Kamariah Tambunan
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KAJIAN PERPUSTAKAAN KHUSUS DAN SUMBER INFORMASI DI INDONESIA Kamariah Tambunan
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 34, No 1 (2013): Juni
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.738 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v34i1.172

Abstract

This study tries to know the map of special libraries and information sources in Indonesia. Publication which examined are Directory of Special Libraries and Information Sources in Indonesia which published in 1981, 1985, 1990, 1995, 2000, and 2005. Data was collected by rewrite of each title of the library, address or city also province, field or subject, and established year. Total of the special libraries base on city (libraries address), field or subject, and established year then calculated and presented in form of tables and hystograms. The result shows that total of special libraries and information sources in Indonesia increase year by year. The last publication in 2005 registered as many as 994 of libraries which reside in 32 provinces (136 cities) in Indonesia. Base on the total that registered, 668 libraries are in Jawa Island (62 cities), and others 326 libraries are in outside Jawa Island (74 cities). The most of special libraries with subject of religion (143 libraries) and economics (140 libraries), then social, agriculture, education, law, and medicine. The author also found that there are 3 oldest special libraries which were established in 1842, 1886, and 1887, while the youngest library was established in 2004.
MAP CATALOG UNTUK PERPUSTAKAAN PETA Kamariah Tambunan
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 21, No 6 (1997): Maret
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.942 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v21i6.131

Abstract

Mengingat peta merupakan segmen penting dalam koleksi perpustakaan, maka peta harus diperlukan dengan baik sebagai entitas atau sesuatu yang harus ada dalam perpustakaan (Strauss, 1972). Beberapa jenis peta seperti peta-peta topografi (rupa bumi) dan peta-peta tematik harus diupayakan agar mudah untuk di "file" dan dicari kembali. Oleh karena itu, urutan penomoran I katalog juga harus teratur dengan baik secara abjad, atas dasar negaralwilayah atau nama lembarnya. Survey yang dilakukan yang biasanya dicantumkan dalam legendalketerangan dan riwayat peta juga menjelaskan mengenai indeks peta yang bersangkutan.Untuk keperluan perpustakaan, peta-peta tersebut tentu diperlukan tempat penyimpanan yang tertata dengan baik, jika jumlah berbagai jenis peta yang dikumpulkan cukup banyak untuk difile, koleksi peta-peta tersebut membutuhkan klasifikasi dan katalogisasi tertentu. Tujuan utama seperti halnya pada sistem klasifikasi manapun, klasifikasi dalampeta adalah untuk mengatur, menata dan menempatkan kembali agar mudah dicari dan dibaca oleh pencari informasi. Oleh karena itu menurut pakar, prinsip ini harus diingat ketika peta-peta diletakan dalam urutan file.
INFOTERRA: THE INTERNATIONAL ENVIRONMENTAL INFORMATION SYSTEM Muhartoyo Muhartoyo; Kamariah Tambunan
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 17, No 3-4 (1992)
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.112 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v17i3-4.21

Abstract

In the 1960's man woke up to the fact that the human species, as it multiplies and relentlessly consumes, may at some not too distant future become a plague infesting this globe of ours-stripping it of 1ts freshwater, its so1l, its natural resources, and its flora and fauna and biodiversity, and thereby condemning it to death. This realization gave rise to a shared concern of our common future, and of the future of our ONLY ONE EARTH. This shared concern gave rise to the international environmental movement, and part of the resulting concerted efforts to safeguard our globe is the sharing of our environmental experiences, environmental data and environmental information included.
SUMBER-SUMBER INFORMASI INDONESIA DAN PENGEMBANGAN PANGKALAN DATA DI INTERNET Kamariah Tambunan
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 21, No 6 (1997): Maret
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.1 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v21i6.133

Abstract

Pendayagunaan sumber-sumber informasi Indonesia merupakan sumberdaya yang sangat strategis untuk menunjang aktifitas pembangunan di Indonesia. Kemudahan akses informasi di skala nasional sangat didambakan oleh kalangan ilmuwan,peneliti,dosen, mahasiswa dan masyarakat umum akan potensi informasi lokal yang mudah ditelusur lewat media digital seperti : laporan penelitian, karya ilmiah, skripsi, tesis atau disertasi yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia sendiri. Dengan mudahnya akses informasi lokal tersebut diatas akan memudahkan untuk mengikuti perkembangan iptek secara menyeluruh melalui suatu media yang mudah diakses dan dikombinasikan, dimana hanya dengan memasukkan kata kunci tertentu kita dapat mengetahui judul dan abstrak misalnya penelitian bidang tertentu yang dilakukan oleh lembaga penelitian A,B sampai Z dan apa yang sudah dikerjakan oleh perguruan tinggi, dll.
BAGAIMANA MENGEMBANGKAN SUATU SISTEM PENGENDALIAN KARYA ILMIAH DI LIPI Kamariah Tambunan
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 22, No 5-6 (1998): Maret
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.853 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v22i5-6.137

