cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri
ISSN : 20870965     EISSN : 25035010     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (Research Journal of Industrial Pollution Prevention Technology) seeks to promote and disseminate original research as well as review, related to following area: Environmental Technology, Process technology and simulation, Design Engineering, Material fabrication, Energy Conservation
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2016)" : 18 Documents clear
KOMPARASI ANALISIS TOTAL COLIFORM DENGAN MENGGUNAKAN METODE MPN 5 TABUNG DAN ENZIM SUBSTRAT Handayani, Novarina Irnaning
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p105-112

Abstract

Dalam pemantauan kualitas lingkungan untuk air minum, air bersih, air limbah, dan air sungai, mensyaratkan aspek mikrobiologi parameter coliform dan atau coli tinja sebagai indikator pencemaran lingkungan. Pada saat ini metode yang paling banyak digunakan adalah Number (MPN) 5 tabung yang memiliki waktu pengerjaan minimal 4 hari. Penelitian ini dilakukan untuk menjajaki kemungkinan pemakaian metode lain yang telah terstandarisasi dan memiliki beberapa keunggulan. Metode yang dipilih adalah enzim substrat. Uji laboratorium dilakukan dengan membandingkan hasil analisis antara MPN 5 tabung dan enzim substrat, masing-masing dengan ulangan 7 kali. Hasil komparasi menunjukkan bahwa analisa dengan menggunakan metode enzim substrat memberikan hasil yang lebih besar atau lebih sensitif dibanding MPN 5 tabung. Pada sampel yang mengandung bakteri coli yang tinggi, dalam hal ini pada sampel air limbah dan air sungai perbedaan hasil antara MPN 5 tabung dan enzim substrat sangat signifikan, sedangkan pada sampel dengan kandungan coli kecil atau tidak ada, hasil keduanya sama.  Metode enzim substrat sangat direkomendasikan untuk sampel air minum dan air bersih sehingga akan memberikan hasil yang lebih meyakinkan bagi penggunanya. Kandungan coliform pada sampel air minum dan air bersih walaupun sangat kecil akan benar-benar terdeteksi oleh metode yang memiliki sensitifitas lebih baik.
EFFISIENSI INHIBISI KOROSI BAJA LUNAK DALAM MEDIA ASAM DENGAN INHIBITOR EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO (THEOBROMA CACAO) Yetri, Yuli; Emriadi, E; Jamarun, Novesar; Gunawarman, G
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p67-80

