cover
Contact Name
Ika Mustika Sari
Contact Email
ikams@upi.edu
Phone
+6222-2004548
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 199 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran Fotonovela Berbasis Nilai Karakter untuk Anak Tunarungu SMALB pada Materi Magnet A. Rahmawati; I. R. Ermawati; W. D. Laksanawati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.205 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23436

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media fotonovela untuk anak tunarungu pada materi magnet di SMALB. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa tunarungu tingkat sekolah menengah atas (SMALB), yang dilakukan di dua sekolah yaitu SLB N 6 Jakarta dan SLB N 7 Jakarta. Penentuan kelayakan dilakukan dengan melakukan validasi oleh pakar ahli yaitu ahli media dan ahli materi yang dilakukan dalam dua tahap. Sebagai efektivitas media fotonovela, peneliti melakukan uji kelompok kecil oleh 5 siswa kelas X di SLB N 6 Jakarta dan uji kelompok besar oleh 11 siswa kelas X, XI di SLB N 7 Jakarta untuk mengetahui respon siswa. Penelitian dan pengembangan menghasilkan media fotonovela yang berbentuk buku dengan materi magnet yang layak digunakan berdasarkan rata-rata penilaian pakar pada tahap pertama 75,5%  dan pada tahap kedua75,9%. Efektivitas media dilakukan dengan uji responden menggunakan angket penilaian dan evaluasi hasil belajar setelah menggunakan media fotonovela. Penilaian respon siswa pada uji coba siswa, yang dilakukan pada kelompok kecil memperoleh penilaian 85,87 %, dan kelompok besar memperoleh penilaian 92,08 %, serta persentase ketuntasan hasil evaluasi belajar sebesar 81,25%, yang berarti bahwa media fotonovela layak dan dapat diterima oleh siswa. Kata kunci: fotonovela, tunarungu  ABSTRACT This study aims to determine the feasibility of photonovela media for deaf children on magnetic material at SMALB. The research method used is the Research and Development (R D) method with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The test subjects in this study were deaf students of high school level (SMALB), which was conducted in two schools namely SLB N 6 Jakarta and SLB N 7 Jakarta. Determination of eligibility is done by validating by expert experts namely media experts and material experts conducted in two stages. As the effectiveness of photo media, the researchers conducted a small group test by 5 students of class X at SLB N 6 Jakarta and a large group test by 11 students of class X, XI at SLB N 7 Jakarta to determine student responses. Research and development produces photonovela media in the form of books with magnetic materials that are suitable for use based on an average expert judgment in the first stage of 75.5% and in the second stage of 75.9%. The effectiveness of the media is done by respondent testing using an assessment questionnaire and evaluation of learning outcomes after using photo media. Assessment of student responses on student trials, conducted in small groups received an assessment of 85.87%, and large groups received an assessment of 92.08%, and the percentage of completeness of the evaluation results of learning amounted to 81.25%, which means that the photonovela media is feasible and can accepted by students. Keywords: fotonovela, deaf
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONSEPTUAL INTERAKTIF DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP IPBA DAN MENGETAHUI PROFIL AKTIVITAS SISWA SMP W. S. Anwar; W. Liliawati; J. A. Utama
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 1, No 1 (2013): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.212 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v1i1.4892

