Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Teknis Sistem Penyaliran Tambang Terbuka pada PIT Alpha PT. Timah Investasi Mineral, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara Mega Lesmana, Dwi Mayanti; Waterman, Waterman; Maimina, Merlinda
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.426 KB)

Abstract

PT. Timah Investasi Mineral merupakan perusahan yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel. Lokasi penambangan PT. Timah Investasi Mineral berada di Desa Baliara, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Sistem penambangan yang digunakan adalah sistem tambang terbuka (open pit). Berdasarkan analisa curah hujan 2009-2018 periode ulang 10 tahun, curah hujan rencana adalah 143,47 mm/hari dengan intensitas 26,51 mm/jam dan curah hujan maksimum bulanan tertinggi 152,7 mm/bulan. Total debit air yang masuk ke sump sebesar 30.708 m3/hari dan dikeluarkan dengan saluran II sebesar 17.424 m3/hari, maka debit sisa yang tertampung didalam sump sebesar 13.284 m3 dan volume sump aktual sebesar 20.518 m3 maka sump sudah dapat menampung semua debit dengan dimensi sump aktual adalah (Patas) = 150 m, (Latas) = 40 m, (L1) = 4500 m2, (Pbawah) = 140 m, (Lbawah) = 30 m, (L2) = 4200 m2, (h) = 7 m. Terdapat dua saluran yang dirancang berbentuk trapezium, dengan dimensi saluran I yaitu : a = 2,23 m, b = 2,28 m, B = 3,68 m, d = 1,56 m, ? = 60o, f = 0,28 m, h = 2,28  untuk debit 7,54 m3/detik, dan dimensi saluran II yaitu : a = 1,35 m, b = 1,79 m, B = 3,63 m, d = 1,56 m, ? = 60o, f = 0,23 m, h = 1,79 m untuk debit 4,84 m3/detik. Kolam pengendapan lumpur aktual  memiliki 3 buah kompartemen dengan dimensinya (L) = 10 m, (P) = 20 m, (h) = 5m, untuk waktu penggerukkan lumpur selama 3 hari, maka perlu di rancang ulang dimensi kolam pengendapan lumpur dengan dimensi (L) = 10 m, (P) = 30 m, (h) = 8 m, untuk waktu penggerukkan lumpur selama 15 hari.
Kajian Teknis Produktivitas Alat Gali Muat pada Tambang Batu Gamping di PT. SEMEN TONASA Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan Mega Lesmana, Dwi Mayanti; Waterman, Waterman
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.321 KB)

Abstract

PT. Semen Tonasa merupakan produsen semen terbesar di kawasan Indonesia Timur. Luas area PT Semen Tonasa sebesar 715 hektar. Berlokasi di Desa Biringere  Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep Provinisi Sulawesi Selatan. PT. Semen Tonasa saat ini memiliki pabrik semen dengan kapasitas terpasang 8.725.000 ton semen pertahun yang terdiri dari beberapa unit pabrik semen yaitu Tonasa unit II, III, IV, dan V. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 54 tahun 1971 tanggal 8 september 1971, PT. Semen Tonasa ditetapkan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbentuk perusahaaan umum (PERUM), kemudian dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 1 tahun 1975 anggal 9 januari 1975 bentuk PERUM tersebut di ubah menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO). Sejak tanggal 15 september 1995, konsolidasi dengan PT. Semen Gresik Group dilaksanakan, sehingga pemegang saham perseroan adalah PT. Semen Gresik (Persero) Tbk, dan Koperasi Karyawan PT. Semen Tonasa (Kopkar).Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa produktivitas alat gali muat, menganalisa penyebab alat gali muat tidak mencapai target produksi dan merencanakan teknik peningkatan produktivitas alat gali muat di PT Semen Tonasa sehingga target produksi dapat tercapai. Penelitian ini menganalisa faktor ? faktor yang bisa menurunkan produktivitas alat gali muat seperti Digging, swing isi, dumping dan swing kosong. Data diolah menggunakan metode statistic untuk optimasi waktu edar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu edar bisa dikurangi dari 27 detik menjadi 25 detik. Produktivitas bisa di tingkatkan dari 1.161 jam/ton menjadi 1.253 ton/jam. Pengurangan waktu edar yang dihasilkan dalam penelitian ini mampu meningkatkan produksi sehingga memenuhi target.
Analisis Laju Erosi Menggunakan Metode USLE pada Studi Kasus Penambangan Sirtu, Selo, Boyolali, Jawa Tengah Mega Lesmana, Dwi Mayanti; Agung Cahyadi, Tedy; Sulistyana Bargawa, Waterman; Nursanto, Edy; Winarno, Eddy
Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/jurnalsostech.v1i3.35

Abstract

Kegiatan pertambangan memberikan dampak positif dan negatif, dampak positifnya adalah bahan galian yang diambil dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam membangun infrastruktur dan sarana prasarana. Dampak negatif dari kegiatan pertambangan adalah terjadinya perubahan bentuk lahan yang ada pada kawasan pertambangan dimana dari perubahan bentuk lahan tersebut pada umumnya mengakibatkan erosi dan gerakan massa tanah. Masalah yang terjadi di lokasi penelitian ialah tingkat erosi tanah yang tinggi akibat tidak adanya vegetasi dan penyebaran laju erosi diakibatkan oleh degradasi lahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat erosi yang terjadi dan laju erosi tanah serta arahan untuk melakukan konservasi di sekitar area penambangan dengan melihat parameter erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), praktik pengelolaan lahan (P), serta praktik pengelolaan tanaman (C), sehingga dapat mengetahui tingkat erosi dan arah penyebaran erosi yang terjadi di daerah penelitian dengan menggunakan pendekatan metode USLE serta memberikan arahan untuk melakukan konservasi lahan. hasil penelitian menunjukkan bahwa metode USLE menghasilkan 19 kelas tingkat bahaya erosi yang sangat berat, 2 kelas erosi sedang 4 kelas ringan, dan 1 kelas erosi sangat ringan