cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri
ISSN : 20870965     EISSN : 25035010     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (Research Journal of Industrial Pollution Prevention Technology) seeks to promote and disseminate original research as well as review, related to following area: Environmental Technology, Process technology and simulation, Design Engineering, Material fabrication, Energy Conservation
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2017)" : 15 Documents clear
STIMULASI FITOSTABILISASI LOGAM BERAT PB DAN CD MENGGUNAKAN INOKULAN KAPANG TERPAPAR RADIASI GAMMA DOSIS 250 GY Mulyana, Nana; Larasati, Tri Retno Dyah; Srikandi, Srikandi
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2017.v8.no1.p43-54

Abstract

Fitostabilisasi merupakan bagian dari proses fitoremediasi pada tanah tercemar logam berat.menggunakan kombinasi antara tanaman dan inokulan kapang. Pemanfaatan radiasi sinar Gamma dosis rendah bersifat stimulus terhadap kapang dapat meningkatkan kemampuan beberapa strain kapang dalam mengakumulasikan logam berat. Inokulan kapang Trichoderma viridie, Trichoderma harzianum dan Aspergillus niger diinkubasi pada 28 ºC selama     7 hari, kemudian dilakukan iradiasi gamma pada dosis 0 dan 250 Gray. Inokulan konsorsia kapang tersebut digunakan sebagai stimulan dalam   fitostabilisasi cemaran Pb dan Cd. Tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.) dan kedelai (Glycine max L.) digunakan sebagai akumulator logam Pb dan Cd. Inokulasi konsorsia kapang yang diiradiasi gamma berpengaruh nyata terhadap peningkatan bobot kering biomassa tanaman sorgum dan kedelai masing-masing sekitar 42 dan 31%. Inokulan konsorsia kapang ini juga dapat meningkatkan serapan Pb dan Cd oleh akar tanaman sorgum sekitar 44 dan 31%, serapan Pb dan Cd oleh akar tanaman kedelai sekitar 58 dan 27%. Penggunaan inokulan kapang yang diiradiasi gamma sebagai stimulan fitostabilisasi Cd dengan tanaman kedelai selama 35 hari dapat meningkatkan indek faktor bio-konsentrasi Cd dari 8,166 menjadi 8,907. Inokulan konsorsia kapang  ini dapat menurunkan indek faktor transfer Cd dari 0,158 menjadi 0,131 dan konsentrasi Cd di dalam lindi tanah dari 0,274 menjadi 0,190 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa inokulan konsorsia kapang yang diiradiasi gamma 250 Gray sesuai dan berpotensi untuk digunakan sebagai stimulan fitostabilisasi Cd dengan tanaman kedelai. Kata Kunci :  fitostabilisasi; logam berat; inokulan kapang; radiasi gamma.
PENGOLAHAN AIR PERMUKAAN DI BANYUASIN MENGGUNAKAN MEMBRAN KERAMIK BERBAHAN BATUBARA DAN NANO CLAY Susanto, Tri; Nurhayati, Chasri
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2017.v8.no1.p1-12

Abstract

Pemenuhan air bersih di sekitar kawasan industri, tambang dan perkebunan di daerah berbasis rawa seperti Banyuasin, Sumatera Selatan merupakan permasalahan yang serius. Saat ini diperlukan teknik purifikasi air dengan kandungan logam tinggi dan asam menjadi air bersih dengan memanfaatkan teknologi membran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum penggunaan  fly ash (FA) dan nano clay (NC) batu bara serta suhu pembakaran terhadap karakteristik kinerja membrane keramik tubular pada unit pengolahan air di wilayah Banyuasin. Unjuk kerja membrane keramik dinyatakan dalam penurunan kadar Fe, Mn dan kesadahan (CaCO3). Komposisi FA: NC divariasikan 2:3, 1:1, 3:2, 7:3 (berat), sedangkan suhu pembakaran divariasikan 700; 800 dan 900oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi FA:NC 1:1 dengan suhu pembakaran      800 oC mampu menurunkan kadar Fe sekitar 90-93%, kadar Mn 62-71% dan kadar CaCO3  75-82%. Berdasarkan fotograf  XRD dan SEM, tingkat permeabilitas, kekuatan retak dan efisiensi, maka membrane keramik dengan komposisi tersebut direkomendasikan untuk digunakan pada unit pengolahan air di Banyuasin.
INTEGRASI TEKNOLOGI KOAGULASI-FLOKULASI DENGAN FILTER SILIKA-KARBON AKTIF UP FLOW SEBAGAI UNIT PENGOLAH AIR LIMBAH INDUSTRI KARPET Mukimin, Aris; Purwanto, Agus; Syahroni, Cholid; Moenir, Misbachul; Rame, Rame; Budiarto, Agung
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2017.v8.no1.p13-22

