Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Determinan Ketimpangan Pendapatan Provinsi D.I. Yogyakarta Tahun 2012-2020 Nabila, Luluk Miftakhurrohmah; Laut, Lorentino Togar
Syntax Idea Vol 3 No 8 (2021): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-idea.v6i8.1410

Abstract

Kesejahteraan suatu masyarakat bukan hanya diukur berdasar tingkat besaran pendapatan nasional maupun pendapatan perkapitannya saja tetapi juga dilihat menurut alur pendistribusian pendapatan nasional itu sendiri mengalami ketimpangan atau tersebar secara merata. Bagi negara Indonesia, masalah ketimpangan sulit diatasi karena terdapat perbedaan pendapatan antara masyarakat perkotaan dan perdesaan. Di daerah perkotaan pendapatan yang diperoleh masyarakatnya jauh lebih besar dibanding di perdesaan dikarenakan adanya sokongan dari instansi maupun perusahaan besar sehingga bisa memperoleh upah yang didapat sebanding dengan roda perekonomiannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan-hubungan antar variabel pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka dan bantuan sosial terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2012 – 2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan RKPD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan analisis data panel dengan menggunakan bantuan Eviews 10, penggunaan metode pada penelitian ini memakai metode random effect model (REM). Hasil penelitian menyatakan variabel yang berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan merupakan variabel tingkat pengangguran terbuka, variabel bansos tidak berpengaruh positif signifikan dan variabel pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2012 – 2020.
Determinan Ketimpangan Pendapatan Provinsi D.I. Yogyakarta Tahun 2012-2020 Nabila, Luluk Miftakhurrohmah; Laut, Lorentino Togar
Syntax Idea Vol 3 No 8 (2021): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-idea.v6i8.1410

Abstract

Kesejahteraan suatu masyarakat bukan hanya diukur berdasar tingkat besaran pendapatan nasional maupun pendapatan perkapitannya saja tetapi juga dilihat menurut alur pendistribusian pendapatan nasional itu sendiri mengalami ketimpangan atau tersebar secara merata. Bagi negara Indonesia, masalah ketimpangan sulit diatasi karena terdapat perbedaan pendapatan antara masyarakat perkotaan dan perdesaan. Di daerah perkotaan pendapatan yang diperoleh masyarakatnya jauh lebih besar dibanding di perdesaan dikarenakan adanya sokongan dari instansi maupun perusahaan besar sehingga bisa memperoleh upah yang didapat sebanding dengan roda perekonomiannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan-hubungan antar variabel pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka dan bantuan sosial terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2012 – 2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan RKPD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan analisis data panel dengan menggunakan bantuan Eviews 10, penggunaan metode pada penelitian ini memakai metode random effect model (REM). Hasil penelitian menyatakan variabel yang berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan merupakan variabel tingkat pengangguran terbuka, variabel bansos tidak berpengaruh positif signifikan dan variabel pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2012 – 2020.
PERSPEKTIF PAJAK DAERAH BAGI PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA MAGELANG Lucia Rita Indrawati; Endang Kartini Panggiarti; Lorentino Togar Laut
Riset Ekonomi Pembangunan Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rep.v2i2.229

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui perspektif pajak daerah dankontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Magelang. Metodepenelitian yang dilakukan adalah dengan data primer dan sekunder. Dataprimer yaitu dilakukan wawancara dan servuy dengan dinas terkait. Datasekunder berasal dari data yang diperoleh dari DPPKAD Kota Magelang.Penelitian ini merupakan kajian mendalam berkaitan dengan Pendapatan AsliDaerah yang berasal dari pajak daerah. Hasil yang diperoleh adalah bahwaperan dan kontribusi pajak daerah bagi PAD Kota Magelang masih sekitar 10-15% yang artinya belum cukup untuk membiayai pembelanjaan kepemerintahan di Kota Magelang. Oleh karena itu, masih sangat diperlukan dukungandan kontribusi dari pemerintah pusat untuk membiayai pembelanjaanpemerintah Kota Magelang
Pengaruh Konsumsi Energi dan Deforestasi Terhadap Output Nasional Lima Negara Anggota ASEAN Neni Kristiana; Lorentino Togar Laut; Jalu Aji Prakoso
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 10 No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jep.v10i2.278

