Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SUMBER INFORMASI "STANDAR" DALAM CYBERSPACE Sri Purnomowati
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 33, No 2 (2012): Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.644 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v33i2.101

Abstract

A library has a principal role as a place to obtain the necessary information and data needed by users. Most users need the latest information. The increasing demand of the recent information needed by user is not balanced with the availability of collections owned by the library. The limitation of collections in the library requires the librarians to dig up more necessary information from various sources in the worldwide. This makes librarians work harder to access the various sources of the information online. Many users need information about standards, while most librarians do not understand how and where they can access the information. This paper discusses the sources of the latest information standards accessible by librarians easily.
METADATA, DESKRIPSI SERTA TITIK AKSESNYA DAN INDOMARC Sri Purnomowati
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 25, No 1-2 (2000): Maret-Juni
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.492 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v25i1-2.89

Abstract

lstilah metadata mulai sering muncul dalam literature tentang database management systems (DBMS) pada tahun 1980 an. lstilah tersebut digunakan untuk menggambarkan informasi yang diperlukan untuk mencatat karakteristik informasi yang terdapat pada pangkalan data. Banyak sumber yang mengartikan istilah metadata. Metadata dapat diartikan sumber, menunjukan lokasi dokumen, serta memberikan ringkasan yang diperlukan untuk memanfaat-kannya. Secara umum ada 3 bagian yang digunakan untuk membuat metadata sebagai sebuah paket informasi, dan penyandian (encoding) pembuatan deskripsi paket informasi, dan penyediaan akses terhadap deskripsi tersebut. Dalam makalah ini diuraikan mengenai konsep data dalam kaitannya dengan perpustakaan. Uraian meliputi definisi metadata; fungsi metadata; standar penyandian (encoding), cantuman bibliografis. surogat, metadata; penciptaan isi cantuman surogat; ancangan terhadap format metadata; serta metadata dan standar metadata.
PUSTAKAWAN MEMANDANG KNOWLEDGE MANAGEMENT Sri Purnomowati
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 33, No 2 (2012): Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.103 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v33i2.98

Abstract

It is already more than a decade that the word of Knowledge Management (KM) have been discussed by librarians within the International Federation of Library Associations (IFLA). Many librarians then became interested in studying KM in order to implement it in their organizations. The discussions about KM then become broad and have been expanded into some fields, including tacit knowledge, implicit knowledge, explicit knowledge, and procedural knowledge. The crucial dimension of KM is collecting and connecting, so that dissemination of knowledge in organization becomes broader and deeper than before. This paper discusses the perception of Indonesian librarians toward KM.
FUNGSI DAN PERANAN HUMAS DALAM SEBUAH PERPUSTAKAAN Mulni Adelina Bachtar; Arifah Sismita; Sri Purnomowati
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 20, No 6 (1996): Maret
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.192 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v20i6.120

Abstract

Manusia telah diciptakan Tuhan untuk bergaul dengan sesamanya, itulah yang dikodratkan manusia sebagai mahluk sosial yang selalu berusaha mengembangkan akal dan pikirannya melalui cipta, rasa dan karsanya. Dalam kehidupannya, manusia dengan sendirinya akan timbul hubungan antara individu yang satu dengan yang lain, baik secara pribadi maupunsebagai anggota dalam kelompok kehidupan bermasyarakat.Dalam era globalisasi ini manusia akan menjadi semakin kritis dan dinamis dalam mengemukakan serta mempertahankan pendapatnya baik itu individu maupun kelompok, yang kita cari hanyalah bagaimanabisa menciptakan kerjasama yang baik dan harmonis. Maka fungsi dan peranan humas adalah sesuatu yang sangat penting kita butuhkan pada waktu sekarang ini, karena ilmu sosial moderen telah menemukan adanya persesuaian hidup daripada individu, kelompok dan institusi-institusi yang sangat diperlukan bagi umat manusia.
MENGHIDUPKAN PENGETAHUAN, SUDAHKAH KITA LAKUKAN? Sri Purnomowati
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 28, No 2 (2004): Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.126 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v28i2.83

Abstract

Ikujiro Nonaka dan Hirotaka Takeuchi melalui bukunya berjudul The Knowledge Creating Company [Nonaka, 1995] mengupas dengan indah fenomena ini. Pengetahuan (knowledge) manusia pada hakekatnya terbingkai menjadi dua: explicit knowledge dan tacit knowledge. Explicit knowledge adalah pengetahuan yang tertulis, terarsip, tersebar (cetak maupun elektronik) dan dapat berfungsi sebagai bahan pembelajaran (reference) untuk orang lain. Tacit knowledge merupakan pengetahuan yang berbentuk know-how, pengalaman, skill, pemahaman, maupun rules of thumb. Yang juga disebut oleh Michael Polyani (pengarang buku the tacit dimension) sebagai fenomena ''pengetahuan kita jauh lebih banyak daripada yang kita ceritakan".