Firdaus firdaus
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS BESAR SUDUT GONIAL MANDIBULA BERDASARKAN HASIL RONTGEN PANORAMIK UNTUK IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN PADA SUKU MINANG Triana Elfitri; Firdaus Firdaus; Resti Iswani
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 4, Nomor 1, June 2017
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.974 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.85

Abstract

Mandibula merupakan tulang yang terkuat dan terbesar pada daerah wajah, banyaknya penelitian yang menyatakan bahwa penilaian mandibula lebih signifikan untuk membedakan jenis kelamin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan besar sudut gonial mandibula berdasarkan jenis kelamin pada suku minang dari hasil rontgen fotopanoramik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah data sekunder foto panoramik yang diambil dari berbagai sumber yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan suku minang dua generasi dengan 60 sampel penelitian dengan teknik simple random sampling, waktu penelitian Mei-Juni 2017. Analisa data ditampilkan dengan tabel rata-rata, nilai minimum dan maksimum dengan menggunakan program Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata besar sudut kiri gonial mandibula pada laki-laki yaitu 118,40 dengan sudut terkecil 1000 dan terbesar 1260 dan rata-rata besar sudut kiri gonial mandibula pada perempuan yaitu 1270 dengan sudut terkecil 1180 dan sudut terbesar 1340 dan rata-rata besar sudut kanan gonial mandibula pada laki-laki yaitu 120,90 dengan sudut terkecil 1100 dan terbesar 1290 dan rata-rata besar sudut kanan gonial mandibula pada perempuan yaitu 127,90 dengan sudut terkecil 1100 dan sudut terbesar 1400 pada responden suku minang.
Effect of nanocrystalline hydroxyapatite implantation on the number of osteoblasts in bone healing post teeth extraction: Pengaruh implantasi hidroksiapatit nanokristalin terhadap jumlah osteoblas pada penyembuhan tulang pascaekstraksi gigi Firdaus; Andreas Pascawinata; Rifka Annisa
Makassar Dental Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v10i1.389

Abstract

Background: Extraction can cause alveolar bone resorption and slow bone healing. Post-extraction treatment is performed to help speed up the bone healing process. Objective: to determine the effect of nanocrystalline hydroxyapatite implantation on the number of osteoblasts in the post-extraction bone healing process. Method: By using laboratory experimental method and posttest only with control group design, the effect of treatment in the treatment group and the control group was measured using Wistar white male rats. Results: There was an effect of nanocrystalline hydroxyapatite implantation on the number of osteo-blasts on bone healing after tooth extraction of the rats on days 14 and 28. The highest mean number of osteoblasts was found in the treatment group on day 28. Discussion: Administration of nanocrystalline hydroxyapatite increased the number of osteo-blasts in bone healing after tooth extraction. Conclusion: Nanocrystalline hydroxyapatite implantation increases the formation of osteoblasts in bone healing after tooth extraction.
The differences in the width of male and women maxillary sinus seen from panoramic radiography in tribe Students Minang Faculty of Dental Medicine, Baiturrahmah University Resti Iswani; Rizki Wulandari; Firdaus firdaus; Hamdy Lisfrizal
Journal of Dentomaxillofacial Science Vol. 6 No. 1 (2021): (Available online: 1 April 2021)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15562/jdmfs.v6i1.1094

Abstract

Objective: The purpose of this study was to determine whether there is a difference in the width of the maxillary sinus between male and female students of the Minang ethnic group, Faculty of Dentistry, Baiturrahmah University, seen from panoramic radiographs.Material and Methods: This study is an analytical study with a sample size of 50 respondents using purposive sampling method. The data analysis is displayed using the frequency distribution table and the significance level using the SPSS program with the independent t-test.Results: The results showed that the mean value of the width of the right maxillary sinus in men was 35.06 mm (CI 1.7381 ± 6.4219), while in women it was 30.98 mm (CI 1.7378 ± 6. 4232). The mean value of the left maxillary sinus width in men was 35.38 mm (CI 2.6736 ± 6.6464), while in women it was 30.72 mm (CI 2.6732 ± 6.6469).Conclusion: The conclusion of this study is that there is a significant difference between the width of the maxillary sinuses of men and women in Minang ethnic students, Faculty of Dentistry Baiturrahmah University with a p value <0.05.
MEMBANDINGKAN POLA SIDIK BIBIR SEBAGAI SARANA IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN PADA SUKU MINANG DI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS BAITURRAHMAH PADANG TAHUN 2017 Ainul Mardiah; Firdaus Firdaus; Efa Ismardianita
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 4, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.028 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.127

