Jakobus Runkat
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diagnosis gangguan temporomandibular pada anak Lusy Damayanti; Jakobus Runkat
Makassar Dental Journal Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.408 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v1i5.74

Abstract

Tindakan paling penting yang dapat dilakukan terhadap pasien adalah menegakkan diagnosis yang tepat. Hal tersebut merupakan dasar untuk keberhasilan. Untuk menangani gangguan temporomandibular pada anak secara efektif, klinisi harus memahami berbagai jenis manifestasi klinis dan penyebabnya. Para klinisi harus ingat bahwa untuk setiap diagnosis, terdapat perawatan yang sesuai. Tidak ada suatu perawatan tunggal yang sesuai untuk seluruh kelainan temporomandibula. Oleh karena itu, menegakkan diagnosis yang tepat merupakan bagian yang paling penting dalam penanganan masalah ini. Dalam banyak kasus, keberhasilan perawatan tidak bergantung pada seberapa baik perawatan dilakukan tetapi pada seberapa sesuai perawatan yang dilakukan terhadap kelainan tersebut. Dengan kata lain, diagnosis yang sesuai merupakan kunci keberhasilan perawatan. Pada tulisan ini dibahas mengenai pedoman cara mendiagnosis gangguan dan nyeri temporomandibular serta penatalaksanaannya. Beberapa hal yang harus dipenuhi, antara lain anamnesis, pemeriksaan intra oral dan ekstra oral, serta pemeriksaan foto ronsen untuk membantu menegakkan diagnosis. Diharapkan para klinisi dapat memahami dan mengaplikasikannya dalam praktek sehari-hari.
Efek kliking terhadap performa mastikasi periode gigi campuran usia 6-12 tahun Lusy Damayanti; Jakobus Runkat; Roosje R. Owen; Eriska Riyanti
Makassar Dental Journal Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.67 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v4i3.218

Abstract

Kliking merupakan salah satu bentuk gangguan sendi temporomandibular yang dapat terjadi pada semua tingkatan usia termasuk usia sekolah yaitu periode gigi campuran. Kliking belum dianggap suatu gangguan yang permanen pada periode ini tetapi dapat memberi dampak buruk dikemudian hari jika penyebabnya tidak diatasi sehingga dapat memengaruhi fungsi mastikasi yang terlihat pada performa mastikasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek kliking terhadap performa mastikasi periode gigi campuran usia 6-12 tahun. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian cross sectional tipe survei epidemologi. Subyek penelitian adalah anak SD usia 6 -12 tahun di Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan multistage random sampling dengan penentuan besarnya ukuran sampel yang memenuhi kriteria penelitian dan diperoleh 25 orang kelompok kliking serta 28 orang sebagai kelompok kontrol. Performa mastikasi dinilai melalui subyek penelitian dalam menghancurk an artificial test food dengan 20x pengunyahan, dan dilakukan pemeriksaan nilai median particle size (MPS) serta nilai distribusi sebaran partikel (b). Penelitian ini menggunakan uji statistik t-test. MPS rata-rata adalah 1,698 mm pada kelompok kliking dengan SD 0,770887 dan 1,651 mm untuk kelompok kontrol dengan SD 0,868319. Nilai rata -rata b adalah 4,17 pada kelompok kontrol dan 4,34 pada kelompok kliking. Hasil uji t-test memperlihatkan t- hitung =0,44 dan nilai p=0,6646 lebih besar dari α=0,01 sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik yang ditemukan antara kedua kelompok tersebut. Disimpulkan tidak terdapat efek kliking terhadap performa mastikasi periode gigi campuran usia 6-12 tahun dengan mengingat bahwa periode gigi campuran adalah masa gigi dalam posisi oklusi yang belum stabil dan terdapat perbedaan pola pengunyahan yang berbeda dengan gigi permanen.