cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,738 Documents
AFFIXATION OF BUGBUG DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., I Wayan Agus Anggayana
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran infleksi dan awalan dan akhiran derivasi dari Dialek Bugbug di desa Bugbug. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dua contoh informan dari Dialek Bugbug dipilih berdasarkan kriteria yang ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga jenis awalan di Dialek Bugbug yang termasuk derivasi, awalan {mΛ-}, {m-}, dan {kɅ-}. Ada lima jenis awalan di Dialek Bugbug yang termasuk infleksi, awalan {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-} dan {Λ-}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Bugbug yang termasuk derivasi, akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Bugbug yang termasuk infleksi, akhiran {-ē} dan {-Ʌ}. Awalan dan akhiran di Dialek Bugbug yang termasuk derivasi adalah awalan {mΛ-}, {m-} dan {kɅ-} dan akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Awalan dan akhiran di Dialek Bugbug yang temasuk infleksi adalah awalan {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, dan {Λ-} dan akhiran {-ē} dan {-Ʌ}.Kata Kunci : Awalan dan Akhiran Derivasi, Awalan dan Akhiran Infleksi, Dialek Bugbug The study aimed at describing inflectional prefixes and suffixes and derivational prefixes and suffixes of Bugbug Dialect in Bugbug village. This research is a descriptive qualitative research. Two informants sample of Bugbug Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study showed that there were three kinds of derivational prefixes in Bugbug Dialect; prefix {mΛ-}, {m-}, and {kɅ-}. There were five kinds of inflectional prefixes in Bugbug Dialect; prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-} and {Λ-}. There were two kinds of derivational suffixes in Bugbug Dialect; suffix {-Λŋ} and {-In}. There were two kinds of inflectional suffixes; suffix {-ē} and {-Ʌ}. Prefixes and suffixes in Bugbug Dialect which belong to derivation: prefix {mΛ-}, {m-} and {kɅ-} and suffix {-Λŋ} and {-In}. Prefixes and suffixes in Bugbug Dialect which belong to inflection: prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {Λ-} and suffix {-ē} and {-Ʌ}.keyword : Derivational Prefixes and Suffixes, Inflectional Prefixes and Suffixes, Bugbug Dialect
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN WRITING COMMITTED BY THE STUDENTS OF XI IPB ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Ni Wayan Partini
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan tata bahasa di dalam tulisan siswa kelas XI IPB SMA Negeri 1 Susut tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penyebab dari kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Subyek penelitian ini adalah 55 siswa yang terdiri dari 28 orang siswa kelas XI IPB1 dan 27 orang siswa kelas XI IPB3. Data dikumpulkan melalui pengumpulan teks narasi dan spoof yang ditulis oleh siswa, penyebaran kuesioner, dan wawancara. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa siswa masih melakukan kesalahan terkait dengan penggunaan kata kerja, kata ganti, preposisi dan artikel. Kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa yaitu kesalahan dalam penggunaan kata kerja, ditandai dengan ditemukannya 477 (62.27%) buah kesalahan di dalam teks narasi, dan 404 buah di dalam teks spoof (65.21%). Frekuensi kesalahan dalam penggunaan preposisi cenderung paling sedikit dilakukan karena hanya ditemukan 78 (10.18%) di dalam teks narasi, dan 40 buah ditemukan di dalam teks spoof. Sedangkan kesalahan dalam penggunaan kata ganti dan artikel hamper sama besarnya di dalam kedua teks, dimana masing-masing dari dua jenis kesalahan tersebut mencapai 13-15% dari keseluruhan jumlah kesalahan di masing-masing teks. Sementara itu, kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yakni interlingual transfer (pengaruh bahasa pertama), dan intralingual transfer (overgeneralisasi, kesalahan dalam memahami konsep, kelalaian dalam penggunaan batasan aturan tata bahasa, dan penggunaan tata bahasa yang tidak lengkap). Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPB SMA Negeri 1 Susut paling banyak melakukan kesalahan pengguanaan kata kerja, sedangkan kesalahan penggunaan preposisi paling sedikit dilakukan siswa. Selain itu, sebagian besar kesalahan tersebut disebabkan oleh pengaruh bahasa pertama siswa. Kata Kunci : kesalahan penggunaan tata bahasa, transfer This study was aimed at analyzing grammatical errors in writing committed by the students of XI IPB in SMA Negeri 1 Susut in academic year 2013/2014. This study also analyzed and described the causes of the errors committed by the students. The subject involved in this study was 55 students, in which twenty eight students were from XI IPB1 and the rest were from XI IPB3. The data were collected through collecting the students‘ narrative and spoof writings, distributing