Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BERKAYU PADA PLOT MONITORING TAMAN WISATA ALAM GUNUNG MEJA MANOKWARI Novita Panambe; Ronggo Sadono; Djoko Marsono
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol1.Iss2.37

Abstract

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja Manokwari memiliki keanekaragaman spesies tumbuhan berkayu yang tinggi dengan keunikan spesies yang berbeda dengan spesies di daerah lainnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan berkayu pada plot monitoring biodiversitas flora TWA Gunung Meja. Penelitian ini dilakukan di plot monitoring biodiversitas flora TWA Gunung Meja seluas 25 ha pada plot yang dibuat tahun 2005, 2006 dan 2008. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik observasi. Hasil penelitian pada plot monitoring biodiversitas flora menunjukan bahwa tumbuhan berkayu terdiri dari 134 jenis dan 39 famili untuk tingkat semai, 162 jenis dan 47 famili tingkat pancang, 169 jenis dan 38 famili tingkat tiang, 148 jenis dan 34 famili tingkat pohon. Dominansi jenis pada fase semai adalah Pometia coreacea, fase pancang jenis Aglaia odorata, fase tiang jenis Medusanthera laxiflora dan fase pohon jenis Pometia coreacea. Indeks keanekaragaman jenis pada setiap fase pertumbuhan tinggi, yaitu fase semai 3,8064, fase pancang 4,4828, fase tiang 4,3044 dan fase pohon 4,2270.
ANALISIS VEGETASI TUMBUHAN BERKAYU PADA KAWASAN HUTAN TROPIS DATARAN RENDAH CAGAR ALAM PEGUNUNGAN WONDIWOI Fahrid Gian Cinda; Novita Panambe; Mariana H. Peday
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol5.Iss1.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi jenis tumbuhan berkayu pada kawasan hutan dataran rendah Cagar Alam Pegunungan Wondiwoi. Metode yang gunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei dan observasi lapang melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan meliputi struktur dan komposisi tumbuhan berkayu dengan menggunakan teknik jalur berpetak lanjut. Hasil penelitian didapatkan 260 jenis tumbuhan berkayu yang terdiri dari 57 famili. Pada fase semai terdapat 168 jenis terdiri dari 52 famili, pancang 172 jenis terdiri dari 51 famili, tiang 138 jenis terdiri dari 39 famili dan pohon 136 jenis terdiri dari 39 famili. Pada fase semai didominasi oleh jenis Pometia pinnata dengan INP 11,247%, fase pancang didominasi oleh jenis Pometia pinnata dengan INP 9,727%, fase tiang didominan oleh jenis Litsea timoriana dengan INP 14,603% dan fase pohon didominasi oleh jenis Pometia pinnata dengan INP 20,248%.
TINGKAT PENDAPATAN PENGUSAHA KAYU GERGAJIAN BERDASARKAN MARGIN KEUNTUNGAN DAN ALUR PEMASARAN KAYU LOKAL DI DISTRIK MANOKWARI UTARA Febriyanti Dedan Paririe; Jonni Marwa; Novita Panambe
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol5.Iss2.161

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan di tingkat pengusaha kayu (pemilik hak ulayat, penampung kayu, dan pengusaha kayu), menilai margin keuntungan di masing-masing pengusaha kayu dan mendeskripsikan alur dan mekanisme/sistem penebangan dan pemanfaatan kayu. Penelitian ini dirancang menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei lapangan dan objek dalam penelitian ini adalah pengusaha kayu gergajian yang mengolah hasil hutan di Distrik Manokwari Utara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalan tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan hak ulayat sekaligus pengusaha kayu sebesar Rp. 29.400.000/tahun, pemilik hak ulayat sekaligus penampung kayu Rp. 13.100.000/tahun dan pengusaha kayu Rp. 28.000.000/tahun. Margin keuntungan pemilik hak ulayat sekaligus pemilik stand kayu adalah 56,112%, pemilik hak ulayat yang juga penampung kayu 35,85% dan pegusaha kayu 30,82%. Alur perdagangan kayu yang berasal dari Distrik Manokwari Utara dijual ke pasar lokal di Distrik Manokwari Utara dan dalam kota Manokwari dengan margin keuntungan tertinggi adalah saluran pemasaran dari stand kayu ke konsumen akhir di kota Manokwari dan sekitarnya.
ASOSIASI TALI KUPU-KUPU (Bauhinia acuminata Blume.) DENGAN POHON INANG PADA PLOT MONITORING TAMAN WISATA ALAM GUNUNG MEJA MANOKWARI SIMSON L MANDABAYA; NOVITA PANAMBE; MELIZA S. WORABAI; NOVIKA RUKKA
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol6.Iss1.201

Abstract

Gunung Meja Nature tourist Park is one of the low land tropical forest ecosystems in Manokwari which had various potention of its flora and fauna. The flora potention had relation or complex population, one of them is association between tali kupu-kupu (Bauhinia acuminata Blume.) with its host tree. The purpose of the study was to describe the asociation of B. acuminata with its host tree and its habitat at the low land at Gunung Meja Nature Tourist Park. The method used description with survey technique. The resluts showed that the total population of the trees associating with B. acuminate. There were 10 species i.e. Pometia coreacea, Pometia pinnata, Alstonia scholaris, Artocarpus incissus, Pimelodendron amboinicum, Pterocymbium beccarii, Antiaris toxicaria, Streblus elongate, Medusanthera laxiflora, and Pterygota horsfieldii which dominated by Pometia pinnata 11 trees. The association relation level of B. acuminata with the host tree P. pinnata was very close (2.506 %) while association relation level of B. acuminata was quite close with the host tree of A. scholaris (0.911 %), P. amboinicum (0.911 %), and the association level B. acuminata was not close with the host tree P. coreacea (0.683 %), P. beccarii (0.228 %), A. toxicaria (0.228 %), A. incisus (0.683 %), P. horsfieldii (0.683 %), S. elongata (0.456 %), and M. laxiflora (0.456 %).
ASOSIASI TALI KUPU-KUPU (Bauhinia acuminata Blume.) DENGAN POHON INANG PADA PLOT MONITORING TAMAN WISATA ALAM GUNUNG MEJA MANOKWARI SIMSON L MANDABAYA; NOVITA PANAMBE; MELIZA S. WORABAI; NOVIKA RUKKA
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol6.Iss1.201

