cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JETri Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 14120372     EISSN : 2541089X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JETri is a scientific journal published by the Electrical Engineering Department Trisakti University since 2002. JETri publish research papers in Electrical Engineering (Electrical Power, Telecommunications, Control Systems, Electronics, Computer Systems) and Informatics twice a year, in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
Audit Energi Kampus A Usakti untuk Penerapan Sistem Manajemen Energi Berbasis ISO 50001:2011 Bayu Aji Soedibyo; Syamsir Abduh; Dianing Novita Nurmala Putri
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri, Volume 17, Nomor 2, Februari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jetri.v17i2.6062

Abstract

Energy performance phenomenon in contexts of partially and inaccurate implemented codes and standards according to national safety and regulations in electrical installation network and uncontrolled electrical energy consumption usage along with low electrical energy reliability and electrical energy quality at Campus A of Trisakti University may lead to inefficiency and further crisis. The research’s goals are to map the existing electrical installation network, analyzing results of electrical energy audit and the opportunity to implement an energy management system based on ISO 50001:2011 at Trisakti University. The research’s design is using the qualitative method by considering the phenomenon’s formulation which was constructed through a comparative approach and unity of its social situation which included place, actor and activity that interacted synergically. The research’s results were in electrical installation network recommended to uniform its codes and standards on every component and subcomponent according to safety and national regulations, re to electrical energy consumption since Year 2017 on July until Year 2019 on November was recorded the highest on Month of November 2018 with 1.018.680 kWh and electrical energy billing soaring to Rp 1.048.546.437, re to electrical energy reliability since year 2017 to 2019 recorded above 99.70% with MTBF2’s parameter required to be improved at 1130 minutes in year 2019, re to electrical energy quality in THD Ampere at odd 11≤ h<17 measured above 2% threshold which following phase R was 2.15% and phase T was 2.25% in building M while phase T was 3.9% in building C were not according to SPLN D5.004-1:2012, re by implementing ISO 50001:2011 potential saving will be around Rp 950.315.021,00 to Rp 1.425.472.531,00 in year one. Fenomena kinerja energi dalam konteks operasional instalasi jaringan listrik yang kurang mengikuti standarisasi, keselamatan dan peraturan yang berlaku beserta penggunaan konsumsi energi listrik yang tidak terkendali, rendahnya keandalan energi listrik dan kualitas energi listrik di Kampus A Universitas Trisakti dapat mengakibatkan inefisiensi dan krisis yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan instalasi jaringan listrik, menganalisis hasil audit energi listrik dan peluang penerapan sistem manajemen energi berbasis ISO 50001:2011 di Kampus A Universitas Trisakti. Desain penelitian menggunakan metode kualitatif karena mempertimbangkan formulasi perumusan masalah yang dihasilkan melalui pendekatan masalah komparatif dan keseluruhan situasi sosial meliputi tempat, pengelola dan aktivitas yang berinteraksi secara sinergis. Hasil penelitian mendeskripsikan tentang instalasi jaringan listrik yang merekomendasikan untuk penyeragaman kode dan standar pada setiap komponen maupun subkomponen sesuai dengan ketentuan standarisasi, keselamatan dan peraturan yang berlaku tentang konsumsi energi listrik. Sejak Tahun 2017 bulan Juli hingga Tahun 2019 bulan November tercatat konsumsi energi listrik tertinggi terjadi di bulan November Tahun 2018 yakni 1.018.680 kWh dengan tagihan energi listrik mencapai Rp 1.048.546.437.   Keandalan energi listrik dari Tahun 2017 hingga Tahun 2019 terbukukan masih diatas 99.70% dengan parameter MTBF2 yang perlu ditingkatkan yakni terekam selama 1130 menit di Tahun 2019. Kualitas energi listrik THD Anrus ganjil 11≤ h<17 tercatat diatas batas ambang 2% pada fase R yakni 2.15% dan fase T di Gedung M senilai dan fase T yaitu 3.9% di Gedung C tidak sesuai dengan ketentuan SPLN D5.004-1:2012. Penerapan ISO 50001:2011 maka potensi penghematan diperkiraan antara Rp 950.315.021,00 sampai Rp 1.425.472.531,00 pada tahun pertama.
Simulasi Kendali Motor DC Penguat Terpisah Menggunakan Kendali Fuzzy-FOPID Muhamad Asbi; Subiyanto Subiyanto; Yohanes Primadiyono
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri, Volume 17, Nomor 1, Agustus 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jetri.v17i1.4109