questionnaires, and conducting interview. The result of analysis revealed that the students commit errors in terms of verb form, pronoun, preposition, and article. The most committed errors are around the use of verb form, in which there are 477 (62.27%) in narrative texts, and 403(65.21%) in spoof texts. The frequency of preposition errors is at the least. This kind of errors are found as many as 78 (10.18%) in narrative texts, and 40 (5.83%) in spoof texts. Meanwhile, errors around the use of pronoun and article are both equally committed by the students, in which each error reaches 13-15% of the total errors in both texts. Those errors were caused by the intralingual transfer and interlingual transfer (overgeneralization, false concept of hypothesized, ignorance of rules restriction, and the incomplete application of rules). Therefore, it can be concluded that the students of XI IPB SMA Negeri 1 Susut still commit errors around the use of verb form, pronoun, preposition, and article, in which the most committed errors were verb form error.keyword : grammatical error, interlingual transfer, intralingual transfer
The Contribution of Socioeconomic Status and Achievement Motivation on English Achievement A Study in Public Senior High Schools in Denpasar in Academic Year 2013/2014 ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., I Gede Angga Sukaryawan
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan rancangan penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk menguji (1) pengaruh antara status sosial ekonomi terhadap prestasi bahasa Inggris, (2) pengaruh antara motivasi berprestasi terhadap prestasi bahasa Inggris, dan (3) pengaruh antara status social ekonomi dan motivasi berprestasi terhadap prestasi dari siswa kelas XII SMA Negeri di Denpasar pada tahun ajaran 2013/2014. Rancangan penelitian ex-post facto¬ adalah rancangan penelitian yang menguji hubungan antara variable-variabel bebas dan sebuah variable terikat dengan (1) memilih sampel, (2) merancang dan mengembangkan kuisioner, (3) menyebar kuisioner, (4) menganalisis hasil yang diperoleh, dan (5) membuat kesimpulan. Penelitian ini dibatasi pada siswa kelas XII SMA Negeri pada semester pertama di Denpasar, yaitu SMA Negeri 1 Denpasar, SMA Negeri 2 Denpasar, SMA Negeri 3 Denpasar, SMA Negeri 4 Denpasar, SMA Negeri 5 Denpasar, dan SMA Negeri 8 Denpasar. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik class random sampling yaitu 430 siswa di 12 kelas dari 6 sekolah tersebut. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif, yaitu analisis deskriftif dan inferensial Penelitian ini menemukan bahwa (1) tidak ditemukan pengaruh yang signifikan dari status sosial ekonomi terhadap prestasi bahasa Inggris siswa; (2) terdapat pengaruh yang signifikan dari motivasi berprestasi terhadap prestasi Bahasa Inggris siswa sebesar 9,2%; dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan dari status sosial ekonomi dan motivasi berprestasi secara bersama-sama terhadap pretasi belajar siswa sebesar 9,82%. Kata Kunci : Motivasi Berprestasi, Prestasi Bahasa Inggris, Status Sosial Ekonomi This study was a correlational study with ex-post facto research design, which aimed at examining (1) the contribution between socioeconomic status on English achievement, (2) the contribution between achievement motivation on English achievement, and (3) the contribution between socioeconomic status and achievement motivation on English achievement of the twelfth grade students of first semester of public senior high schools in Denpasar in academic year 2013/2014. Ex-post facto research design was a research design to investigate the correlation between independent variables and dependent variable by (1) selecting the sample, (2) designing and developing the questionnaires, (3) distributing the questionnaires, (4) analyzing the obtained data, and (5) drawing the conclusion. This study was restricted to the twelfth grade students of first semester at six public senior high schools in Denpasar, namely SMA Negeri 1 Denpasar, SMA Negeri 2 Denpasar, SMA Negeri 3 Denpasar, SMA Negeri 4 Denpasar, SMA Negeri 5 Denpasar, and SMA Negeri 8 Denpasar. The sample of the study was chosen by using class random sampling technique that was 430 students in 12 classes of six schools. The obtained data was analyzed quantitatively by using descriptive and inferential statistical analysis. This study discovered that: (1) there was no significant contribution of socioeconomic status on English achievement of the students; (2) there was a significant contribution of achievement motivation on English achievement of the students as much as 9.2%; and (3) there was a significant contribution of socioeconomic status and achievement motivation on English achievement of the students as much as 9.82%. keyword : Achievement Motivation, English Achievement, Socioeconomic Status
