Muhammad Tawil
Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNM. Jalan Dg. Tata Raya, kampus UNM Parangtambung Makassar

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR CALON GURU IPA PADA MATA KULIAH INTERAKSI ANTARA FAKTOR-FAKTOR FISIK Yunus, Sitti Rahma; Tawil, Muhammad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.484 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i2.1475

Abstract

The study aims to know the influence of guided inquiry toward learning outcomes of science teacher candidate. The effort is to maximize the lecturing process in actively involving science teacher candidate. The research is included as a pre-experimental with using One Group Posttest Design. The research subjects are 30 students of Science Education Study Program semester IV for academic year 2014-2015 who take lecturing subject of interaction between physical factors. The study had been conducted into two stages. They are preparation and implementation stages. The result of study shows that leaning base-guided inquiry gives positive influence toward learning outcomes of science teacher candidate. The result obtained is in good category. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pembelajaran berbasis Guided Inquiry terhadap hasil belajar calon guru IPA. Upaya ini untuk memaksimalkan proses perkuliahan yang melibatkan calon guru secara aktif. Penelitian ini termasuk penelitian pre-experimental dengan One Group Posttest Design. Subjek penelitian adalah 30 mahasiswa program studi pendidikan IPA semester IV 2014-2015 yang mengambil mata kuliah Interaksi Antara Faktor-Faktor Fisik (IAFF). Penelitian dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahan penerapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran berbasis guided inquiry berpengaruh positif terhadap hasil belajar calon guru IPA. Hasil belajar mahasiswa calon guru IPA yang diperoleh berada pada kategori baik. Kata Kunci: interaksi antara faktor-faktor fisik, hasil belajar, pembelajaran guided inquiry
KOMPARASI PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR DENGAN UMPAN BALIK TERKOREKSI DAN TANPA TERKOREKSI PADA PEMBELAJARAN FISIKA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 RANTEPAO Parimba, Dian; Azis, Aisyah; Tawil, Muhammad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.026 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i1.1461

Abstract

The Comparison between Giving Structured Assignment with Emendation Feedback and Giving Structured Assignment without Emendation Feedback in Physics Teaching towards Motivation and Learing Outcome of Students of XI Grade IPA SMA Negeri 1 Rantepao. This research is true experiment research that aims to know comparation of giving structured assignment with emendation feedback and feedback without emendation towards motivation and result of physics learning of the student class XI IPA SMAN 1 Rantepao Toraja Utara Regency. The research design is Solomon four-group design adaptation. The independent variables of this research are structured assignment with emendation feedback methods and structured assignment with feedback without emendation methods, whereas the dependent variable are motivation and result of physics learning of the students in the subject matter of fluid. The population in this reasearch is all of students at 9 clasess of XI IPA SMAN 1 Rantepao in academic year 2013/2014, meanwhile the sample is class XI IPA2 as an experiment class with 32 students and class XI IPA3 as control class with 32 students. The data were analyzed by t-test. Based on analysis of inferential statistics, t-count for motivation of physics learning = 5,961 while t-count for result of physics learning = 11,694 with t-table = 1,99 were obtained at significance level α = 0,05. These result indicate t-count > t-table and it can be concluded that there were significant differences in the motivation and result of physics learning between students who taught by structured assignment with emendation feedback methods and who taught by structured assignment with feedback without emendation methods. Abstrak: Komparasi Pemberian Tugas Terstruktur dengan Umpan Balik Terkoreksi dan Tanpa Terkoreksi pada Pembelajaran Fisika terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Rantepao. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sesungguhnya yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian tugas terstruktur dengan umpan balik terkoreksi dan tanpa terkoreksi terhadap motivasi dan hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Rantepao Kabupaten Toraja Utara. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain empat kelompok Solomon adaptasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pemberian tugas terstruktur dengan umpan balik terkoreksi dan metode pemberian tugas terstruktur dengan umpan balik tanpa terkoreksi, sedangkan variabel terikatnya adalah motivasi dan hasil belajar fisika peserta didik pada materi fluida. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Rantepao tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 9 kelas, sedangkan sampelnya adalah kelas XI IPA2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 32 orang dan kelas XI IPA3  sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 32 orang. Data dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial, diperoleh thitung untuk motivasi belajar fisika = 5,961 sedangkan thitung untuk hasil belajar fisika = 11,694 dengan ttabel = 1,99 pada taraf nyata α = 0,05. Hasil ini menunjukkan thitung > ttabel dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar fisika yang signifikan antara peserta didik yang diajar dengan metode pemberian tugas terstruktur disertai umpan balik terkoreksi dan  peserta didik yang diajar dengan metode pemberian tugas terstruktur disertai umpan balik tanpa terkoreksi.Kata Kunci:  tugas terstruktur, umpan balik, motivasi, hasil belajar
Upaya Mempertahankan dan Meningkatkan Nilai Gizi dan Nilai Organoleptis Pangan Hasil Laut Melalui Teknologi Pengolahan Ikan Danial, Muhammad; Tawil, Muhammad; Wahidah, .
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 1 (2012): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.453 KB) | DOI: 10.35580/sainsmat114532012