Abstract

In this study, Fuzzy-Fractional Order Proportional Integral Derivative (Fuzzy-FOPID) control technique is applied to regulate the speed of a separately excited DC motor. This control technique uses a combination of two intelligent algorithm tuning methods, Fuzzy logic and Genetic Algorithm (GA). This is done to get an effective and powerful control effect. The identification of parameters in the form of Kp, Ki and Kd uses fuzzy logic and for fractional parameters in the form of μ and λ using GA. To find out the performance of this control technique several tests have been carried out using the MATLAB 2013a simulation which then the results are compared with Fractional-Order PID (FOPID) control technique where all parameters are obtained using GA tuning. In testing the speed and constant load the performance of the Fuzzy-FOPID control has a smaller overshoot value and the settling time is faster than the FOPID control. The FOPID driver has a better undershoot response of 0,25% when there is a change in the added load. But when testing the speed change, Fuzzy-FOPID control has a fast and stable response with an undershoot value of 0.875% and a 0.143% overshoot, smaller than the FOPID control. From the results of all tests, it can be concluded that Fuzzy-FOPID control is better and more efficient than FOPID control.Dalam penelitian ini, teknik kendali Fuzzy-Fractional Order Proportional-Integral-Derivative (Fuzzy-FOPID) diterapkan untuk mengatur kecepatan motor DC penguat terpisah. Teknik kendali ini menggunakan gabungan dua metode penalaan algoritma cerdas yaitu logika fuzzy dan Algoritma Genetika (GA). Hal ini dilakukan untuk mendapatkan efek kendali yang efektif dan kuat. Penalaan  parameter Kp, Ki, dan Kd menggunakan logika fuzzy dan untuk parameter fractional μ dan λ menggunakan GA. Untuk mengetahui kinerja dari teknik kendali ini telah dilakukan beberapa tes menggunakan simulasi MATLAB 2013a yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan teknik kendali lain yaitu teknik kendali FOPID dimana semua parameternya didapat dengan menggunakan penalaan GA. Pada pengujian kecepatan dan beban konstan performa kendali Fuzzy-FOPID memiliki nilai overshoot yang lebih kecil dan settling time lebih cepat dibanding kendali FOPID. Pengendali FOPID memiliki respon undershoot yang lebih baik sebesar 0,25 % ketika tejadi  penambahan  beban. Namun ketika dilakukan pengujian perubahan kecepatan, kendali Fuzzy-FOPID memiliki respon yang cepat stabil dengan nilai undershoot 0,875 % dan overshoot 0,143%, lebih kecil dibandingkan dengan kendali FOPID. Dari hasil seluruh pengujian dapat disimpulkan bahwa kendali Fuzzy-FOPID lebih baik dan effisien dibandingkan dengan kendali FOPID.
Sistem Penampil Stok Kendaraan pada Carpool di Perusahaan Otomotif Melvin Nurohman; Kiki Prawiroredjo; Engelin Shintadewi Julian
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri, Volume 17, Nomor 2, Februari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jetri.v17i2.5620

