This Author published in this journals
All Journal Jurnal POLIMESIN
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh drainase terhadap penurunan permukaan air tanah pada areal bekas penambangan gambut Nur laili
Jurnal POLIMESIN Vol 6, No 2 (2008): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v7i2.1377

Abstract

Tanah gambut di Ine resia seluruhnya ditaksir mencapai 16-27,7 Juta ha yang tersebar sebagian besar di kepulauan S umatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Muluku / Nusa Tenggara dan Irian Jaya, Tanah gambut di Inu snesia umum nya mendominasi wilayah sepanjang pantai, serta belum ada di peroleh data yang jelas mengenai jumlah luas tanah gambut atas dasar bahan asal, cara pembentukan, jenis pelapukan dan ketebalan bahan Organic nya. Metode penelitian yang di lakukan adalah metode uji pompa sumur di tigadesa sekitar lokasi bekas penambangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah penelitian di areal bakas panambangan seluas 775 Ha dengan uji pompa sumur di tiga desa mempunyai angka trasmisivitas (Koefesien Keturusan air) gambut terdaapat di desa Siharjulu sebesar 2,02 m'/hari yaitu mempunyai akuifer tufa riodasit berselingan dengan gambut dan stroragen coefesien yang lebesar yaitu 1,01x 10” di lokasi Siharjulu, nilai tersebut sangat berpengaruh terhadap sifat fisik tanah gambut dan penurunan airtanah. Sehingga pasokan air untuk irigasi mengalami kekeringan dan menurun nya produktifitaspertanian.Kata kunci : Drainase, gambut, transmisivitas, akuifer tufa riodasit, storage coefesien, eksploitasi.
Pengaruh pemanasan terhadap sifat-sifat fisika tanah gambut Nur laili
Jurnal POLIMESIN Vol 7, No 1 (2009): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jp.v7i1.1347

Abstract

Tanah gambut di Indonesia seluruhnya ditaksir mencapai 16-27,7 juta ha yang tersebar sebagian besar di kepulauan Sumatera, Kalimantan, Jawa/bali, Maluku/Nusa Tenggara dan Irian Jaya. Tanah gambut di Indonesia umumnya mendominasi wilayah sepanjang pantai, serta belum ada diperoleh data yang jelas mengenai jumlah luas tanah gambut atas dasar bahan asal, cara pembentukan, jenis pelapukan dan ketebalan bahan organiknya. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode pemanasan sample tanah dalam muffle furnance selama 1 jam dengan temperature 25” (control), 175"C (Dehidrasi sempurna dari sample), 325”C (Dehidrasi dari bentuk gel0, 475 (Pembakaran bahan organic). Hasil dari pemanasan ini dimasukkan dalam analisa Statistik rancangan acak lengkak (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna tanah hitam menjadi hitam mereahan pada pemanasan 475"C, porositas tanahnya sebesar 93,71”6 sehingga porositas tanah gambut yang besar akan memberikan peluang air untuk lolos besar. Kerapatan lindaknya memberikan pengaruh yang nyata berdasarkan analisa sidik ragam suhu semakin tinggi, kerapatan lindak yang diperoleh nilainya semakin kecil sekitar 0,09 gr/cm' pada suhu 475'C. Kandungan C- organik tanahnya memberikan pengaruh yang nyata pada pemanasan 475"C sebesar 5,5096 yaitu tanah mengalami penurunan yang sangat besar saat pembakaran bahan dan kemasaman tanahnya, semakin tinggi suhu yang diberikan maka Ph tanah tinggi dan tingkat kemasaman tanah rendah.Kata kunci : Tanah gambut, warna tanah, kerapatan lindak, porositas tanah, C-organik tanah, PH.