Abstract

Efek inhibisi korosi dan sifat-sifat adsorpsi oleh ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao)  pada baja lunak (mild steel) dalam larutan asam 1,5M HCl telah dipelajari menggunakan teknik konvensional metode berat hilang pada variasi waktu, konsentrasi dan suhu. Parameter-parameter termodinamika seperti energi aktivasi, entalpi, entropi dan perubahan energi bebas dihitung. Polarisasi elektrokimia telah dievaluasi untuk memastikan jenis inhibitor. Spektra infrared dan GCMS dilakukan untuk mengetahui senyawa ekstrak yang berperan  dalam proses inhibisi. Morfologi permukaan sampel diamati dengan menggunakan scanning electro microscopy dengan  energy dispersive X-ray spectroscopy (SEM-EDX) . Keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak polar kulit buah coklat  dapat digunakan sebagai inhibitor korosi yang efektif pada baja karbon di lingkungan 1,5M HCl dengan pencapaian efisiensi  inhibisi   terkorosi sebesar 96.26% (weight loss) dan 92.08% (Tafel) pada konsentrasi ekstrak 2,5% selama768 jam. Mekanisme inhibisi adalah  adsorpsi chemiadsorpsi berdasar tingginya nilai entalpi dan energi bebas.Effisiensi Inhibisi diketahui meningkat dengan peningkatan konsentrasi dari ekstrak serta menurun dengan peningkatan suhu. Kurva polarisasi menunjukkan inhibitor ini berperilaku sebagai inhibitor campuran dengan dominan pada inhibisi katodik. Ekstrak diadsorpsi oleh permukaan mild steel  mengikuti model adsorpsi isotherm Langmuir. Kondisi permukaan mild steel menunjukan terjadinya adsorpsi di permukaan membentuk lapisan tipis di permukaan logam. Penambahan ekstrak kulit buah kakao ke dalam larutan HCl sangat efektif untuk mengurangi serangan korosi di permukaan mild steel.  Kata kunci: Korosi, Inhibitor, Theobroma cacao, Mild steel, Potensiodinamik Corrosion Inhibition Efficiency Mild Steel in Acid Media with Inhibitor Peels Extract of Cacao (Theobroma cacao)ABSTRACT Inhibition and adsorption properties of Theobroma cacao peel polar extract addition on corrosion inhibition efficiency of 0.3%C mild steel in hydrochloric acid solution for various exposuring time, extract concentration and working temperature were investigated using weight loss test method. Electrochemical polarization test was also conducted to confirm the effectiveness of inhibition. Infrared spectrum of the samples was also evaluated to reveal compounds of the extract which controll the inhibition process. Morphology and local composition of sample surfaces were respectively examined by scanning electron microscope  (SEM) and energy dispersive X-ray spectroscopy (EDX). Thermodynamic parameters such as energy activation, enthalpy, entropy and change in the free energy were then determined using related data. The results show that the inhibition efficiency increases significantly up to 96.3% (by weight loss method) and 92.08% (Tafel) with the increase of TCPE content. The optimum efficiency is obtained at extract concentration of 2,5% for exposuring time of 768h. However, the efficiency decreases slightly with increasing working temperature in the range of 303K-323K. The polarization curve shows the inhibitor behaves as a mixed inhibitor with the dominant cathodic inhibition. The adsorption model is found to obey Langmuir adsorption isotherm. Surface condition is  improved due to the adsorption and then formation of thin layer film protection in the surface of the steel. The addition of extract of cacao peels into HCl is effective to minimize corrosion attack on the mild steel. Key words: Corrosion, inhibitor, Theobroma cacao peel, Mild steel, Potensiodinamic
PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK DENGAN UPFLOW ANAEROBIC SLUDGE BLANKET (UASB) DI INDUSTRI KECAP Marlena, Bekti; Syahroni, Cholid; Sartamtomo, Sartamtomo; Zen, Nur
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p81-88

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengolahan limbah industri kecap dengan menggunakan UASB. Dua reaktor UASB yang terbuat dari stainless steel dengan volume masing-masing 1,165 m3 disusun secara seri. Air limbah yang diolah merupakan buangan dari proses produksi kecap dengan nilai COD dari 2.709 sampai 21.684 mg/L. Uji coba dilakukan dengan kecepatan alir 2,9 m3/hari dan 0,7 m3/hari dengan waktu tinggal (Hydraulic Retention Time) masing-masing 19 jam dan 80 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada percobaan dengan waktu tinggal 19 jam dan kecepatan beban COD rata-rata 11.114 kg/hari, dapat menurunkan nilai COD hingga 70% dengan penurunan beban COD rata-rata adalah 2.842 kg/m3 hari. Percobaan dengan waktu tinggal 80 jam dengan kecepatan beban COD rata-rata adalah 2.837 kg/hari diperoleh hasil penurunan COD hingga 78% dan penurunan beban COD rata-rata adalah 1.335 kg/m3hari, sedangkan untuk kecepatan beban COD rata-rata 2.593 kg/hari diperoleh hasil berturut-turut 76% dan 1.298 kg/m3 hari. Jika dibandingkan dengan kinerja sistem anaerobik yang telah dimiliki oleh industri, maka reaktor UASB hasil penelitian memiliki keunggulan ditinjau dari waktu tinggal dan penurunan beban COD, meskipun persen penurunan COD masih lebih rendah.  
PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI BAKERY MENGGUNAKAN SISTEM STRIPPER-LUMPUR AKTIF Malik, Rizal Awaludin; Vistanty, Hanny; Sartamtomo, Sartamtomo; Setianingsih, Nanik Indah; Crisnaningtyas, Farida; Zen, Nur
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p89-98