Affixation System In Munti Gunung Dialect: A Descriptive Study of Derivational and Inflectional Processes ., Drs.Sudirman, M.L.S; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Gede Andre Putra
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran di Dialek Munti Gunung (MGD) yang termasuk derivasi dan infleksi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Tiga informan dari Munti Gunung telah dipilih berdasarkan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam jenis awalan di Dialek Munti Gunung (MGD): {mΛ-}, {m-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, dan {Λ-} dan tiga jenis akhiran di Dialek Munti Gunung (MGD): {-Λŋ}, {-In} dan, {-ə}. Awalan dan akhiran di Dialek Munti Gunung(MGD) yang termasuk derivasi adalah awalan {mΛ-} dan {m-} dan akhiran {-Λŋ}, dan {-In}. Awalan dan akhiran di Dialek Munti Gunung (MGD) yang temasuk infleksi adalah awalan {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, dan {Λ-} dan akhiran {-ə}, {-Λŋ}, dan {-In}. Kata Kunci : afikasi, dialek munti gunung, proses derivasi dan infleksi This study aimed at describing the prefixes and suffixes in Munti Gunung Dialect (MGD) which belong to derivation and inflection. This research was a descriptive qualitative research. The data were collected using three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. Three informants sample from Munti Gunung were chosen based on criteria. The results of the study showed that there were six kinds of prefixes in Munti Gunung Dialect (MGD): prefix {mΛ-}, {m-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, and {Λ-} and there were three kinds of prefixes in Munti Gunung Dialect (MGD): {-Λŋ}, {-In} dan, {-ə}. Prefixes and suffixes in Munti Gunung Dialect (MGD) which belong to derivation: prefix {mΛ-} and {m-} and suffix {-Λŋ} and {-Ιn}. Prefixes and suffixes in MGD which belong to inflection: prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {Λ-} and suffix {-ə}, {-Λŋ}, and {-In}.keyword : affixation, munti gunung dialect, derivational and inflectional processes
The Analysis of Speech Acts Used by The English Teacher in Teaching and Learning Instruction at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Putu Ayu Indra Yuliantari
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui kategori-kategori speech acts yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris dalam kegiatan belajar-mengajar di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris yang mengajar di kelas VIII.2 dan VIII.4 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Data dikumpulkan melalui proses observasi, rekaman, transkripsi, mencatat, mengkode, danwawancara. Kemudian, data yang berhasil dikumpulkan, dianalisis dengan model analisis Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa terdapat 10 kategori speech acts yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja, yaitu: representative, directive, directive need statement, directive imperative, directive embedded imperative, directive permission, directive question, directive hint, commisive, expression, effective, verdictive, dan quotation. Kata Kunci : Kata kunci : speech acts , kegiatan belajar-mengajar, teori Miles and Hiberman This is a descriptive qualitative study which aimed to find out the speech acts used by the English teacher in teaching and learning process at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. The subject of this study was the English teacher who taught in VIII.2 and VIII.4 at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. The data were collected through some steps, namely: observing, recording, transcribing, field noting, coding, and interviewing. Then, the data were analyzed by using Miles and Huberman theory. According to the results of this study, it is found that there are 10 categories of speech acts used by the English teacher at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja, namely: representative, directive, directive need statement, directive imperative, directive embedded imperative, directive permission, directive question, directive hint, commisive, expression, effective, verdictive, and quotation.keyword : Keywords: speech acts, teaching and learning process, Miles and Huberman theory
An Analysis on Communication Strategy Used by Front Office Staff In Puri Saron Baruna Hotel ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Luh Putu Widianingsih