Abstract

The prototype of vehicle stock information display system in PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor's carpool is based on the problem of delivering real-time vehicle stock information and inefficient processing of vehicle stock data. The function of this system is to convey information of the number of vehicle stock, the remaining parking slots and vehicles in and out in realtime. This prototype has Android applications, desktop applications, website applications and automatic portals. Based on the results of testing the Android application, the average scan time for barcode scanning of vehicles in and out carpool is 2,47 seconds and for the application of barcode scanning of vehicles locations in carpool is 2,36 seconds. The average transition time between web pages is 20,16 seconds. The average response time for gate in portal is 1,36 seconds and gate out portal is 3,36 seconds.                                                                                              Prototipe sistem penampil stok kendaraan di carpool PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor didasari dari masalah penyampaian informasi stok kendaraan yang tidak real time dan tidak efisiennya mengolah data stok kendaraan. Prototipe sistem ini bertujuan untuk menyampaikan informasi jumlah stok kendaraan, sisa slot parkir, kendaraan masuk dan keluar secara real time. Prototipe ini memiliki aplikasi Android, aplikasi desktop, aplikasi website dan portal otomatis. Berdasarkan hasil pengujian scan barcode kendaraan pada aplikasi Android, rata-rata waktu scan 2,47 detik untuk aplikasi scan barcode kendaraan masuk dan keluar dan 2,36 detik untuk aplikasi scan barcode letak kendaraan di carpool. Waktu rata-rata transisi antar halaman website adalah 20,16 detik. Waktu rata-rata respon portal gate in adalah 1,36 detik dan gate out 3,36 detik.
Karakteristik Disturbansi di Rentang Frekuensi 9 kHz – 150 kHz pada Sistem UPS Rheo Loridho Pratama; Budi Sudiarto
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri, Volume 17, Nomor 2, Februari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jetri.v17i2.6080

Abstract

The Uninterruptible Power Supply (UPS) contains power electronic components including inverter, the application of inverter will cause voltage disturbances at high frequency because switching frequency from inverter are at high frequency. The data recorded by oscilloscope along with Picolog Recorder software and processed by Matlab software to make it more efficient. Research conducted when the UPS in battery mode with resistive load level variation of electric water heater. From the test results it was found that voltage disturbances occur in three dominant frequency ranges at each resistive load level variation, that is 19-24 kHz, 39-44 kHz and 59-64 kHz. At 0% load condition when the battery is fully charged, the peak voltage disturbances occur at 207,43 mV at frequency of 20 kHz and at 100% load condition when the battery condition has linearly reduced the peak voltage disturbances occur at 46,42 mV at frequency 19,8 kHz. Pada setiap alat Uninterruptible Power Supply (UPS) terdapat komponen elektronika daya termasuk inverter, oleh sebab itu dengan penggunaan inverter akan menimbulkan tegangan disturbansi pada frekuensi tinggi karena frekuensi pensaklaran dari inverter berada pada frekuensi tinggi. Untuk perekaman data menggunakan alat osiloskop beserta software Picolog Recorder dan untuk pengolahan datanya menggunakan software Matlab agar lebih efisien. Penelitian dilakukan saat perangkat UPS menggunakan mode baterai dan dengan tingkat variasi pembebanan beban resistif berupa pemanas air elektrik. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa disturbansi tegangan terjadi pada tiga rentang frekuensi dominan pada setiap tingkat variasi pembebanan beban resistif yaitu frekuensi 19-24 kHz, 39-44 kHz dan 59-64 kHz. Pada kondisi pembebanan 0% saat kondisi baterai terisi penuh disturbansi tegangan puncak yang terjadi sebesar 207,43 mV pada frekuensi 20 kHz dan pada kondisi pembebanan 100% saat kondisi baterai sudah berkurang secara linear disturbansi tegangan puncak yang terjadi sebesar 46,42 mV pada frekuensi 19,8 kHz.
Navigasi Indoor Berbasis Peta pada Robot Beroda dengan Platform Robot Operating System Tara Anggada Putra; Muliady Muliady; Daniel Setiadikarunia
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri, Volume 17, Nomor 2, Februari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jetri.v17i2.5447