Abstract

Air limbah industri bakery memiliki karakteristik kandungan organik, lemak, dan surfaktan yang tinggi. Keberadaan surfaktan pada air limbah dapat mengganggu proses degradasi kandungan organik dan lemak pada instalasi pengolahan air limbah khususnya pengolahan secara biologis/lumpur aktif. Studi ini membahas tentang performa integrasi system stripper-lumpur aktif yang diaplikasikan untuk mengolah air limbah industry bakery dalam skala full scale. Proses stripper dilakukan dengan menggunakan kolom yang diintegrasikan dengan bak aerasi pada kisaran HRT (waktu tinggal) 24 jam. Proses stripper memberikan efisiensi enurunan COD dan surfaktan tertinggi sebesar 96% dan 80%. Proses lumpur aktif digunakan untuk mengolah keluaran dari proses stripper dengan karakteristik lumpur aktif MLSS 4000-4500 mg/L, FM/ rasio 0,268, sludge age 11 hari dan HRT 24 jam, proses degradasi dengan lumpur aktif ini mampu memberikan efisiensi penurunan COD dan surfaktan sebesar 79% dan 88%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit IPAL dengan menggunakan sistem stripper-lumpur aktif memiliki efisiensi penurunan COD, TSS, dan BOD sebesar 98,9%, 87,9%, dan 96,4%, sehingga sistem ini merupakan teknologi yang tepat untuk diterapkan pada pengolahan limbah industri bakery.
PERENCANAAN BAK PENGENDAP PADA SISTEM LUMPUR AKTIF DENGAN METODE GRAFIS Indah, Nanik; Djarwanti, Djarwanti; Romadhon, Moch Syarif
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p99-104

Abstract

Pengendapan merupakan suatu cara yang paling sederhana, murah,  dan banyak digunakan dalam proses pengolahan air limbah. Kinerja dari suatu design bak pengendap sangat spesifik untuk setiap jenis limbah, oleh sebab itu jika suatu peralatan sedimentasi dirancang tanpa suatu eksperimen, kinerja yang dihasilkan sering tidak memuaskan. Metode grafis merupakan salah satu cara dalam menentukan desain bak sedimentasi. Metode grafis dapat menghasilkan suatu desain bak pengendap yang tepat sebagaimana sistem komputasi karena ditentukan dengan eksperimen namun dengan cara yang lebih sederhana dan biaya yang murah. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bak pengendap air limbah dari proses lumpur aktif dengan metode grafis disesuaikan dengan kriteria dasar-dasar perencanaan bak pengendap. Penelitian secara laboratoris dilakukan melalui pengamatan proses pengendapan dalam tabung kaca tinggi 150 cm dan luas penampang 100 cm2. Parameter yang diamati adalah tinggi endapan vs waktu pengendapan. Dengan perhitungan secara grafis didapatkan hasil sebagai berikut. Untuk mengendapkan lumpur dengan kandungan TSS awal 4325 mg/L menjadi 18.000 mg/L dengan debit 300 m3/hari diperlukan HRT (Hydraulic Retention Time) 1,87 jam, Luas area pengendapan 20,83 m2, Volume bak pengendap 31,24 m3. Perkiraan lumpur yang dihasilkan adalah sebesar 98,61 kg TSS/hari.
PENGARUH WAKTU KONTAK TERHADAP DAYA ADSORPSI KARBON AKTIF PADA PROSES PURIFIKASI CH4 DARI BIOGAS Harihastuti, Nani; Djayanti, Silvy
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p57-66