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi berkomunikasi yang digunakan oleh staf front office, tipe dari strategi berkomunikasi yang paling sering digunakan oleh staf ketika berkomunikasi dengan tamu, dan alasan dalam penggunaan strategi tersebut. Data dikumpulkan melakui observasi langsung dan wawancara. Alat perekam, catatan, dan lembar pengamatan juga digunakan dalam pengumpulan data. Data tersebut kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu; (1) Tipe-tipe dari strategi berkomunikasi yang digunakan oleh staf front office adalah message abandonment, topic avoidance, language switch, approximation, word coinage, circumlocution, appeals for assistance, stealing atau time-gaining strategies, non linguistic signals, dan literal translation. (2) Strategi stealing atau time gaining merupakan strategi yang digunakan paling sering oleh staf. (3) Ada beberapa alasan yang menyebabkan para staf menggunakan strategi tersebut seperti untuk memperlancar komunikasi dengan tamu walaupun staf memiliki keterbatasan dalam penguasaan bahasa tertentu, untuk memberikan penekanan terhadap ujaran dari staf, untuk membantu staf dalam menjelaskan sesuatu kepada tamu, dan menghindari kesalahan dalam memberikan informasi.Kata Kunci : staf front office, strategi berkomunikasi The purposes of this study were to investigate the types of communication strategy used by front office staff, the types of communication strategy used most frequently, and the reasons of the staff in using those types of communication strategies. The data was collected through doing direct observation and interview. Besides, mobile recorder, field note, and observational sheet were also used in gaining the data. The data was analysed both qualitatively and quantitatively. The result of this study are: (1) there are ten types of communication strategies utilized by the staff in communicating with the guests, they are message abandonment, topic avoidance, language switch, approximation, word coinage, circumlocution, appeals for assistance, stealing or time-gaining strategies, non linguistic signals, and literal translation. (2) Stealing or time gaining strategy is found as the most frequent strategy used by the staff. (3) There are some factors that cause the staff to apply those strategies such as to make the conversation keep running although the staff have lack of language ability, to give emphasize on staff’s utterances so that the guest understand what the staff said, to help the staff explain something easier to the guests, and to avoid mistakes while giving information to the guests. keyword : communication strategy, front office staff
THE QUALITATIVE EVIDENCES THAT DIFFERENTIATE PELAGA AND TAMBAKAN DIALECTS: A CONTRASTIVE STUDY ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Putu Bagus Mahardika
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedakan sistem fonologi antara dialek Pelaga (PD) dan Tambakan (TD) dan pengaruhnya terhadap pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Subjek dari penelitian ini adalah dialek Pelaga dan Tambakan. Penelitian ini merupakan jenis dari penelitian konstrastif. Sistem fonologi dari kedua dialek dipaparkan pertamanya. Data dipaparkan menggunakan 3 jenis wordlist (Swadesh, Budasi, dan Holle) yang dikumpulkan menggunakan teknik perekaman dan pencatatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan dari kedua dialek. Dalam hal fonem, PD memiliki 55 dan TD memiliki 48. Sementara itu, distribusi dari vokal kedua dialek menunjukkan perbedaan, walaupun jumlah keduanya sama. PD dan TD memiliki jumlah diftong yang sama, yakni 9. Dari 19 konsonan kedua dialek, kebanyakan memiliki distribusi yang lengkap. Namun, konsonan /ʔ/ dalam PD muncul di posisi tengah dan akhir, sementara dalam TD hanya muncul di posisi akhir. Dalam hal gugus konsonan, PD memiliki 17 dan TD hanya 11. Dalam pengaruhnya terhadap pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing, fonem bahasa Inggris /ӕ/, /ɒ/, /ɜ/, /ɑ/, /ɑI/, /ɑʊ/, /f/, /v/, /ɵ/, /ð/, /z/, /ʃ/, /ʤ/ dan semua triftong menjadi kendala dalam pengucapannya oleh orang-orang Pelaga dan Tambakan.Kata Kunci : bukti-bukti kualitatif, dialek Pelaga, dialek Tambajan, penelitian kontrastif The study aimed at contrasting the phonological systems of Pelaga Dialect (PD) and Tambakan Dialect (TD) and its implication to learning English as a foreign language. The subjects of this study were Pelaga and Tambakan dialects. This study was a contrastive research. The phonological systems of both dialects were firstly described. The obtained data in the form of wordlists (Swadesh, Budasi, and Holle) were collected through recording and listening and noting techniques. The result of the study shows that PD and TD have differences. In terms of phonemes, it was found that PD had 55 phonemes and TD had 48 phonemes. In term of vowel, the distribution of the vowels is different, although they have the same number of it. PD has 9 diphthongs and TD also has 9 diphthongs. From the 19 consonants of both dialects, most of the consonant have complete distribution. There is only the distribution of consonant /ʔ/ that differentiates both dialects in which in PD consonant /ʔ/ appears in the middle and final position, while in TD it appears in the final position only. In term of consonant cluster, PD has 17 consonant clusters and TD only has 11 consonant clusters. On the implication to learning English as a foreign language, English phonemes /ӕ/, /ɒ/, /ɜ/, /ɑ/, /ɑI/, /ɑʊ/, /f/, /v/, /ɵ/, /ð/, /z/, /ʃ/, /ʤ/ and all of the English triphthong are difficult to be pronounced by people in Pelaga and Tambakan.keyword : qualitative evidences, Pelaga dialect, Tambakan dialect, contrastive study