Abstract

Wheeled robots are widely used in many industrial fields. The wheeled robot needs to have implemented an autonomous navigation system to improve work efficiency. In this research, a map-based indoor navigation system is implemented on wheeled robot with Robotics Operating System (ROS) platform using Hector Mapping algorithm. The algorithm Multisensor Data Fusion using Extended Kalman Filter (EKF) which fuses Wheel Odometry data with IMU sensor data for localization, Field Dynamic A-Star algorithm for path planning, and ON-OFF controller for trajectory tracking. Field Dynamic A-Star algorithm is chosen because it solves general path planning algorithm’s main issue that limits robot’s orientation movement for every 45o (suboptimal and subnatural path). The robot has ODROID-XU4 as controller to perform map-based indoor navigation, Arduino Mega 2560 to drive motors, RPLIDAR A2 LASER rangefinder for mapping, and VEX Integrated Encoder with Sparkfun Razor 9DoF IMU for localization. The navigation system is successfully implemented on wheeled robot with ROS platform. Robot has successfully mapped indoor environment with 0.174 meter error rate, and has successfully done localization with average error rate of 0.05m on x coordinate, 0.028m on y coordinate, and 1.506o on orientation angle. Path planner is proved capable of generating path that is not limited every 45o orientation. Path planner yields 62.5% success rate in generating traversable path and the robot yields 75% success rate in following the path. Robot yields average error rate of 0.046m in moving towards target’s x coordinate, 0.072m in moving towards target’s y coordinate, and 5.163o in turning towards target’s orientation angle. Robot beroda banyak digunakan di banyak bidang industri. Pada robot beroda tersebut perlu diimplementasikan sistem navigasi autonomous untuk meningkatkan efisiensi kerja. Pada penelitian ini, sistem navigasi indoor berbasis peta diimplementasikan pada robot beroda dengan platform Robot Operating System (ROS) menggunakan algoritma Hector Mapping untuk pemetaan. Algoritma ini menggunakan Data Fusion dengan algoritma Extended Kalman Filter (EKF) yang menggabungkan data Wheel Odometry dengan data sensor IMU untuk lokalisasi, algoritma Field Dynamic A-Star untuk path planning, dan pengontrol ON-OFF untuk trajectory tracking. Algoritma Field Dynamic A-Star dipilih karena algoritma tersebut dapat mengatasi permasalahan algoritma path planning pada umumnya yang membatasi arah orientasi pergerakan robot setiap kelipatan 45o (jalur tidak optimal dan tidak natural). Robot memiliki ODROID-XU4 sebagai pengontrol utama yang bertugas untuk melakukan navigasi indoor berbasis peta, Arduino Mega 2560 untuk menggerakkan motor, LASER rangefinder RPLIDAR A2 untuk pemetaan, dan VEX Integrated Encoder serta Sparkfun Razor 9DoF IMU untuk lokalisasi. Sistem navigasi berhasil diimplementasikan pada robot beroda dengan platform ROS. Robot berhasil melakukan pemetaan lingkungan indoor dengan tingkat kesalahan rata-rata 0,174 meter serta berhasil melakukan lokalisasi dengan tingkat kesalahan rata-rata 0,05m pada koordinat x, 0,028m pada sumbu y, dan 1,506o pada sudut orientasi. Path planner terbukti menghasilkan jalur yang tidak terbatas pada kelipatan orientasi 45o. Path planner memiliki tingkat keberhasilan 62,5% dalam menghasilkan jalur yang dapat dilewati robot dan robot memiliki tingkat keberhasilan 75% dalam mengikuti jalur. Robot memiliki tingkat kesalahan rata-rata 0,046m dalam bergerak menuju koordinat x target, 0,072m dalam bergerak menuju koordinat y target, dan 5,163o dalam berputar menuju sudut orientasi target.
Rancang Bangun Antena Double Biquad Pada Sistem Ground Segment Menggunakan Frekuensi 433 MHz Heru Wijanarko; Dwi Lastiko Bramantyo; Kamarudin Kamarudin; Siti Aisyah
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri, Volume 19, Nomor 2, Februari 2022
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jetri.v19i2.6081