Abstract

Latek, kapur dan air merupakan bahan utama dalam proses produksi industri karpet. Komposisi dari ketiga bahan tersebut secara berurutan 30%, 50% dan 20% sehingga karakteristik air limbahnya dominan mengandung COD dan TDS. Integrasi koagulasi-flokuasi dengan filter silika-karbon aktif menjadi pilihan yang tepat sebagai unit pengolah polutan tersebut. Unit koagulasi dibuat dalam bentuk tabung silinder dengan kapasitas 2,5 m3, adapun filter silika-karbon aktif ditempatkan dalam dua tabung vertikal dengan kapasitas masing-masing 50 L . Proses koagulasi-fllokulasi dilakukan dengan sistem bacth menggunakan tawas dan anion yang dilanjutkan dengan sedimentasi dan aerasi. Filter vertikal silika-karbon aktif dioperasikan dengan sistem alir kontinyu secara up flow sebagai tahap akhir dari unit pengolahan. Reduksi COD dan DHL telah mampu mencapai 92% dan 74% dengan dosis tawas 1,96 Kg, kapur 0,857 Kg dan anion 1 g untuk volume limbah 2,45 m3 serta laju alir 6 L/menit di filter silika-karbon aktif.
METODE PERMUKAAN RESPON DAN APLIKASINYA PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH LINDI HITAM DENGAN MENGGUNAKAN REAKSI FENTON Sari, Ajeng Arum; Muryanto, Muryanto; Yasin, Hasbi
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2017.v8.no1.p23-34

Abstract

Pembuatan bioetanol dari tandan kosong kelapa sawit menghasilkan lindi hitam dengan karakteristik nilai COD tinggi dan nilai oksigen terlarut rendah. Lignin sebagai senyawa utama dalam lindi hitam dapat didegradasi dengan menggunakan oksidasi tinggi dari sistem radikal OH seperti metode Fenton. Setelah itu, lindi hitam tersebut dapat didekolorisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi optimum variabel pH, konsentrasi FeSO4, dan konsentrasi H2O2 untuk mendekolorisasi lindi hitam dengan menggunakan metode desain komposit pusat. FeSO4 dan H2O2 digunakan untuk reagen Fenton. Proses pengadukan dilakukan di jar test dengan kecepatan 200 rpm selama 10 menit, kemudian kecepatan pengadukan diturunkan hingga 50 rpm selama 2 jam, dan disedimentasi 24 jam. Dekolorisasi tertinggi lindi hitam diperoleh sebesar 53% pada pH 13 dengan perbandingan volume H2O2 dan FeSO4 1: 1. Metode Fenton mampu mendekolorisasi air limbah lindi hitam dari proses bioetanol sebesar  52% pada pH 13 dengan rasio volume Metode permukaan respon merupakan metode yang baik untuk mengoptimasi variabel-variabel sehingga mampu meningkatkan efisiensi dekolorisasi air limbah lindi hitam. Dekolorisasi air limbah lindi hitam dapat ditingkatkan hingga mencapai 73% apabila pH, konsentrasi FeSO4, dan konsentrasi H2O2 yang digunakan masing-masing sebesar 6,64; 0,1 mM, dan 3,68 mM. Hal ini menunjukkan bahwa metode Fenton mempunyai potensi dalam mengatasi permasalahan air limbah lindi hitam pada proses pembuatan bioetanol.
LOW COST PARTICULATE SENSOR SEBAGAI UNIT KONTROL UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PENGGUNAAN AIR PROSES WET SCRUBBER Fatkhurrahman, Januar Arif; Sari, Ikha Rasti Julia; Zen, Nur
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2017.v8.no1.p35-42

