Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENJUALAN OBYEK AKAD MURABAHAH DI BMT ASYAFI’IYAH KOTA METRO PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM EKONOMI SYARI’AH (KHES) Aprina Chintya; Masriah Masriah
Millah: Jurnal Studi Agama Vol. XVII, No. 1, Agustus 2017 Sistem Moral dan Keadilan Ekonomi Islam Untuk Kesejahteraan
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol17.iss1.art3

Abstract

This study aims to describe the sale of murabahah contract objects in BMT Asy-Syafiiyah Metro City Perspectives Compilation of Sharia Economic Law (KHES). This research is a qualitative descriptive field research. The were collected by interview and documentation. The data analyzed by qualitative with deductive thinking method. The results showed that the sale of murabahah contract objects in BMT Asy-Syafi'iyah Metro City  has been in accordance with the provisions in the Compilation of Sharia Economic Law, although the provisions regarding the length of time the sale of objects of contract in BMT Asy-Syafi'iyah has not matured is less than 270 day or  9 months. Although members sometimes feel aggrieved because the sale price of the object of the contract is down, but BMT has attempted to offer the contract conversion to the member. –(Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penjualan obyek akad murabahah di BMT Asy-Syafiiyah Kota Metro  Perspektif Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah (KHES). Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan analisa data kualitatif dengan metode berfikir deduktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pelaksanaan penjualan obyek akad murabahah di BMT Asy-Syafi’iyah Kota Metro telah sesuai dengan ketentuan dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah, meskipun ketentuan mengenai lamanya waktu penjualan obyek akad di BMT Asy-Syafi’iyah belum jatuh tempo yaitu kurang dari 270 hari atau 9 bulan. Meskipun anggota terkadang merasa dirugikan karena harga jual obyek akadnya menjadi turun, namun BMT telah berusaha untuk menawarkan konversi akad kepada pihak anggota.)-- Keywords: Murabahah, sales, contract object, Compilation of Sharia Economic Law (KHES). 
LIFETIME WARRANTY DALAM JUAL BELI DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARI’AH Elfa Murdiana; Aprina Chintya
Istinbath : Jurnal Hukum Vol 14 No 2 (2017): Istinbath Jurnal Hukum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.784 KB) | DOI: 10.32332/istinbath.v14i2.944

Abstract

Oleh: Elfa Murdiana, M.Hum dan Aprina Chintya, SH. Abstrak Lifetime warranty adalah salah satu keunggulan tersendiri bagi suatu produk. Hal ini dikarenakan konsumen dapat menukar produk Lifetime warranty dengan yang baru apabila produk tersebut mengalami kerusakan. Ini memberikan keyakinan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan benar-benar produk yang berkualitas baik dan memberikan kepuasan terhadap konsumen atas produk yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan lifetime warranty ditinjau dari perspektif hukum ekonomi syari’ah. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan bahwa lifetime warranty memiliki relevansi dengan khiyar aib. Ini bisa dilihat dari prinsip-prinsip yang ada dalam lifetime warranty yang sama dengan yang ada dalam khiyar aib. Prinsip-prinsip ini diantaranya adalah prinsip ar-Rhidha, persaingan sehat, kejujuran, keterbukaan dan keadilan. Semua prinsip tersebut juga sesuai dan tidak ada yang bertentangan dengan prinsip-prinsip khiyar aib yang ada dalam hukum ekonomi syari’ah. Abstrac Lifetime warranty is one of its own advantages for a product. This is because consumers can trade Lifetime warranty products with new ones if the product is damaged. This gives consumers confidence that the products offered are truly good quality products and provide satisfaction to the consumers for the products provided. This study aims to describe the lifetime warranty from the perspective of sharia economic law. Based on the analysis that has been done that lifetime warranty has relevance to khiyar disgrace. This can be seen from the principles that exist in the same lifetime warranty that exist in khiyar disgrace. These principles include the principles of ar-Rhidha, fair competition, honesty, openness and justice. All these principles are also appropriate and nothing contradicts the khiyar disgrace principles that exist in Shariah economic law
EKSISTENSI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBAHARUAN HUKUM EKONOMI SYARI’AH DI INDONESIA Aprina Chintya
Justitia et Pax Vol. 33 No. 2 (2017): Justitia et Pax Volume 33 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Penerbit Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jep.v33i2.1358

Abstract

Since the emergence of Law No. 3 of 2006 on Religious Courts which states that sharia economy is an absolute authority of religious courts. When such authority becomes the jurisdiction of the religious courts, a complete codification of shari'a economic law is required so that the law has legal certainty and the judges have standard reference in solving cases of dispute in sharia business. Pancasila as a life guidance, norms fundamental staats, ground norm, and life of the Indonesian people requires that every rule under it must be based on the values that exist in Pancasila. Renewal of shari'ah economic law is a political Islam discourse that still must prioritize the existence of Pancasila values in the legislation established. The idea of enacting shari'ah economic law should promote the nationalistic tradition and pluralistic values even in its determination to adopt Islamic law.Keywords: Pancasila, syari'ah economic law, Indonesia, norms fundamental staats.