Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK PENGAMBILAN DAN PENGOLAHAN MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA TOMOHON Lasut, Pamela Indira; Nangoy, Grace B.; Pusung, Rudy
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 2, No 4 (2014): Jurnal EMBA, HAL 714- 831
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.122 KB) | DOI: 10.35794/emba.2.4.2014.6463

Abstract

Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan sumber keuangan daerah dan pembiayaan pemerintah. Salah satu penerimaan PAD berasal dari Pajak Daerah, dan yang menjadi salah satu perhatian Pemkot Tomohon adalah Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya tingkat efektivitas dan kontribusi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan sebagai sumber PAD Kota Tomohon. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu menganalisis data target dan realisasi penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan tahun 2009-2013 dengan menggunakan rasio efektivitas dan kontribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan pada tahun 2009, 2010, 2012, dan 2013 tidak efektif, sedangkan pada tahun 2011 tingkat efektivitasnya memenuhi kriteria efektif. Kontribusi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan sebagai sumber PAD selama lima tahun terakhir dinilai tidak maksimal dan masuk dalam kriteria kontribusi “Sangat kurang”. Hasil analisis data historis menunjukkan bahwa proyeksi penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Kota Tomohon pada tahun 2014 adalah sebesar Rp.67.135.104. Sistem pemungutan yang harus lebih diperhatikan dan diperbaiki oleh Pemkot Tomohon, agar penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan lebih efektif. Kata kunci: pajak mineral, pendapatan asli daerah, efektivitas
PERBANDINGAN SISTEM PERPAJAKAN TERHADAP USAHA MIKRO KECIL MENENGAH PADA PT. BERKAT TEKNIK JAYA Assa, Sintya Clara; Tinangon, Jantje J.; Pusung, Rudy
GOING CONCERN : JURNAL RISET AKUNTANSI Vol 8, No 4 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32400/gc.8.4.25122.2013

Abstract

Economic development of a country , is also caused by a number of micro, small and medium enterprises , as well as existing tax system in Indonesia has undergone some changes , to increase state revenue through tax receipts . This study aims to compare the general taxation system in accordance with the Government Regulation number 46 where applied in July 2013 and began to be paid in August 2013. Object of research is PT Berkat Teknik Jaya is a micro, small and medium enterprises company engaged in agriculture and trade. By taking the information in the form and amount of the income tax returns of the company. Based on calculations, by comparing the amount of tax due in the year 2013 by using each system of taxation, it is known that the amount of tax to be paid in accordance with the general taxation system that is Rp.21.000.000 while using Government Regulation No. 46 then the tax should in the pay of Rp .25.787.000. Based on the calculation and analysis , each system of taxation for micro, small and medium enterprises have advantages and disadvantages , but by terms of the amount of tax to be paid then it is more advantageous for the application in accordance with the general taxation system.
ANALISIS PERBANDINGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENGENAAN TARIF PAJAK PROGRESIF PADA KENDARAAN BERMOTOR BERDASARKAN “THE FOUR MAXIMS” DI KOTA MANADO Rosalie, Eugenia; Tinangon, Jantje; Pusung, Rudy
GOING CONCERN : JURNAL RISET AKUNTANSI Vol 8, No 4 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32400/gc.8.4.25130.2013

Abstract

Motor vehicle tax is one source of revenue that provides kontirbusi important. With the entry into force of a progressive tax on motor vehicles beginning in 2012 based on Law No. 28 of 2009 on Regional Taxes and Levies as well as the North Sulawesi Provincial Regulation No. 7 of 2011 on Local Taxes North Sulawesi province that both private vehicle ownership and tax rates set forth progressively. At the beginning of the adoption of the progressive tax, many people who feel uncomfortable and overwhelmed, perhaps this was due to lack of information regarding the application of progressive rates. The purpose of this study is how the progressive tariffs on motor vehicles based principle of taxation in the city of Manado, and determine the impact of comparing before and after imposition. The method used is descriptive analytical method, which is a research method to reveal the existing problems in office administration, data processing, analyzing, researching and interpret and make conclusions and give suggestions which are then arranged in a systematic discussion so that problems that exist in the company can be understood. From the results of the research can be seen still highly progressive taxation in accordance with "The Four Maxims" that principle of taxation proposed by Adam Smith which consists of similarity and balance (Equality), legal certainty (certainty), (c) a timely basis (convenient of payment), and (d) the principle of economies of collection. progressive taxation has other positive effects which increase the acceptance of PKB and BBNKB which automatically increases the acceptance of the PAD that most of it is the source of Local Taxes. Imposition of Tax Rate has been running as a Progressive government enforce the original purpose and is in accordance with the tax function is budgetair function.
SEGMENT PERFORMANCE REPORT SEBAGAI ALAT PENILAIAN PRESTASI MANAJER PADA PT. JANUR KAWANUA INDONESIA Go, Eric Ricardo; Mogi, Grace; Pusung, Rudy
GOING CONCERN : JURNAL RISET AKUNTANSI Vol 8, No 4 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32400/gc.8.4.25115.2013