Abstract

Teknologi wetscrubber sebagai pengendali cemaran udara terutama partikulat telah banyak digunakan pada berbagai peralatan proses di industri. Umumnya, kondisi wetscrubber pada industri kecil dan menengah tidak dilengkapi dengan unit kontrol air proses, sehingga terjadi in-efisiensi penggunaan air proses yang berakibat pada cemaran air yang dibuang ke badan lingkungan. Dirancang sebuah kegiatan penelitian dengan mengacu pada; modifikasi mekanisme penyerapan cemaran partikulat emisi, dengan mereview data analisis cemaran partikulat di industri pada pengendalian partikulat tanpa kontrol penggunaan air proses; penerapan kontrol proses berbasis mikrokontroller pada operasional penggunaan air proses digunakan untuk mengetahui kinerja penghematan air proses sebagai spray water. Beban partikulat divariasi sebagai tiga tingkatan beban partikulat dan digunakan sebagai penentu efisiensi pengikatan terhadap beban partikulat. Hasil ujicoba peralatan dengan perangkat kontrol yang dilakukan dalam dua variasi formulasi proses yaitu 100-300-600 dan 200-400-600, meskipun tidak menunjukkan perbedaan nyata efisiensi antar kedua formulasi tersebut mampu meningkatkan efisiensi penghematan air proses rata - rata sebesar 59,8% dengan kata lain, mampu mengurangi cemaran ke badan lingkungan sebesar 32,3 liter/jam. Simulasi pembebanan partikulat dilakukan dengan wetscrubber dengan sampel partikel berdiameter 2,5 µm dan laju partikulat 1 m/detik. 
STIMULASI FITOSTABILISASI LOGAM BERAT PB DAN CD MENGGUNAKAN INOKULAN KAPANG TERPAPAR RADIASI GAMMA DOSIS 250 GY Mulyana, Nana; Larasati, Tri Retno Dyah; Srikandi, Srikandi
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2017.v8.no1.p43-54

Abstract

Fitostabilisasi merupakan bagian dari proses fitoremediasi pada tanah tercemar logam berat.menggunakan kombinasi antara tanaman dan inokulan kapang. Pemanfaatan radiasi sinar Gamma dosis rendah bersifat stimulus terhadap kapang dapat meningkatkan kemampuan beberapa strain kapang dalam mengakumulasikan logam berat. Inokulan kapang Trichoderma viridie, Trichoderma harzianum dan Aspergillus niger diinkubasi pada 28 ºC selama     7 hari, kemudian dilakukan iradiasi gamma pada dosis 0 dan 250 Gray. Inokulan konsorsia kapang tersebut digunakan sebagai stimulan dalam   fitostabilisasi cemaran Pb dan Cd. Tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.) dan kedelai (Glycine max L.) digunakan sebagai akumulator logam Pb dan Cd. Inokulasi konsorsia kapang yang diiradiasi gamma berpengaruh nyata terhadap peningkatan bobot kering biomassa tanaman sorgum dan kedelai masing-masing sekitar 42 dan 31%. Inokulan konsorsia kapang ini juga dapat meningkatkan serapan Pb dan Cd oleh akar tanaman sorgum sekitar 44 dan 31%, serapan Pb dan Cd oleh akar tanaman kedelai sekitar 58 dan 27%. Penggunaan inokulan kapang yang diiradiasi gamma sebagai stimulan fitostabilisasi Cd dengan tanaman kedelai selama 35 hari dapat meningkatkan indek faktor bio-konsentrasi Cd dari 8,166 menjadi 8,907. Inokulan konsorsia kapang  ini dapat menurunkan indek faktor transfer Cd dari 0,158 menjadi 0,131 dan konsentrasi Cd di dalam lindi tanah dari 0,274 menjadi 0,190 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa inokulan konsorsia kapang yang diiradiasi gamma 250 Gray sesuai dan berpotensi untuk digunakan sebagai stimulan fitostabilisasi Cd dengan tanaman kedelai. Kata Kunci :  fitostabilisasi; logam berat; inokulan kapang; radiasi gamma.
PENGOLAHAN AIR PERMUKAAN DI BANYUASIN MENGGUNAKAN MEMBRAN KERAMIK BERBAHAN BATUBARA DAN NANO CLAY Susanto, Tri; Nurhayati, Chasri
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2017.v8.no1.p1-12

