Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PAPARAN MEDAN MAGNET EXTREMELY LOW FREQUENCY (ELF) TERHADAP NILAI pH CABAI MERAH KECIL (Capsicum frutescens L) Sinta Nuriyah; Sudarti Sudarti; Singgih Bektiarso
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.212 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v8i1.8367

Abstract

ABSTRAKMedan maegnet Extremely Low Frequency (ELF) merupakan spektrum gelombang elektromagnetik dengan rentan frekuensi yang dimiliki sebesar 0 sampai kurang dari 0,3kHz dan termasuk dalam non-pengion radiation. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh paparan medan magnet ELF terhadap pH cabai merah kecil (Capsicum futescens L). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain yang digunakan RAL (Rancang Acak Lengkap). Sampel yang digunakan adalah cabai merah kecil dari jenis sret yang dibagi menjadi kelompok kontrol tanpa paparan medan magnet dan kelompok  eksperimen dengan paparan medan magnet intensitas 600μT dan 1.000μT dengan lama paparan 30 menit, 60 menit dan 90 menit. Sampel yang digunakan sebanyak 145 kemasan sampel, dengan masing-masing kemasan berisi 5 buah cabai varietas sret kelas 3 dengan ukuran 4 < 8 cm. Kelompok kontrol ada 25 kemasan sampel dan kelompok ekperimen ada 120 kemasan sampel. Analisa data dilakukan dengan uji One Way Anova dengan uji LSD dan uji Kruskal-Wallis menggunakan IBM Statistics 23. Hasil penelitian didapatkan bahwa paparan medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) berpengaruh terhadap nilai pH cabai merah kecil, dengan intensitas paparan 600μT selama 30 menit berpotensi dalam mempertahankan nilai pH cabai merah kecil. Kata kunci: medan magnet ELF; cabai merah (capsicum frutescens L); pH. ABSTRACTExtremely Low Frequency (ELF) magnetic field is a spectrum of electromagnetic waves with a frequency range of 0 to less than 0.3 kHz and is included in non-ionizing radiation. This study aims to examine the effect of exposure to the ELF magnetic field on the pH of small red chili (Capsicum futescens L). This type of research is experimental research with the design used RAL (Completely Randomized Design). The samples used were small red chilies of the sret type which were divided into a control group without exposure to a magnetic field and an experimental group with an intensity of 600μT and 1,000μT magnetic field exposure with an exposure duration of 30 minutes, 60 minutes and 90 minutes. The samples used were 145 sample packages, with each package containing 5 chilies of class 3 sret variety with a size of 4 < 8 cm. The control group had 25 sample packages and the experimental group had 120 sample packages. Data analysis was carried out by One Way Anova test with LSD test and Kruskal-Wallis test using IBM Statistics 23. The results showed that exposure to Extremely Low Frequency (ELF) magnetic fields affected the pH value of small red chilies, with an exposure intensity of 600μT for 30 minutes in maintaining the pH value of small red chilies. Keywords: ELF magnetic field; red chilies (capsicum frutescens L); pH.
Effect of Exposure to Magnetic Field ELF (Extremely Low Frequency) 500μT on pH and Physical Quality of Green Cayenne Pepper Sinta Nuriyah
Jurnal Penelitian Fisika dan Terapannya (JUPITER) Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Fisika dan Terapannya (JUPITER)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jupiter.v3i2.7224