Abstract

DOWNLOAD PDFThe research aims were: (1) obtained fish fumigator specification which effective to applied in coastal area, (2) high organoleptic value, and (3) rich nutrient content, and longtime period of expire of product. The method consisted designing, making fish crackers, and testing of equipment specification, testing the organoleptic and nutrient value, as well as expired period of the product. Tool specification prototype obtained  from this research were: dryer equipment performance were tetrahedral (175x60x50 cm), Tin 65oC, Tout 60oC, equipment  capacity 30 kg, effectively 55,13%, time of drying 4 hours, fuel volume 3 liter. Product specification are taste like=5, and high nutrient, Fumigator equipment performance are  tetrahedral (165x60x50 cm), Tin 60oC, Tout 55oC, equipment capacity 30 kg, effectively 36,50%, time of drying 3 hours, fuel (charcoal) volume 7 kg. Product specification are high nutrient, organoleptics value very like=6, , and product expired periods 4-5 days.   Key words: Fish technology, nutrient, organoleptic  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP MINAT BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 26 MAKASSAR Nardin, Nardin; Tawil, Muhammad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.634 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i2.2164

Abstract

The study almed at (1) desribling the students? learning interst on Physics taught by employing problem-based learning model, (2) desribling the mastery of Physics concept taught by employing problem-based learning model, (3) desribling the mastery of Physics concept taught by employing discovery learning model, (4) desribling the mastery of Physics concept taught by employing discovery learning model, (5) analyzing the students? learning interest on Physics taught by employing problem-based learning model and the one with discovering learning model, (6) analyzing the mastery of Physics concept taught by employing problem-based learning model and the one with discovery learning model. The study employed experiment research with posttest only control design. The population of the study was all class VII students at SMPN 26 Makassar consisted of nine class with the total 270 students. The samples were two classes, class VII4 as the experiment class taught by employing problem based learning model and class VII5 as the control class taughtby employing conventional learning model with 29 students in each class, obtained by employing random sampling technique. The results of the study reveal that (1) the students? learning interest on Physics taught by employing problem based learning model with the indicators of favorite, interest, attention, and involvement is in high category, (2) the students? learning interest on hysics taught by employing discovey learning model with the indicators of favorite, interest, attention, and involvement is in low score, (3) the mastery of Physics concept of syudents taught by employing problem based learning model is in very high category, (4) the mastery of Physics concept of syudents taught by employing discovery learning model is in very high category, (5) the students? learning interest on hysics taught by employing problem based learning is higher than the one taught by employing discovery learning model, and (6) the mastery of Physics concept of syudents taught by employing problem based learning model is higher than the one taught by employing discovery learning model. Keywords: discovery learning, interest, learning outcomes Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan minat belajar fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah, (2) mendeskripsikan penguasaan konsep fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah, (3) mendeskripsikan minat belajar fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning, (4) mendeskripsikan penguasaan konsep fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning, (5) menganalisis minat belajar fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning, (6) menganalisis penguasaan konsep fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning. Jenis penelitian yang dipilih adalah penelitan eksperimen dengan desain posttest only control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol dengan pembelajaran discovery learning. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 26 Makassar terdiri dari sembilan kelas dengan jumlah keseluruhan peserta didik 270 orang, sedangkan sampel diambil dengan teknik pengacakan kelas sehingga terpilih Kelas VII4 sebagai kelas eksperimen dan Kelas VII5 sebagai kelas kontrol dengan jumlah sampel masing-masing 29 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) minat belajar fisika yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah pada peserta didik dengan indikator kesukaan, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan berada pada skor tinggi, (2) minat belajar fisika yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning peserta didik dengan indikator kesukaan, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan berada pada skor rendah , (3) penguasaan konsep fisika yang diajar melalui model pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori sangat tinggi, (4) penguasaan konsep fisika yang diajar melalui pembelajaran model discovery learning peserta diidk berada pada kategori tinggi, (5) minat belajar peserta didik dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning dan, (6) penguasaan konsep fisika peserta didik dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning. Kata Kunci: hasil belajar, minat, pembelajaran berbasis masalah
PENGEMBANGAN PROGRAM SIMULASI KOMPUTER BERBASIS VISUAL BASIC APPLICATION PADA PERKULIAHAN GELOMBANG DAN OPTIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF CALON GURU FISIKA Tawil, Muhammad; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v8i1.810