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penerapan pembelajaran konseptual interaktif dengan menggunakan media animasi untuk meningkatkan penguasaan konsep IPBA dan aktivitas siswa SMP di dalam kelas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluanyang menunjukkan bahwa penguasaan konsep IPBA dan aktivitas belajar siswa SMP di dalam kelas masih rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experimental design dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah salah satu kelas IX SMP Negeri di kota Bandung. Data penelitian diperoleh melalui tes penguasaan konsep dan lembar observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa di sekolah tersebut mengalami peningkatan dalam penguasaan konsep IPBA dengan nilai rata-rata gain yang dinormalisasi sebesar 0,49 dengan kategori sedang. Profil aktivitas siswa pada pertemuan pertama secara umum berada pada kategori cukup dengan persentase sebesar 44,1%, sedangkan profil aktivitas siswa pada pertemuan ke dua secara umum berada pada kategori baik dengan persentase sebesar 64,2%. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran konseptual interaktif dengan menggunakan media animasi dapat meningkatkan penguasaan konsep IPBA siswa serta dapat membuat siswa lebih aktif selama proses pembelajaran.The study is focus on the application of interactive conceptual learning using media animation to enhance mastery of concepts and activities IPBA junior high school students in the classroom. The study is motivated by the results of the previous study that indicate the mastery of concepts IPBA and junior high students' learning activities in the classroom is still low. The method is used in this study is pre-experimental design with the design of the study one group pretest-posttest design. The sample is a class IX Junior High School in Bandung. The data obtained through mastery of concepts tests and student activity observation sheets. The results showed that the students in the school have increased in the control concept of IPBA with the average value of the normalized gain 0.49 with the category. Student activity profile at the first general meeting are in the sufficient category with the percentage is 44.1%. At the second meeting in general, it has good category with the percentage is 64.2%. Based on the results, it can be concluded that the application of interactive conceptual learning using media animation can enhance students' mastery of concepts IPBA and can make students more active during the learning process.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN FOUR-TIER DIAGNOSTIC TEST UNTUK MENDETEKSI MISKONSEPSI SISWA KELAS X PADA MATERI IMPULS Fungky Iqlima Nasyidiah; Parsaoran Siahaan; Dedi Sasmita
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2614.883 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.27156

Abstract

ABSTRAK Miskonsepsi merupakan satu dari permasalahan yang dialami siswa pada proses pembelajaran terutama ketika mereka belajar di sekolah. Materi Impuls adalah satu dari konsep abstrak dalam ilmu fisika, lebih tepatnya pada bagian mekanika. Impuls menjadi sulit dipahami ketika diimplementasikan pembelajaran konvensional dan sangat jarang penelitian yang mengungkap miskonsepsi siswa pada materi impuls. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan Instrumen Four-Tier Diagnostic Test untuk mengungkap miskonsepsi siswa pada materi impuls. Penelitian ini menggunakan desain penelitian yaitu 3D+1I (defining, designing, developing, dan implementing). Four-Tier Diagnostic Test terdiri dari empat tingkatan, yaitu tingkat pertama berisi pertanyaan dengan empat pilihan jawaban tertutup dan satu pilihan jawaban terbuka, tingkat kedua berisi tingkat keyakinan menjawab pada tier pertama, tingkat ketiga berisi beberapa pilihan alasan tertutup dan satu pilihan alasan terbuka, dan tingkat keempat berisi tingkat keyakinan dalam memilih pilihan alasan. Subjek penelitian ialah siswa kelas X di SMA Kota Bandung. Pengujian validitas Four-Tier Diagnostic Test oleh validator menunjukkan valid. Reliabilitas Instrumen Four-Tier Diagnostic Test menunjukan konsistensi jawaban dari siswa lemah, namun kualitas butir-butir soal dalam instrument aspek realibilitasnya bagus. Soal tes memiliki 6 soal sukar, 2 soal mudah dan 2 soal sangat mudah. Serta untuk daya pembeda soal tes memiliki 5 soal sangat baik, 2 soal baik, 2 soal kurang baik dan 1 soal jelek. Walau begitu soal tetap dapat diterima karena tidak ada nilai yang menunjukkan nilai negatif. Terdapat 58% siswa terkategori partial negative pada nomor soal 10 dan 13% siswa terkategori miskonsepsi pada nomor soal 2 dan 10. Kata Kunci: Four-Tier Diagnostic Test , Impuls, Miskonsepsi, dan Model Rasch ABSTRACT Misconception is one of the problems experienced by students in the learning process, especially when study at school. Impulse is one of the abstract concepts in physics, especially mechanics section. Impulses become difficult to understand when conventional learning is implemented and very rarely research that reveals students' misconceptions on impulse material. Therefore, this study aims to develop a Four-Tier Diagnostic Test Instrument to reveal students' misconceptions on impulse material. This study used a research design, namely 3D + 1I (defining, designing, developing, and implementing). The Four-Tier Diagnostic Test consists of four levels, namely the first level contains questions with four closed answer options and one open answer option, the second level contains the confidence level of answering in the first tier, the third level contains several closed reasons and one open choice of reasons, and the fourth level contains the level of confidence in choosing the choice of reason. The research subjects were students of class X in SMA Bandung City. The validity test of the Four-Tier Diagnostic Test by the validator shows that it is valid. The reliability of the Four-Tier Diagnostic Test instrument shows the consistency of the answers from students is weak, but the quality of the items in the instrument's reliability aspect is good. The test questions have 6 difficult questions, 2 easy questions and 2 very easy questions. As well as for distinguishing power the test questions have 5 very good questions, 2 good questions, 2 bad questions and 1 bad question. Even so, the problem can still be accepted because there is no value that shows a negative value. There were 58% of students categorized as partial negative in question numbers 10 and 13% of students categorized as misconceptions in question numbers 2 and 10. Keyword: Four-Tier Diagnostic Test , Impulse, Miconceptions, dan Rasch Model.
Halaman Depan WaPFi Vol. 1 No. 1 Februari 2013 Tim Penyunting WaPFi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 1, No 1 (2013): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.495 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v1i1.4996