Abstract

ABSTRAK Penggunaan biogas sebagai bahan bakar secara langsung sering menimbulkan permasalahan yaitu terjadi bau tidak sedap, peralatan logam  dan kompor cepat berkarat, dinding dapur terkikis  dan api sering  padam sendiri. Hal ini disebabkan dalam biogas selain metana (CH4) terkandung gas-gas lain H2S, NH3, CO2, H2 , CO dan uap air (H2O). Beberapa gas yang bersifat impurities ( H2S, NH3, CO2 dan uap air /H2O) akan menurunkan nilai kalori dari biogas dan merugikan lingkungan dan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghilangkan gas impurities dari biogas melalui proses purifikasi sehingga diperoleh biogas yang mempunyai nilai kalor tinggi dan ramah lingkungan.Metode yang dilakukan dengan proses adsorpsi menggunakan  adsorben karbon aktif dengan variabel waktu kontak, untuk mendapatkan daya adsorpsi yang optimum dari karbon aktif terhadap gas impurities yang ada dalam biogas. Hasil penelitian ini diperoleh data- data              penghilangan / reduksi gas  impuritis H2S mencapai 99,99% , dari 4200 ppm menjadi 0,22 ppm, penghilangan gas NH3 mencapai 94,96%, dari 12,7 ppm menjadi 0,65 ppm, penghilangan gas CO2 mencapai 77,48 %, dari 30, 77 % menjadi 6,93 %, penghilangan uap air (H2O) mencapai 97,95%,  dari 0,584 mg/lt menjadi 0,012 mg/lt.Kenaikan konsentrasi methane (CH4) dari 38,2 % menjadi 84,12 %. Hasil purifikasi metana (CH4) dari biogas ini merupakan sumber energi  terbarukan yang aman dan  ramah lingkungan serta dapat di kembangkan lagi penerapannya di IKM tahu lainnya. Waktu jenuh adsorben karbon aktif diperoleh setelah  48 jam proses purifikasi berlangsung. Daya adsorpsi Karbon aktif optimum terhadap masing masing komponen gas impuritis adalah sebagai berikut terhadap H2S adalah  10,98 mg H2S/gram karbon aktif/menit, terhadap NH3  adalah 0,016 mg NH3/gram karbon aktif/menit, terhadap CO2 adalah 0,090mg CO2/gram karbon aktif/menit.Dampak yang terjadi bila biogas tidak dimanfaatkan dan dibiarkan terlepas ke udara , maka dapat memicu efek gas rumah kaca dan pemanasan global karena biogas mengandung gas  CH4 dan CO2 yang sangat signifikan jumlahnya. Kata Kunci : waktu kontak, adsorpsi, karbon aktif, purifikasi,biogas ABSTRACT The use of biogas as a fuel directly use often problem occur that is awful odor, equipment fast burner and rusted metal, kitchen walls eroded and fire often turns off its self. This is due in a biogas other than methane (CH4) contained other gases, H2S, NH3, CO2, H2, CO and water vapor (H2O). Some gases which are impurities (H2S, NH3, CO2 and water vapor/H2O) will lower the value of calories from biogas and detrimental to the environment and health. The purpose of this research is to eliminate impurities from gases biogas through a process of purification until obtained biogas which has higher heat value and enviromental friendly. The Methods undertaken by adsorption process using adsorbent activated carbon with variable time contacts, to obtain the optimum adsorption power of activated carbon toward gas impurities that are present in wastewater. The results of this research were obtained data removal/reduction of H2S gas impuritis achieve 99.99%, from 4200 ppm to be 0.22 ppm NH3 gas removal, reach the 12.7%, from 94,96 ppm be 0.65 ppm, removal of CO2 gas reached 77.48%, from levels 30, 77% to 6.93%, removal of water vapour (H2O) reached 97,95%, from 0.584 mg/l be 0.012 mg/l.The increase in the concentration of methane (CH4) from 38.2% to 84.12%. Results of methane (CH4) as a result of this biogas is renewable energy sources that are safe and environmentally friendly and can be developed  in other Tofu IKM. The Time saturated activated carbon adsorbents obtained after 48 hours, the process of purification occur. Optimum active Carbon adsorption power towards each component gas impuritis is as follows against the H2S is 10.98 mg H2S/gram of activated carbon/minute, against the NH3 is 0.016 mg NH3/gram of activated carbon/minute, against CO2 is 0.090mg activated carbon/gram CO2/minute.The impact when biogas is not utilized and left aside in the air, then it can trigger the effect of greenhouse gases and global warming due to biogas containing gases CH4 and CO2 are a very significant number. Keywords: contact time, adsorption, activated carbon, purification, biogas 
KOMPARASI ANALISIS TOTAL COLIFORM DENGAN MENGGUNAKAN METODE MPN 5 TABUNG DAN ENZIM SUBSTRAT Handayani, Novarina Irnaning
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p105-112