Abstract

Pemenuhan air bersih di sekitar kawasan industri, tambang dan perkebunan di daerah berbasis rawa seperti Banyuasin, Sumatera Selatan merupakan permasalahan yang serius. Saat ini diperlukan teknik purifikasi air dengan kandungan logam tinggi dan asam menjadi air bersih dengan memanfaatkan teknologi membran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum penggunaan  fly ash (FA) dan nano clay (NC) batu bara serta suhu pembakaran terhadap karakteristik kinerja membrane keramik tubular pada unit pengolahan air di wilayah Banyuasin. Unjuk kerja membrane keramik dinyatakan dalam penurunan kadar Fe, Mn dan kesadahan (CaCO3). Komposisi FA: NC divariasikan 2:3, 1:1, 3:2, 7:3 (berat), sedangkan suhu pembakaran divariasikan 700; 800 dan 900oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi FA:NC 1:1 dengan suhu pembakaran      800 oC mampu menurunkan kadar Fe sekitar 90-93%, kadar Mn 62-71% dan kadar CaCO3  75-82%. Berdasarkan fotograf  XRD dan SEM, tingkat permeabilitas, kekuatan retak dan efisiensi, maka membrane keramik dengan komposisi tersebut direkomendasikan untuk digunakan pada unit pengolahan air di Banyuasin.
INTEGRASI TEKNOLOGI KOAGULASI-FLOKULASI DENGAN FILTER SILIKA-KARBON AKTIF UP FLOW SEBAGAI UNIT PENGOLAH AIR LIMBAH INDUSTRI KARPET Mukimin, Aris; Purwanto, Agus; Syahroni, Cholid; Moenir, Misbachul; Rame, Rame; Budiarto, Agung
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2017.v8.no1.p13-22

Abstract

Latek, kapur dan air merupakan bahan utama dalam proses produksi industri karpet. Komposisi dari ketiga bahan tersebut secara berurutan 30%, 50% dan 20% sehingga karakteristik air limbahnya dominan mengandung COD dan TDS. Integrasi koagulasi-flokuasi dengan filter silika-karbon aktif menjadi pilihan yang tepat sebagai unit pengolah polutan tersebut. Unit koagulasi dibuat dalam bentuk tabung silinder dengan kapasitas 2,5 m3, adapun filter silika-karbon aktif ditempatkan dalam dua tabung vertikal dengan kapasitas masing-masing 50 L . Proses koagulasi-fllokulasi dilakukan dengan sistem bacth menggunakan tawas dan anion yang dilanjutkan dengan sedimentasi dan aerasi. Filter vertikal silika-karbon aktif dioperasikan dengan sistem alir kontinyu secara up flow sebagai tahap akhir dari unit pengolahan. Reduksi COD dan DHL telah mampu mencapai 92% dan 74% dengan dosis tawas 1,96 Kg, kapur 0,857 Kg dan anion 1 g untuk volume limbah 2,45 m3 serta laju alir 6 L/menit di filter silika-karbon aktif.
METODE PERMUKAAN RESPON DAN APLIKASINYA PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH LINDI HITAM DENGAN MENGGUNAKAN REAKSI FENTON Sari, Ajeng Arum; Muryanto, Muryanto; Yasin, Hasbi
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2017.v8.no1.p23-34

