakuan tersebut meliputi tahap pengenceran sampel, tahap koagulasi, tahap flokulasi, tahap penyaringan, dan tahap adsorbsi. Sampel disiapkan yaitu sampel 1 (100 : 700) dan sampel 2 (100 :800). Dimana pada tahap penyaringan dibedakan dengan mengunakan penyaring berupa Pasir silika GB 1, Pasir silika GB 2, dan karbon aktif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka Pada sampel 1 (100 : 700) dan sampel 2 (100 : 800), adsorben paling efektif adalah karbon aktif, karena nilai pH yang dihasilkan lebih netral, nilai Solid Content dan Conductivity lebih kecil daripada pasir silika GB 1 dan GB 2. Bila dibandingkan penggunaan pasir silika maka lebih efektif dengan menggunakan pasir silika GB 1 karena dilihat dari Solid Content nya yang lebih rendah di banding pasir silika GB 2.
STUDI AWAL PEMILIHAN POLIMER UNTUK DIGUNAKAN PADA INJECTIVITY DENGAN SKALA LABORATORIUM Yustian Yasahardja; Agung Setiawan; Agustina Prihantini
Jurnal Migasian Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i2.11

Abstract

EOR (Enhanched Oil Recovery) merupakan teknik lanjutan untuk mengangkat minyak jika berbagai teknik dasar sudah dilakukan tetapi hasilnya tidak ekonomis. Ada beberapa macam tipe Enhanched Oil Recovery, tetapi yang saya bahas disini ialah chemical flooding, tepatnya injeksi menggunakan polimer untuk merubah viskositas dan mobilitas dari fluida yang berperan untuk mendorong dan mendesak minyak. Tema yang diambil dalam tugas akhir ini adalah tentang EOR dengan metode injeksi kimia. Prosedur pemilihan polimer ialah uji kompatibilitas, uji viskositas, uji thermal stability, dan kemudian injectivty dengan menggunakan polimer yang terpilih. Polimer yang dipilih adalah polimer B dengan penurunan viskositas yang tidak terlalu signifikan selama 30 hari pengujian thermal stability. Dari ketiga sample A, B dan C, viskositas polimer B yang dipilih untuk injectivity. Setelah polimer B diinjeksi, terdapat pengurangan permeabilitas terhadap core Berea.
ANALISA KINERJA DESALTER PADA CRUDE DISTILLATION UNIT Suci Musyarofah; Puji Astuti Ibrahim; Aldano Bridaga Putra
Jurnal Migasian Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i2.12

Abstract

Crude Distilation Unit (CDU) merupakan unit penting sebelum crude masuk kedalam kolom distilasi maka terlebih dahulu melalui proses desalting di desalter. Desalter merupakan unit yang dioperasikan untuk membersihkan crude oil dari kontaminan seperti, garam-garam mineral, ion-ion terlarut dan solid yang terikut pada saat pengeboran minyak. Kadungan pengotor yang terdapat pada crude oil dapat menyebabkan terjadinya korosi, pemampatan pipa dan lain sebagainya. Jika kadar garam sebagai pengotor melebihi 4ptb (jumlah minimum kadar garam dalam crude) maka crude tidak dapat lanjut ke proses berikutnya di karenakan akan merusak proses. Efisiensi kinerja desalter selama 30 hari menghasilkan angka terbaik, pada tanggal 10 april 2017 yaitu 94,153%. Hal tersebut disebabkan karena pengaruh temperatur, spesific grafity dan density yang baik sehingga hasil efisiensinya optimal

Page 1 of 10 | Total Record : 92