-, Husaini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Kurikulum Pendidikan Dayah Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Gayo di Pesantren Semayoen Nusantara Kabupaten Bener -, Husaini; -, Hidayat
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 3 No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal masyarakat Gayo yang dilaksanakan di Pesantren Semayoen Nusantara adalah Didong sumang dan melengkan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan dan menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada siswa, agar tidak terpengaruh oleh budaya barat yang negatif dalam era globalisasi saat ini. Tapi disayangkan kegiatan berbasis kearifan lokal ini belum maksimal dilaksanakan, sehingga perlunya nilai-nilai kearifan lokal ini di integrasikan dalam manajemen kurikulum Dayah dan diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Dalam konteks masyarakat Gayo, kearifan lokalnya terangkum dalam konsep edet atau adat yang meliputi praktik, norma, dan tuntutan kehidupan sosialyang bersumber dari pengalaman yang telah melalui Islamisasi. Wujud kearifan lokal yang terdapat dalam masyarakat Gayo meliputi bahasa Gayo, sistem tata kelola pemerintahan (saraopat), norma bermasyarakat (sumang), ekspresi estetika (didong). Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk Untuk menjelaskan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi manajemen kurikulum pendidikan Dayah berbasis kearifan lokal masyarakat Gayo di Pesantren Semayoen Nusantara.. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. hasil penelitian menunjukan bahwa Perencanaan manajemen kurikulum pendidikan dayah ditinjau dari kearifan lokal masyarakat Gayo: (1) musyawrah dengan Ustadz/Ustazah; (2) mengadakan musyawarah dengan orang tua/wali santri; (3) memberi arahan kepada santri tentang kearifan lokal; (4) sebagai ekstrakulikuler; (5) membentuk tim dindong. Sebagai Pelaksanaan pada even-even tertentu seperti: (1) perlombaan; (2) milad pesantren Semayoen Nusantara; (3) haflah akhirussanah dan perpisahan. Evaluasi lebih menitik beratkan kepada keberhasilan setelah menerapkan kearifan lokal yang tidak lain adalah didong, sumang dan mlengkan. perilaku santri yang disesuiakan dengan nilai-nilai karakter yang ditetapkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari terutama memprioritaskan habluminallah dan habluminannas
Manajemen Sarak Opat dalam Pembinaan Akhlak Remaja (Study Deskriptif di Kampung Simpang Balek Kecamatan Wih Pesam) -, Husaini; -, Musdalifah
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 3 No 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the planning, implementation and evaluation of Sarak Opat in fostering adolescent morals in Simpang Balik Village, Wih Pesam District. This research uses descriptive research type research method with a qualitative approach that is describing the phenomena that occur. The results of the study are planning program planning carried out by the village government assisted by the community, developing tasks as implementing programs to develop program plans, such as a) involving youth in every religious activity, b) forming sports teams and facilitating them; c) forming mosque youth, d) involving youth in social service activities. Priests usually only provide coaching, input on adolescents. Program planning is handled by community leader trainers according to their abilities and expertise. Implementation of Sarak Opat in Youth Moral Development in Kampung Simpang Balik Wih Pesam District by: a) involving young people in religious activities carried out at night in the mosque. This program is called afternoon recitation; b) establish and facilitate sports activities, this activity is also carried out at night, because during the daytime adolescents have their respective activities; c) forming and holding mosque youth studies, d) involving youth in social service activities, one of which is implemented on certain days such as clean Friday. This activity is expected so that the generation can easily be independent based on their areas of expertise and talent can be channeled properly. The evaluation of Sarak Opat in fostering adolescent morals in Kampung Simpang Balik, Wih Pesam Subdistrict, namely religious evaluations are conducted by priests and community leaders once a month, while evaluations of sports coaching are conducted by young men and women after the results of the deliberations.