Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ETNOBOTANI DAN PENGELOLAAN AGROFORESTRI PEKARANGAN PADA MASYARAKAT TRANSMIGRAN JAWA DI KABUPATEN KAYONG UTARA KALIMANTAN BARAT Ida Rustianti; Sigit Normagiat; Wahyu Saputra; Aditya Putra; Widiya Octa Selfiany
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.631

Abstract

AbstrakAgroforestri pekarangan (AP) sudah dikenal dipraktekkan sejaklama oleh masyarakat tradisional di negara tropis. Penerapan AP dapatmeningkatkan kualitas lingkungan yang ada di sekitarnya sepertimencegah terjadinya erosi, perbaikan ekologis, konservasibiodiversitas, perbaikan nutrisi tanah, serta berperan dalam penyerapankarbon dan mitigasi perubahan iklim. AP banyak ditemukan tersebar diberbagai lokasi di Kalimantan Barat baik yang dimiliki oleh penduduklokal maupun pendatang. Permasalahan yang muncul adalahkarakteristik vegetasi AP dapat berbeda antar satu lokasi dengan lokasilainnya, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi fisik lahan,maupun oleh budaya masyarakat setempat. Tujuan penting daripenelitian ini adalah mendapatkan informasi mengenai karakteristikvegetasi AP dan pengelolaannya oleh masyarakat. Hal tersebut sebagaidasar perencanaan program maupun kebijakan tentang kehutananmasyarakat (social forestry) khususnya bagi masyarakat transmigran diKabupaten Kayong Utara (KKU). Metode: Penelitian dilakukan diDesa Seponti Jaya dan Desa Telaga Arum, Kecamatan Seponti, KKU.Menggunakan pendekatan kualitatif terhadap komposisi, bentuk hidup(life form), fenologi, sosiabilitas, dan vitalitas vegetasi yang ada di AP.Sedangkan prosedur penelitian dilakukan melalui observasi langsungbersama dengan 26 responden untuk menginventarisasi seluruh jenisvegetasi dan pengelolaannya yang terdapat di area sampel. Hasil: terdata 77 jenis tanaman di AP, yang terdiri dari tanaman buah,pangan, bumbu, obat, sayuran, hias dan pertukangan. pola AP di lokasipenelitian termasuk ke dalam Agrosilvopasteur yaitu kombinasi antarabudidaya tanaman pertanian, kehutanan, dan ternak. Perlakuanbudidaya berupa perawatan, pemupukan dan pengendalian OPTditerapkan oleh pemilik secara mandiri. Modal yang dibutuhkan untukmengelola AP berkisar Rp500.000 – Rp2.000.000,/tahun denganpendapatan rata-rata yang diperoleh hingga Rp5.000.000. Kata Kunci : Etnis, lahan, pengelolaan, vegetasi AbstractAgroforestry pekarangan (AP) has been known to be practiced for along time by traditional communities in tropical countries. Theapplication of AP can improve the quality of the surroundingenvironment such as preventing erosion, ecological improvement,biodiversity conservation, improving soil nutrients, and playing a rolein carbon sequestration and climate change mitigation. APs are foundscattered in various locations in West Kalimantan, both owned by localresidents and immigrants. The problem that arises is that thecharacteristics of AP vegetation can differ from one location toanother, this can be influenced by the physical condition of the land, aswell as by the culture of the local community. An important objectiveof this research is to obtain information about the characteristics of APvegetation and its management by the community. This is the basis forplanning programs and policies on social forestry, especially for thetransmigrant community in North Kayong Regency (KKU). Methods:The research was conducted in Seponti Jaya Village and Telaga ArumVillage, Seponti District, KKU. Using a qualitative approach to thecomposition, life form, phenology, sociability, and vitality ofvegetation in AP. Meanwhile, the research procedure was carried outthrough direct observation with 26 respondents to make an inventoryof all types of vegetation and their management in the sample area.Results: recorded 77 species of plants in AP, consisting of fruit, food, spices, medicine, vegetables, ornamental and carpentry. The APpattern at the research site is included in the Agrosilvopasteur, which isa combination of agricultural, forestry, and livestock cultivation.Cultivation treatments in the form of care, fertilization and pest controlare applied by the owner independently. The capital required tomanage AP ranges from Rp. 500,000 – Rp. 2,000,000/year with anaverage income of up to Rp. 5,000,000. Key words: Ethnicity, land, management, vegetation
Efisiensi Pemasaran Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Nur Aini; Didik Didik; Ida Rustianti
Journal of Comprehensive Science (JCS) Vol. 2 No. 8 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i8.466

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Saluran pemasaran nanas di daerah penelitian. (2) untuk Mengetahui tingkat farmer Share pemasaran buah nanas di daerah penelitian. (3) Untuk mengetahui tingkat efisiensi pemasaran buah nanas di daerah penelitian Penelitian ini di lakukan di Desa Pasar Tiga Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhan Batu. Kesimpulan dari penelitian ini.1) Saluran pemasaran didaerah penelitian terdiri dan tiga saluran pemasaran, saluran pemasaran yang pertama yaitu dari petani langsung ke konsumen akhir, saluran pemasaran yang ke dua dari petani ke pedagang pengecer, dan pedagang pengecer ke konsumen akhir. Saluran pemasaran tiga dari petani ke pedagang pengumpul lalu dari pedagang pengumpul ke pedagang pengecer lalu dari pedagang pengecer ke konsumen akhir. 2) Biaya pemasaran terdiri dari biaya transportasi, tenagakerja, packing, dan biaya penyusutan untuk pedagang pengumpul 3) Share margin yang di peroleh pada saluran I sebesar 75,47% dengan biaya pemasaran sebesar Rp. 10.25/buah. Share margin yang di peroleh pada saluran II sebesar 40,27% dengan biaya pemasaran sebesar Rp. 1.300/buah. Share margin yang di peroleh pada saluran III sebesar 41,04% dengan biaya pemasaran sebesar Rp. 1.300 /buah. 4) Efisiensi pemasaran pada saluran I sebesar 0,5% < 33% Efisiensi pemasaran pada saluran II sebesar 12,2% < 33%, Efisiensi pemasaran pada saluran III sebesar 7,8% <33%.