Abstract

Its necessary a technology or advanced device that can observe atmospheric data and send it to an earth station (ground segment). Data of information on air pressure, temperature, humidity, and wind speed are ordinarily needed by the Meteorological, Climatological and Geophysical Agency (BMKG) in  weather forecasts. To be able to receive atmospheric data sent by the payload, the ground segment requires a receiver equipped with an antenna that has a big gain. The receiver is a transmission device which is equipped by an antenna. Double Biquad antenna is one of antenna with a big gain. Utilizing of the excellence specs of Double Biquad antenna, the author pick this antenna as a ground segment device that can support telemetry communication systems. The process of designing the Double Biquad antenna is carried out using an antenna calculator which is then simulated using 4nec2 software. The results of the antenna manufacture were tested and measured the antenna parameters such as: VSWR, impedance, radiation pattern and compared the RSSI value with Monopole on 3DR. The results show that the optimum frequency  is 449.056 MHz with a VSWR of 1.33 which still meets the criteria of 1 ≤ VSWR ≤ 2. The value of the RSSI range on the Double Biquad antenna, 145 - 220, is better then comparison antenna. Coupled with the reflector which also strengthens the reception of power on the antenna. So this antenna is feasible to be used as a communication antenna in the ground segment which working on 433 MHz. Dibutuhkan sebuah teknologi yang dapat melakukan pengamatan data atmosfer dan mengirimkannya ke stasiun bumi (ground segment), tentunya dibutuhkan suatu perangkat khusus yang dapat melakukan hal tersebut. Data berupa informasi tekanan udara, temperatur, kelembaban, dan kecepatan arah angin biasanya dibutuhkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam melakukan prakiraan cuaca. Untuk dapat menerima data atmosfer yang dikirim oleh payload, pada ground segment dibutuhkan suatu receiver yang dilengkapi dengan antena yang memiliki gain besar. Receiver tersebut adalah alat transmisi yang sering disebut dengan antena. Salah satu antena dengan gain yang besar adalah antena Double Biquad. Dengan memanfaatkan kelebihan yang dimiliki oleh antena Double Biquad penulis memilih antena ini sebagai perangkat ground segment yang dapat mendukung sistem komunikasi telemetri. Proses perancanagan antena Double Biquad dilakukan menggunakan antena calculator yang kemudian disimulasikan meggunakan software 4nec2. Hasil pembuatan antena diujicobakan dan dilakukan pengukuran beberapa parameter antena seperti: VSWR, impendansi, pola radiasi dan membandingkan nilai RSSI dengan antena pembanding (Monopole pada 3DR). Hasil pengujian menunjukkan nilai frekuensi optimum yang didapat sebesar 449,056 MHz dengan VSWR sebesar 1,33 dimana masih memenuhi kriteria 1 ≤ VSWR ≤ 2. Nilai rentang RSSI pada antena Double Biquad, 145 – 220, lebih baik jika dibandingkan dengan antena pembanding. Ditambah dengan adanya reflektor yang turut memperkuat penerimaan daya pada antena. Sehingga antena ini layak untuk digunakan sebagai antena komunikasi di ground segment pada frekuensi kerja 433 MHz.
Perbandingan Metode MPPT Incremental Conductance Incremental Resistance dan Hill Climbing dengan PSIM Dimas Nur Prakoso; Achmad Afandi; Miftahul Arrijal; Rizqy Abdurrahman; Novie Ayub Windarko
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri, Volume 17, Nomor 2, Februari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jetri.v17i2.6076

Abstract

Increasing energy requirements require us to create renewable energy that is environmentally friendly such as utilizing sunlight. By using tracking techniques such as Maximum Power Point Tracking (MPPT) will produce maximum power so that the solar cell works efficiently. The MPPT method which is simulated in this PSIM software is Incremental Conductance, Incremental Resistance and Hill Climbing. By implanting the MPPT Incremental Conductane Method in the solar cell, a maximum power of 91,47 Watt will be generated with a time of 0.018 seconds, whereas if implanting the MPPT Incremental Resistance method in a solar cell will get a maximum power of 90.35 watt, a faster time than the previous method, and if implanting the MPPT Hill Climbing method to make the solar cell efficient it is necessary to add the KMPP value equal to 5 to get the maximum MPP value and not oscillate. So the Incremental Conductance method by adding a variable step size should be use to search the maximum power from all three methods . Kebutuhan energi yang semakin tinggi mengharuskan kita untuk menciptakan energi terbarukan yang ramah lingkungan seperti memanfaatkan cahaya matahari. Dengan menggunakan Teknik tracking seperti Maximum Power Point Tracking MPPT (MPPT) akan menghasilkan daya yang maksimal sehingga solar cell bekerja secara efesien.  Metode MPPT yang disimulasikan di software PSIM ini adalah Incremental Conductance, Incremental Resistance dan Hill Climbing. Dengan menanamkan Metode MPPT Incremental Conductane pada solar cell maka akan dihasilkan daya maksimum sebesar 91,47 Watt dengan waktu 0,018 detik, sedangkan jika menanamkan metode MPPT Incremental Resistance pada solar cell akan di dapatkan daya maksimum sebesar 90,35 watt dengan waktu yang lebih cepat dari metode sebelumnya, dan jika menanamkan metode MPPT Hill Climbing untuk mengefisienkan solar cell diharuskan menambahkan nilai KMPP sama dengan 5 untuk  mendapatkan nilai MPP yang maksimal dan tidak berosilasi. Jadi jika untuk mencari daya yang sangat maksimal dari ketiga metode sebaiknya menggunakan metode Incremental Conductance dengan menambahkan variable step size.
Femtocell Number Influence to SINR and Throughput on Coexistence GSM and LTE Network Muhammad Yaser
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri, Volume 17, Nomor 2, Februari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jetri.v17i2.6072