Abstract

Abstract. This study aimed to increase creative thinking skills prospective teachers on the topic of wave and optical physics and to study the response of physics teacher candidates on a computer simulation based learning. To study how the characteristics of problem-basesd learning on the computer simulation matter wave in enhancing creative thinking skills of prospective teachers of physics? The research method used was a mixed methods research designs Embedded Experimental Model. The results found that there was an increase creative thinking of prospective teacgers on the topic wave physics in the high category and physics teacher candidate responses to learning based on computer simulation of matter wave is very positive as well as prospective physics teachers have no difficulty in following this learning. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif calon guru fisika pada topik gelombang dan untuk mengetahui respon calon guru fisika terhadap pembelajaran berbasis simulasi komputer. Masalah penelitian bagaimana karakteristik pembelajaran berbasis simuasi komputer pada materi gelombang dan optika dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif calon guru fisika? Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan disain penelitian Model Experimental Embedded. Hasil penelitian ditemukan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berpikir kreatif calon guru fisika pada topik gelombang dengan kategori tinggi dan respon calon guru fisika terhadap pembelajaran berbasis simulasi komputer pada materi gelombang sangat positif serta  calon guru fisika tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran ini. Kata kunci: simulasi komputer, keterampilan berpikir kreatif, topik gelombang, respon calon guru fisika
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI KONSTRUKTIVISTIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS X MIA 5 SMA NEGERI 1 SUNGGUMINASA Ati, Andi; Tawil, Muhammad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v12i3.3056

Abstract

This study is a classroom action research which aims at obtaining the description of constructivist-based learning process that can improve problem solving skills in Physics subject of grade X MIA 5 students at SMAN 1 Sungguminasa in Gowa district. The subject of the study were the students of grade X MIA 5 on the second semester of academic year 2015/2016 with the total of 46 students, consisted of 17 female students and 29 male students. The study was conducted in two cycles which consisted of four activities, namely the planning, the implementation of treatment, observation, and reflection. The result of the study reveal that (1) the learning activities of the students using constructivist-based learning approach improve from cycle I 52.00% (fairly active category) to cycle II 81.73% (very active category); (2) the observation result of learning management by the teacher in cycle I and II is at the range of 90.00%< NR< 100% which categorized as very good; (3) the average score of LKPD (students’ worksheet) improves from cycle I 2.96 to 4.08 in cycle II; (4) the average score of problem solving skills of students improve from cycle I 2.37 to 4.12 in cycle II or improve by 73.84%. The conclusion based on the result of the study is the constructivist-based learning can improve problem solving skills of grade X MIA 5 students at SMAN 1 Sungguminasa.Keywords: constructivist, problem  solving skillsPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperoleh gambaran proses pembelajaran berorientasi konstruktivistik yang dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah fisika peserta didik kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas X MIA 5 semester genap tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah peserta didik 46 orang terdiri dari 17 laki-laki dan 29 perempuan.Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari empat kegiatan, yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan tindakan,observasi, dan refleksi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktifitas pembelajaran peserta didik dengan pendekatan pembelajaran berorientasi konstruktivistik mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 52,00% (kategori cukup aktif) menjadi 81,73% (kategori sangat aktif) pada siklus II, (2) hasil observasi pengelolaan pembelajaran oleh guru pada siklus I dan II berada pada rentang 90,00 % ≤ NR ≤ 100 %, sehingga dikategorikan sangat baik, (3) skor rata-rata LKPD mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 2,96 menjadi 4,08 pada siklus II, (4) skor rata-rata keterampilan pemecahan masalah peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 2,37 menjadi 4,12 pada siklus II atau mengalami peningkatan sebesar 73,84%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berorientasi konstruktivistik dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah peserta didik kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 sungguminasa.Kata Kunci: konstruktivistik, keterampilan pemecahan masalah. 
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 1 MA’RANG KABABUPATEN PANGKEP Bulkis, Bulkis; Tawil, Muhammad; Azis, Aisyah
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 10, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v10i3.970

