Hilman Zulkifli Amin
Progam Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Stem cell untuk Infark Miokard Akut Hilman Zulkifli Amin
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infark miokard masih merupakan penyebab utama gagal jantung kongestif dan kematian (5,1%). Penyakit tersebut mengakibatkan kerusakan miokard yang progresif dan irreversible, sehingga pengobatan konvensional seperti terapi reperfusi tidak dapat mengatasi secara sempurna. Oleh karena itu, diperlukan terapi yang dapat meregenerasi jaringan yang dapat dicapai melalui aplikasi stem cell secara klinis. Stem cell memiliki kemampuan meregenerasi sel lain melalui dua mekanisme yaitu, diferensiasi sel dan sekresi sitokin serta faktor pertumbuhan. Stem cell yang paling banyak digunakan pada terapi infark miokard adalah derivat sumsum tulang. Sel tersebut memiliki tingkat aplikabilitas yang tinggi, tidak membutuhkan ekspansi secara in vitro, dan yang terpenting mampu berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel. Metode aplikasi yang paling sesuai ialah melalui pendekatan transvaskuler sesuai hasil studi yang telah dilakukan berupa perbaikan anatomis serta peningkatan fungsi jantung jauh di atas terapi konvensional. Meskipun demikian, masih perlu dilakukan studi yang mendalam terkaitoptimalisasi terapi stem cell di masa yang akan datang.Kata kunci: infark miokard, terapi stem cell
Perkembangan Mutakhir Vaksin Demam Berdarah Dengue Hilman Zulkifli Amin; Saleha Sungkar
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia dengan 100 jutapenderita setiap tahunnya. Agar tidak berlanjut, diperlukan upaya pencegahan DBD yang optimal.Selama ini, upaya pencegahan berupa pemberantasan vektor namun belum memberikan hasil yangmemuaskan sehingga diperlukan inovasi intervensi berupa vaksin dengue. Perkembangan vaksindengue telah mengalami kemajuan pesat dalam 10 tahun terakhir. Terdapat empat jenis vaksin yaituLAV, vaksin chimera, vaksin DNA dengue, dan vaksin DENV terinaktifasi. Vaksin tersebut mampumenghasilkan respons imunitas yang protektif terhadap ke-4 tipe DENV, sehingga efektif untukmencegah DBD. Uji klinis masih terus dilakukan untuk menyempurnakan vaksin. Pada tahun 2015,LAV akan selesai dan siap dipasarkan. Untuk optimalisasi pencegahan DBD, selain penggunaanvaksin, diperlukan pendekatan terintegrasi berupa pemberantasan vektor, manajemen lingkungan dankesehatan, penyusunan program pencegahan DBD yang optimal, dan penelitian terkait.Kata kunci: pencegahan DBD, vaksin dengue