Abstract

Coexistence GSM network and LTE femto relies on the number of femtocell deployment position. In the earlier study, the impact of macrocell size, femtocell deployment position, and coexistence LTE femtocell network integrated with GSM macrocell had been discussed. LTE femtocell used Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) technology for its operation. In coexistence networks, LTE femtocells operate with OFDM technology so that they can utilize several radio frequency fractions without disturbing other parts of the frequency located between them. Unfortunately, the impact of femtocell number on the coexistence network had not been discussed. SINR and femtocell throughput performance are mathematically analyzed. The result showed that femtocell number had an effect on the coexistence network performance. SINR GSM, SINR femtocell and femtocell throughput significantly degraded as the femtocell number increased. The increasing femtocell number from M =0 to M =20 on each GSM cell cause around 14 dB degradation in SINR GSM, 3 dB decline in SINR Femto, approximately 1.7% decline in throughput for K = 4. Meanwhile for K = 7, the increasing femtocell number cause 17 dB decline in SINR GSM 6,5 dB decline in SINR Femto and 3.2 % decline in throughput. Those happened since the LTE femtocell interference went up. So femtocell number greatly influences the Coexistence GSM Network and LTE femtocell.Jaringan koeksistensi GSM dan LTE Femto sangat tergantung pada kondisi sebaran femtocell, di antaranya jumlah femtocell. Pada studi sebelumnya telah dibahas mengenai pengaruh ukuran macrocell dan posisi penyebaran femtocell dan jaringan koeksistensi LTE femtocell yang diintegrasikan dengan GSM macrocell. Dalam jaringan koeksistensi, LTE femtocell beroperasi dengan teknologi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) sehingga dapat memanfaatkan beberapa fraksi frekuensi radio tanpa mengganggu bagian lain dari frekuensi yang terletak di antaranya Namun studi sebelumnya belum membahas pengaruh jumlah femtocell pada jaringan koeksistensi ini. Kinerja kedua sistem yang dalam hal ini SINR dan femtocell throughput dianalisis secara matematis. Hasil simulasi menunjukan bahwa jumlah femtocell memiliki efek pada kinerja jaringan koeksistensi. SINR GSM, SINR femtocell dan femtocell throughput semakin menurun seiring dengan peningkatan jumlah femtocell. Peningkatan jumlah femtocell dari M = 0 ke M = 20 pada setiap sel GSM menyebabkan penurunan sekitar 14 dB SINR GSM, penurunan 3 dB SINR Femto, sekitar1, 7% penurunan throughput untuk K = 4. Sementara itu untuk K = 7, peningkatan junlah femtocell menyebabkan penurunan 17 dB SINR GSM, penurunan 6.5 dB SINR Femtocell dan penurunan 3, 2% dalam throughput. Hal ini disebabkan oleh peningkatan interferensi dari LTE femtocell. Maka jumlah LTE femtocell sangat mempengaruhi sistem koeksistensi LTE femtocell dengan jaringan GSM.
Analysis of Voice Captured Packet Using Wireshark Nazmia Kurniawati; Suhartati Agoes
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri, Volume 17, Nomor 2, Februari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jetri.v17i2.6078