Abstract

Halaman Depan WaPFi Vol. 1 No. 1 Februari 2013
Halaman Depan Wahana Pendidikan Fisika, Vol. 6, No. 1, Februari 2021 Achmad Samsudin
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.009 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32263

Abstract

Halaman Depan Wahana Pendidikan Fisika, Vol. 6, No. 1,  Februari 2021
AUTHENTIC ASSESSMENT BASED ON TEACHING AND LEARNING TRAJECTORY WITH STUDENT ACTIVITY SHEET (SAS) ON BASIC PHYSICS COURSES Chaerul Rochman; Ea Cahya Septian Mahen; Dindin Nasrudin
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.359 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10373

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mendapatkan profil capaian pembelajaran dengan mennggunakan model Authentic Assessment Based on Teaching Learning Trajectory (AABTLT) with Student Activity Sheet (SAS) pada mata kuliah Fisika Dasar 1. Metode yang digunakan weak experiment dengan the one shoot case study design, yaitu ada dua kelompok mahasiswa yang diberi perlakuan presentasi-diskusi AABTLT with SAS pada materi gerak satu dimensi. Sampel penelitian adalah 70 orang mahasiswa yang mengikuti kuliah Fisika Dasar Instrumen penelitian yang digunakan adalah SAS yaitu daftar jawaban mahasiswa terhadap pertanyaan, instruksi dan tagihan selama proses perkuliahan. Data yang diperoleh dari SAS akan dianalisis secara kuantitatif sederhana dan diinterpretasikan dengan teknik kualitatif. Penelitian ini menyimpukan bahwa (1) perkuliahan dengan presentasi dan penyajian model AABTLT dengan SAS dapat menggambarkan keefektifan, (2) terdapat perbedaan tingkat efektifitas capaian pembelajaran antara kedua kelompok mahasiswa kurang dari 10%. Kata Kunci:  Authentic Assessment Based on Teaching Learning Trajectory (AABTLT); Fisika Dasara; Student Activity Sheet (SAS)  AbstractThe purpose of this research is to get the learning achievement profile by using the Authentic Assessment Based on Teaching Learning Trajectory (AABTLT) model with the Student Activity Sheet (SAS) in 1st Basic Physics Course. The method used by the weak experiment with the one shoot case study design, there were two groups of students who were treated with AABTLT-SAS presentations on one-dimensional motion material. The sample of research is 70 students who attended 1st Basic Physics. The research instrument used is SAS which is the list of student answers to questions, instructions, and bills during the lecture. Data obtained from SAS will be analyzed in a simple quantitative manner and interpreted with qualitative techniques. This study concludes that (1) lectures with presentation and presentation of AABTLT model with SAS can describe the effectiveness of Basic Physics, (2) there is the difference of effectiveness level of learning achievement between both groups of students less than 10%.      Keywords: Authentic Assessment Based on Teaching Learning Trajectory (AABTLT); Basic Physics; Student Activity Sheet (SAS)
PENYUSUNAN E-BOOK INTERAKTIF PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS UNTUK SISWA SMA KELAS X Firda Fikri Andini; Saeful Karim; Agus Danawan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.329 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas e-book interaktif pada materi Momentum dan Impuls. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keharusan seorang pendidik membuat bahan ajar untuk Pembelajaran Jarak Jauh yang terjadi ketika masa pandemi ini. Dalam Pembelajaran Jarak Jauh pendidik harus mengembangkan bahan ajar yang mudah diakses oleh semua siswa dan bahan ajar yang bisa dipelajari secara mandiri. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Developmant (RD) dengan model ADDIE yaitu Analysis, Design, Developmant, Implementation, Evaluation. Tahapan dalam penelitian ini sesuai dengan model yang digunakan yaitu tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Untuk mengukur kualitas e-book interaktif digunakan lembar validasi konten yang terdiri dari aspek materi, penyajian dan kebahasaan, lembar validasi media yang terdiri dari aspek kegrafikan dan perangkat lunak, dan angket respon siswa.Validasi konten dan media dilakukan oleh dua dosen pendidikan fisika dengan keahlian media pembelajaran fisika dan satu guru mata pelajaran fisika kelas X.  Penilaian terhadap e-book interaktif dilakukan oleh kelas X SMA.  Hasil dari validasi konten yaitu e-book interaktif dinyatakan sangat layak untuk digunakan dengan persentase 85,2%. Hasil validasi media juga dinyatakan e-book interaktif layak untuk digunakan dengan persentase 78,3%. E-book interaktif ini juga mendapatkan respon positif dari siswa dengan mendapatkan nilai 68,4% - 81,6%.Kata kunci: E-book, E-book Interaktif, Momentun dan Impuls  ABSTRACT The research aims to determine the quality of attractive e-books on Momentum and Impulse material. This research is motivated by the obligation of an educator to make teaching materials for Long-Distance Learning that occurred during this pandemic. In Long Distance Learning, educators must develop teaching materials that are easily accessible to all students and teaching materials that can be studied independently. The research method used is Research and Development (RD) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The stages in this study are in accordance with the model used, namely the analysis, design, development, implementation and evaluation stages. The interactive book used content validation sheets consisting of material aspects, presentation and language, media validation sheets consisting of graphic aspects and software, and student response questionnaires. Content and media validation was carried out by two physicists and one 10th-grade physics teacher. The evaluation of the interactive e-book was carried out by 10th graders. The results of the content validation, namely the interactive e-book were declared very suitable for use by percentage 85,2%. Then, the media validation results also stated that the interactive e-book was feasible to use by percentage 78,3%.And this interactive e-book is also get a positive response from students by percentage 68,4% - 81,6%.Keywords: E-book, E-book Interactive, Momentum and Impluse
PENERAPAN LEVELS OF INQUIRY (LoI) UNTUK MENGIDENTIFIKASI PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BEREKSPERIMEN PADA MATERI TEKANAN DI SMP Elsa Anggiya Nurinsani; Harun Imansyah; Setiya Utari; Duden Saepuzaman; Hutnal Bashori
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.833 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10952