Abstract

Cayenne pepper (Capsicum frutescens L) is a horticultural crop commodity that has high economic value with fruit consisting of various combinations of colors and flavors. Extremely Low Frequency (ELF) magnetic fields are non-ionizing electromagnetic waves and have been widely used in various food fields. This study aims to examine the effect of exposure to the ELF magnetic field intensity 500 μT  for 60, 90, and 120 minutes on the pH and physical quality of green chili peppers. The research design used was Completely Randomized Design (CRD). The samples used were green chilies with 4 samples of the control group (without exposure to the ELF magnetic field) and 12 samples of the experimental group (the group that was exposed to the ELF magnetic field intensity of 500μT). Measurements were made on days 2, 4, 6 and 8 after exposure. The results showed that the ELF magnetic field was able to inhibit the growth of lactic acid-forming spoilage microorganisms in chilies, thus affecting the pH and physical endurance indicators of green chili peppers. The effective dose in inhibiting the activity of lactic acid-forming bacteria in green cayenne pepper was exposure intensity of 500μT for 120 minutes.  
IMPROVED KNOWLEDGE OF YOUNG GIRL ABOUT MENARCHE IN THE RANGKAH KIDUL ELEMENTARY SCHOOL, RANGKAH KIDUL VILLAGE, SIDOARJO SUB-DISTRICT, SIDOARJO DISTRICT, EAST JAVA PROVINCE Riesmiyatiningdyah Riesmiyatiningdyah; Connie Wahyu Wijianti; Sinta Nuriyah; Lidia Getreda Masela; Dwi Setyowati Rahayu; Muhammad Mughni Maulana; Meita Yusti Anugrah Sari; Arina Rifatur Rizqya
Community Service Journal of Indonesia Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.209 KB) | DOI: 10.36720/csji.v1i1.68

Abstract

Improved knowledge of young girl about menarche in the Rangkah Kidul Elementary School, Rangkah Kidul Village, Sidoarjo Sub-District, Sidoarjo District, East Java Province is a form of education in the form of counseling aimed at growing and increasing knowledge related to menarche. The activity was held on November 27, 2018 at the Rangkah Kidul Elementary School, Rangkah Kidul Village, Sidoarjo Sub-District, Sidoarjo District, East Java Province. With the goal is a 5th grade student at the Rangkah Kidul Elementary School, Rangkah Kidul Village, Sidoarjo Sub-District, Sidoarjo District, East Java Province. Before the implementation of these activities, there is a process of preparing activities for 3 weeks before the activities are carried out, starting from the selection of health counseling materials to the submission of permits to related parties. As an evaluation, the event was attended by 18 participants who were 5th grade students, participants took part in the activity enthusiastically and conductively, the activities could be carried out on time smoothly. Keywords: Menarche, adolescent, health promotion, elementary school.
PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR, LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PUSKESMAS PADANG Sinta Nuriyah; Nurul Qomariah; Trias Setyowati
Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi) Vol 6 No 1 (2022): Edisi Januari - April 2022
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v6i1.1768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan karir, disiplin kerja dan lingkungan kerja pegawai pada Puskesmas Padang. Data yang dipergunakan pada penelitian ini yaitu data primer dengan penyebaran kuisioner pada pegawai Puskesmas Padang. Penelitian ini tergolong dalam explanatory research yaitu untuk mengetahui hubungan antar variabel atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Responden pada penelitian ini merupakan seluruh pegawai Puskesmas Padang dengan sampel jenuh, serta penyebaran kuisioner menggunakan google form. Analisis yang di gunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS. Hasil pada penelitian ini membuktikan bahwa pengembangan karir berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, dikarenakan nilai sig yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 0,14 dan penjelasan dari pegawai bahwasannya pemimpin memberikan kesempatan untuk melakukan pengembangan karir, tetapi sebagian besar karyawan merasa cukup dengan posisi yang mereka miliki saat ini. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai , hal ini dapat dilihat pada nilai sig sebesar 0,00 dan penjelasan dari pegawai bahwasanya tingkat kedisiplinan disana memang kurang baik dikarenakan saksi yang kurang tegas. Lingkungan kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, hal ini dapat dilihat pada nilai sig sebesar 0,13 dan penjelasan dari pegawai bahwasanya lingkungan tempat kerja memang terasa kurang nyaman, tetapi tidak mempengaruhi kinerja atau pelayanan yang mereka berikan pada pasien.