cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kalibrasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
PENGEMBANGAN PRODUK PERMEN SUSU KARAMEL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHA BERDASARKAN KEBUTUHAN KONSUMEN
Jurnal Kalibrasi Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Perusahaan Koperasi Peternak Garut Selatan (KPGS), untuk peneliti yang dilakukan adalah melakukan perancangan produk dan kemasan permen caramel susu yang di produksi oleh KPGS. Masalah yang muncul adalah perlu dilakukan pengembangan dan inovasi produk yang befokus terhadap keinginan pelanggan untuk dapat bersaing dengan produk kompetitor. Tujuan penelitian adalah mendapatkan desain kemasan dan mutu produk permen yang sesuai dengan keinginan pelanggan yang diharpakan akan meningkatkan produktivitas usaha. Berdasarkan permasalahan tersebut akan dilakukan perancangan dan pengembangan produk permen caramel susu dengan menggunakan model QFD (Quality Function Deployment). Dari hasil analisa diketahui bahwa pengembangan produk yang perlu dilakukan adalah menambah variasi rasa pada isi produk, penggunaan kemasan yang menarik, danterdapat label halal pada kemasan.
Perencanaan Strategi Pengembangan Usaha Kain Tenun Sutra Dengan Pendekatan Metode Balanced Scorecard (Studi Kasus Di Pabrik Sutra Tiga Putra) Dewi Aulia; Andri Ikhwana
Jurnal Kalibrasi Vol 10 No 1 (2012): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.868 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.10-1.1

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan serta merumuskan dan merencanakan strategi pengembangan usaha kain tenun sutra di pabrik sutra Tiga Putra dalam upaya memperoleh banyak relasi bisnis dan menambah nilai profitabilitas bagi perusahaan. Didalam penelitian ini metodologi yang digunakan dalam perencanaan strategi pengembangan usaha ini yaitu dengan pendekatan metode Balanced Scorecard (BSC), metode balanced scorecard pada awalnya diciptakan untuk mengatasi problem tentang kelemahan sistem pengukuran kinerja yang berfokus pada aspek keuangan, selanjutnya balanced scorecard mengalami perkembangan implementasinya bukan hanya sebagai alat pengukur kinerja namun meluas sebagai pendekatan dalam penyusunan rencana stratejik (Mulyadi, 2001). Sehingga hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa penggunaan model Balanced Scorecard (BSC) dapat dilakukan untuk merencanakan dan merumuskan strategi pengembangan usaha kain tenun sutra dengan tidak melupakan kapasitas dari perusahaan itu sendiri.
Perencanaan Strategi Pengembangan Usaha Kain Tenun Sutra Dengan Pendekatan Metode Balanced Scorecard (Studi Kasus Di Pabrik Sutra Tiga Putra) Dewi Aulia; Andri Ikhwana
Jurnal Kalibrasi Vol 10 No 1 (2012): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.10-1.1

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan serta merumuskan dan merencanakan strategi pengembangan usaha kain tenun sutra di pabrik sutra Tiga Putra dalam upaya memperoleh banyak relasi bisnis dan menambah nilai profitabilitas bagi perusahaan. Didalam penelitian ini metodologi yang digunakan dalam perencanaan strategi pengembangan usaha ini yaitu dengan pendekatan metode Balanced Scorecard (BSC), metode balanced scorecard pada awalnya diciptakan untuk mengatasi problem tentang kelemahan sistem pengukuran kinerja yang berfokus pada aspek keuangan, selanjutnya balanced scorecard mengalami perkembangan implementasinya bukan hanya sebagai alat pengukur kinerja namun meluas sebagai pendekatan dalam penyusunan rencana stratejik (Mulyadi, 2001). Sehingga hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa penggunaan model Balanced Scorecard (BSC) dapat dilakukan untuk merencanakan dan merumuskan strategi pengembangan usaha kain tenun sutra dengan tidak melupakan kapasitas dari perusahaan itu sendiri.
PENGUKURAN KINERJA TELLER DENGAN MENGGUKAN METODE SAMPLING PEKERJA DI BANK BRI UNIT Ayi Hudaya; Andri Ikhwana; Erwin Gunadhi
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.477 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.100

