cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ramdanidani146@gmail.com
Editorial Address
Jln. Batuaji Baru No.99 Batu Aji Batam - Kepulauan Riau
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Kopasta: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling
ISSN : 24424323     EISSN : 25990071     DOI : http://dx.doi.org/10.33373
Jurnal KOPASTA publishes articles on practice, theory, and research in all areas of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling which includes, but is not limited to : Personal Guidance and Counseling Social Guidance and Counseling Career Guidance and Counseling Academic Guidance and Counseling School Guidance and Counseling Guidance and Counseling in Higher Education Assessment in Guidance and Counseling Group Guidance Group Counseling Individual Counseling Multicultural Counseling Behavior Analysis and Modification Guidance and Counseling for Disabled Evaluation and Supervision in Guidance and Counseling Guidance and Counseling Management Career Planning Psychological Assessment Media of Guidance and Counseling Information Technology in Guidance and Counseling Family Counseling
Articles 82 Documents
Upaya Meningkatkan Penyesuaian Sosial Anak Asuh Usia Remaja di Panti Asuhan Peni Ramanda; Ramdani Ramdani
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 3, No 1 (2016): JURNAL KOPASTA (JUNI 2016)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.407 KB) | DOI: 10.33373/kop.v3i1.262

Abstract

Penyesuaian sosial merupakan salah satu dari tugas perkembangan diusia remaja. Penyesuaian sosialmerupakan tugas perkembangan terberat yang harus dipenuhi diusia remaja, termasuk oleh anak asuh usiaremaja yang tinggal di panti asuhan. Remaja yang tinggal di panti asuhan cenderung lebih mudah mengalamimasalah dibandingkan remaja yang tinggal dengan keluarga sendiri. Salah satu masalah tersebut adalahpenyesuaian sosial. Masalah penyesuaian sosial mestinya mendapat jalan keluar yang tepat yang sesuaidengan sumber masalahnya. Sumber masalah penyesuaian sosial tersebut ada yang bersumber dari pemikiranirrasional dan ada yang bukan. Alternatif bantuan yang diberikan kepada anak asuh usia remaja yang memilikimasalah penyesuaian sosial yang bersumber dari pimikiran irrasional adalah REBT setting group. Sedangkanalternatif bantuan yang diberikan kepada anak asuh usia remaja di panti asuhan yang bersumber bukan daripemikiran irrasional adalah layanan bimbingan kelompok. Pemberian bantuan ini mestinya dilakukan olehtenaga professional. Oleh karena itu, disarankan agar panti asuhan memiliki konselor panti asuhan yang bisamemberikan layanan bimbingan kelompok dan REBT setting group sebagai upaya untuk mengentaskanmasalah penyesuaian sosial anak asuh usia remaja di panti asuhan.Katakunci: Penyesuaian sosial, REBT setting group, layanan bimbingan kelompok
Counseling Approach Behavoir Rational Emotive Therapy in Reducing Stress Marpaung, Junierissa
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 3, No 1 (2016): JURNAL KOPASTA (JUNI 2016)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.78 KB) | DOI: 10.33373/kop.v3i1.263