Abstract

Pembuatan bioetanol dari tandan kosong kelapa sawit menghasilkan lindi hitam dengan karakteristik nilai COD tinggi dan nilai oksigen terlarut rendah. Lignin sebagai senyawa utama dalam lindi hitam dapat didegradasi dengan menggunakan oksidasi tinggi dari sistem radikal OH seperti metode Fenton. Setelah itu, lindi hitam tersebut dapat didekolorisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi optimum variabel pH, konsentrasi FeSO4, dan konsentrasi H2O2 untuk mendekolorisasi lindi hitam dengan menggunakan metode desain komposit pusat. FeSO4 dan H2O2 digunakan untuk reagen Fenton. Proses pengadukan dilakukan di jar test dengan kecepatan 200 rpm selama 10 menit, kemudian kecepatan pengadukan diturunkan hingga 50 rpm selama 2 jam, dan disedimentasi 24 jam. Dekolorisasi tertinggi lindi hitam diperoleh sebesar 53% pada pH 13 dengan perbandingan volume H2O2 dan FeSO4 1: 1. Metode Fenton mampu mendekolorisasi air limbah lindi hitam dari proses bioetanol sebesar  52% pada pH 13 dengan rasio volume Metode permukaan respon merupakan metode yang baik untuk mengoptimasi variabel-variabel sehingga mampu meningkatkan efisiensi dekolorisasi air limbah lindi hitam. Dekolorisasi air limbah lindi hitam dapat ditingkatkan hingga mencapai 73% apabila pH, konsentrasi FeSO4, dan konsentrasi H2O2 yang digunakan masing-masing sebesar 6,64; 0,1 mM, dan 3,68 mM. Hal ini menunjukkan bahwa metode Fenton mempunyai potensi dalam mengatasi permasalahan air limbah lindi hitam pada proses pembuatan bioetanol.
LOW COST PARTICULATE SENSOR SEBAGAI UNIT KONTROL UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PENGGUNAAN AIR PROSES WET SCRUBBER Fatkhurrahman, Januar Arif; Sari, Ikha Rasti Julia; Zen, Nur
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2017.v8.no1.p35-42

Abstract

Teknologi wetscrubber sebagai pengendali cemaran udara terutama partikulat telah banyak digunakan pada berbagai peralatan proses di industri. Umumnya, kondisi wetscrubber pada industri kecil dan menengah tidak dilengkapi dengan unit kontrol air proses, sehingga terjadi in-efisiensi penggunaan air proses yang berakibat pada cemaran air yang dibuang ke badan lingkungan. Dirancang sebuah kegiatan penelitian dengan mengacu pada; modifikasi mekanisme penyerapan cemaran partikulat emisi, dengan mereview data analisis cemaran partikulat di industri pada pengendalian partikulat tanpa kontrol penggunaan air proses; penerapan kontrol proses berbasis mikrokontroller pada operasional penggunaan air proses digunakan untuk mengetahui kinerja penghematan air proses sebagai spray water. Beban partikulat divariasi sebagai tiga tingkatan beban partikulat dan digunakan sebagai penentu efisiensi pengikatan terhadap beban partikulat. Hasil ujicoba peralatan dengan perangkat kontrol yang dilakukan dalam dua variasi formulasi proses yaitu 100-300-600 dan 200-400-600, meskipun tidak menunjukkan perbedaan nyata efisiensi antar kedua formulasi tersebut mampu meningkatkan efisiensi penghematan air proses rata - rata sebesar 59,8% dengan kata lain, mampu mengurangi cemaran ke badan lingkungan sebesar 32,3 liter/jam. Simulasi pembebanan partikulat dilakukan dengan wetscrubber dengan sampel partikel berdiameter 2,5 µm dan laju partikulat 1 m/detik. 

Page 1 of 2 | Total Record : 15