Abstract

ABSTRAK Kemampuan bereksperimen di pandang sebagai kemampuan yang penting dalam membangun pengetahuan sains, kemampuan ini dimaknai sebagai gabungan antara pengetahuan dan ketrampilan sehingga dalam hal ini untuk menguji kemampuan eksperimen melibatkan konsep yang di gunakan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan ini dipandang belum dimiliki siswa karena adanya kesulitan guru dalam mengajarkan cara-cara saintifik untuk melatihkan kemampuan tersebut. LoI merupakan langkah yang di pandang sesuai untuk melatihkan kemampuan bereksperimen karena memiliki tahapan yang sistemasis dan terstruktur yang alamiah dalam kaitannya untuk melatihkan kemampuan bereksperimen, dan fleksibel diterapkan dengan dominasi peran siswa dan guru yang dapat diatur sesuai dengan kondisi. Kemampuan bereksperimen yang diamati meliputi menggunakan hubungan matematik untuk meramalkan gambaran hasil observasi dan eksperimen, hipotesis dan situsi eksperimen yang dibayangkan, mendesain eksperimen serta menyimpulkan hasil eksperimen. Untuk melihat perkembangan kemampuan ini dianalisis berdasarkan jawaban LKS dengan kategori peningkatan merujuk rubrik yang di kembangkan oleh Lati  W.  Hasil penelitian menunjukkan  pada aspek meramalkan gambaran eksperimen meningkat lebih baik di banding aspek lainnya, meskipun dalam prosesnya penggunaan LoI ini dominasi guru masih lebih kental. Peran Discovery Learning dan Interactive Demonstration telah memberikan cara-cara yang baik meskipun dominasi guru cukup kental, namun dalam langkah Interactive Demonstration  dan Inquiry Lesson perlu difikirkan langkah yang lebih fokus dalam melatihkan kemampuan berhipotesis dan mendesain eksperimen. Kata Kunci:  Kemampuan bereksperimen; LoI. ABSTRACT The ability to experiment in view as an important ability in building science knowledge, this ability is interpreted as a combination of knowledge and skills so that in this case to test the ability of the experiment involves the concept in use. The results show that this ability is considered not owned by students because of the difficulty of teachers in teaching scientific ways to trillate these abilities. The LoI is an appropriate step for experimenting abilities because it has a natural, systematic, and structured stages in relation to experiential skills, and is flexibly applied to the dominant role of students and teachers who can be organized according to conditions. The experimental abilities observed include using mathematical relationships to forecast imagery and experimental results, experimental hypotheses and experimental situations, designing experiments and summarizing experimental results. To see the development of this ability is analyzed based on the answer of LKS with category of improvement refer to the rubric developed by Lati W. The results showed on the aspect of predicting experiments improved better than other aspects, although in the process the use of this LoI teacher domination is still more viscous. The role of Discovery Learning and Interactive Demonstration has provided good ways even though teacher dominance is strong enough, but in Interactive Demonstration and Inquiry Lesson steps need to be considered a more focused step in tracing the ability to hypothesize and design experiments. Keywords: Ability to experiment; LoI.
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Literasi Digital Praktikum Virtual Fisika pada Sudut Pandang Gender Mahasiswa Riki Purnama Putra; Indy Ramadhanti; Shidiq Andhika; Rena Denya Agustina; Pina Pitriana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 1 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.065 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v7i1.42767

Abstract

Literasi Digital atau pemahaman akan digital merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan dalam pembelajaran Abad-21. Banyak hal yang bisa digunakan dalam Literasi Digital, terutama pada penggunaan maupun pengembangan teknologi kelak, pada dunia pendidikan, pengembangan teknologi digunakan terutama pada kegiatan laboratorium seperti praktikum fisika. Banyak dari keberhasilan hidup seseorang ditentukan oleh kecerdasan emosional dibandingkan dengan kecerdasan intelektual, hal tersebut dikarenakan kecerdasan emosional mampu memahami sebuah konsep lebih cepat dibandingkan kecerdasan intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah adanya perbedaan tingkat kecerdasan emosional yang ditinjau dari sudut pandang gender pada literasi digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis kuantitatif dengan bermodel komparatif. Teknik sampling yang digunakan menggunakan teknik nonprobability sampling dengan menggunakan data primer dan sekunder sebagai variabel. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 42 mahasiswa Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan jumlah 21 pria dan 21 wanita. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, terdapat pengaruh antara kecerdasan emosional dengan literasi digital dan gender pria mendapatkan nilai tertinggi yaitu 83.42 pada literasi digital dengan nilai mean sebesar 64.3229, lalu pada kecerdasan emosional, gender wanita mendapatkan nilai mean sebesar 69.05. Pada uji Anova terdapat nilai signifikasi sebesar 1.00 pada Kecerdasan Emosional dan 0.024 pada Literasi Digital, hal tersebut mengindikasikan bahwa ada perbedaan kecerdasan emosional terhadap mahasiswa pria dan wanita dan terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap penggunaan praktikum fisika secara virtual menggunakan virtual laboratory.
REKONSTRUKSI RANCANGAN PEMBELAJARAN SAINS MELALUI ANALISIS KESULITAN LITERASI SAINS SISWA SMP PADA TOPIK SIFAT DAN PERUBAHAN ZAT Dian Zakaria Sidiq; Setiya Utari; Muhamad Gina Nugraha
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 2 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.582 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i2.13732

