This Author published in this journals
All Journal Koneksi
Salsabila Astri Harinanda
Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Feminisme Pada Film Disney Live-Action Mulan Salsabila Astri Harinanda; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10299

Abstract

Film is a mass media that presents a story in audio-visual form. This research aims to see how are the representation of feminism in the Disney Live-Action Mulan film. The method used is descriptive qualitative research methods with semiotic as data analysis techniques. Data are collected using the methods of documentation, observation, and literature study. The signs of the film were analyzed using Roland Barthes' semiotic model two-stage of signification, which are the denotation, connotation, and myth stages. This film shows the discrimination that happened in women due to patriarchal ideology. The results of this study indicate that the Disney Live-Action Mulan film dominantly represents the flow of liberal feminism, existentialism feminism, and radical-libertarian feminism through its main character, Hua Mulan. Hua Mulan's feminist behavior can be seen from her that are opposing discrimination and standards as a woman, performing male roles, able to be a leader, takes risks and being responsible, independent, able to gets recognition, and proving that she is able to give honor to her family. This film has a meaning that a woman can give honor to her family by being herself, and can have the right to be treated equally and also the right to determine and be responsible for her way of life.Film merupakan salah satu jenis media massa yang menampilkan cerita dengan bentuk audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana representasi feminisme pada film Disney Live-Action Mulan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data semiotika. Data yang dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi, observasi, dan studi pustaka. Tanda-tanda dari film dianalisis dengan menggunakan model semiotika signifikasi dua tahap Roland Barthes yaitu tahap denotasi, konotasi, dan mitos. Film ini memperlihatkan diskriminasi yang terjadi pada perempuan yang disebabkan ideologi patriarki. Film Disney Live-Action Mulan secara dominan merepresentasikan aliran feminisme liberal, feminisme eksistensialisme, dan feminisme radikal-libertarian lewat tokoh utamanya yaitu Hua Mulan. Perilaku feminisme Hua Mulan terlihat dari perilakunya yang melawan diskriminasi serta standar sebagai perempuan, mampu melakukan peran laki-laki, menjadi pemimpin, berani mengambil resiko dan bertanggung jawab, independen, mendapat pengakuan dan membuktikkan bahwa ia mampu memberi kehormatan untuk keluarganya. Film ini dapat memiliki makna bahwa seorang perempuan dapat memberikan kehormatan pada keluarganya dengan menjadi dirinya sendiri, dan dapat memiliki hak untuk diperlalukan secara setara dan hak untuk menentukan dan bertanggung jawab atas jalan hidupnya sendiri.