Rino Bahari Adi Pradana
Departement of Public Administration, Faculty Society and Political Science, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Program Keluarga Berencana Dalam Menekan Laju Pertumbuhan Penduduk Rino Bahari Adi Pradana
Musamus Journal of Public Administration Vol 1 No 2 (2019): Musamus Journal of Public Administration
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v1i2.1990

Abstract

Implementasi Program Keluarga Berencana Dalam Menekan Laju Pertumbuhan Penduduk. Tujuan dari penelitan ini adalah Untuk mengetahui bagaimana implementasi program Keluarga Berencana dalam menekan laju tingkat pertumbuhan penduduk dalam megatasi jarak angka kelahiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, Lokasi penelitian di Kampung Urumb Distrik Semangga Kabupaten Merauke, Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, sedangkan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dengan informan dengan teknik analisis data yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi program keluarga berencana dalam menekan tingkat pertumbuhan penduduk belum maksimal diterapkan. Hal ini terlihat sejak diberlakukan program tersebut masih banyak masyarakat khususnya ibu-ibu yang realif muda yakni ada 18-19 yang melahirkan anak karena menikah usia muda yang seharusnya usia kelahiran bagi seorang ibu yakni 20 sampai 30 tahun dan juga jarak kelahiran anak yang terjadi rata-rata 2 tahun lebih pada hal secara ideal dengan adanya program ini menghendaki jarak kelahiran anak paling minimal 3 tahun. Disisi lain jumlah anak dari masing-masing ibu melebihi apa yang diharapkan dalam program ini yakni 2 orang anak saja, namun yang terjadi jumlah anak yakni 4 sampai 5 orang anak. Hal ini disebabkan minimnya sosialisasi dari instansi terkait untuk menekan laju pertumbuhan penduduk sehingga mengakibatkan pengetahuan masyarakat akan keluarga berancana sangat kurang.