Abstract

Accuracy in data interpretation plays an important part in experiment result analysis. In this paper, a Wireshark captured packet file obtained from a voice call made through Voice over Internet Protocol (VoIP) system is analyzed. From the data, Wireshark added some bytes as additional information containing network adapter, IP, and protocol information. From the analysis, it is concluded that the actual transmitted or received data can only be seen from the packet’s detail information section. Keakuratan dalam interpretasi data memiliki peranan yang signifikan dalam analisa suatu hasil pengukuran. Dalam publikasi ini, file hasil capture Wireshark yang didapatkan dari panggilan suara melalui sistem komunikasi Voice over Internet Protocol (VoIP) dianalisa. Dari data hasil pengukuran, Wireshark menambahkan beberapa byte sebagai informasi tambahan yang berisi informasi mengenai network adapter, IP, dan jenis protokol yang digunakan. Dari hasil analisa, dapat disimpulkan bahwa jumlah data sebenarnya yang dikirim dan diterima hanya dapat dilihat dari bagian informasi detail paket.
Manajemen Energi di Industri: Optimasi Sisi Utiliti pada Industri Ban Deny Satyagraha; Syamsir Abduh; Ishak Kasim
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri, Volume 17, Nomor 2, Februari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jetri.v17i2.5362

Abstract

The energy consumptions of the industrial sector are increasing. The latest official report published by Kota Tangerang government  showed that the usage of electrical energy for the industry  was 54.454.986 MWh in 2013. The government has published Government Regulation No.70/2009 about energy conservation to mitigate the energy raising in industry. The main activity is energy audit for mapping the energy usage, evaluate the energy consumption and determine strategical steps in order to optimize the energy usage. Plant X is the newest plant of PT. Ban Indonesia which consuming energy about 24.485,85 MWh in 2018, with the average increasing demand of 3% per year.  It was indicated that there were unutilized power and oversupply about 50%. The energy audit level 2 (Preliminary Energy Audit) has taken by actual load measuring, calculate the gap between energy consumptions report and load nameplates, define the Intensitas Konsumsi Energi ( IKE)and it’s tendency, simulating the recommendation steps, define the energy baseline and energy management strategical steps which refer to ISO 50001. The energy consumption level could be optimized by applying the recommendation steps so PT. Ban Indonesia, Plant X will save 38.918,92 USD or Rp 575.986.400 annually with Break Event Point (BEP) around 29 months.Penggunaan energi listrik pada sektor industri terus meningkat setiap tahunnya. Dari data resmi yang terakhir  diterbitkan oleh Pemerintah Kota Tangerang menyebutkan jumlah energi listrik yang dipakai untuk sektor industri sebesar 54.454.986 MWh pada tahun 2013. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2009 tentang Konsevarsi Energi untuk mengatasi lonjakan energi pada sektor industri. Salah satu kegiatan konservasi energi adalah audit energi, yang bertujuan memetakan penggunaan energi, mengevaluasi pemakaian energi dan menentukan langkah-langkah strategis optimasi energi. Plant X merupakan plant terbaru dan bagian dari PT. Ban Indonesia yang mengkonsumsi energi sebanyak 24.485,85 MWh di tahun 2018, dengan peningkatan konsumsi energi 3% per tahun. Terindikasi terjadi unutilized power dan over supply sebanyak 50%. Dilakukan audit energi level 2 (Preliminary Energy Audit) dengan melakukan pengukuran langsung, menghitung deviasi beban antara laporan pemakaian energi aktual dan nameplate beban, menghitung nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dan kecenderungannya, melakukan simulasi langkah rekomendasi, menentukan energy baseline dan langkah-langkah strategis tindakan manajemen energi yang mengadopsi ISO 50001.Tingkat penggunaan energi mampu dioptimasi dengan menerapkan langkah-langkah rekomendasi sehingga PT. Ban Indonesia, Plant X akan menghemat 38.918,92 USD atau Rp 575.986.400 setiap tahun dengan Break Event Point (BEP) sekitar 29 bulan.

Page 1 of 14 | Total Record : 135