Abstract

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPi) adalah salah satu lembaga pemerintah yang merupakan pusat kegiatan penelitian dan pengembangan IPTEK di Indonesia. Ada 16 pusat penelitian dan pengembangan, 1 pusat standarisasi, 1 pusat analisa dan perkembangan iptek serta 1 pusat dokumentasi. Semua pusat-pusat tersebut tercakup dalarn 5 bidang kedeputian, yaitu: kedeputian bidang IPA, IPSK, BINSARIL, IPT serta 1 bidang pendukung yaitu kedeputian bidangUMUM. Kekayaan informasi yang dihasilkan oleh pusat-pusat penelitian dan pengembangan tersebut dari hasil penelitian merupakan aset negara yang perlu dikendalikan, artinya yaitu disimpan, diolah dan disebar luaskan. Selain itu, karya-karya ilmiah tersebut juga dapat dipergunakan sebagai tolok ukur perkembangan IPTEK yang telah dilakukan oleh LIP!, yang pada akhimya juga menjadi tolok ukur di tingkat nasional. Untuk dapat menyimpan dan mengolah karya ilmiah LIP! tersebut, seyogyanya diciptakan suatu mekanisme atau tata laksana dalarn pengendalian karya ilmiah tersebut. Berdasarkan kenyataan tersebut tentunya tugas untuk mengendalikan karya ilmiah LIP! menjadi tanggung jawab pusat-pusat yang mempunyai tugas membina jasa dokumentasi dan tanpa mengesampingkan prosedur-prosedur administrasi untuk hasil-hasil penelitian yang menjadi tanggung jawab dari lembaga/biroyang mempunyai tugas dan kewajiban tersebut.
PEMETAAN KARYA TULIS ILMIAH LPNK: STUDI KASUS LIPI DAN BPPT (2004-2008) Yupi Royani; Mulni Adelina Bachtar; Kamariah Tambunan; Tupan Tupan; Sugiharto Alm
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 34, No 1 (2013): Juni
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.737 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v34i1.171

Abstract

This research aims to determine: the rank of authors of LIPI and BPPT whose articles are mostly cited by other authors, the type of publications, the level of collaboration, the productivity level of authors, the coverage areas, and the topics contained in the scientific work through the subject analysis. The data were obtained from Google Scholar from 2004 to 2008. The collected data were then analyzed by using ‘co-word’ analysis. The ‘co-word’ structure was known after the mapping using bibliometric method. A total of 593 analyzed scientific papers consist of 472 from LIPI and 121 from BPPT. The results show that the highest citation number (100 citations) comes from LIPI scientific papers, while BPPT scientific papers are 36 citations. Most types of publication produced by LIPI and BPPT are from journal articles and papers, each of 235 documents (49.79%) and 101 documents (21.40%) by LIPI and 71 documents (58.68%) and 42 documents (34.71%) by BPPT. LIPI researcher collaboration level was 0.82 and BPPT was 0.89. The most productive LIPI researcher in writing paper is Danny Hilman Natawidjaya (Geotechnology Research Center) with 31 scientific papers, while BPPT is Yusuf Surachman Djajadihardja with 34 scientific papers. The most dominant topic written by LIPI researcher is basic science or pure science i.e. 63.56%, with details: biology 131 documents (27.75%) followed by geology 121 documents (25.64%), chemistry 47 documents (9.96%) and mathematics 1 document (0.21%). The topic most widely written by BPPT researchers is the field of applied research i.e. 56.19% with the details: environment 33 (27.27%), engineering 27 (22.31%), biotechnology 5 (4.13%), food technology 2 (1.65%) and fisheries 1 document (0.83%). The relationship among the topics is shown in the line among the descriptors on each field. More relation lines among descriptors, the closer the relationships among documents.
STRUKTUR INDEKS Yupi Royani; Mulni Adelina Bachtar; Kamariah Tambunan; Tupan Tupan; Sugiharto Alm
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 22, No 3-4 (1997): September
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.46 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v22i3-4.136

Abstract

Proses pembuatan indeks dapat dilakukan oleh indekser denganmudah apabila bahan yang akan di indeks telah terkumpul. Indekserkemudian menyeleksi bahan-bahan tersebut sesuai dengan rencanapengindeksan yang telah dibuat. Indeks yang dapat dibuat bisa berupa: indeks subyek, indeks pengarang, indeks kata kunci, indeks geografi, dan sejenisnya. Tujuan pembuatan indeks diatas adalah untuk memudahkan user dalam memperoleh informasi yang terkandung dalam bahan tersebut serinci mungkin melalui kata-kata atau nomor-nomor penunjukkan tertentu tanpa membutuhkan waktu yang lama.