Abstract

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, dunia bisnis mengalami perkembangan pesat sehingga terjadi kondisi persaingan yang semakin kompetitif. Dalam upaya peningkatan kinerja organisasi, keselarasan tujuan organisasi dan tujuan setiap individu yang ada di dalam organisasi merupakan hal penting. Sehubungan dengan itu, diperlukan sistem penilaian kinerja yang menggambarkan kondisi kinerja perusahaan yang akurat. Sampling pekerja  adalah salah satu alternative pengukuran kinerja yang bertujuan menggabungkan ukuran kinerja produktif dan non produktif. Pengukuran ini merupakan hasil dari suatu proses berdasarkan misi dan strategi dari suatu perusahaan. Terdapat empat aspek yang diukur dalam sampling pekerja yaitu perspektif produktif, perspektif konsumen, perspektif proses bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari karyawan dan nasabah Bank BRI Unit cibatu. Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan Bank BRI Unit cibatu per desember periode tahun 2012, 2013. Populasinya adalah seluruh nasabah dan karyawan Bank BRI Unit cibatu, sedangkan sampel yang diambil masing-masing adalah 100 responden untuk nasabah dan 100 responden untuk karyawan. Hasil kuesioner tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson. Untuk menentukan skor tingkat kepuasan nasabah dan karyawan menggunakan analisis faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja Bank BRI Unit cibatu dengan menggunakan konsep sampling pekerja. Dengan menggunakan penilaian kinerja tersebut, dapat diketahui bahwa hubungan sebab akibat antara faktor pendukung kinerja dengan hasil yang dicapai. Sehingga diharapkan  Bank BRI Unit cibatu mampu menjadi Bank terpercaya, memiliki komitmen dan dapat menghasilkan laba yang optimal.
PENGUKURAN KINERJA TELLER DENGAN MENGGUKAN METODE SAMPLING PEKERJA DI BANK BRI UNIT Ayi Hudaya; Andri Ikhwana; Erwin Gunadhi
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.100

Abstract

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, dunia bisnis mengalami perkembangan pesat sehingga terjadi kondisi persaingan yang semakin kompetitif. Dalam upaya peningkatan kinerja organisasi, keselarasan tujuan organisasi dan tujuan setiap individu yang ada di dalam organisasi merupakan hal penting. Sehubungan dengan itu, diperlukan sistem penilaian kinerja yang menggambarkan kondisi kinerja perusahaan yang akurat. Sampling pekerja  adalah salah satu alternative pengukuran kinerja yang bertujuan menggabungkan ukuran kinerja produktif dan non produktif. Pengukuran ini merupakan hasil dari suatu proses berdasarkan misi dan strategi dari suatu perusahaan. Terdapat empat aspek yang diukur dalam sampling pekerja yaitu perspektif produktif, perspektif konsumen, perspektif proses bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari karyawan dan nasabah Bank BRI Unit cibatu. Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan Bank BRI Unit cibatu per desember periode tahun 2012, 2013. Populasinya adalah seluruh nasabah dan karyawan Bank BRI Unit cibatu, sedangkan sampel yang diambil masing-masing adalah 100 responden untuk nasabah dan 100 responden untuk karyawan. Hasil kuesioner tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson. Untuk menentukan skor tingkat kepuasan nasabah dan karyawan menggunakan analisis faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja Bank BRI Unit cibatu dengan menggunakan konsep sampling pekerja. Dengan menggunakan penilaian kinerja tersebut, dapat diketahui bahwa hubungan sebab akibat antara faktor pendukung kinerja dengan hasil yang dicapai. Sehingga diharapkan  Bank BRI Unit cibatu mampu menjadi Bank terpercaya, memiliki komitmen dan dapat menghasilkan laba yang optimal.
Ekologi Industry Berbasis Daya Dukung Lingkungan Untuk Pengembangan Kawasan Wisata Agro di Desa Barudua Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut Adi Susetyaningsih
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.962 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.108

Abstract

Agrowisata atau kegiatan wisata agrotourism,  atau wisata agro merupakan penggabungan antara aktivitas wisata dan aktivitas pertanian yang terintegrasi dengan keseluruhan sistem pertanian dan pemanfaatan obyek-obyek pertanian sebagai obyek wisata, seperti teknologi pertanian maupun komoditi pertanian. Pengembangan wisata Agro merupakan salah satu strategi pembangunan yang dapat percepatan pembangunan wilayah khususnya wilayah-wilayah yang ekkonominya berbasis pertanian dan mempunyai produk pertanian unggulan. Meskipun demikian pengembangan wisata agro harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan memperhatikan daya dukung lingkungannya.  Pemilihan strategi pembangunan dan teknologi yang tepat dalam merencanakan pemngembangan kawasan wisata agro diharapkan dapat meningkatkan nilai sektor pertanian di Kabupaten Garut pada umumnya khususnya di Barudua. Dengan menggunakan konsep ekologi industry pengembangan wisata agro di Barudua dapat meminimalkan limbah yang berarti juga meminimalkan resiko kerusakan lingkungan. Hal ini berarti pula menjaga daya dukung lingkungan sehingga dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan pariwisata berkelanjutan, dapat dikatakan sebagai pembangunan yang mendukung secara ekologis sekaligus layak secara ekonomi, juga adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat.
Ekologi Industry Berbasis Daya Dukung Lingkungan Untuk Pengembangan Kawasan Wisata Agro di Desa Barudua Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut Adi Susetyaningsih
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.108