Abstract

Each company has responsibility and authority sharing according to every part. For knowing how far the performance of a manager from every division according to the job and responsibility, achievement evaluation of every division is needed to be made. One method of achievement evaluation is segment performance report. The role of a manager is very important in controlling a company?s operation. By using Segment Performance Report, report lists the classification the controllable fixed costs and uncontrollable fixed costs. This research?s objective is to figure out the usage of segment performance report in evaluating manager achievement. This research is conducted in PT. Janur Kawanua Indonesia, addressed at Manembo-nembo Bitung. In this research,descriptive method (qualitative) is used for comparing the actual profit loss report and also production report that have been made by PT. Janur Kawanua Indonesia, based on the concept segment performance report. This research?s result shows the company still uses this resulted conventional-based report, production cost report and operational costs have not separated among uncontrollable costs and uncontrollable costs. With this, it can be seen the difference after controllable fixed cost and controllable costs are separated at Tepung Kelapa, as much as 417,499,394.15 IDR. And at the Kopra Division, it can be also seen the difference after controllable fixed costs and uncontrollable costs are separated, as much as 127,081,716.91 IDR.
EFEKTIVITAS PAJAK PENGAMBILAN DAN PENGOLAHAN BAHAN GALIAN MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN Rumengan, Jessica; Karamoy, Herman; Pusung, Rudy
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 3, No 4 (2015): JE Vol.3 No.4 (2015) Hal. 509-619
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.717 KB) | DOI: 10.35794/emba.3.4.2015.11074

Abstract

Pajak merupakan  sumber utama dari suatu negara yang digunakan oleh pemerintah untuk membiayai pengeluaran guna tercapai kemakmuran dan kesejahteraan  masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tingkat efektivitas dari Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini dilakukan di DPPKAD Kabupaten Minahasa Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penerimaan pajak masih fluktuatif, namun realisasi penerimaan pajaknya memiliki koefisien efektivitas sebesar 106,21% dan masuk dalam penilaian koefisien efektivitas yaitu Sangat Efektif. Sistem pemungutan pajak ini sebaiknya harus lebih diperhatikan dan ditingkatan oleh pimpinan Pemkab Minahasa Selatan, agar penerimaan pajaknya dapat lebih efektif ke depan.   Kata kunci: pajak mineral, pendapatan asli daerah, efektivitas
ANALISIS LAPORAN REALISASI PENDAPATAN PAJAK DAERAH PADA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA BITUNG Rampengan, Meggie A.; Morasa, Jenny; Pusung, Rudy
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 9, No 2 (2021): JE VOL 9 NO 2 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.794 KB) | DOI: 10.35794/emba.v9i2.33447

Abstract

Pada era reformasi ini Negara Indonesia telah mengubah sistem perpajakan yang ada di Indonesia, yaitu sistem yang dulunya terpusat beralih kesistem pemungutan Pajak Daerah. Pemerintah pusat hanya menerima beberapa persen dari total pendapatan pajak yang diperoleh dari daerah atau sering dikenal dengan istilah otonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Realisasi Pendapatan Pajak Daerah di Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kota Bitung. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adapun realisasi yang terkait pendapatan pajak daerah yang di lakukan sudahlah baik, hal ini di tunjukan lewat rata-rata realisasi yang di dapatkan pencapaianya sudah melebih 100%. saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Pemerintah Kota Bitung adalah Agar pajak yang diterima dapat efektif dan efisien, maka hal penting yang harus diketahui oleh manajer publik adalah pemahaman tentang konsep pendapatan pajak, dengan memahami konsep pendapatan pajak maka perencanaan dan pengendalian pendapatan daerah menjadi lebih mudah dilakukan.. Kata Kunci: Akuntansi Pajak, Pajak Daerah, Pendapatan Pajak Daerah
ANALISIS PENERAPAN E-FAKTUR PAJAK DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK UNTUK PELAPORAN SPT MASA PPN PADA KPP PRATAMA MANADO Lintang, Kevin; Kalangi, Lintje; Pusung, Rudy
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 5, No 2 (2017): JE. VOL. 5 NO 2 (2017) HAL. 1989
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.798 KB) | DOI: 10.35794/emba.v5i2.16486

