Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH APLIKASI LIMBAH PADAT KARET REMAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Muhammad Helmy Abdillah; Mila Lukmana; Muhammad Aldi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 2 (2021): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RI Tujuan penelitian untuk menilai pengaruh aplikasi limbah padat karet remah yang dikombinasi dengan Calsium Ammonium Nitrat pada tanah mineral Podsolik Merah Kuning (PMK) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, jumlah tongkol per tanaman dan berat tongkol per tanaman Jagung Manis. Penelitian menggunakan eksperimental dengan desain percobaan rancangan acak lengkap 5 perlakuan, 4 ulangan, 20 satuan percobaan dan analisis statistik BNT  5%. Perlakuan tersebut yakni, Cr1 : Tanah PMK 10 kg dengan aplikasi 100 g LPKR tanpa penambahan 18 g Calsium Ammonium Nitrat (CAN), PCr0 : Tanah PMK 10 kg dengan aplikasi 18 g CAN, tanpa limbah padat karet remah, PCr1 : Tanah PMK 10 kg dengan aplikasi 18 g CAN dan 100 g LPKR per polibag, PCr2 : Tanah PMK 10 kg dengan aplikasi 18 g CAN dan 200 g LPKR per polibag, PCr3 : Tanah PMK 10 kg dengan aplikasi 18 g CAN dan 300 g LPKR per polibag. Hasil: terdapat pengaruh dari aplikasi limbah padat karet remah yang diaplikasikan pada tanah Podsolik Merah Kuning terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, jumlah tongkol per tanaman dan berat tongkol per tanaman. Perlakuan PCr2 menjadi perlakuan terbaik namun nilainya tidak berpengaruh nyata dibandingkan PCr3 meskipun indeks dari masing-masing nilai peubah menunjukkan PCr3 yang tertinggi.
ANALISIS FAKTOR SOSIODEMOGRAFI YANG MEMPENGARUHI PERILAKU AKTIVITAS FISIK PADA PENDERITA DIABETES TIPE 2 DI KABUPATEN JEMBER: Analysis of Sociodemographic Factors Affecting The Behavior Of Physical Activity In Tipe 2 Diabetes In Jember District Muhammad Aldi; Rondhianto Rondhianto; Akhmad Zainur Ridlo
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 2 (2023): JIKep | Juni 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i2.1421

Abstract

Perilaku aktivitas fisik sesuai rekomendasi dapat mencegah terjadinya komplikasi akibat diabetes, serta dapat memperlambat perkembangan komplikasi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku aktivitas fisik pada penderita diabetes melitus tipe 2 adalah kondisi sosiodemografi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh faktor sosiodemografi terhadap aktivitas fisik pada penderita diabetes tipe 2. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah penderita diabetes melitus tipe 2 di Kabupaten Jember, dengan sample size 130 responden menggunakan teknik multistage random sampling. Variabel penelitian ini adalah perilaku aktivitas fisik sebagai variabel dependen dan faktor sosiodemografi sebagai variabel independen yang terdiri dari usia, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat penghasilan, tingkat pendidikan, suku bangsa dan tipe keluarga. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan uji regresi logistik berganda ordinal (?= 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden mempunyai perilaku aktivitas fisik dalam kategori sedang (49,2%). Hasil uji goodness of fit menunjukkan model sudah fit (p = 0,045). Hasil uji parameter parsial menunjukkan bahwa faktor sosiodemografi yang signifikan mempengaruhi perilaku aktivitas fisik yaitu suku bangsa (p = 0,034) dan tipe keluarga (p = 0,002) dengan R2 = 0,186, yang berarti variabel independen mampu menjelaskan variabel perilaku aktivitas fisik sebesar 18,6%. Upaya peningkatan perilaku aktivitas fisik seyogyanya memperhatikan faktor sosiodemografi terutama suku bangsa dan tipe keluarga untuk meningkatkan pengelolaan mandiri dan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2.