Abstract

Dalam pemantauan kualitas lingkungan untuk air minum, air bersih, air limbah, dan air sungai, mensyaratkan aspek mikrobiologi parameter coliform dan atau coli tinja sebagai indikator pencemaran lingkungan. Pada saat ini metode yang paling banyak digunakan adalah Number (MPN) 5 tabung yang memiliki waktu pengerjaan minimal 4 hari. Penelitian ini dilakukan untuk menjajaki kemungkinan pemakaian metode lain yang telah terstandarisasi dan memiliki beberapa keunggulan. Metode yang dipilih adalah enzim substrat. Uji laboratorium dilakukan dengan membandingkan hasil analisis antara MPN 5 tabung dan enzim substrat, masing-masing dengan ulangan 7 kali. Hasil komparasi menunjukkan bahwa analisa dengan menggunakan metode enzim substrat memberikan hasil yang lebih besar atau lebih sensitif dibanding MPN 5 tabung. Pada sampel yang mengandung bakteri coli yang tinggi, dalam hal ini pada sampel air limbah dan air sungai perbedaan hasil antara MPN 5 tabung dan enzim substrat sangat signifikan, sedangkan pada sampel dengan kandungan coli kecil atau tidak ada, hasil keduanya sama.  Metode enzim substrat sangat direkomendasikan untuk sampel air minum dan air bersih sehingga akan memberikan hasil yang lebih meyakinkan bagi penggunanya. Kandungan coliform pada sampel air minum dan air bersih walaupun sangat kecil akan benar-benar terdeteksi oleh metode yang memiliki sensitifitas lebih baik.
EFFISIENSI INHIBISI KOROSI BAJA LUNAK DALAM MEDIA ASAM DENGAN INHIBITOR EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO (THEOBROMA CACAO) Yetri, Yuli; Emriadi, E; Jamarun, Novesar; Gunawarman, G
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p67-80

Abstract

Efek inhibisi korosi dan sifat-sifat adsorpsi oleh ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao)  pada baja lunak (mild steel) dalam larutan asam 1,5M HCl telah dipelajari menggunakan teknik konvensional metode berat hilang pada variasi waktu, konsentrasi dan suhu. Parameter-parameter termodinamika seperti energi aktivasi, entalpi, entropi dan perubahan energi bebas dihitung. Polarisasi elektrokimia telah dievaluasi untuk memastikan jenis inhibitor. Spektra infrared dan GCMS dilakukan untuk mengetahui senyawa ekstrak yang berperan  dalam proses inhibisi. Morfologi permukaan sampel diamati dengan menggunakan scanning electro microscopy dengan  energy dispersive X-ray spectroscopy (SEM-EDX) . Keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak polar kulit buah coklat  dapat digunakan sebagai inhibitor korosi yang efektif pada baja karbon di lingkungan 1,5M HCl dengan pencapaian efisiensi  inhibisi   terkorosi sebesar 96.26% (weight loss) dan 92.08% (Tafel) pada konsentrasi ekstrak 2,5% selama768 jam. Mekanisme inhibisi adalah  adsorpsi chemiadsorpsi berdasar tingginya nilai entalpi dan energi bebas.Effisiensi Inhibisi diketahui meningkat dengan peningkatan konsentrasi dari ekstrak serta menurun dengan peningkatan suhu. Kurva polarisasi menunjukkan inhibitor ini berperilaku sebagai inhibitor campuran dengan dominan pada inhibisi katodik. Ekstrak diadsorpsi oleh permukaan mild steel  mengikuti model adsorpsi isotherm Langmuir. Kondisi permukaan mild steel menunjukan terjadinya adsorpsi di permukaan membentuk lapisan tipis di permukaan logam. Penambahan ekstrak kulit buah kakao ke dalam larutan HCl sangat efektif untuk mengurangi serangan korosi di permukaan mild steel.  Kata kunci: Korosi, Inhibitor, Theobroma cacao, Mild steel, Potensiodinamik Corrosion Inhibition Efficiency Mild Steel in Acid Media with Inhibitor Peels Extract of Cacao (Theobroma cacao)ABSTRACT Inhibition and adsorption properties of Theobroma cacao peel polar extract addition on corrosion inhibition efficiency of 0.3%C mild steel in hydrochloric acid solution for various exposuring time, extract concentration and working temperature were investigated using weight loss test method. Electrochemical polarization test was also conducted to confirm the effectiveness of inhibition. Infrared spectrum of the samples was also evaluated to reveal compounds of the extract which controll the inhibition process. Morphology and local composition of sample surfaces were respectively examined by scanning electron microscope  (SEM) and energy dispersive X-ray spectroscopy (EDX). Thermodynamic parameters such as energy activation, enthalpy, entropy and change in the free energy were then determined using related data. The results show that the inhibition efficiency increases significantly up to 96.3% (by weight loss method) and 92.08% (Tafel) with the increase of TCPE content. The optimum efficiency is obtained at extract concentration of 2,5% for exposuring time of 768h. However, the efficiency decreases slightly with increasing working temperature in the range of 303K-323K. The polarization curve shows the inhibitor behaves as a mixed inhibitor with the dominant cathodic inhibition. The adsorption model is found to obey Langmuir adsorption isotherm. Surface condition is  improved due to the adsorption and then formation of thin layer film protection in the surface of the steel. The addition of extract of cacao peels into HCl is effective to minimize corrosion attack on the mild steel. Key words: Corrosion, inhibitor, Theobroma cacao peel, Mild steel, Potensiodinamic
PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK DENGAN UPFLOW ANAEROBIC SLUDGE BLANKET (UASB) DI INDUSTRI KECAP Marlena, Bekti; Syahroni, Cholid; Sartamtomo, Sartamtomo; Zen, Nur
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p81-88