Abstract

Abstrak : Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan teknologi yang terkait dengan teknologi informatika dalam kegiatan perpajakan masih terus dilakukan demi memudahkan, meningkatkan, serta memaksimalkan pelayanan terhadap wajib pajak. Salah satu kemajuan teknologi dalam bidang perpajakan yang telah dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yaitu e-Faktur. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis penerapan aplikasi e-Faktur pada pengusaha kena pajak dalam hal pelaporan SPT Masa PPN, serta untuk melihat tingkat kepatuhan pengusaha kena pajak yang terdaftar di KPP Pratama Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan pengusaha kena pajak pengguna e-faktur pada 6 bulan pertama sejak penerapan e-faktur yakni sebesar 74,62%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan e-faktur masih tergolong kurang efektif dalam hal meningkatkan kepatuhan pengusaha kena pajak pembuat faktur yang terdaftar pada KPP Pratama Manado. Kata kunci: penerapan, kepatuhan, pelaporan pajak, e-faktur, SPT Masa PPN
JUMLAH RUMAH TANGGA DAN USAHA TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENERANGAN JALAN DI KOTA MANADO Pasaribu, Immanuel; Saerang, David P. E.; Pusung, Rudy
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal EMBA, HAL 361 - 476
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.575 KB) | DOI: 10.35794/emba.2.3.2014.5570

Abstract

Pajak penerangan jalan sebagai salah satu pajak daerah di kota Manado memiliki dasar hukum agar dipatuhi oleh masyarakat dan juga pihak-pihak terkait. Dasar hukum Peraturan Daerah No 7 Tahun 2012 tentang Pajak Penerangan Jalan (PPJ). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah rumah tangga dan usaha terhadap penerimaan pajak penerangan jalan di kota Manado. Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan secara simultan jumlah rumah tangga dan usaha berpengaruh terhadap PPJ di kota Manado. Secara parsial jumlah rumah tangga mempengaruhi penerimaan pajak penerangan jalan di kota Manado, dan jumlah usaha tidak berpengaruh terhadap penerimaan pajak penerangan jalan di kota Manado. Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) kota Manado sebaiknya melakukan koordinasi dengan PT.PLN Persero dalam mengelola PPJ, hal ini bertujuan agar DPPKA kota Manado dapat mengetahui seberapa besar potensi dari PPJ yang dimiliki, supaya tidak terjadi kesalahan dalam penetapan target. Kata kunci: jumlah rumah tangga, jumlah usaha, pajak penerangan jalan
ANALISIS PENERAPAN PSAK NO.10 TAHUN 2012 TERHADAP TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PT. BANK CENTRAL ASIA (BCA) TBK. Roring, Andre Kevin; Morasa, Jenny; Pusung, Rudy
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 2, No 4 (2014): Jurnal EMBA, HAL 233- 363
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.038 KB) | DOI: 10.35794/emba.2.4.2014.6273

Abstract

Penerapan Standar Akuntansi Keuangan  (PSAK) No.10 Tahun 2012  merupakan standar yang penting pada Pencatatan Transaksi pada  mata uang asing . Tujuan  penelitian ini adalah untuk menganalisis Penerapan PSAK No.10 Tahun 2012 tentang Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing Terhadap Bank BCA. Penelitian  dilakukan  dengan menganalisa dan membandingkan  data-data yang diperoleh pada Penerapan PSAK No.10 tahun 2012 terhadap Bank BCA. Penelitian ini membahas penentuan  mata uang fungsional, proses pengukuran kembali pada Bank BCA  per 31 Desember 2012 dan 2013, serta penetuan  mata uang pencatatan dan penyajian laporan keuangan yang dilakukan oleh oleh Bank BCA. Bank Menentukan Mata Uang Rupiah Sebagai Mata Uang fungsional Berdasarkan PSAK No.10 Tahun 2012 Bank melakukan pengukuran kembali terhadap laporan keuangan selama 2013 dan 2012 secara retrospektif dengan mengelompokan item-item laporan keuangan menjadi 3 (tiga) pos yaitu pos moneter, pos non moneter serta item-item laporan keuangan  laba rugi komperhensif. Bank menentukan mata uang penyajian dalam laporan keuangan sama dengan mata uang fungsional yaitu Rupiah. Sebaiknya pimpinan Bank BCA  selalu memperbaharui dan  menggunakan  peraturan dan sistem Akuntansi yang baru yang dapat mempermudah dalam Pengakuan transaksi Mata Uang Asing, sehingga dapat mengurangi kendala yang akan dihadapi dalam penyusunan laporan keuangan. Kata kunci : akuntansi, standar, keuangan, pengukuran, penyajian