Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PELAKSANAAN PUSKESMAS KELILING TERHADAP PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS SUKADAMAI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2018 Baharza, Satria Nandar
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan sebuah instansi kesehatan yang bertanggung jawab untuk mengatur pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya, dengan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk memiliki gaya hidup sehat bagi semua orang yang tinggal di wilayah kerjanya untuk mewujudkan tingkat tertinggi kesehatan masyarakat. Pelaksanaan Puskesmas Keliling dimaksudkan sebagai akses untuk memfasilitasi dan mengeneralisasi pelayanan kesehatan untuk umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pelaksanaan Puskesmas Keliling untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sukadamai Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2018. Metode penelitian: merupakan penelitian kualitatif dan hasil penelitian disajikan dengan cara deskriptif. Informan penelitian ini berjumlah 8 orang yang terdiri dari Kepala TU, Kepala Puskesmas, Dokter, Penanggung Jawab Program Kesehatan Lingkungan, KIA, Promkes, P2M, dan KB. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan teknik observasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan puskesmas keliling di puskesmas Sukadamai telah dilaksanakan dengan baik dan terencana, ditandai dengan semakin banyaknya kunjungan pasien dalam untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Keberadaan Puskesmas Keliling membantu dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama bagi orang yang jauh dari akses pelayanan kesehatan dan di daerah terpencil. Sebaiknya dilakukan pengawasan oleh Kepala TU, Kepala Puskesmas dan petugas penanggung jawab program dari Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan dalam bentuk pelatihan untuk peningkatan kemampuan manajemen dan pengetahuan petugas. Serta dapat memilah kegiatan prioritas secara berkesinambungan dan berjenjang sesuai kebutuhan sehingga petugas dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan lebih baik. Background Public Health Center (Puskesmas) is a health institution that is responsible for organizing health development in its working area, by increasing awareness, willingness and ability to have a healthy lifestyle for everyone who lives in its working area in order to realizing the highest level of public health. the implementation of the Mobile Health Center is intended to be an access that can facilitate and generalize the health services for the public. This research this study aims to research is to know the concept of the implementation of mobile healthcenters to improve health services in Sukadamai Health Center South Lampung in 2018. Research methods The type of research used by researchers is the qualitative and the results of the research are presented in a descriptive manner. The informants of this research is up to eight people consisting of the Head of the TU, the Head of the Health Center, the Doctor, the person responsible for the environmental health program, KIA, Promkes, P2M, KB. The data collection in this study uses in-depth interviews and observation techniques. The results of the research stated that the description of the implementation of mobile health centers in Sukadamai health center had been implemented well and planned it was also indicated by the increasing number of patient visits in getting health services. The existence of mobile health centers has helped in improving health services, especially for people who are far from the health access and services and in remote areas.It is recommended This research suggests that supervision by the Head of the TU, the Head of the Health Center and the officer in charge of the program from the South Lampung District Health Office Officer in the form of training to improve management skills and knowledge of employees. As well as being able to sort out priority activities on a continuous and tiered basis according to the needs so that they can provide better health services to the public.
The Contradiction of Obesity Incidence Based on Sleep Duration in Adolescents Maritasari, Dwi Yulia; Baharza, Satria Nandar; Listina, Febria
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.418 KB) | DOI: 10.30604/jika.v4i1.184

Abstract

Obesity is an abnormal state of excess body fat where obesity that occurs in adolescence increases the risk of obesity as an adult and causes several health problems. This study aims to differ the proportion of obesity incidence based on sleep duration in high school adolescents in the Tanah Abang District, Central Jakarta. The study design was cross sectional, sampling using the simple random sampling method, and a total sample of 100 students. Data analysis included univariate and bivariate analysis with chi-square tests. The results showed that respondents categorized as obese based on Body Mass Index (BMI) were 37 (37 percent) adolescents, and respondents categorized as obese was based on Body Fat Percent (PLT) of 32 (32 percent) adolescents. There is a difference in the proportion of obesity incidence based on sleep duration in adolescents (p value = 0.003, OR = 5.79). Adolescents should improve their sleep patterns according to the recommended duration to prevent obesity, which is at least 7 hours a day. ABSTRAKObesitas merupakan keadaan kelebihan lemak tubuh yang abnormal dimana obesitas yang terjadi pada masa remaja meningkatkan risiko obesitas saat dewasa dan menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan perbedaan proporsi kejadian obesitas berdasarkan durasi tidur pada remaja SMA di Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat. Desain penelitian adalah cross sectional, pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling, dan total sampel sebanyak 100 siswa. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang dikategorikan obesitas berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebanyak 37 (37 persen) remaja, dan responden yang dikategorikan obesitas berdasarkan Persen Lemak Tubuh (PLT) sebanyak 32 (32 persen) remaja. Ada perbedaan proporsi kejadian obesitas berdasarkan durasi tidur pada remaja (pvalue = 0,003, OR = 5,79). Sebaiknya remaja memperbaiki pola tidur sesuai dengan durasi yang dianjurkan agar mencegah terjadinya obesitas yaitu minimal 7 jam sehari.