This Author published in this journals
All Journal Menara Ilmu
Mayanda, Vinta
Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) RSIA MUTIA SARI KECAMATAN MANDAU Mayanda, Vinta
Menara Ilmu Vol 11, No 74 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 74, Januari 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i74.93

Abstract

Masalah gizi yang sering dihadapi ibu hamil yaitu Kekurangan Energi Kalori (KEK) dan anemia gizi. Data menunjukkan bahwa sepertiga (35,65%) Wanita Usia Subur (WUS) menderita KEK, masalah ini mengakibatkan pada saat hamil akan menghambat pertumbuhan janin sehingga menimbulkan resiko pada bayi dengan BBLR. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia adalah 70%, ini berarti 7 dari 10 wanita hamil menderita anemia. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi ibu hamil dengan berat badan lahir rendah (BBLR) (Analisis Data Rekam Medik Rumah Sakit Ibu dan Anak Mutia Sari Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis April 2011 s/d Maret 2012). Desain penelitian ini dengan survey “cross sectional”. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 105 ibu bersalin yang memeriksakan kehamilannya di RSIA Mutia Sari. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan uji statistik Chi Squere. Hasil penelitian diperoleh bayi yang dilahirkan BBLR sebanyak 38,1%. Hasil analisis bivariat dari kenaikan berat badan ibu sebanyak 54,0% (Pvalue 0,003, OR 3,793), kadar Hb ibu hamil tidak normal sebanyak 50% (Pvalue 0,005, OR 3,778), lingkar lengan atas tidak normal sebanyak 29% (Pvalue 0,005, OR 8,074), umur ibu beresiko sebanyak 50% (Pvalue 0,078, OR 2,250), paritas tinggi ibu sebanyak 26,2% (Pvalue 0,006, OR 0,296), riwayat penyakit ibu sebanyak 50% (Pvalue 0,035, OR 2,562). Hasil analisis multivariat diperoleh variabel dominan adalah LILA ibu Pvalue 0,005 dengan OR 5,271. Variabel gizi ibu hamil yang memiliki hubungan signifikan dengan berat badan lahir rendah adalah kenaikan berat badan, kadar Hb, LILA, paritas, riwayat penyakit. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling dominan mempengaruhi berat badan lahir rendah adalah LILA ibu dengan OR 5,271, artinya LILA ibu memiliki peluang 5,271 kali melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah setelah dikontrol dengan variabel kenaikan berat badan ibu hamil. Ada sebagian kecil (38,1%) bayi yang dilahirkan BBLR di RSIA Mutia Sari dengan variabel status gizi yang berhubungan dengan BBLR adalah kenaikan berat badan, kadar Hb, LILA, paritas, riwayat penyakit, serta faktor yang paling dominan mempengaruhi berat badan lahir rendah di RSIA Mutia Sari adalah LILA ibu hamil.