Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENEGAKAN HUKUM PELANGGARAN LALU LINTAS MENGANGKUT PENUMPANG LEBIH DARI SATU ORANG DALAM KENDARAAN RODA DUA OLEH KEPOLISIAN RESOR KOTA PAYAKUMBUH Muhammad Hafizh; Mukhlis R; Elmayanti Elmayanti
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum Vol 7, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In modern times, human activities are greatly helped by technology that facilitates the movement of each individual. So the existence of two-wheeled vehicles or motorbikes makes it easier for people to move from one place to another. A motorcycle is a motorized vehicle with two or three wheels, without a house, with or without side buggies. The impact of carrying more than one passenger in a two-wheeled vehicle can endanger the motorcyclist and other traffic users, it can also be detrimental to pedestrians around the traffic and this is dangerous. This research is an empirical sociological research. This research was conducted in the legal area of Payakumbuh City. firstly, law enforcement against violations of carrying more than one passenger in a two-wheeled vehicle in Payakumbuh City is still not being realized properly, in carrying out its role to enforce the law in the community, law enforcers must also pay attention to norms. norms or rules that must be obeyed by law enforcers or maintenance.These norms need to be obeyed, especially in carrying out the law, drafting and maintaining the law. The inhibiting factor for law enforcement to carry more than one passenger in a two-wheeled vehicle is cultural factors and factors of law enforcement officials, such as cultural factors that should ride a motorbike by carrying more than one person is not a culture in Payakumbuh City, lack of coordination between the community and law enforcement officers, the lack of human resources owned by law enforcement officers.Keywords: law enforcement – two wheeled vehicle - Payakumbuh Police Resor
KAJIAN EFEKTIVITAS LUBANG RESAPAN BIOPORI DALAM MEREDUKSI DEBIT BANJIR AKIBAT AIR LIMPASAN HUJAN (RUN-OFF) PADA KAWASAN PERUMAHAN (STUDI KASUS: PERUMAHAN CLASSIC 3, MEDAN) Muhammad hafizh
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.746 KB)