Abstract

Hal-hal yang menimbulkan stress dapat berbeda-beda setiap orang. Stress merupakan suatu proses, stress tidakterjadi begitu saja, namun juga dipengaruhi masa lalu, kegiatan sehari-hari, beragam tugas yang tak kunjung selesaiatau terus bertambah, perasaan dan pikiran atas berbagai pengalaman hidup, penghargaan diri dan kesehatan fisikmerupakan komponen dari munculnya stress. Seringkali pula, stress disebabkan oleh trauma atau permasalahankehidupan yang tak kunjung mampu dipecahkan sehingga mengganggu aktivitas. Stress adalah suatu kondisi dimanaseseorang terganggu karena adanya tekanan psikologis, stress adalah penyakit psikis atau kejiwaan. Akan tetapi,karena pengaruh stress tersebut maka penyakit fisik bisa muncul akibat lemahnya dan rendahnya daya tahan tubuhpada saat tersebut.Terapi rasional emotif adalah terapi yang berusaha menghilangkan cara berpikir klien yang tidak logis, tidakrasional dan menggantinya dengan sesuatu yang logis dan rasional dengan cara mengkonfrontasikan klien dengankeyakinan-keyakinan irasionalnya serta menyerang, menentang, mempertanyakan, dan membahas keyakinankeyakinanyang irasional. tujuan utama yang ingin dicapai dalam rasional emotif adalah memperbaiki dan mengubahsikap individu dengan cara mengubah cara berpikir dan keyakinan klien yang irasional menuju cara berpikir yangrasional, sehingga klien dapat meningkatkan kualitas diri dan kebahagiaan hidupnya.Keyword: stress, rational emotive behavior therapy
Efforts To Coaching Competence of Teacher Guidance And Counseling (Descriptive Study in High School Se-Rejang Lebong) Rofiqah, Tamama
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 3, No 1 (2016): JURNAL KOPASTA (JUNI 2016)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.946 KB) | DOI: 10.33373/kop.v3i1.264

Abstract

Sentral pengembangan BK, secara spesifik difokuskan kepada kompetensi guru BK.Keterandalan guru BK dalammenampilkan kinerja dapat menumbuhkan kepercayaan publik maupun akuntabilitas, sehingga profesi ini semakindiakui dan dimanfaatkan keberadaannya.Kompetensi itu perlu dibakukan, dicapai sesuai harapan tiap guru BK disekolah.Kepala sekolah selaku penanggung jawab seluruh penyelenggaraan pendidikan di sekolah memegangperanan strategis dalam mengembangkan layanan BK di sekolah.Salah satu peran kepala sekolah dalam peningkatankompetensi guru BK dilakukan melalui berbagai upaya pembinaan dan pelatihan
Description of The Social Adjustment of Students In Madrasah Aliyah 1 Curup Yanizon, Ahmad
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 3, No 1 (2016): JURNAL KOPASTA (JUNI 2016)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.053 KB) | DOI: 10.33373/kop.v3i1.260

Abstract

Proses adaptasi merupakan cara dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru dimasukiterutama dalam hal penyesuaian sosial dengan lingkungan dan teman. Kemampuan siswa untukmelakukan penyesuaian terutama berkaitan dengan penyesuain sosial menunjukkan ketercapaian tugasperkembangannya berkaitan dengan menjalin hubungan sosial yang matang dengan teman-teman sebaya.Penyesuaian sosial merupakan usaha siswa untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri, orang laindan lingkungannya untuk dapat diterima dalam kelompok serta dapat memenuhi kebutuhan hidup baikfisik maupun psikis.Keyword: social adjustment.
Deskripsi Masalah Mahasiswa Yang Sedang Menyelesaikan Skripsi Etika, Nur; Hasibuan, Wilda Fasim
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 3, No 1 (2016): JURNAL KOPASTA (JUNI 2016)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.158 KB) | DOI: 10.33373/kop.v3i1.265

Abstract

Mahasiswayang sedang menyelesaikanskripsisering kali mengalami berbagai hambatan, sehingga secara tidaklangsung hal tersebut menghambat mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Masalah-masalah tersebut dapatberupa seperti pada penentuan judul skripsi, kurangnya referensi, kurangnya waktu, rasa malas mengerjakanskripsi, kurang motivasi, dosen yang susah ditemui, susah membagi waktu, kelelahan, waktu istirahat tidakcukup, kurang biaya dan tidak konsentrasi dalam proses penyelesaian skripsi. Tujuan penelitian ini adalah untukdapat mendeskripsikan apa saja masalah yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikanskripsi.Keyword: masalah mahasiswa, skripsi
PELAKSANAAN LAYANAN INFORMASI DENGAN MOVIE MAKER DALAM MENINGKATKAN SELF REGULATED LEARNING Adiningtyas, Sri Wahyuni
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 3, No 1 (2016): JURNAL KOPASTA (JUNI 2016)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.44 KB) | DOI: 10.33373/kop.v3i1.261