Abstract

ABSTRAKLiterasi sains merupakan kemampuan untuk memahami, menggunakan serta mengaplikasikan sains agar mampu mengambil keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah berdasarkan pertimbangan sains secara efektif dan bertanggung jawab. Literasi sains (scientific literacy) memiliki peranan yang sangat penting bagi setiap individu baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia pekerjaan. Namun, hasil studi yang dilakukan PISA sejak tahun 2000 sampai dengan tahun 2012 menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa Indonesia masuk pada kategori lemah. Kenyataan dilapangan, menunjukkan pula bahwa terkait dengan materi sifat dan perubahan zat, kemampuan literasi sains di salah satu SMP kota Cimahi belum terlatihkan. Rancangan pembelajaran untuk melatihkan literasi sains siswa SMP pada materi karakteristik zat belum sepenuhnya terintegrasi dengan keadaan sekitar lingkungan siswa tinggal, sehingga proses pembelajaran belum sepenuhnya kontekstual. Dari permasalahan yang ditemukan, maka penelitian ini berupaya mengungkapkan profil kemampuan literasi sains siswa kelas VII salah satu SMP di kota Cimahi. Luaran dari penelitian ini adalah dihasilkannya produk berupa rencana pelaksanaan pembelajaran yang lebih menekankan pengembangan kemampuan literasi sains siswa. Metode penelitian yang digunakan ialah metode survei dan penelusuran kemampuan literasi sains melalui soal-soal berbasis literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan proses dan penguasaan untuk merumuskan suatu percobaan masih perlu ditingkatkan. Hanya 19,1% siswa mampu menguasai indikator menjelaskan penerapan dari pengetahuan untuk masyarakat. Persentase sebesar 70,21% dicapai siswa untuk indikator menjelaskan dan mengevaluasi berbagai cara yang digunakan ilmuwan untuk memastikan reliabilitas dan objektivitas keumuman penjelasan. Selain itu, siswa menanggapi positif pembelajaran sains yang selama ini diikuti siswa.Kata Kunci: Literasi Sains, Sifat dan Perubahan Zat, Rekonstruksi Rancangan PembelajaranABSTRACTScientific literacy is ability to understand, use and apply the science to be able to take a decision in resolving a problem based on scientific considerations effectively and responsibly. Scientific literacy (scientific literacy) has a very important role for every individual both in everyday life and in the world of work. However, the results of PISA studies conducted since 2000 up to 2012 showed that the ability of Indonesian students entering science literacy in the weak category. The reality in the school, showed also that related to the material properties and changes of substances, science literacy skills one of middle school in Cimahi city anhabituate. Lesson plan for science literacy middle school students on the material characteristics of the substance has not been fully integrated with the surrounding circumstances of students living environment, so that the learning process is not yet fully contectual. This research seeks to reveal students' science literacy skills profile one of middle school class VII in Cimahi City. Outcomes of this study is the product produced in the form of lesson plan which emphasizes the development of students' science literacy skills. The method used in this research is survey method and tracking capabilities scientific literacy through questions based on scientific literacy. The results showed that ability process and mastery to formulate an experiment still needs to be improved. Only 19.1% of students were able to master the indicator describes the application of knowledge to the public. Percentage of 70.21% achieved by students for indicators describe and evaluate the various ways that scientists use to ensure the reliability and objectivity of the generality of explanation. In addition, students respond positively to the learning of science that has been followed by the students.Keywords: Scientific Literacy, Properties and Change of States of Matter, Reconstruction of Learning DesignDian Zakaria Sidiq, dkk – Rekonstruksi Rancangan Pembelajaran Sains Melalui Analisis kesulitanliterasi sains siswa SMP pada Topik Sifat dan Perubahan Zat

Page 1 of 20 | Total Record : 199