AN ANALYSIS OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL MORPHEMES OF TENGANAN PEGRINGSINGAN DIALECT ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Ni Nyoman Trisna Utami
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses derivasi dan infleksi di Dialek Tenganan Pegringsingan (DTP). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dua informan dari Tenganan Pegringsingan telah dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 awalan di DTP; awalan {ma-}, {N-}, dan {a-}. Ada tiga jenis akhiran di DTP; akhiran {-e}, {-ang}, dan {-in}. Awalan dan akhiran di Dialek Tenganan Pegringsingan yang termasuk derivasi adalah awalan {ma-}, {N-}, and and suffix {-ang}, dan {-in}. Awalan dan akhiran di Dialek Tenganan Pegringsingan yang temasuk infleksi adalah awalan {N-}, and {a-} and suffix {-ǝ}, {-ang}, and {-in}.Kata Kunci : derivasi, morfem infleksi, dialek Tenganan Pegringsingan The study aimed at describing derivational and inflectional processes in Tenganan Pegringsingan Dialect (TPD). This research is a kind of linguistics research which is design in descriptive qualitative research. Two informants sample of TPD were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely observation, recording technique and interview (listening and noting) technique. The result of the study showed that there were three kinds of prefixes in Tenganan Pegringsingan Dialect; prefix {ma-}, {N-}, and {a-}. There were three kinds of suffixes in Tenganan Pegringsingan Dialect; suffix {-e}, {-ang}, and {-in}. Prefixes and suffixes in TPD having derivational process were: prefix {ma-}, {n-}, and suffix {-ang}, and {-in}. Prefixes and suffixes in TPD having inflectional process were: prefix {N-}, and {a-} and suffix {-ǝ}, {-ang}, and {-in}.keyword : Derivational, Inflectional, Morpheme and Tenganan Pegringsingan Dialect (TPD)
ENGLISH TEXTBOOK AND STUDENT WORKSHEET USED FOR ENGLISH SUBJECT FOR THE SEVENTH GRADE STUDENTS IN SMP NEGERI 3 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014: AN ANALYSIS FROM THEORIES, TEACHERS’ AND STUDENTS’ PERCEPTION ., Gusti Agung Ayu Made Indah Pradnyawati; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksankan untuk mengidentifikasi tentang buku ajar dan LKS Bahasa Inggris yang digunakan untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 sebagai materi pembelajaran yang baik berdasarkan analisis teori, persepsi guru dan siswa dan juga untuk mengidentifikasi perbedaan pandangan tentang kualitas dari buku ajar dan LKS tersebut. Sedangkan, subyek penelitian ini adalah 2 orang penelaah ahli (mereka adalah 2 dosen dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA), 2 orang penelaah pengguna (dalam hal ini 2 guru pengajar kelas 7 di SMP Negeri 3 Singaraja) dan pengguna (100 siswa yang dipilih dari selurus siswa kelas 7 di SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan dilakukan diluar pelajaran dalam kelas. Data dikumpulkan melalui pengisian ceklist oleh kedua penilai, pengisian kuesioner oleh guru dan siswa. Data yang diperoleh merupakan hasil ceklist dari para ahli, dan kuesioner dari pengguna. Lalu data-data tersebut dianalisis dan disampaikan secara deskriptif. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa buku ajar dan LKS Bahasa Inggris yang digunakan di SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 telah memenuhi kriteria dari materi pembelajaran yang baik yang dibuat oleh Nitiasih, dkk. (2010). Berdasarkan persepsi dari ahli, guru dan siswa, hasilnya menunjukkan bahwa materi pembelajaran ini “Baik” untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Akan tetapi, seperti Sharma (2008) katakan bahwa terdapat 4 faktor yang memepengaruhi persepsi seseorang seperti: diri sendiri, situasi dan lingkungan, pengalaman, dan juga keinginan dan harapan seseorang. Itulah yang memunculkan perbedaan persepsi pada beberapa aspek diantara para ahli, guru dan siswa. Ini menunjukkan adanya penilaian subyektifitas karena pandangan yang menyebabkan persepsi pribadi sesorang. Sehingga, sangatlah diperlukan agar guru memiliki kemampuan dan kewenangan untuk melaksanakan pembelajaran dengan kualitas baik. Itu dapat dilakukan dengan memiliki acuan untuk memilih dan menggunakan materi pembelajaran yang baik bagi siswanya. Kata Kunci : materi pembelajaran, buku ajar, LKS, persepsi, dan perbedaan pandangan This study was conducted to identify about the English Textbook and Student worksheet used in SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year of 2013/2014 as good learning materials according to the theories, teachers’ and students’ perception and also to find out the discrepancy in the perceptions about quality of the textbook and student worksheet. The subjects of this study were two expert judges (they were 2 lecturers of English Education Department of UNDIKSHA), two user judges (they were 2 teachers who taught the seventh grade students at SMP Negeri 3 Singaraja) and users (100 students of the seventh grade students at SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year of 2013/2014). This study was a qualitative study and was conducted outside of the classroom. The data were obtained through filling the checklist by both judges and the questionnaires for user judges and users. The data collected were the result of judges’ checklist and users’ questionnaire. Then, the data obtained were descriptively analyzed. The findings of the study showed the English Textbook and Students Worksheet used in SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year of 2013/2014 met the criteria of a good material according to theories proposed by Nitiasih et.al (2010). According to the two experts, teachers and students, the result showed those learning materials were “Good” to be used for teaching English. However, as Sharma (2008) said there were four factors affecting personal perception, such as: the perceiver itself, the situation and environment, past experience, and also the personal target and desire. It made some discrepancies occured between experts, teachers and students. It made there was a demonstration of subjectivity because personal view caused personal perception. Thus, there is a need to equip teachers with ability and the authority to do effort in the attempt to established good quality learning. It could be done by having guidance to select and use good learning materials to the students. keyword : learning materials, textbook, student worksheet, perception, and discrepancy
THE DEVELOPMENT OF LINEAR INSTRUCTIONAL MULTIMEDIA OF CLASSROOM MANAGEMENT AND LEADING SMALL GROUP DISCUSSION SKILLS FOR MICROTEACHING CLASS IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT UNDIKSHA ., Ni LP. Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.Pd.; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Putu Reuni Yuliana
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran linear untuk keterampilan mengelola kelas dan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil di kelas microteaching di jurusan Pendidikan Bahas Inggris UNDIKSHA. Desain penelitian dan pengembangan (R&D) oleh Dick and Carey diadaptasi dalam penelitian ini. Langkah yang dilakukan adalah analisis kebutuhan, analisis pembelajaran, analisis siswa dan lingkungannya, merumuskan tujuan khusus, mengembangkan instrument penilaian, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan materi pembelajaran, melakukan penilaian formatif, dan revisi produk. Hasil multimedia pembelajaran memperlihatkan bahwa multimedia yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA adalah multimedia pembelajaran yang isi pada simulasi mengenai pembelajaran bahasa Inggris, menggunakan bahasa Inggris sebagai ahasa penghantar, and tingkatan siswa pada simulasi adalah tingkat SMA. Lalu kualifikasi multimedia pembelajaran linear yang dihasilkan adalah “sangat baik” dengan presentase keseluruhan 87.00% untuk multimedia pembelajaran keterampilan mengelola kelas dan 87.03% untuk keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Kata Kunci : Penelitian dan pengembangan, multimedia pembelajaran linear, keterampilan mengelola kelas, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. This research is an Education Research and Development which aimed at developing linear instructional multimedia of classroom management skill and leading small group discussion skill for microteaching class in English Education Department UNDIKSHA. To develop the instructional multimedia, the Research and Development (R&D) design by Dick & Carey was adapted. The steps done in developing the product were started with identifying instructional goals, conducting instructional analysis, analyzing learners and contexts, writing performance objectives, developing assessment instruments, developing instructional strategy, developing instructional materials, conducting formative evaluation, and the last revising product. Moreover, the result showed that the linear instructional multimedia which is suitable for the English Education Department UNDIKSHA students’ needs is an instructional multimedia by which the content in the illustration/simulation of the skill components is about English language learning, the level of the students (setting) in the simulation is senior high school level, and the instructional language used is English. Then, the linear instructional multimedia has very good qualification with whole percentage (F/N) of 87.00% for classroom management skill and 87.03% for leading small group discussion skill linear instructional multimedia.keyword : research and development, linear instructional multimedia, classroom management skill, small group discussion skill

Page 1 of 174 | Total Record : 1738