Abstract

Pola sidik bibir dapat dipengararuhi oleh jenis kelamin dan ras. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran pola sidik bibir berdasarkan jenis kelamin pada suku minang di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Padang tahun 2017. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional. Populasi dari penelitian ini adalah individu yang berjenis kelamin laki-laki atau perempuan suku minang dari dua generasi pada mahasiswa preklinik angkatan 2013-2016 di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Padang tahun 2017 dengan 133 sampel penelitian dengan metode total sampling, waktu penelitian 29 Mei 2017 dengan pemeriksaan klinis. Analisis data ditampilkan dengan tabel distribusi frekuensi dan grafik distribusi frekuensi dengan menggunakan program Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada responden laki-laki didominasi pola sidik bibir tipe 4 yaitu 22 orang (53.7%) dan pada responden perempuan didominasi pola sidik bibir tipe 2 yaitu 42 orang (45.7%) di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Padang tahun 2017.
GAMBARAN KARAKTERISTIK SCAFFOLD HIDROKSIAPATIT GIGI MANUSIA DENGAN METODE PLANETARY BALL MILL MENGGUNAKAN UJI SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM) Naim Bariyah; Andries Pascawinata; Firdaus Firdaus
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 3, Nomor 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.461 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.69

Abstract

Latar belakang: Kerusakan tulang alveolar dapat menimbulkan berbagai defek. Salah satu cara untuk merekonstruksi defek tersebut adalah dengan teknik bone grafting. Hal ini membutuhkan bahan regenerasi seperti bonegraft. Berbagai jenis bahan bonegraft telah digunakan untuk meregenerasi kerusakan tulang akibat penyakit periodontal. Penelitian ini menggunakan gigi manusia karena bahan ini memiliki kesamaan struktur dengan tulang, dan selain itu gigi yang telah diekstraksi seringkali dibuang karena dianggap sebagai limbah klinis. Tujuan: Mengetahui hasil gambaran karakteristik scaffold hidroksiapatit dari gigi manusia dengan metode planetary ball mill menggunakan uji scanning electron microscope (SEM). Bahan dan Metode: Gigi yang telah diekstraksi dan telah dibuang mahkotanya kemudian direbus, dihancurkan menggunakan palu, di timbang menggunakan neraca, kalsinasi dengan suhu 600℃, 900℃ dan 1200℃ setelah itu di haluskan menggunakan alat ball mill kemudian dilakukan uji SEM. Hasil: Terdapat porus pada masing-masing sampel dengan diameter ± 1,08-2,18 µm dengan suhu 600℃, ± 1,24-1,53 µm dengan suhu 900℃ dan ± 1,34-2,65 µm dengan suhu 1200℃. Simpulan: Dari hasil pengujian SEM pada suhu 1200℃ diameter porusnya lebih besar dibandingkan sampel lainnya dan pada pengujian ini berhasil didapatkannya scaffold dengan sifat porus menggunakan metode planetary ball mill.
PENGARUH UNDERSTANDING CUSTOMER DAN KOMUNIKASI TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN INTERNAL PADA DESAIN TATA RUANG RSGM BAITURRAHMAH PADANG Mulya Fitria Amnesty; Satria Yandi; Firdaus Firdaus
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 4, Nomor 1, June 2017
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.3 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.87

Abstract

Seorang pegawai pada saat bekerja memerlukan tingkat kepuasan yang tinggi dalam bekerja, kepuasan kerja pada dasarnya adalah sesuatu yang bersifat individual. Salah satunya adalah kepuasan pelanggan internal yang bisa dilihat dari desain tata letak (lay out design),desain tata ruang adalah proses alokasi ruangan, penataan ruangan dan peralatan sedemikian rupa sehingga pergerakan berlangsung seminimal mungkin, seluruh luasan ruangan termanfaatkan dan mencipatkan rasa nyaman. Desain tata ruang yang mampu mempengaruhi kepuasan pelanggan, salah satunya adalah komunikasi internal dan understanding customer. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Analisa statistik menggunakan uji regresi linier berganda dengan nilai F hitung > F (7,709>3,259) tabel dapat disimpulkan bahwa variabel komunikasi dan understanding customer secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan internal pada desain tata letak ruang RSGM. Namun secara parsial tidak ada pengaruh signifikan antara komunikasi (P=0,492) dan understanding customer (P=508) pada kepuasan pelanggan internal dalam desain tata letak ruang RSGM.