Abstract

ABSTRAK   Bahaya banjir pada kawasan perumahan sering terjadi akibat perubahan tata guna lahan dari areal resapan menjadi areal kedap air. salah satu solusi untuk mengatasi bahaya banjir di kawasan perumahan adalah lubang resapan biopori. Teknologi lubang resapan biopori berfungsi untuk mengurangi limpasan air hujan dengan meresapkan lebih banyak volume air ke dalam tanah sehingga mampu meminimalkan kemungkinan terjadinya banjir. Studi ini bertujuan untuk mengetahui nilai permeabilitas, nilai laju infiltrasi sebelum dan sesudah adanya lubang resapan biopori dan jumlah lubang resapan biopori untuk mengetahui nilai reduksi debit banjir akibat lubang resapan biopori. Penelitian ini mengambil lokasi di Perumahan Classic III Medan dengan luas 15.320 m2 yang terdiri dari 109 unit rumah. Alat yang digunakan dalam pengujian infiltrasi di lapangan adalah single ring infiltrometer, kemudian sampel tanah di lokasi studi diambil untuk uji permeabilitas di Laboratorium Mekanika Tanah. Berdasarkan penelitian diperoleh nilai koefisien permeabilitas (k) tanah adalah 8,774 x  cm/detik, nilai laju infiltrasi konstan (fc) di adalah 8,40 cm/jam, sedangkan nilai laju infiltrasi (fc) rata-rata lubang resapan biopori adalah 95,20 cm/jam. Total debit banjir kawasan perumahan sebelum direncanakan lubang resapan biopori adalah 52,365 x  m³/detik, jika pada setiap rumah membuat 1 unit lubang resapan biopori maka debit banjir berkurang sebesar 9,154 x 10-3 m³/detik  menjadi 43,211 x m³/detik. Lubang resapan biopori terbukti efektif mereduksi debit banjir sebesar 17,46 %  dari total debit banjir di kawasan perumahan, sehingga berdasarkan perhitungan jumlah lubang resapan biopori yang ideal adalah sebanyak 1096 unit lubang atau 10 unit lubang resapan biopori per rumah. Kata kunci: Lubang resapan biopori, infiltrasi, permeabilitas
PENGARUH PEMBIAYAAN BANK SYARIAH, SUKU BUNGA DAN GDP TERHADAP UANG BEREDAR DI INDONESIA Muhammad Arfan Harahap; Muhammad Hafizh
Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Rumusan masalah penelitian ini adalah ingin melihat tingkat signifikansi pengaruh Pembiayaan Bank Syariah, Suku Bunga Bank Indonesia dan Gross Domestic Product (GDP) terhadap jumlah uang beredar di Indonesia baik secara parsial maupun simultan. Penelitin ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan penggunaan data skunder berdasarkan pada data time series. Data diperoleh dari laporan statistik perbankan syariah yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS).Populasi adalah keseluruhan jumlah pembiayaan bank syariah, tingkat suku bunga dan nilai GDP serta jumlah uang beredar di Indonesia. Sample dimulai dari bulan januari 2016 sampai dengan desember 2019. Penelittian ini menggunakan model regresi linear berganda dan data diolah menggunakan program SPSS.25 dengan tingkat sigifikansi 5%.            Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa data penelitian dinyatakan berdistribusi normal, terbebas dari penyimpangan asumsi klasik (multikolinearitas, autokorelasi, heteroskedastisitas). Hasil uji menyatakan bahwa variabel bebas (Pembiayaan Pada Bank Syariah, Suku Bunga BI dan GDP) mampu menjelaskan variabel terikat (Jumlah Uang Beredar ) sebesar 95,6%.Secara parsial variabel Pembiayaan Pada Bank Syariah memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar dan variabel Suku Bunga/ BI Rate memiliki pengaruh negatif sangat signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar sedangkan variabel GDP tidak berpengaruh terhadap Jumlah Uang Beredar pada tingkat signifikansi α 5%, namun berpengaruh signifikan pada tingkat sigifikansi α 10%, Kata Kunci  : Pembiayaan Bank Syariah, Suku Bunga Bank Indonesia, GDP dan Jumlah Uang Beredar.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) DI DESA SEPAHAT, KECAMATAN BANDAR LAKSAMANA, KABUPATEN BENGKALIS Irvina Nurrachmi; Musrifin Galib; Dessy Yoswaty; Bintal Amin; Nursyirwani; Ragiel Ramadhan; Sari R. Al Haura; Rahma I. Utami; Dewi A. Mahmudah; Zurya Hanifa; Ilham Yurestira; Melania Syahada; Rajiv R. Putra; Ernanda P. Darmawan; Muhammad Hafizh
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.672 KB) | DOI: 10.31258/jruce.2.1.56-62

Abstract

Pedada fruit is a mangrove fruit that lives in brackish waters which grows a lot in coastal areas, especially in Bengkalis Regency, namely Bandar Laksamana District, Sepahat Village. The base of the pedada fruit is wrapped in flower petals, and is non-toxic. Sepahat villagers rarely consume Pedada fruit directly because of its sour taste, so a lot of it is wasted. The fruit contains untapped nutrients. Besides being able to be consumed directly, Pedada Fruit can also be processed into high-value food products such as jam, syrup, and candy because of its high vitamin C content. By seeing this potential, an idea emerged to make the Pedada fruit food processing technology as a high-selling product. The purpose of this community service activity is to provide great added value in terms of the results of food product technology, thereby increasing economic value and income for the Sepahat Village Community, as well as increasing the knowledge of the community. The method used in this activity was counseling on the benefits and processing of Pedada fruit. This activity produces processed pedada fruit products in the form of syrup, jam, and candy as well as increasing the creativity of human resources in Sepahat Village, Bandar Laksamana District, Bengkalis Regency to create a food product home industry.