Abstract

Agrowisata atau kegiatan wisata agrotourism,  atau wisata agro merupakan penggabungan antara aktivitas wisata dan aktivitas pertanian yang terintegrasi dengan keseluruhan sistem pertanian dan pemanfaatan obyek-obyek pertanian sebagai obyek wisata, seperti teknologi pertanian maupun komoditi pertanian. Pengembangan wisata Agro merupakan salah satu strategi pembangunan yang dapat percepatan pembangunan wilayah khususnya wilayah-wilayah yang ekkonominya berbasis pertanian dan mempunyai produk pertanian unggulan. Meskipun demikian pengembangan wisata agro harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan memperhatikan daya dukung lingkungannya.  Pemilihan strategi pembangunan dan teknologi yang tepat dalam merencanakan pemngembangan kawasan wisata agro diharapkan dapat meningkatkan nilai sektor pertanian di Kabupaten Garut pada umumnya khususnya di Barudua. Dengan menggunakan konsep ekologi industry pengembangan wisata agro di Barudua dapat meminimalkan limbah yang berarti juga meminimalkan resiko kerusakan lingkungan. Hal ini berarti pula menjaga daya dukung lingkungan sehingga dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan pariwisata berkelanjutan, dapat dikatakan sebagai pembangunan yang mendukung secara ekologis sekaligus layak secara ekonomi, juga adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat.
Ekologi Industry Berbasis Daya Dukung Lingkungan Untuk Pengembangan Kawasan Wisata Agro di Desa Barudua Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut Adi Susetyaningsih
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.108

Abstract

Agrowisata atau kegiatan wisata agrotourism,  atau wisata agro merupakan penggabungan antara aktivitas wisata dan aktivitas pertanian yang terintegrasi dengan keseluruhan sistem pertanian dan pemanfaatan obyek-obyek pertanian sebagai obyek wisata, seperti teknologi pertanian maupun komoditi pertanian. Pengembangan wisata Agro merupakan salah satu strategi pembangunan yang dapat percepatan pembangunan wilayah khususnya wilayah-wilayah yang ekkonominya berbasis pertanian dan mempunyai produk pertanian unggulan. Meskipun demikian pengembangan wisata agro harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan memperhatikan daya dukung lingkungannya.  Pemilihan strategi pembangunan dan teknologi yang tepat dalam merencanakan pemngembangan kawasan wisata agro diharapkan dapat meningkatkan nilai sektor pertanian di Kabupaten Garut pada umumnya khususnya di Barudua. Dengan menggunakan konsep ekologi industry pengembangan wisata agro di Barudua dapat meminimalkan limbah yang berarti juga meminimalkan resiko kerusakan lingkungan. Hal ini berarti pula menjaga daya dukung lingkungan sehingga dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan pariwisata berkelanjutan, dapat dikatakan sebagai pembangunan yang mendukung secara ekologis sekaligus layak secara ekonomi, juga adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat.
PENGEMBANGAN PRODUK PERMEN SUSU KARAMEL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHA BERDASARKAN KEBUTUHAN KONSUMEN Rizep Maulida; Erwin Gunadhi; Nanan Priyatna
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.312 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.111

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Perusahaan Koperasi Peternak Garut Selatan (KPGS), untuk peneliti yang dilakukan adalah melakukan perancangan produk dan kemasan permen caramel susu yang di produksi oleh KPGS. Masalah yang muncul adalah perlu dilakukan pengembangan dan inovasi produk yang befokus terhadap keinginan pelanggan untuk dapat bersaing dengan produk kompetitor. Tujuan penelitian adalah mendapatkan desain kemasan dan mutu produk permen yang sesuai dengan keinginan pelanggan yang diharpakan akan meningkatkan produktivitas usaha. Berdasarkan permasalahan tersebut akan dilakukan perancangan dan pengembangan produk permen caramel susu dengan menggunakan model QFD (Quality Function Deployment). Dari hasil analisa diketahui bahwa pengembangan produk yang perlu dilakukan adalah menambah variasi rasa pada isi produk, penggunaan kemasan yang menarik, danterdapat label halal pada kemasan.
PENGEMBANGAN PRODUK PERMEN SUSU KARAMEL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHA BERDASARKAN KEBUTUHAN KONSUMEN Rizep Maulida; Erwin Gunadhi; Nanan Priyatna
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.111

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Perusahaan Koperasi Peternak Garut Selatan (KPGS), untuk peneliti yang dilakukan adalah melakukan perancangan produk dan kemasan permen caramel susu yang di produksi oleh KPGS. Masalah yang muncul adalah perlu dilakukan pengembangan dan inovasi produk yang befokus terhadap keinginan pelanggan untuk dapat bersaing dengan produk kompetitor. Tujuan penelitian adalah mendapatkan desain kemasan dan mutu produk permen yang sesuai dengan keinginan pelanggan yang diharpakan akan meningkatkan produktivitas usaha. Berdasarkan permasalahan tersebut akan dilakukan perancangan dan pengembangan produk permen caramel susu dengan menggunakan model QFD (Quality Function Deployment). Dari hasil analisa diketahui bahwa pengembangan produk yang perlu dilakukan adalah menambah variasi rasa pada isi produk, penggunaan kemasan yang menarik, danterdapat label halal pada kemasan.

Page 1 of 22 | Total Record : 213