Abstract

Gunung Meja Nature tourist Park is one of the low land tropical forest ecosystems in Manokwari which had various potention of its flora and fauna. The flora potention had relation or complex population, one of them is association between tali kupu-kupu (Bauhinia acuminata Blume.) with its host tree. The purpose of the study was to describe the asociation of B. acuminata with its host tree and its habitat at the low land at Gunung Meja Nature Tourist Park. The method used description with survey technique. The resluts showed that the total population of the trees associating with B. acuminate. There were 10 species i.e. Pometia coreacea, Pometia pinnata, Alstonia scholaris, Artocarpus incissus, Pimelodendron amboinicum, Pterocymbium beccarii, Antiaris toxicaria, Streblus elongate, Medusanthera laxiflora, and Pterygota horsfieldii which dominated by Pometia pinnata 11 trees. The association relation level of B. acuminata with the host tree P. pinnata was very close (2.506 %) while association relation level of B. acuminata was quite close with the host tree of A. scholaris (0.911 %), P. amboinicum (0.911 %), and the association level B. acuminata was not close with the host tree P. coreacea (0.683 %), P. beccarii (0.228 %), A. toxicaria (0.228 %), A. incisus (0.683 %), P. horsfieldii (0.683 %), S. elongata (0.456 %), and M. laxiflora (0.456 %).
KONTRIBUSI AGROFORESTRI HERBAL TERHADAP PENERIMAAN TUNAI MASYARAKAT LOKAL DI SEKITAR MANOKWARI UTARA (STUDI KASUS DI KAMPUNG BREMI, NYOOM I, DAN LEBAU) MARYANCE I. IHALAUW; ADITYA RAHMADANIARTI; NOVITA PANAMBE
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol6.Iss2.206

Abstract

Sistem agroforestri merupakan pengelolaan lahan dan system pemanfaatan yang mengkobinasikan tanaman kehutan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan komposisi pemanfaatan tanaman herbal dan tanaman hutan dengan tujuan memperoleh dan meningkatkan pendapatan ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan di distrik Mnokwari Utara dengan focus pada tiga kampung antara lain Bremi, Nyoom I, and Lebau dengan menggunakan metode studi kasus melalaui teknik pengamatan. Hasil penelitian memperihatkan bahwa tercatat ada 6 (enam) spesies tanaman herbal yang didominasi oleh serai (Cymbopongon nardusi) dan kunyit (Curcuma longa), sedangkan tanaman non herbal tercatat sebanyak 12 (duabelas) spesies yang didominasi oleh pisang (Musa sp) dan cabe (Capsicum annum). Berdasarkan komponen penyusun agroforestry lahan kebun yang dikembangkan oleh masyarakat tergolong Agrisilviculture dengan pola tanam acakcampur (random mixture) dan trees along border pada system perladangan berpindah (shifting cultivation). Penerimaan tunai yang diperoleh masyarakat lokal pada agroforestry berkisar antara Rp. 10.597 – Rp. 36.684 dengan rata-rata Rp. 13.043 (kk/Thn), sedangkan non herbal berkisar antara Rp. 1.465.937 – Rp. 1.549.677(kk/ Thn) dengan rata-rata Rp. 1.489.173 (kk/ Thn). Tanaman herbal memberikan kontribusi terhadap penerimaan tunai masyarakat yaitu berkisar antara -0,71-2,37% dengan rata-rata 0,85%.
Pemanfaatan Tumbuhan Hasil Hutan Non Kayu (HHNK) Sebagai Bahan Bangunan Rumah Tradisional Oleh Masyarakat Kampung Sembaro Renny Kambu; Matheus Beljai; Novita Panambe
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol7.Iss1.237

Abstract

Hasil hutan non kayu (HHNK) merupakan sumberdaya alam yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat suku asli di Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan HHNK sebagai bahan bangunan rumah tradisional oleh masyarakat suku maybrat di kampung Sembaro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik wawancara semi struktural dan pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa masyarakat suku maybrat memanfaatkan 8 jenis HHNK sebagai bahan bangunan rumah tradisional. Dari 8 jenis tersebut, sebanyak 3 jenis dimanfaatkan untuk pembuatan dinding rumah yang berasal dari bahan kulit kayu dan pelepah sagu. Untuk bahan pembuatan atap rumah digunakan daun sagu, sementara bahan lantai rumah menggunakan bambu. Untuk pengikat bahan rumah, dimemanfaatkan tumbuhan rotan sebagai tali. Pada kondisi saat ini kearifan lokal masyarakat suku maybrat tentang pemaanfaata tumbuhan hasil hutan non kayu sebagai bahan bangunan rumah tradisional sangat menurun, karena daerah ini mengalami kemajuan pembangunan yang cukup pesat.