Abstract

tersebut dapat berpengaruh negatif pada kualitas dan kuantitas pembelajaran. Bimbingan dan konseling dengansegenap pelayanannya mempunyai tugas dan peran dalam meningkatkan pengaturan diri dalam belajar pada siswa,salah satunya dengan layanan informasi. Dengan mengadakan layanan informasi, siswa akan diberikanpemahaman dan pengetahuan dalam meningkatkan pengaturan diri dalam belajar. Implikasinya terhadapbimbingan dan konseling untuk meningkatkan pengaturan diri dalam belajar pada siswa melalui layanan informasidengan movie maker terkait pentingnya kemandirian dalam belajar dan gaya belajar, agar siswa tidak jenuh dalambelajar disarankan kepada guru BK untuk dapat melaksanakan layanan informasi dengan movie maker secaraberkelanjutan atau lebih terencana untuk lebih meningkatkan pengaturan diri dalam belajar pada siswa.Keywords: Pengaturan Diri dalam Belajar, Layanan Informasi  
Penyebab Verbal Bullying di Kalangan SiswaSMP IT Ulil Albab Batam Nasution, Hairani Irma Suryani; Hasibuan, Wilda Fasim
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 2, No 2 (2015): JURNAL KOPASTA (NOVEMBER 2015)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.232 KB) | DOI: 10.33373/kop.v2i2.307

Abstract

Bullying adalah hal yang terjadi sehari-hari. Namun ada banyak efek dan dampak yang akan diperoleh di masa yang akan datang. Perilaku bullying juga dianggap kegagalan dalam pendidikan. Yang membedakan penelitian ini adalah design penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam menelusuri penyebab dari verbal bullying yang terjadi di salah satu sekolah islam di kota Batam. Hasil penelitian diperoleh bahwa penyebab dilakukannya verbal bullying adalah karena factor keluarga (kurang perhatian, efek dari perceraian orang tua), teman sebaya (apapun yang dilakukan teman sebayanya dianggap benar karena teman membuatnya senang dan terhibur dan yang terakhir adalah media sosial (pengaruh media sosial sangat luar biasa, responden dengan leluasa menggunakan media sosial dan menggunakannya untuk melakukan verbal bullying.
IMPLEMENTATION OF CONTENT ADAPTATION SERVICES TO IMPROVE STUDENTS LEARNING HABITS PENERAPAN LAYANAN PENGUASAAN KONTEN UNTUK MENINGKATKAN KEBIASAAN BELAJAR SISWA Adiningtiyasa, Sri Wahyuni
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 3, No 2 (2016): JURNAL KOPASTA (NOVEMBER 2016)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.757 KB) | DOI: 10.33373/kop.v3i2.560

