Daniel Horatius Herman
Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemahaman Umat Islam Tentang Kata Kalimah Dalam Hubungan Dengan Isa Almasih Daniel Horatius Herman
HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.144 KB) | DOI: 10.46817/huperetes.v1i1.18

Abstract

Christian witness in Indonesia, in an encounter with Islam, experienced rejection. The message about Jesus Christ (or Isa Al Masih) is acknowledged exist in Islam’s scripture, Al Qur'an, but has several different parts and even contrary to the New Testament. Some teachings about Jesus in the Qur'an are interpreted differently: 'Isa is the Kalimatullah (a word from God),' Isa is mercy, 'Isa will come again,' Isa is a justice Judge at the end of time and others, all that is different from the New Testament’s teachings. Christians, in their testimonies, tried to interpret and used the same terms. This gives rise to debate and is of course contrary to the ethics of faith, where religious teachings cannot be explained by the perspective of other religions. This study aims to obtain an objective view of Jesus Christ from the Islamic view to form an initial understanding for the preaching of the Christian faith, but this study is not intended to seek justification (or verification) of the Christian faith. This study only seeks an explanation of the Islamic version of Jesus Christ.Kesaksian Kristen di Indonesia, dalam perjumpaan dengan Islam, mengalami penolakan-penolakan.  Berita tentang Yesus Kristus (atau Isa Almasih) diakui ada dalam kitab suci Islam, Al Qur’an, tetapi pada beberapa bagian berbeda dan bahkan bertolak belakang dengan Perjanjian Baru. Beberapa ajaran tentang Yesus dalam Al Qur’an dimaknai secara berbeda: Isa adalah Kalimatullah (firman Allah), Isa adalah rahmat, Isa akan datang kembali, Isa adalah hakim yang adil di akhir zaman dan lain-lain, semua berbeda dengan ajaran Perjanjian Baru.  Orang Kristen, dalam kesaksian, mencoba menafsirkan dan menggunakan kesamaan terminologi-terminologi tersebut.  Hal ini menimbulkan perdebatan dan tentu saja bertentangan dengan etika iman, dimana ajaran sebuah agama tidak dapat dijelaskan dari perspektif agama lain. Penelitian ini bertujuan memperoleh pandangan obyektif tentang Yesus Kristus dari pandangan Islam untuk pembentukan pemahaman awal untuk pemberitaan iman Kristen, tetapi penelitian tidak dimaksudkan untuk mencari pembenaran (verifikasi) terhadap iman Kristen. Penelitian ini hanya mencari penjelasan dari versi Islam tentang Yesus Kristus.
Pokok Anggur yang Benar: Eksegesis terhadap Yohanes 15:1-3 Daniel Horatius Herman
HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.606 KB) | DOI: 10.46817/huperetes.v2i1.48

Abstract

The various interpretations of John 15:1-3 point to errors in the method of interpretation. Of course, Jesus only had one purpose. This research aims to find the meaning of the true teachings of Jesus that will lead every believer to the true Christian life, so that the wrong meaning, which confuses Christian to Understand the teachings of Jesus, can be anticipated. This study uses a hermeneutic research method that specifically exegesis to the discussion texts. This research examines the context of Jesus in the Gospel of John as a whole; the Old Testament context relating to John 15:1-3; and reviews in general, the context of the chapters around John 15:1-3 and concludes based on these steps. John 15:1, explains Jesus' statement as Yahweh and the statement of Jesus as the embodiment of Israel. John 15:2a describes “the cut branches” referring to all Israelites who rejected Jesus. Meanwhile "the cleansed branches" (15:2b) refers to Jesus' disciples and all the Israelites who believed in Him. The statement in John 15:3 is a statement that Jesus' disciples were in a state of cleanness. For the first recipients of John's Gospel, these verses meant believing Jews were "a branch bearing fruit" and "cleansed" whereas unbelieving Jews were "a cut branch."Penafsiran yang beragam atas Yohanes 15:1-3 menunjukkan kesalahan metode penafsiran. Tentu saja Yesus hanya mempunyai satu maksud.  Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna ajaran Yesus yang benar yang akan menuntun setiap orang percaya kepada kehidupan Kristen yang benar, sehingga makna yang keliru, yang menyebabkan kebingungan terhadap ajaran Yesus akan dapat diantisipasi.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian hermeneutika yang secara khusus mengeksegesis teks-teks pembahasan. Penelitian ini mempelajari Konteks Yesus dalam Injil Yohanes secara keseluruhan; konteks Perjanjian Lama yang berhubungan dengan Yohanes 15:1-3; dan meninjau secara umum, konteks pasal-pasal di sekitar Yohanes 15:1-3 serta menyimpulkan berdasarkan langkah-langkah tersebut. Yohanes 15:1 menjelaskan pernyataan Yesus sebagai Yahweh dan pernyataan Yesus sebagai perwujudan Israel. Yohanes 15:2a menjelaskan “ranting-ranting yang dipotong” menunjuk pada semua orang Israel yang menolak Yesus.  Sementara “ranting-ranting yang dibersihkan” (15:2b) menunjuk pada murid-murid Yesus dan semua orang Israel yang percaya kepada-Nya.  Pernyataan dalam Yohanes 15:3 adalah pernyataan bahwa murid-murid Yesus sedang dalam keadaan bersih.  Bagi penerima pertama Injil Yohanes, ayat-ayat ini berarti orang-orang Yahudi yang percaya adalah “ranting yang berbuah” dan “dibersihkan” sedangkan orang-orang Yahudi yang tidak percaya adalah “ranting yang dipotong."
Tinggal dan Berbuah di Dalam Yesus: Eksegesis terhadap Yohanes 15:4-5 Daniel Horatius Herman
Predica Verbum: Jurnal Teologi dan Misi Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Predica Verbum Vol. 1 No. 1 (June) 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.955 KB) | DOI: 10.51591/predicaverbum.v1i1.3

Abstract

There are many interpretations made of John 15: 4-6. The many interpretations can lead to confusion about the purpose of Jesus. This study aims to find the meaning of the teachings of Jesus according to Jesus' intent so that the problems of different interpretations can be resolve. This study was done by exegeting and relating the text to the context of Jesus' story, the context of the Gospel of John, the context of the Old Testament, and the context of the first reader and then implies its meaning to current Bible readers. This research was conduct in three parts. First, study 15:4 “Abiding versus Not Abiding in Jesus.” which refers to a command or invitation to take sides with Jesus; The second study on 15: 5 Fruitful versus Unfruitful. It relates directly to the responses to the invitation in the first section; and third, the study of 15: 6 He threw out, He dried and is on burning. This section describes the condemnation of rejecting Jesus.