Sujono Sujono
Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah TInggi Perikanan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pengkayaan Nutrisi pada Cacing Sutera (Tubifex spp) sebagai Pakan Larva Ikan Patin (Pangasius hypopthalmus) Terhadap Laju Pertumbuhan Sujono Sujono; Edward Danakusumah; Dwi Ernaningsih
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.48

Abstract

  Perlakuan dalam pembenihan ikan patin sudah banyak dilakukan oleh para pembenih tetapi sampai saat ini masih banyak kendala yang dihadapi hal ini disebabkan pada waktu pemberian pakan cacing sutera (Tubifex sp) pada stadia larva sampai saat ini masih banyak mengalami permasalahan dengan pertumbuhan yang lambat. Hal ini diperkirakan kurangnya nilai nutrisi pada pakan yang diberikan,dengan pertimbangan ini maka perlu adanya suatu kajian cara lain untuk mengatasi masalah ini yang diantaranya penggunaan kuning telur ayam sebagai alternatif penambahan nutrisi pada cacing sutera sebagai pakan, dengan cara cacing sutra dipuasakan terlebih dahulu lalu diberikan kuning telur ayam kampung yang telah direbus sebagai makanan bagi cacing sutera. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pengkayaan nutrisi pada cacing sutera sebagai pakan larva ikan patin terhadap laju pertumbuhan. Adapun manfaat penelitian adalah sebagai sumber informasi atau acuan kepada pembudidaya khususnya usaha pembenihan ikan patin, dan alternatif teknologi yang dapat diterapkan. Pengkayaan nutrisi pada cacing sutera dengan kuning telur ayam kampung dapat memberikan dampak yang baik pada laju pertumbuhan. Hal ini terlihat dari perlakuan E (8 jam pengkayaan nutrisi cacing sutera) dengan pertambahan bobot rata-rata 1.76 ± 0.09 gram dan pertambahan panjang pada perlakuan E (8 jam pengkayaan nutrisi cacing sutera) dengan pertambahan panjang rata-rata 2.35 ± 0.13 cm dibandingkan dengan perlakuan A (control) 0.96 ± 0.16 gram dan pertambahan panjang 2.0±0.07 cm.
Pengaruh Perbedaan Padat Tebar terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasionodon hypophthalmus) dan Kualitas air, pada Media Pemeliharaan Sistem Zero Exchange Water Yuke Eliyani; Hendria Suhrawardhan; Sujono Sujono
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v10i3.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaaan padat tebar benih patin pada media pemeliharaan sistem zero exchange water yang ditambahkan probiotik Bacillussp ,terhadap pertumbuhan, profil kualitas air serta sintasan benih ikan patin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu kontrol (padat tebar 1350 ekor per-bak terpal) serta dua perlakuan yang terdiri padat tebar 800 ekor per bak terpal serta 1100 ekor per-bak terpal. Tingkat pertumbuhan harian bobot (%) menunjukkan hasil berbeda nyata antara kontrol dengan perlakuan, namun tidak berbeda nyata antar perlakuan 1 dan 2. Nilai pertumbuhan harian bobot (%) untuk kontrol, perlakuan 1 dan perlakuan 2 berturut-turut adalah 0,14 ± 0,01a, 0,18 ± 0,01 b, dan 0,19 ± 0,01 b. Nilai sintasan menunjukkan nilai antara 85,26 – 93,85 %. Parameter. kualitas air yang terdiri dari DO, suhu serta pH pada semua perlakuan selama masa pemeliharaan masih berada dalam kisaran toleransi ikan uji.
Penentuan Umur Simpan Bakso Warna Ikan Lele (Clarias sp) Tatty Yuniarti; Alvi Nur Yudistira; Sujono Sujono
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v6i1.32

Abstract

Penentuan umur simpan suatu produk makanan adalah penting diketahui untuk keamanan pangan konsumen. Bakso warna warni ikan lele yang diteliti adalah bakso warna merah dengan penambahan angkak. Bakso tersebut sebagai salah satu produk olahan ikan belum diketahui umur simpannya, sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian bertujuan untuk penentukan umur simpan dari bakso warna ikan lele (Clarias Sp.). Penelitian menggunakan metoda percepatan Arrhenius. Dari hasil penelitian, atribut bau berupa ketengikan adalah atribut yang paling cepat mengalami perubahan dengan konsentrasi TBA sebesar 0,123 mg malanoaldehid/kg sampel. Umur simpan bakso warna merah dapat ditentukan dengan menggunakan rumus Ts = 6x1,2333ᵟT/10. Bakso warna yang dikemas menggunakan plastik LDPE adalah 11,5 hari pada suhu 5 oC dengan metoda penentuan umur simpan Model Arrhenius.
Pengaruh Pemberian Probiotik Bacillus sp. terhadap Profil Kualitas Air, Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Lele (Clarias gariepinus) Yuke Eliyani; Hendria Suhrawardhan; Sujono Sujono
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v9i1.59

Abstract

Dalam pengembangan budidaya perikanan, probiotik dinilai memiliki peranan penting untuk meningkatkan efektifitas kegiatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik Bacillus sp terhadap profil kualitas air, kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan lele (Clarias gariepinus), dengan melakukan pemeliharaan ikan pada beberapa perlakuan, yaitu kontrol, penambahan bakteri dengan dosis. 10 ml/m3 serta 20 ml/m3 Nilai DO dari media kontrol Perlakuan I dan Perlakuan II secara berturut-turut adalah 6,80 ppm; 6,89 ppm dan 6,92 ppm. Nilai suhu mulai dari kontrol sampai perlakuan I dan II adalah 280C. Nilai pH untuk kontrol perlakuan I dan II adalah 6,6; 6,4 dan 6,6. Berdasarkan uji lanjut (p<0.05) dapat dilihat bahwa perlakuan I (pemberian probiotik 10 ml/m3) memiliki nilai pertumbuhan harian tertinggi sebesar 12,52 ± 0,29b, disusul perlakuan II (pemberian probiotik 20 ml/m3 ) sebesar 12,42 ± 0,33b, serta kontrol sebesar 10,72 ± 0,09a. Perlakuan penambahan bakteri probiotik memberikan hasil yang terbaik untuk pertumbuhan berat pada dosis 10 ml/m3 dengan nilai 12,52 ± 0,29dibanding dengan kontrol dan perlakuan yang lain. Tingkat kelangsungan hidup ikan uji selama masa pemeliharaan berkisar antara 79,8 –87,5 %.