Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Tatengkorang

PELATIHAN “PEKA BERAKSI” GUNA TERWUJUDNYA “REMAJA MELEK KESEHATAN DAN SOFT SKILL” PADA KELOMPOK REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOMUUT DAN BENGKOL KOTA MANADO Valen Fridolin Simak; Maria Lupita Nena Meo
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i2.608

Abstract

Berkembangnya teknologi di saat ini sangat mempengaruhi pola perilaku dari remaja tersebut. Hal ini dibuktikan dengan terus meningkatnya masalah kesehatan remaja seperti perilaku seksual menyimpang, kebiasaan merokok, alkohol. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi usia remaja dikarenakan usia remaja mendominasi seluruh agregat usia dengan jumlah penduduk terbanyak dan usia remaja juga merupakan penerus bangsa yang perlu dipersiapkan dari segi kesehatannya. Puskesmas sebagai target mitra yang dipilih adalah puskesmas Ranomuut dan Bengkol. Kedua mitra ini dipilih dikarenakan berada di pusat Kota Manado yang memiliki masalah yang kompleks berkaitan dengan kesehatan remaja. Permasalahan mitra yang dijumpai adalah minimnya keterjangkauan remaja untuk mencapai layanan kesehatan, minimnya pengetahuan berkaitan dengan Kesehatan reproduksi dan perilaku menyimpang pada usia remaja. Oleh karena itu melalui program kemitraan masyarakat PKM ini menawarkan solusi terkait dengan implementasi pelatihan “PEKA BERAKSI” PEndidikan Kesehatan, Kontrol orang tuA, pemBERdayaAn, Keterampilan NegosiaSI sehingga remaja dapat sadar akan kondisi kesehatannya dan juga latihan peningkatan terhadap kemampuan Soft Skill. Kegiatan PKM yang dilakukan berupa pendidikan kesehatan, pemberdayaan serta keterampilan. Proses kegiatan ini berlangsung selama 3 kali pertemuan dengan metode bervariasi yaitu ceramah, demonstrasi dan praktik. Hasil dari kegiatan ini terdapat perubahan signifikan pada pengetahuan dan sikap serta keterampilan remaja yang dapat dipraktikkan dengan baik. Oleh karena itu melalui kegiatan ini diharapkan remaja lebih peduli akan kondisi kesehatannya sehingga mampu memutus rantai keterlibatan remaja dengan perilaku seksual berisiko. The development of technology in the current era greatly influences the behavior patterns of adolescents. This is evidenced by the increasing health problems among adolescents, such as deviant sexual behavior, smoking habits, and alcohol consumption. This condition is a particular concern for the adolescent age group, as adolescents dominate the entire population with the largest number of people and they are also the future of the nation that needs to be prepared in terms of their health. The chosen target partners for this partnership program are the Ranomuut and Bengkol health centers. These partners were selected because they are located in the center of Manado City, which has complex health-related issues among adolescents. The issues encountered with these partners include the limited accessibility of adolescents to health services, lack of knowledge related to reproductive health, and deviant behavior among adolescents. Therefore, through this Community Partnership Program PKM, a solution is offered related to the implementation of the "PEKA BERAKSI" training program Health Education, Parental Control, Empowerment, and Negotiation Skills, so that adolescents can become aware of their health conditions and also improve their Soft Skills. The PKM activities consist of Health Education, empowerment, and soft skill training. This activity will take place over 3 meetings with various methods such as lectures, demonstrations, and practice. The results of this activity show significant changes in the knowledge, attitudes, and skills of adolescents that can be applied effectively. Therefore, it is expected that through this activity, adolescents will become more concerned about their health conditions and be able to break the chain of adolescents' involvement in risky sexual behaviors.