Abstract

The economic development aimed at improving people’s welfare often ignores the negative impact of the surrounding environment. The high use of energy aimed to increase the national income of the five ASEAN members hurts the environment by increasing CO2 levels in the air. This research aims to analyze the effect of CO2 emissions, coal consumption, electricity consumption and deforestation on national output in five ASEAN members. The variable used in this research is national output as the dependent variable and CO2 emissions, coal consumption, electricity consumption and deforestation as the independent variables. This research uses secondary data. The data is the panel data of five ASEAN members (Indonesia, Malaysia, Thailand, Philippines, Myanmar) from 2002 until 2018. The research method in this time is panel data regression, using Fixed Effect Model. This research shows that in five ASEAN members from 2002 until 2018, CO2 emissions harm national output, coal consumption, and electricity consumption positively affects national outcome, while deforestation does not affect national output.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF CONVERSION OF RICE FIELDS ON AGRICULTURAL PRODUCTIVITY IN EAST NUSA TENGGARA Faisal Adi Saputra; Lorentino Togar Laut; Putra Arif Budiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 1 No. 3 (2021): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v1i3.204

Abstract

The centrality of agriculture as one of the large sectors that sustain Indonesia's GDP does not make this sector free from various problems. The transfer of the function or conversion of agricultural land to nonfarm is a serious problem that occurs in Indonesia, especially in East Nusa Tenggara. The explosion of population growth and the shift of the economy to the manufacturing sector are the strongest reasons for the narrowing of agricultural land. The productivity of agricultural products is something that needs to be considered. This study uses descriptive analysis techniques and supported data from BPS. The results of this study showed no relationship between the phenomenon of transfer of agricultural land functions and agricultural productivity in East Nusa Tenggara.
Determinasi Ekspor Indonesia Tahun 1990-2021 Iqbal Aji Syaputra; Lorentino Togar Laut
GROWTH Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan Vol 1 No 2 (2022): GROWTH Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kegiatan dalam perdagangan internasional adalah ekspor. Ekspor adalah kegiatan menjual produk berupa barang atau jasa ke luar negeri. Adanya ekspor dalam jangka panjang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pertumbuhan industri dalam negeri yang meningkatkan devisa negara. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh investasi, inflasi dan nilai tukar (nilai tukar rupiah) terhadap kegiatan ekspor di Indonesia dariperiode 1990 hingga 2021. Penelitian ini menggunakan metode Error Correction Model (ECM) yang memiliki dampak baik jangka panjang maupun jangka pendek yang terjadi di Indonesia. setiap variabel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang variabel investasi dan nilai tukar berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor di Indonesia. Sedangkan variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor di Indonesia. Dalam jangka pendek variabel nilai tukar (nilai tukar rupiah) dalam jangka pendek berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ekspor di Indonesia. Dan variabel investasi dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor di Indonesia dalam jangka pendek. Kata Kunci : Ekspor , Investasi , Nilai Tukar Rupiah , ECM
ANALISIS DAYA SAING KOPI INDONESIA (STUDI KASUS: EKSPOR KE JERMAN) Isna Hana Nur Izati; Lorentino Togar Laut
Jendela Inovasi Daerah Vol 5 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v5i2.128

Abstract

Komoditas kopi Indonesia merupakan salah satu hasil perkebunan yang mana sudah diperdagangkan secara luas di pasar dunia. Bahkan, lebih dari 18 negara telah menjadi tujuan ekspor kopi Indonesia. Dalam 20 tahun terakhir Jerman berada pada urutan kedua sebagai negara dengan tujuan ekspor kopi utama setelah Amerika Serikat. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui serta menganalisis mengenai tingkat daya saing dari komoditas kopi Indonesia ke Jerman dan faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap daya saing komoditas kopi Indonesia ke Jerman. Sumber data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, UN Comtrade dan World Bank. Jenis data merupakan time series dengan periode waktu 21 tahun yakni 2000-2020. Metode penelitian menggunakan Revealed Comparative Advantage (RCA) untuk menghitung tingkat daya saing kemudian hasil RCA akan dihitung menggunakan Regresi Linear Berganda (OLS) untuk mengetahui seberapa besar faktor-faktor yang mempengaruhi nilai RCA. Hasil RCA menunjukkan bahwa nilai daya saing komoditas kopi Indonesia terhadap Jerman memiliki nilai yang cukup baik, namun masih terlampau jauh bila dibandingkan dengan Vietnam. Sedangkan hasil OLS menunjukkan bahwa volume ekspor dan produksi kopi bernilai positif signifikan sedangkan nilai tukar rupiah bernilai positif namun tidak signifikan dan GDP Jerman bernilai negatif namun tidak signifikan.