Abstract

 This study was True Experimental Design which aimed to determine whether or notcritical thinking skills and understanding of physics concept sat the eighth grade students of SMP Negeri 1 Ma'rang are increase. The independent variables were conventional learning approach and advance organizer learning approach, while the dependent variable was thecritical thinking skills and understanding of physics concepts. The population was all eighth grade studentsof SMP Negeri 1 Ma'rang, while the sample consisted of class VIII­A as experimental class with a number of students were 22 students and class VIIIB as class control with the number of students were 20students. At theend of the lesson, both classes were given a test of critical thinking skills and understanding of concepts formeasuring critical thinking skills and students’understanding of physics concepts in the Cahaya material. The data analysis used descriptive statistics and inferential statistics. Descriptive analysis showed that the mean score of critical thinking skills and understanding of physics concept sat the eighth grade students of SMP Negeri 1 Ma'rang using an advance organizer approach was higher than the score of critical thinking skills and students’understanding of physics concepts that was taught using conventional approach.Penelitian ini adalah penelitian True Experimental Design yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Ma’rang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran pendekatan konvensional dan pembelajaran pendekatan advance organizer, sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Ma’rang, sedangkan sampelnya adalah kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik sebanyak 22 orang dan kelas VIIIB sebagai kelas control dengan jumlah peserta didik sebanyak 20 orang. Pada akhir pembelajaran kedua kelas diberi tes akhir keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika peserta didik pada materi Cahaya. Analisis data hasil penelitian ini menerapkan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Ma’rang yang diajar dengan pendekatan advance organizer lebih besar daripada skor keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Ma’rang yang diajar dengan pendekatan konvensional.Kata Kunci:  Advance Organizer, keterampilan berpikir kritis, pemahaman konsep fisika
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII (STUDI PADA MATERI POKOK SISTEM EKSKRESI MANUSIA) Ahmad, Firiyal Afifah; Tawil, Muhammad; Rusli, Muhammad Aqil
Jurnal IPA Terpadu Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v4i1.14553

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Selayar yang diajar menggunakan media audio-visual. 2) Untuk menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Selayar yang diajar menggunakan media konvensional. 3) Untuk menguji hipotesis bahwa pembelajaran menggunakan media audio-visual lebih tinggi dibandingkan dengan yang diajar menggunakan media konvensional. Jenis Penelitian ini adalah Quasi-eksperment dengan menggunakan desain penelitian Nonequivalen control group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Selayar. Sampel dipilih dengan teknik sampling (accidental sampling) dimana pengambuilan sampel yang dilakukan secara kebetulan. Kelas yang sengaja dipilih adalah kelas VIIIi sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 24 orang dan kelas VIIIh sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 26 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Rata-rata peningkatan hasil belajar dengan menggunakan media audio visual  terhadap peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Selayar berada pada kategori tinggi dengan skor N-Gain sebesar 0,74. 2) Rata-rata peningkatan hasil belajar dengan menggunakan media konvensional  terhadap peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Selayar berada pada kategori sedang dengan skor N-Gain sebesar 0,59. 3) Hasil belajar peserta didik pada kelas VIII SMP Negeri 1 Selayar yang diajar menggunakan media audio visual lebih tinggi dibanding hasil belajar peserta didik yang diajar menggunakan media konvensional. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan uji-t hasil belajar peserta didik memperlihatkan H_0 ditolak dan H_a diterima, artinya media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar. Jadi, dapat disimpulkan bahwa media audio visual dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi sistem ekskresi manusia.