Abstract

Artikel ini membahas kurangnya penyesuaian siswa dan kebiasaan belajar, dimana hal tersebut dapat berpengaruh negatif pada kualitas dan kuantitas pembelajaran. Bimbingan dan konseling dengan segenap pelayanannya mempunyai tugas dan peran dalam meningkatkan penyesuaian diri dan kebiasaan belajarsiswa, salah satunya dengan layanan penguasaan konten. Dengan mengadakan layanan penguasaan konten, siswa akan diberikan pemahaman dan pengetahuan dalam meningkatkan penyesuaian diri dan kebiasaan belajar. Implikasinya terhadap bimbingan dan konseling untuk meningkatkan penyesuaian diri dan kebiasaan belajar pada siswa melalui layanan penguasaan konten terkait pentingnya penyesuaian diri dalam belajar dan kebiasaan belajar, agar siswa tidak jenuh dalam belajar disarankan kepada guru BK untuk dapat melaksanakan layanan penguasaan konten secara berkelanjutan atau lebih terencana untuk lebih meningkatkan penyesuaian diri dan kebiasaan belajar siswa.Keyword: Penyesuaian Diri, Kebiasaan Belajar, Layanan Penguasaan Konten This article discusses the lack of adjustment and learning habits of students, whereas it could have negative effects on the quality and quantity of learning. Guidance and counseling with all services have a duty and a role in enhancing adaptation and habitual learning of students, one of them was content mastery service. By conducting service content mastery, students will be given an understanding and knowledge in improving adaptation and habitual learning. Its implications on guidance and counseling was to improve students’ adjustment and habitual learning through content mastery service related to the importance of the adjustment in learning and habitual learning, so that students did not feel saturated on learning, it was suggested BK teachers to be able to perform the content mastery service continiuously or more planned for further enhancement of srudents’ adjustment and habitual learning .Keyword: Adjustment, habitual learning, content mastery service
Hubungan Antara Penerapan Disiplin dengan Bolos Belajar Siswa di SMP Negeri 9 Batam Yanizon, Ahmad; Akhirini, Ayurus
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 2, No 2 (2015): JURNAL KOPASTA (NOVEMBER 2015)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.616 KB) | DOI: 10.33373/kop.v2i2.303

Abstract

Berdasarkan hasil analisis data terhadap penelitian di SMP Negeri 9 Batam tentang hubungan antara penerapan disiplin dengan bolos belajar, terbukti bahwa ada korelasi positif antara penerapan disiplin dengan bolos belajar. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara penerapan disiplin dengan bolos belajar.Kata kunci: Disiplin, Bolos Belajar
PERAN ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK DALAM KELUARGA MORAL DEVELOPMENT OF CHILDREN THROUGH THE ROLE OF PARENTS IN A FAMILY Yanizon, Ahmad
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 3, No 2 (2016): JURNAL KOPASTA (NOVEMBER 2016)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/kop.v3i2.553

Abstract

Perkembangan moral pada masa kanak-kanak masih dalam tingkat yang rendah. Hal ini disebabkan karena perkembangan intelektual anak-anak belum mencapai titik di mana ia dapat mempelajari atau menerapkan prinsip-prinsip abstrak tentang benar dan salah. Orang tua merupakan tempat pertama terbentuknya moral anak. Kasih sayang yang diberikan orang tua terhadap anak, membangun sistem interaksi yang bermoral antara anak dengan orang lain. Hubungan dengan orang tua yang hangat, ramah, gembira dan menunjukkan sikap kasih sayang merupakan pupuk bagi perkembangan moral anak. Dengan demikian, maka penting sekali peranan orang tua di keluarga dalam perkembangan moral anak, karena orang tua merupakan pendidik pertama yang diterima anak ketika mereka terlahir kedunia. Adapun peran orang tua dalam pembentukan moral anak dilihat dari pegembangan pandangan moral, perasaan moral dan tingkah laku moral. Ketiga unsur tersebut terbentuk dari interaksi orang tua anak dalam keluarga yang berlangsung dari anak-anak hingga dewasa. Oleh karena itu, sudah seharusnyalah orang tua berperan sebagai teladan yang baik di keluarga untuk menjadi contoh bagi anak-anaknya.Kata Kunci: Moral, Peran Orang Tua Moral development in childhood is still in a low level. It is because of the children’s intellectual development has not already reached the level where he is able to learn or apply the abstract principles about right and wrong things. Parental is the first point of children’s moral formation. Parents’ Affection toward children, build their moral interaction systems. A warm, friendly, happy relationship and affection between parents and children are children’s moral development fertilizer. Thus, parents’ roles toward children’s moral development are very essential, because parents are the first educators for children when they got born into the world. Parents’ roles toward children’s moral formation are viewed from children’s developing moral vision, a sense of morality and moral behavior. These three elements were formed from parents and children’s interaction in a family since childhood to adulthood. Therefore, it is a must for parents to figure well in the family to be as a good example for their children.Keywords: Moral, Parents’ Role