Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELLET SERBUK KAYU MERBAU (Intsia bijuga OK): KARAKTERISTIK DAN KEMAMPUAN MENYERAP MINYAK Muliyana Arifudin; Arifandi; Susilo B. Husodo
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol2.Iss1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pellet yang dibuat dari limbah serbuk gergaji dan juga menilai kapasitas pellet tersebut dalam menyerap minyak dari air. Metode eksperimen dengan teknik observasi digunakan, dirancang dengan menggunakan RAL dan dianalisis ANOVA. Pellet dibuat dari serbuk kayu Merbau (Intsia bijuga) dengan campuran CMC dan ACA dengan 5 dosis yang berbeda (Pellet A, B, C, D dan E). Variabel pengamatan meliputi tekstur dan ukuran pellet, kapasitas Liquid accessible pore volume (Vacc) dan jumlah minyak yang diserap (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan karakteristik fisik, pellet C, D dan E memiliki ukuran yang lebih besar, tekstur yang padat, keras dan tidak mudah hancur dibandingkan pellet A dan B. Berdasarkan nilai Vacc, pellet C dan D memiliki volume pori-pori penyerapan minyak yang paling rendah. Hasil studi penyerapan minyak menunjukkan bahwa pellet yang terbuat dari serbuk Intsia bijuga mampu menyerap oli bekas dan minyak jelantah lebih dari 70%, dimana pellet A dan B memiliki daya serap minyak yang paling tinggi dibandingkan dengan tipe pellet lainnya.
UJI FITOKIMIA DAN BIOAKTIVITAS DAUN KATUK HUTAN (Phylanthus reticulatus var. Glaber) ARMANSYAH K. RACHIM; SUSILO BUDI HUSODO; MULIYANA ARIFUDIN
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol6.Iss1.197

Abstract

This study aims to determine the content of phytochemicals and bioactivity properties of antioxidant, antibacterial, and toxicity of the methanol extract of Phylanthus reticulatus var. Glaber leaf. The testing method used is the phytochemical testing, testing antioxidant, antibacterial testing dan toxicity testing. The test results show that phytochemical extracts of Phylanthus reticulatus var. Glaber leaves contain alkaloids, flavonoids, and triterpenoids. An antioxidant test reveals that the concentration of 25, 50, and 100 ppm of the extract at prohibits free radical DPPH respectively around 79, 81 dan 89%. The antibacterial testing extracts of Phylanthus reticulatus var. Glaber leaves show that it does not have the antibacterial property. The toxicity test shows that this extract does not have toxicity activity.
UJI FITOKIMIA DAN BIOAKTIVITAS DAUN KATUK HUTAN (Phylanthus reticulatus var. Glaber) ARMANSYAH K. RACHIM; SUSILO BUDI HUSODO; MULIYANA ARIFUDIN
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol6.Iss1.197

Abstract

This study aims to determine the content of phytochemicals and bioactivity properties of antioxidant, antibacterial, and toxicity of the methanol extract of Phylanthus reticulatus var. Glaber leaf. The testing method used is the phytochemical testing, testing antioxidant, antibacterial testing dan toxicity testing. The test results show that phytochemical extracts of Phylanthus reticulatus var. Glaber leaves contain alkaloids, flavonoids, and triterpenoids. An antioxidant test reveals that the concentration of 25, 50, and 100 ppm of the extract at prohibits free radical DPPH respectively around 79, 81 dan 89%. The antibacterial testing extracts of Phylanthus reticulatus var. Glaber leaves show that it does not have the antibacterial property. The toxicity test shows that this extract does not have toxicity activity.
MACRO- FEATURES AND DENSITY OF VARIOUS TIMBER SPECIES FROM PAPUA MULIYANA ARIFUDIN; WAHYUDI
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol6.Iss2.207

Abstract

This research highlights diversity of macro-features and density of major timber species from Papua. Thirty-one species of air-dried timber with sample size of 13 cm × 6 cm × 4 cm gathered across Papua were used for density measurement and macro-features observation, cover of colors, grain orientation, and wood texture. The results showed that whitish and straw to yellow brown are dominant color of timber mostly harvested from Papua tropical forest. Their grain orientations are mostly straight, while their textures are medium. With regard to their density, Xantostemum spp is the heaviest timber having density of 1,25 g/cm3 while Alstonia scholaris is the lightest species of timber with density of 0.29 g/cm3. Therefore, majority Papua`s timber species studied are classified into light class species or low density timbers. Pulp and paper, veneer, plywood, flooring, meubels, indoor urnitures and handles or woody utensils are the potential uses of these timber species.
Sifat Dan Jadwal Pengeringan Kayu Flindersia pimenteliana Renny Purnawati; Muliyana Arifudin
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol7.Iss2.253

Abstract

Peningkatan produksi kayu dengan penggunaan jenis kayu kurang dikenal perlu didukung dengan pengembangan teknologi yang tepat untuk menghasilkan produk berkualitas sesuai tujuan penggunaan, salah satunya adalah teknik pengeringan kayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat pengeringan dan jadwal pengeringan kayu Flindersia pimenteliana. Metode pengujian sifat pengeringan yang digunakan adalah metode Terazawa yang dimodifikasi. Jadwal pengeringan disusun dengan mempertimbangkan sifat pengeringan kayu pada suhu tinggi (100 °C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu F. pimenteliana tergolong kayu yang agak sulit dikeringkan, metode pengeringan yang tepat dapat dilakukan secara bertahap dengan suhu 50 °C – 80 °C dan kelembaban 85% - 30%.