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengolahan limbah industri kecap dengan menggunakan UASB. Dua reaktor UASB yang terbuat dari stainless steel dengan volume masing-masing 1,165 m3 disusun secara seri. Air limbah yang diolah merupakan buangan dari proses produksi kecap dengan nilai COD dari 2.709 sampai 21.684 mg/L. Uji coba dilakukan dengan kecepatan alir 2,9 m3/hari dan 0,7 m3/hari dengan waktu tinggal (Hydraulic Retention Time) masing-masing 19 jam dan 80 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada percobaan dengan waktu tinggal 19 jam dan kecepatan beban COD rata-rata 11.114 kg/hari, dapat menurunkan nilai COD hingga 70% dengan penurunan beban COD rata-rata adalah 2.842 kg/m3 hari. Percobaan dengan waktu tinggal 80 jam dengan kecepatan beban COD rata-rata adalah 2.837 kg/hari diperoleh hasil penurunan COD hingga 78% dan penurunan beban COD rata-rata adalah 1.335 kg/m3hari, sedangkan untuk kecepatan beban COD rata-rata 2.593 kg/hari diperoleh hasil berturut-turut 76% dan 1.298 kg/m3 hari. Jika dibandingkan dengan kinerja sistem anaerobik yang telah dimiliki oleh industri, maka reaktor UASB hasil penelitian memiliki keunggulan ditinjau dari waktu tinggal dan penurunan beban COD, meskipun persen penurunan COD masih lebih rendah.  
PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI BAKERY MENGGUNAKAN SISTEM STRIPPER-LUMPUR AKTIF Malik, Rizal Awaludin; Vistanty, Hanny; Sartamtomo, Sartamtomo; Setianingsih, Nanik Indah; Crisnaningtyas, Farida; Zen, Nur
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p89-98

Abstract

Air limbah industri bakery memiliki karakteristik kandungan organik, lemak, dan surfaktan yang tinggi. Keberadaan surfaktan pada air limbah dapat mengganggu proses degradasi kandungan organik dan lemak pada instalasi pengolahan air limbah khususnya pengolahan secara biologis/lumpur aktif. Studi ini membahas tentang performa integrasi system stripper-lumpur aktif yang diaplikasikan untuk mengolah air limbah industry bakery dalam skala full scale. Proses stripper dilakukan dengan menggunakan kolom yang diintegrasikan dengan bak aerasi pada kisaran HRT (waktu tinggal) 24 jam. Proses stripper memberikan efisiensi enurunan COD dan surfaktan tertinggi sebesar 96% dan 80%. Proses lumpur aktif digunakan untuk mengolah keluaran dari proses stripper dengan karakteristik lumpur aktif MLSS 4000-4500 mg/L, FM/ rasio 0,268, sludge age 11 hari dan HRT 24 jam, proses degradasi dengan lumpur aktif ini mampu memberikan efisiensi penurunan COD dan surfaktan sebesar 79% dan 88%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit IPAL dengan menggunakan sistem stripper-lumpur aktif memiliki efisiensi penurunan COD, TSS, dan BOD sebesar 98,9%, 87,9%, dan 96,4%, sehingga sistem ini merupakan teknologi yang tepat untuk diterapkan pada pengolahan limbah industri bakery.

Page 1 of 2 | Total Record : 18